CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Seratus Lima Belas


__ADS_3

Kandungan Alesha makin membesar. Ia sering tampak kelelahan. Azril sudah tidak mengalami ngidam lagi. Ia sudah bisa beraktifitas seperti biasa.


Karena kandungan Alesha yang makin membesar, ia harus rajin kontrol kesehatan.


Alesha tidak pernah menampakan kelelahannya. Ia tak ingin Azril dan bunda merasa cemas.


"Pagi sayang, udah bangun" ucap Azril dan mengecup pipi Alesha


"Kakak mau pergi kerja ya..."


"Iya sayang, kenapa..."


"Nggak ada , maaf aku nggak bisa temani sarapan. Badanku terasa pegal semua, pinggangku juga sedikit sakit"


"Kamu akan lahiran, Sha"


"Tanda tandanya sih iya, tapi aku kan lahirannya masih lama kak. Masih bulan depan. Mungkin ini karena aku kecapean aja"


"Emangnya kamu melakukan apa , membuat kamu capek"


"Nggak ada kak, mungkin karena kehamilanku yang makin membesar"


"Sebaiknya kita periksa Sha, kamu nggak boleh meremehkan semuanya"


"Tapi kakak ada rapat"


"Semua bisa ditunda. Atau bisa Farrel yang menangani. Kakak nggak mau terjadi sesuatu denganmu"


Azril lalu naik ketempat tidur dan duduk ditepi ranjang. Ia mengusap perut Alesha.


"Kakak bantu kamu mandi, setelah itu kita ke dokter kandungan"


"Iya kak..."


Azril menggendong Alesha dan membantunya mandi. Ketika Azril menyabuni tubuhnya Alesha tiba tiba menangis. Azril menjadi kaget.


"Kamu kenapa Sha. Apa kakak tadi menyakitimu"


"Nggak...aku takut nggak bisa mandi bareng kakak lagi"


"Maksud kamu apa..."


"Kak, seandainya nanti ketika aku lahiran, Tuhan memanggilku...aku mau kakak tetap tersenyum Jangan pernah tangisi kepergianku. Tetap jaga kesehatan kakak demi anak anak. Dan jika..."


Azril menutup mulut Alesha agar tak bicara yang bukan bukan lagi.


"Kamu nggak akan pergi"


"Kak...dengarin aku dulu. Aku juga ingin tetap hidup, tapi aku juga tahu penyakit ini suatu sat akan merenggut nyawaku. Aku mau kakak dengar kata kataku. Jika nanti kakak akan menikah lagi setelah aku tiada, aku mau kakak memilih wanita yang bukan hanya mencintai kakak tapi juga menyayangi anak anak dan bunda. Aku mau kakak memaafkan semua salahku, jika selama ini aku belum bisa menjadi istri yang baik buat kak Azril"

__ADS_1


"Kamu istri kakak yang terbaik, kakak nggak akan mencari pengganti lagi. Kakak nggak mau menikah lagi. Karena kamu yang akan menjadi istri kakak selamanya. Sekarang kakak mohon jangan bicarakan itu lagi"


Azril membasuh badan Alesha dan memakaikan handuk . Ia juga membantu Alesha berpakaian.


"Kak, aku sudah lelah dengan penyakitku. Jika saja di dalam tubuhku tidak ada janin, mungkin aku telah menyerah dari kemarin. Aku mau istirahat, hanya satu yang aku pinta padamu Tuhan, jaga orang orang yang aku cintai. Buat mereka bisa menerima kepergianku"


Setelah berpakaian Alesha menemui bunda yang sedang di dapur. Alesha memeluk erat tubuh bunda dari belakang.


"Ada apa nak...kamu mau bunda buatkan apa"


"Bunda, aku sayang bunda..."


"Bunda juga sangat menyayangi kamu, nak"


Bunda membalikan tubuhnya. Alesha masih terus memeluk tubuh bunda.


"Bunda, aku mohon maaf jika selama ini aku hanya bisa menyusahkan bunda. Dari aku kecil ketika menjadi anak bunda, sampai aku menjadi menantu bunda, aku hanya bisa menyusahkan bunda. Aku belum bisa memberikan kebahagiaan buat bunda"


"Siapa yang bilang kamu menyusahkan bunda, kamu itu sumber kebahagiaan bunda. Karena kehadiran kamu bunda merasakan memiliki anak perempuan, dan juga saat ini kamulah yang telah banyak memberikan kebahagiaan. Kamu menjadi menantu terbaik bunda, dan memberikan cucu yang cantik dan baik"


"Bunda aku sudah lelah..."


