
Pulang kerja Kenzo langsung menuju kamarnya. Ia selalu saja merindukan putri kesayangannya.
Sejak kehadiran putri kecil Alesha , Kenzo selalu pulang lebih cepat dari biasanya.
"Selamat sore bidadari bidadari daddy..."
"Sore daddy. Cepat banget daddy pulang kerjanya"
"Daddy kangen banget dengan malaikat kecil ini"ucap Kenzo ingin mengecup pipi gembul Khaira, tapi nggak jadi karena Alesha yang melototkan matanya.
"Daddy belum bersihin tangan dan wajah, nggak boleh langsung mengecup Khaira. Nanti alergi pipinya seperti minggu lalu"
"Iya daddy lupa. Habis daddy udah nggak sabar pengin mengecup pipi gembulnya. Tunggu daddy mandi dulu ya Khaira yang cantiknya tiada tandingan"
Usia Khaira saat ini telah menginjak dua bulan. Jika ia tersenyum persis sama dengan senyum Azril.
Kenzo bukannya tidak menyadari itu, tapi ia tak menghiraukannya. Walau wajah Khaira mirip Azril, ia tak akan bisa tahu jika itu anaknya. Karena Kenzo sudah membuat akta kelahiran Khaira dengan namanya sebagai ayah kandung Khaira.
Setelah mandi dan memakai pakaian santainya Kenzo langsung naik ketempat tidur. Ia tidur miring menghadap Khaira .
Kenzo mengecup tangan Khaira dan pipinya terus menerus ketika melihat putri kecil Alesha itu tersenyum terus.
"Sayang daddy, cepat besar ya. Daddy pengin bawa Khaira jalan jalan dan ke kantor daddy. Biar semua tahu jika daddy punya putri yang sangat cantik"
"Mommy nggak di bawa nih...."
"Khaira sayang, mommy cemburu tuh. Saat ini udah ada saingan...."
Khaira tampak tertawa mendengar ucapan Kenzo , seakan ia mengerti ucapan Kenzo itu. Melihat anaknya yang tertawa Kenzo makin gemas, ia mengecup pipi Khaira lama sampai pipinya memerah.
"Daddy, lihat tuh pipi Khaira jadi memerah"
"Habis daddy gemas banget..."
__ADS_1
"Daddy mau dimasakin lauk apa, biar mommy bilang sama bibi"
"Terserah bibi aja mom. Daddy pasti makan apapun yang dimasak. Karena daddy mau sehat terus, biar bisa lihat putri daddy tumbuh sampai ia dewasa"
Kenzo kembali mengajak Khaira bicara dan kembali ia tertawa seakan ia memang tahu dan mengerti ucapan daddynya.
Alesha yang duduk di sofa tak lepas memandangi Kenzo yang sedang bermain dengan putrinya.
"Ya Tuhan...aku tak tega harus mengatakan kebenarannya pada kak Azril. Kak Kenzo pasti sangat sedih jika kak Azril meminta haknya sebagai seorang ayah kandung. Tapi aku juga tak boleh menyembunyikan kebenaran ini selamanya. Suatu saat nanti kak Azril juga harus tahu jika ia memiliki seorang putri. Bagaimana perasaan kak Kenzo jika ia harus berbagi kebahagiaan ini dengan kak Azril ayah kandung Khaira. Aku menyayangi kak Kenzo, aku tak tega menyakiti hatinya..."
Sementara itu di Jakarta, ayah dan bunda yang saat ini sedang berada di apartemen Azril sedang membicarakan tentang putri Alesha.
Azril menyimak dan mendengar semua omongan ayah dan bundanya.
"Siapa bunda nama putrinya Alesha"tanya ayah
"Khaira , yah..."
"Bunda coba perhatikan baik baik foto yang dikirim Alesha , putrinya sangat mirip Azril kecil kan"
"Ayah jadi merasa jika itu anaknya Azril dan Alesha...."
"Ayah jangan sembarangan berkata, jika Kenzo dengar ucapan ayah , pasti ia akan marah. Anaknya dikatakan anak Azril dan wajahnya mirip Azril. Nanti Kenzo bisa aja mencurigai Alesha dan Azril. Bunda tak ingin rumah tangga Kenzo berantakan karena Azril. Sudah cukup Alesha menderita selama ini. Saat ini ia sedang berbahagia,jangan kita usik dengan pikiran ayah itu"
"Bunda, apa aku bisa lihat foto anaknya Alesha"
Bunda memberikan ponselnya kehadapan Azril. Ia memperhatikan dengan intens wajah anak Alesha. Hati Azril bergetar melihat foto anaknya yang tersenyum. Ada satu rasa yang tak dapat ia ungkapkan.
