CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Empat puluh Delapan


__ADS_3

Sudah lebih dari satu minggu Azril tak bertemu Alesha. Ia ingin mendatangi apartemen Alesha tapi takut Alesha tidak mau menerima kedatangannya.


Azril setiap hari selalu istirahat di kafe seberang kantornya, tempat biasanya Alesha juga makan siang. Tapi sudah sepuluh hari sejak kejadian Tiara menyiram air ke wajahnya Alesha ,ia tak pernah tampak lagi.


Azril akhirnya mendatangi kantor Alesha. Ia menemui resepsionis dan mengatakan jika ia ingin bertemu Alesha.


Kenzo yang menerima telepon dari resepsionis itu meminta agar Azril menunggu di lobby.


"Maaf pak, Bapak di minta menunggu di lobby"ucap resepsionis itu.


"Baiklah ,terima kasih"


Azril berjalan menuju lobby dan duduk di sofa yang ada dalam ruangan itu.


Tak lama menunggu tampak Kenzo masuk ke ruang lobby.


"Maaf ,Ril. Lama menunggu"


"Nggak juga. Alesha nya mana,Ken"


"Kamu bisa katakan padaku apa yang ingin kamu sampaikan pada Lesha"


"Maksud kamu apa , Ken. Aku ingin bertemu langsung dengan Alesha ,bukan kamu"


"Tapi Alesha tidak ingin bertemu kamu"


"aku nggak percaya ,aku ingin mendengar langsung dari Alesha"


"Kenapa kamu nggak percaya. Lesha memang tak ingin bertemu kamu lagi.Ia tidak ingin Tiara salah paham lagi"


"Maaf ,Ken. Aku tetap tak akan percaya ,aku ingin bertemu dengannya"Azril berdiri.


Kenzo mendorong dada Azril ,membuat Azril kaget.


"Apa apaan kamu ,Ken. Sebenarnya kamu yang tak mau aku ketemu Lesha,itu bukan keinginan Lesha sendiri kan"


"Alesha memang tak ingin bertemu kamu lagi. Dan aku juga melarang kamu menemuinya. Mulai detik ini jangan pernah temui Lesha"

__ADS_1


"Apa hak kamu melarangku bertemu Alesha"


"Aku calon suaminya. Dan sebagai calon suami Alesha aku melarang kamu menemui Lesha. Aku harap kamu mengerti"


"Hhhaaa....calon suami. Sejak kapan kamu kadi calon suami Lesha"


"Kamu tidak perlu tahu itu sejak kapan,tapi yang pasti aku akan menikahi Lesha dalam waktu dekat ini.Kami lagi mempersiapkan pernikahan kami.Jadi aku harap kamu jangan mengganggu calon istriku. Aku tak ingin ia dicelakai istrimu. Mulai hari ini sebaiknya kamu urus saja istrimu itu ,Azril. Dan jangan pernah lagi mengurus Lesha..."


"Dia adikku juga..."


"Itu dulu Azril,sekarang ia hanyalah mantan istrimu. Jadi kamu tidk ada hak lagi mencampuri pribadinya"


"Kamu tidak berhak melarangku menemuinya.Dari ia masih usia delapan tahun ,ia sudah bersamaku. Dan sejak usia 13 tahun ia telah tinggal bersamaku"


"Aku tak peduli seberapa lama kamu hidup bersamanya. Yang aku tahu saat ini ia hanyalah mantan istrimu dan calon istriku"


"Kamu......"ucap Azril ingin melayangkan tinjunya ke wajah Kenzo. Tapi belum sampai tinjunya ke wajah Kenzo,Azril mendengar teriakan Alesha


"Kak Azril...."teriak Lesha. Azril menurunkan kembali tangannya yang berada diudara


"Lesha,maafkan kak Azril"


"Kenapa minta maaf padaku,seharusnya kak Azril minta maaf pada kak Kenzo"


"Lesha, kakak tadi emosi karena Kenzo bilabg kamu tak mau menemui kak Azril . Dan Kenzo juga bilang jika ia melarang kakak menemui kamu karena ia calon suamimu"


"Kak Kenzo nggak bohong. Aku memang tak ingin bertemu kakak lagi. Aku rak mau kak Tiara kembali salah paham denganku. Aku tak mau dikatakan pelakor"


"Lesha, kak Azril janji akan melindungi kamu. Tiara tidak akan kakak biarkan berbuat kasar lagi denganmu"