"Kamu tak boleh berkata begitu, kamu harus tetap kuat dan semangat" ucap bunda smabil menangis. Bunda sudah tidak bisa menahan tangisnya lagi.


"Bunda jika suatu hari aku harus menyusul mami, papi dan ayah...aku titip Khaira dan kak Azril juga bayiku ini. Jaga mereka bunda"


Azril yang berada dibelakang mereka tak bisa menahan air matanya.


"Tuhan aku tahu, aku ini makhlukmu yang penuh dengan dosa. Aku tahu Tuhan, tak pantas bagiku meminta sesuatu padamu. Tapi jika aku masih diizinkan meminta, aku mohon Tuhan biarkan aku tetap bisa hidup bersama istriku. Aku tak meminta apa apa lagi Tuhan. Kamu bisa mengambil apa saja dariku, asal jangan keluarga kecilku. Aku belum siap kehilangan salah seorang dari keluargaku"


Azril mendekati Alesha dan bunda. Ia lalu ikut memeluk Alesha.


"Sayang, aku mohon ...jangan pernah berkata begitu lagi. Seolah kamu akan pamit meninggalkan kami. Kamu akan sembuh, kamu akan hidup bersama kami selamanya"


Alesha melepaskan pelukannya dengan bunda ia lalu memeluk Azril. Khaira yang baru selesai berpakaian , mendekati mommy dan papinya.


"Kenapa mommy dan papi menangis"


"Sayang, kamu udah siap ya. Mau pergi sekolah"


"Iya , mom. Kenapa mommy menangis"


" Nggak ada sayang, sini mommy suapin Khaira"


Alesha membawa Khaira ke sofa dan menyuapinya sarapan. Alesha merasakan sakit dipinggang dan pinggulnya makin terasa. Tapi ia mencoba menahannya.


"Sayang, jika mommy nanti pergi...Khaira nggak boleh nakal ya. Khaira harus jadi anak yang baik. Dengarkan apa yang dikatakan papi dan nenek...."


"Mommy mau pergi kemana..."

__ADS_1


"Jauh...mommy akan pergi ketempat yang sangat jauh"


"Mommy tak boleh pergi, Khaira mau ikut..." ucap Khaira menangis


"Khaira harus tetap di sini bersama papi dan nenek..."


"Sudah, Sha. Jangan bicara itu lagi. Kakak mohon hentikan omong kosong ini. Kamu tak akan pergi meninggalkan kami"


"Papi, mommy mau pergi kemana"


"Mommy tak akan kemana mana..."


Alesha meringis sambil memegang pinggangnya. Ia melihat ada air yang mengalir di kakinya.


"Bunda, ini apa..."teriak Alesha. Bunda mendekat dan memegang air yang mengalir dari kaki Lesha.


"Nak, ini seperti air ketuban. Kamu akan lahiran..."


"Apaa...bunda " tanya Azril kaget


"Kamu aegeralah bawa Alesha , ketubannya udah pecah"


Azril menggendong Alesha segera menuju mobilnya.


"Bunda nanti menyusul dengan pak Ali, kamu duluan aja. Bunda siapkan dulu perlengkapan bayi dan buat Lesha. Kamu harus tetap konsentrasi. Jangan panik"


"Iya bunda..." ucap Azril dan mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sambil menyetir Azril selalu memandang kebelakang melalui spion, ingin melihat Alesha.


"Kamu nggak apa sayang, bertahanlah. Sebentar lagi kita sampai"


"Kak...aku capek"


"Kamu nggak boleh berkata begitu sayang, kamu pasti bisa bertahan...kamu harus semangat"


Azril memasuki halaman parkir rumah sakit dan langsung menggendong Lesha menuju ruang IGD.


Dokter IGD langsung menangani Alesha dan mengabari dokter kandungan Lesha yaitu dokter Zulaida dan juga dokter Bagas.


Dokter Zulaida datang menghampiri Azril, ia meminta izin buat melakukan operasi. Karena takut mempengaruhi bayi yang ada dalam kandungan jika ditunda lagi.


Alesha langsung mendapati tindakan operasi setelah Azril menandatangani surat persetujuan.


Azril menunggu diluar ruangan dengan cemas. Bunda sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit. Khaira ditinggal dulu sama bu Ali.


Azril menghubungi Kenzo, mengabari jika Alesha harus operasi. Kenzo yang sedang rapat menghentikan rapatnya dan langsung menuju rumah sakit buat menemani Azril. Dalam perjalanan menuju rumah sakit Kenzo menghubungi Hanna, ia mengatakan saat ini akan menuju rumah sakit karena Alesha akan melahirkan.


*******************************


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2