CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Dua puluh Satu S2


__ADS_3

Diego mengusap rambut Khaira dengan lembut. Sesekali ia mengecupnya.


"Khaira, lain kali jangan pernah berpakaian terbuka lagi. Aku nggak mau mata pria lain memandangi kamu dengan penuh nafsu..."


"Aku rasa ini nggak terlalu terbuka..."


"Kamu sangat seksi dengan pakaian seperti ini. Aku rasanya ingin mencolok mata pria yang melototi kamu. Makanya aku membawa kamu ke kamar ini"


"Modus..."


"Siapa bilang aku modus"


"Aku barusan..."


"Kamu tuh..." ucap Diego mencubit hidung Khaira.


Diego mengecup bibir Khaira, ia ingin ******* kembali bibir merah Khaira ketika tiba tiba pintu dibuka. Diego mengurungkan niatnya dan memansang ke arah pintu.


"Ya , Tuhan...aku cari kemana mana ternyata kalian sedang asyik pacaran di sini"


Diego duduk sambil tersenyum malu karena tadi ia hampir kepergok menciumi Khaira.


"Di luar berisik, aku nggak suka"


"Karena ada mbak Khaira aja kamu ngomong begitu. Kalau nggak kamu pasti menikmatinya juga..."


"Kamu ada perlu apa , Atha"


"Mbak , Ratu ingin mengajak makan sekalian. Mbak belum makan bukan"


"Kamu duluan, nanti mbak nyusul...."


"Jangan lama lama, Ratu udah lapar...nanti bisa kambuh maag nya"


"Ratu aja kamu kuatirin kambuh maag nya. Mbak nggak kamu peduliin lagi, kambuh apa nggak penyakitnya" gerutu Khaira.


"Itu ada Diego yang seharusnya memperhatikan mbak"


"Udah sana , keluar. Aku bisa juga lebih perhatian dari kamu..."ucap Diego


"Cuma kamu seorang yang berani mengusir pemilik tempat tinggal"


"Nanti aku beli sekalian nih..."


"Sombong amat, belum juga jadi kakak ipar udah songong..."


Atha keluar dari kamarnya. Ia masih dapat mendengar suara tawa dari Diego dan Khaira.


Diego memakai kembali jasnya tanpa dasi. Begitu juga Khaira memperbaiki tampilan pakaiannya yang sedikit kusut.


Diego keluar dari kamar dengan menggndeng tangan Khaira. Musik disko sudah berhenti diganti dengan live musik. Lampu ruangan itu juga telah kembali menyala.


Diego melihat Atha dan Ratu yang duduk di depan panggung. Ia dan Khaira mendekati mereka.

__ADS_1


"Mbak Khaira, silakan duduk"


"Kita belum kenalan ya..."


"Iya mbak, tapi Atha selalu ngomongin mbak. Jadi aku sudah hafal nama mbak"


"Pasti nih bocah ngomongin jelek tentang aku" ucap Khaira menggerutu


"Bocah...jika aku bocah, Diego juga dong"


"Bedalah..."


"Apa bedanya, umur sama sama dua puluh tahun. Bahkan aku lebih tua satu bulan. Aku sudah ada pacar lagi, tapi Diego...jomblo akut"


"Siapa bilang aku tak memiliki pacar. Ini pacarku...wanita paling cantik di seluruh dunia" ujar Diego memeluk bahu Khaira


"Pacar...pacar apa. Belum diakui. Masih sembunyi sembunyi. Lihat aku udah go public. Sebentar lagi kawin deh...iyakan sayang"


"Enak aja kawin. Nikah dulu baru kawin" ucap Ratu sewot.


Diego dan Khaira tertawa , sedang Atha menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Mereka menyantap hidangan yang tersedia sambil terus bercanda. Setelah makan, Diego pamit pada Atha untuk mengantar Khaira pulang walau acara belum usai.


Diego melajukan mobilnya menuju salah satu hotel di dekat pantai ancol.


Ia memilih hotel yang balkonnya langsung menghadap pantai.


"Khaira, aku mau kamu di sini aja..."


"Aku nggak bisa Diego. Kuliahku belum selesai"


"Apa itu berarti kamu akan meninggalkan aku lagi"


"Tentu saja..."