"Nggak perlu kakak melindungi aku lagi. Karena aku yakin kak Kenzo sebagai calon suamiku masih bisa melindungiku"


"Lesha...jadi benar kamu akan menikah dengn Kenzo"


"Ya,dan kami akan menikah dua setengah bulan lagi"


"Kenapa secepat itu kamu menikah lagi Lesha"

__ADS_1


"Apa kak Azril nggak salah bicara. Kak Azril yang begitu cepat menikahi kak Tiara. Dua bulan setelah perceraian langsung menikah. Dan juga tak ada larangan bagiku buat menikah secepatnya. Kita belum pernah berhubungan badan,jadi tidak ada masa iddah bagiku"


"Lesha,apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu itu"


"Mengapa tidak. Aku rasa kak Azril lebih baik tinggalkan kantor ini segera sebelum istri kakak datang dan berbuat keonaran..."


Setalah mengucapkan itu Alesha pergi dari hadapan Azril dan Kenzo. Ia takut pertahanannya goyah. Ia takut nanti air matanya mengalir.


Azril langsung berlari mengejar Alesha. Ia memegang tangan Alesha menahannya agar tak jalan.


"Lesha,coba tatap mata kak Azril..."ucap Azril membalikan badan Alesha agar memandanginya.


"Apa kamu tak mencintai kak Azril lagi"


"Tidak...."


"Coba jawab dengan memandangi kak Azril,kamu tidak akan bisa bohong. Kamu masih mencintai kak Azril kan. Kamu tidak boleh menikah hanya karena terpaksa. Kak Azril tahu,kamu menikah karena tak ingin Tiara mengganggumu lagi.Kak Azril janji akan menceraikan Tiara secepatnya. Setelah itu kita bisa menikah lagi,kak Azril janji tidak akan menyakiti kamu lagi. Kamu tunggu,kalau perlu habis dari sini kakak akan ceraikan Tiara,kak Azril tak peduli jika ia akan menyebarkan video itu. Kamu juga sudah tahukan videonya"


Kenzo yang mendengar ucapan Azril itu menjadi emosi.


"Kamu sadar nggak Azril. Kamu itu laki laki paling egois yang pernah aku kenal . Kamu itu hanyalah seorang pecundang. Kamu seenaknya meminta Alesha menunggu sampai proses ceraimu. Apa kamu tidk pernah pikirkan apa yang akan terjadi pada Alesha jika Tiara tahu kamu akan segera menikahinya kembali setelah kalian cerai. Mengapa dulu kamu tidak peka dengan perasaanmu sendiri. Jika kamu memang mencintai Alesha kamu tidak akan menyakiti Alesha . Kamu selalu mengatakan kamu menyayangi Lesha sejak ia kecil,tapi mengapa rasa sayangmu terkalahkan dwngan rasa kecewamu karena pernikahan kalian. Jika kamu memang sangat menyayanginya ,kamu pasti akan berpikir dua kali buat menyakitinya sekecewa apapun itu kamu padanya."


"Aku baru sadar jika aku mencintainya"


"Tapi sebelum kamu menyadari cintamu,bukankah kamu bilang kamu sangat menyayanginya sebagai adik. Apa ada seorang kakak yang menyakiti hati adiknya seperti kamu menyakiti Alesha. Seharusnya kamu bisa bicarakan semuanya baik baik dan menyelesaikan masalah kalian secara baik baik"


Azril hanya diam mendengar ucapan Kenzo. Dalam hatinya ia membenarkan ucapan Kenzo.


"Kak Kenzo udahlah,lebih baik kita pergi"ucap Alesha


Kenzo meninggalkan Azril yang masih terdiam ditempat ia berdiri.


"Kenzo benar. Aku memang salah. Mengapa aku menyakiti Lesha dulu tanpa membicarakan semua secara baik baik. Aku langsung saja berpikir jika pernikahan kami dulu karena kemauan Lesha tanpa mau percaya ucapannya yang mengatakan jika ia juga telah berusaha menolaknya. Aku hanya memikirkan rasa sakit hatiku saat itu. Aku tidak pernah mencoba mencari jalan terbaik dengan bicara dari hati ke hati dengan Lesha,aku hanya fokus membuat Lesha kecewa dan benci padaku seperti aku membencinya saat aku tahu kami akan menikah"


*************************


Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini.

__ADS_1


__ADS_2