
Pagi hari seperti janjinya Kenzo mendatangi apartemen Alesha. Ia sengaja nggak memencet bel apartemen Alesha.
Kenzo langsung saja menekan tombol kode masuk apartemen yang memang miliknya. Alesha tidak mengganti kode nya agar Kenzo bisa masuk jika ia tak dirumah.
Ia menuju dapur dan mulai memasak buat sarapan Alesha dan dirinya. Kenzo memakai celemek biru yang didapatnya di dapur.
Ia ingin masak omlet sayur kesukaannya. Ia berharap Alesha juga menyukai masakannya.
Alesha yang mendengar ada suara dari dapur, mengintip dari balik pintu kamar. Ia melihat Kenzo yang sedang bergulat di dapur.
Alesha masuk ke kamar mandi dan mencuci mukanya. Ia memakai cardigan rajutnya dengan celana pendek.
"Pagi kak Kenzo"sapa Alesha begitu sampai dibelakang tubuh Kenzo, membuat ia kaget.
"Kamu mengagetkan aku aja, Sha"
"Pagi banget kak Kenzo datangnya "
"Tadinya aku mau ketika kamu bangun, aku sudah selesai memasak. Tapi ternyata kamu cepat bangunnya. Gimana kepalanya Sha, udah nggak sakit lagi"
"Udah nggak lagi kak. Ada yang bisa aku bantu kak"
"Kamu duduk aja temani kakak. Kak Kenzo sudah janji mau masak buat kamu, jadi biar kakak yang kerjakan sendiri."
"Masa aku cuma menonton aja.. "
"Kalau gitu, kamu buat jus aja. Kakak selesaikan omlet ini dulu ya"
"Kakak mau jus apa.. "
"Jus jeruk aja Sha"
"Oke, aku buat jusnya dulu"
Setelah selesai Alesha meletakkan diatas meja. Kenzo juga juga sudah menyelesaikan masakannya.
"Sarapan lagi ya, nanti maag kamu kambuh jika telat makan lagi"
"Ayo, aku juga nggak sabar pengin nyicipin masakan kakak"
Lesha menyendok omletnya dengan lahap. Kenzo melihat itu jadi senang.
"Bagaimana, enak masakan kakak"
"Enak banget kak.. "
"Kalau kamu suka, kak Kenzo nanti akan sering masakin buat kamu"
"Nggak mau... "
"Kenapa.. berarti kamu bohong ya, masakan kakak nggak enakkan"
"Bukan nggak enak kak, tapi terlalu enak. Nanti kalau Kak Kenzo masakin terus, aku bisa gendut"
__ADS_1
"Nggak apa gendut dikit, kamu sekarang agak kurusan"
Karena keasyikan mengobrol mereka tak menyadari Dita dan cowoknya masuk apartemen. Dita juga sudah tahu kode masuk apartemen ini, sehingga ia dapat masuk dengan leluasa.
"Wuih, kayak pengantin baru aja. Sarapan berdua, dimasakin sama suami"ucap Dita mengagetkan Lesha dan Kenzo.
"Dita, masuk apartemen orang tuh harus ngucap salam dulu, jangan asal nyelonong aja"ujar Lesha pura pura kesal
"Pasti ini pak Bos yang masak"
"Kok kamu tahu Dit.."
"Tuh, celemeknya aja belum ditanggalin"
"Pengawal Lu nggak dipersilakan duduk tuh, kasihan tahu, capek berdiri terus"ucap Kenzo yang ditujukan pada cowok Dita
"Nggak apa bos, mas Juna sudah biasa berdiri"
"Jun, mau sarapan. Nih masih ada..."tawar Kenzo
"Boleh juga, aku belum sarapan. Dita nggak mau buatkan sarapan.. "ucap Arjuna pacarnya Dita
"Katanya tadi nggak lapar.."
"He... he.... aku mau nyicip masakan bos, Gimana rasanya ya"
"Jun, kenalkan ini Lesha. Sahabatnya Dita, pacar lu"ucap Kenzo
"Juna... "ucap Juna mengulurkan tangannya dan disambut oleh Lesha.