"Ayah benar, anak Alesha wajahnya mirip dengan fotoku waktu kecil. Dan mengapa aku merasakan sesuatu yang berbeda dihatiku melihat senyum putri Alesha. Aku ingin memeluknya"
Azril masuk ke kamarnya. Ia membuka laci yang ada dalam lemarinya, ia mencari foto ketika ia bayi yang masih tersimpan rapi di albumnya. Azril memang membawa semua foto fotonya dari rumah bunda.
Azril membawa album foto itu ke hadapan ayah dan bunda. Ia kembali membuka foto anak Alesha yang ada di galeri ponsel bunda.
"Bunda, ini foto bayiku kan"
__ADS_1
"Iya nak. Kenapa..."
"Coba ayah dan bunda lihat fotoku dan fotonya anak Alesha. Bagaikan kembar bukan..."
Bunda mengambil album foto di tangan Azril dan mendekatkan ke ponsel yang sedang menampilkan foto anak Alesha.
Ayah dan bunda kaget melihat wajah Azril kecil dan bayi Alesha yang sangat mirip. Ayah dan bunda saling pandang.
"Kenapa bisa mirip banget ya wajahnya"gumam bunda
"Kamu nggak melakukan sesuatu dengan Alesha"lirih ayah
"Maksud ayah apa...."tanya Azril
"Ini bukan anakmu yang dikandung Alesha"
"Apa yang ayah pikirkan. Mana mungkin Azril dan Alesha berhubungan. Setelah Kenzo menikah dengan Alesha ia ke Singapura. Dan juga nggak mungkin Azril dan Alesha berselingkuh di belakang Kenzo. Mungkin semua ini hanya kebetulan saja. Lagi pula anaknya Alesha masih kecil, nanti setelah besar mungkin wajahnya berubah"ujar Bunda. Tapi di dalam hatinya bunda juga bertanya tanya.
"Kenapa wajahnya anak Alesha begitu mirip Azril. Ini bukan serba kebetulan. Apa ini memang cucuku, apa ini kebohongan yang disimpan Alesha itu"
"Ayah nggak tahu, kenapa ayah sampai berpikir jika anak Alesha ini darah dagingmu. Wajahnya sangat mirip denganmu"
"Ayah, bunda ...mungkin itu hanya kebetulan aja"ujar Azril
"Apa benar itu anakku. Jika dihitung dari saat aku melecehkan Alesha dan kelahiran putrinya memang waktunya pas. Jika ia memang putriku, kenapa Alesha menutupi semua kenyataan ini. Dan apa Kenzo juga terlibat dalam menutupi jati diri anakku. Aku tak akan tinggal diam jika memang ia ternyata putriku. Aku juga punya hak atas putriku."
Azril terus saja berpikir, bagaimana caranya agar ia tahu siapa ayah kandung dari anak Alesha.
Ia mulai berpikir ,apa mungkin Alesha menyembunyikan kehamilannya karena ia masih saja tak bisa terima atas tindakan Azril yang memperkosa dirinya.
Apa yang harus ia lakukan agar Alesha bisa datang ke Indonesia dengan membawa putrinya.
"Apa aku saja yang mendatangi Kenzo dan Alesha di Singapura. Dan jika Kenzo bisa membuktikan jika itu adalah darah dagingnya apa aku tidak akan di tuntut karena menuduhnya dan mencemarkan nama baiknya. Tapi jika itu memang anak Kenzo, mengapa wajahnya mirip banget denganku. Dan juga jika anak itu lahir prematur , seharusnya ia juga di rawat intensif. Tapi ayah dan bunda mengatakan jika anak Alesha sehat sejak lahir. Tidak ada tindakan dan perawatan khusus buat si bayi. Jika memang ia putriku, mengapa Kenzo tega membohongiku...begitu juga Alesha, kenapa ia tega memisahkan aku dengan darah dagingku sendiri. Apakah begitu bencinya ia padaku sehingga tega menyimpan kebenaran ini"
******************************
__ADS_1
Terima kasih