"Kalau begitu , beri alamat tempat kamu tinggal"


"Diego, aku hanya setahun lagi kuliahnya. Bukankah itu bukan waktu yang lama"


"Bagiku itu terasa sangat lama. Kamu nggak tahu bagaimana hari hari yang aku lalui tanpa kamu..."


Diego merapatkan tubuhnya dan menyandarkan kepalanya di bahu Khaira.


"Diego, jika kamu menanti aku dengan hati yang tulus dan sabar kamu pasti tidak akan tersiksa dan itu tidak akan terasa lama."


"Jika memang kamu akan tetap pergi dan melanjutkan kuliahmu, aku harus tahu di kota mana kamu kuliah dan alamat tempat tinggalmu. Selama ini papi tidak pernah bisa diajak kompromi. Ia tutup mulut pada siapapun yang ingin tahu keberadaanmu"


"Itu atas permintaanku"


"Kenapa kamu tak ingin aku tahu kamu kuliah dimana..."


"Karena aku tak ingin kamu melarang kepergianku"

__ADS_1


"Jika kamu jujur dan tetap ingin kuliah, mungkin aku akan mengizinkan. Kenapa kamu harus pergi sembunyi"


"Aku tak mau mengganggu sekolahmu yang akan segera lulus"


"Apa kamu tak terpikir, jika aku bahkan pernah terpikir untuk tidak melanjutkan sekolah ketika tau kamu pergi. Tapi aku pikir ulang, jika suatu saat kita bertemu kembali pasti kamu malu karena aku yang tidak lulus sekolah. Aku tak mau itu terjadi, aku ingin kamu bangga memilikiku"


"Apa kamu tak pernah terpikirkan jika aku akan menjalin hubungan dengan pria lain. Kenapa kamu masih setia menungguku"


"Selama ini kamu tidak pernah pacaran. Itu sebenarnya sudah membuktikan jika sebenarnya kamu dari dulu telah menyimpan perasaan cinta padaku, tapi mungkin belum kamu sadari"


Diego duduk dan membawa Khaira kepangkuannya.


"Kamu terlalu percaya diri...seandainya aku telah memiliki pria lain gimana"


"Aku akan tetap mengejar cintamu selagi ijab kabul belum diucapkan, aku pasti masih punya harapan"


"Aku sebenarnya hingga detik ini masih ragu dan takut untuk melangkah lebih jauh lagi"


"Apa sebenarnya yang paling kamu takutkan dengan hubungan kita ini"


"Restu dari keluargamu..."lirih Khaira


"Aku sudah menduga, kamu pergi meninggalkan aku karena kamu tersinggung dengan ucapan oma"


"Aku tidak tersinggung Diego. Aku bisa mengerti dengan ketakutan oma akan hubungan kita. Kamu sebagai cucu kebanggaan dan kesayangan, pastilah oma akan menginginkan wanita yang terbaik untuk mendampingimu"


"Kamu itulah wanita terbaik itu, oma belum menyadarinya aja"


"Daddy dan mami juga belum pasti bisa menerima hubungan kita"


"Daddy sudah tahu kok tentang hubungan kita"


"Apa...kamu cerita ya dengan daddy"


"Bukan, ia melihat kita di restauran sesaat sebelum kamu kembali ke Jakarta. Ia curiga setelah melihat aku yang terus memeluk kamu"


"Diego, aku malu ketemu daddy jadinya"


"Kenapa malu, daddy merestui hubungan kita kok. Sudahlah, jangan bicarakan itu. Yang perlu kamu ingat, aku akan melakukan apa saja untuk dapat bersama kamu selamanya. Aku akan yakinkan pada semua jika kamu yang terbaik mendampingi aku"


"Terima kasih, Diego. Karena telah mencintai aku sebesar ini"


"Sekarang kita tidur. Besok baru kembali ke rumah"


"Atha nanti pasti mencari jika aku tak pulang"


"Biarin, anak itu pasti tahu kamu bersamaku"


Diego membawa Khaira masuk ke kamar. Ia langsung membaringkan tubuhnya sementara itu Khaira ke kamar mandi membasuh wajahnya. Setelah selesai Khaira menyusul Diego yang terlebih dahulu telah membaringkan tubuhnya.


**************


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2