"Lesha... "
"Cocok banget. Lesha cantik, dan pak bos nggak diragukan lagi kegantengannya"
"Apa kataku Lesha. Kamu cocok banget sama Kak Kenzo"
"Tumben Lu panggil kak Kenzo "
"Biar lebih akrab bos. Kak Kenzo, aku mau ngajak kak Kenzo dan Lesha pergi nonton. Mau nggak.. "
"Terserah Lesha, aku ngikut aja"
"Maaf Dit, aku masih kurang enak badan. Aku mau istirahat aja hari ini. "
"Ya padahal aku pengin banget kita double date. "
"Kepala kamu masih sakit, Sha. Kita berobat nanti ya"ucap Kenzo kuatir
"Udah baikan kak. Cuma aku masih lemas, takut nanti sakit lagi kalau dipaksakan keluar"
"Oke deh, kapan kapan aja kita double date nya. Bagaimana jika kita kencan di apartemen kak Kenzo aja. Kan apartemen kak Kenzo ada bioskop mini nya. Kita nonton di sana aja. Biar kita masak makan siang sekalian "
"Boleh juga, bagaimana Lesha kamu mau kan"
"Bolehlah.. "
"Kamu istirahat aja di apartemen kakak. Biar kak Kenzo, dan Juna yang masak. Kamu tiduran ditemani Dita"
__ADS_1
"Ide bagus, manjain kami cewek cewek sesekali"
"Jika aku punya pacar, Aku akan manjain pacar aku setiap hari, bukan sesekali Dit"
"Kode buat Lesha tuh ya bos. Lesha tunggu apa lagi, terima tuh cinta pak bos. Kasihan harus jomblo terus "
"Apaan sih Dit. Kak Kenzo sama Kak Juna duluan aja ke apartemen kak Kenzo, aku mandi dulu. Kamu ikut ke apartemen kak Kenzo atau tunggu aku mandi, Dit"
"Jadi kamu belum mandi, pantas dari tadi ada bau yang tak sedap "
"Masa sih bau"ucap Lesha polos sambil menciumi pakaiannya.
"Nggak bau kok Sha. Masih Wangi"
"Duh, cowok idaman. Selalu belain pacar.. "
"Dita apaan sih.. "
"Pak bos pulang deh. Biar aku bersihin ini. Lihat isi kulkas pak bos masih ada stok makanan apa nggak, kalau nggak ada cepat ke supermarket. "
"Iya bawel. Lu kok bisa tahan sih Jun, punya pacar bawel begini"
"Ye.. pak bos nggak tahu, orang bawel itu tandanya ia perhatian"ucap Dita
"Iya deh, dari pada nanti Lu ngambek,Juna lagi yang jadi sasaran kemarahan Lu. Lesha, kak Kenzo pamit dulu ya. Cepat mandinya. Pakai air hangat ya.. "
"Iya kak.."
"Aku cabut juga ya... "ucap Juna mengacak rambut Dita
Setelah Juna dan Kenzo menghilang, Dita langsung membersihkan piring kotor.
"Nggak usah Dit, biar aku yang beresin"
"Udah, biar aku aja. Lihat matamu sembab.Kamu menangis ya kemarin malam. Kenapa.. masih ingat kak Azril"
"Dita, aku harus bagaimana agar aku dapat melupakan kak Azril"ucap Lesha langsung berurai air mata
"Kamu nggak boleh keluarkan air mata buat lelaki seperti kak Azril. Ia tak pantas kamu tangisi. Kamu harus tunjukkan pada Kak Azril jika kamu bisa hidup walau tanpa dirinya. Jangan lemah. Nanti Kak Azril bisa besar kepala. "
"Apa yang harus aku lakukan "
"Buka hatimu, biarkan kak Kenzo masuk dan mengisinya. Apa kurangnya kak Kenzo, ia baik banget. Dan juga tak kalah ganteng dari Kak Azril. Jika Azril masih bisa berduaan dengan Tiara setelah perpisahan ini, kamu juga harus buktikan padanya jika kamu bisa dapatkan lelaki yang mencintai kamu dengan tulus. "
"Aku takut nanti aku akan menyakiti kak Kenzo. Ia baik banget. Kamu tahu kan Dit, seluruh ruang dihatiku masih diisi nama kak Azril, aku tak mau menerima kak Kenzo hanya untuk pelarian agar aku tak terlihat menyedihkan setelah berpisah dari kak Azril. Tidak mudah bagiku melupakan orang yang setiap saat mengisi hariku selama sepuluh tahun ini. "
"Aku mengerti Lesha, tapi hidup terus berjalan. Kamu nggak boleh hanya terpaku di tempat saja. Azril juga belum tentu masih memikirkan kamu. Walau ia bilang telah mencintai kamu, tapi hati seseorang itu bisa mudah berubah. Apa lagi ia yang setiap saat bersama Tiara, pastilah susah bagi Azril untuk lari dari Tiara."
"Ya, Dit. Aku akan berusaha semampuku melupakan kak Azril. Dan aku akan mulai membuka hati buat kak Kenzo"
"Aku mendukungmu. Sekarang Mandilah, biar aku beresin ini semua"
"Terima kasih ya... "
Alesha masuk kamarnya untuk mandi.
********************
__ADS_1
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini.