
Pagi hari setelah sarapan Diego mengantar Khaira ke rumahnya. Tampak Atha yang sedang menyantap sarapan di meja makan.
"Dari mana aja sih. Kamu tuh bawa anak gadis orang sampai pagi tanpa izin, biar cepat dinikahin ya" gerutu Atha
"Maunya sih, tapi sayang papi nggak ada. Siapa yang nikahin aku dan Khaira nantinya"
"Ya akulah. Aku kan adik kandungnya" ucap Atha sambil tetap makan.
"Oh iya, aku baru sadar kalau kamu dan Khaira saudara kandung. Habis beda , Khaira cantik banget"
"Emang aku jelek. Banyak loh cewek yang antri pengin jadi pacarku. Nggak kayak kamu, jika saja mbak Khaira tak mau kamu akan jadi jomblo sejati"
"Diego juga ganteng" ujar Khaira
"Cie..cie...yang belain pacarnya. Kemarin kemana aja neng, kok kabur" ledek Atha
"Dasar bocah, mulutnya lemes amat" ucap Khaira menoyor kepala Atha
Diego tertawa melihat adik dan kakak yang tak pernah akur itu.
"Tunggu bentar, Diego. Aku mandi dan ganti pakaian dulu"
"Emang mbak dan Diego mau kemana"
"Kepo aja ...."
"Aku serius tanya mbak"
"Mau ke KUA ...."teriak Khaira sambil berlari menuju kamarnya.
"Giliran aku tanya baik baik jawabannya asal. Ntar aku becandain ...baper" gerutu Atha
"Nasib jadi adik ya gitu" ujar Diego
"Ratu sama kakaknya akur tuh. Nggak pernah berantem..."
"Berarti hidupnya kurang asyik, padahal berantem sama saudara tuh yang nanti pasti sangat dirindukan saat kita berjauhan"
"Sok bijak lu..." ucap Atha meneruskan makannya. Diego menarik kursi makan untuk ia duduk. Diego pun ikut makan.
"Kamu belum sarapan..."
"Udah, emang tak boleh aku sarapan lagi"
"Boleh kok, siapa yang larang. Sensitif amat. Kayak cewek lagi PMS"
Diego tersenyum melihat wajah masam Atha.
Tak lama setelah Atha dan Diego selesai makan Khaira menghampiri mereka.
"Cantik banget sih...." ujar Diego melihat Khaira.
"Dasar bucin...." ucap Atha dengan cengirannya.
"Iri bilang bos..." balas Diego sambil mencibir
__ADS_1
"Udah Diego, jangan dilayani Atha. Nggak ada habisnya. Mbak pergi ya adekku sayang, jangan menangis. Nggak boleh iri, kalau mau pergi juga dengan ratu..." ucap Khaira menggandeng tangan Diego berjalan keluar.
Diego melajukan mobilnya menuju perusahaan daddy Kenzo. Diego berencana mandi di kantor daddy karena ada baju gantinya di dalam mobil.
Diego dan Khaira langsung menuju ruang kerja Kenzo. Semua karyawan telah mengenal mereka jadi tak ada yang menghalangi mereka.
Diego bertanya pada sekretaris daddynya, apakah daddynya sibuk. Apa bisa mereka menemui saat ini.
Sekretaris itu mengatakan jika jadwal Kenzo saat ini tidak ada lagi. Diego dan Khaira langsung mengetuk pintu mendengar jawaban sekretaris itu.
"Masuk...." ucap Kenzo dari dalam.
Khaira yang sudah sangat rindu dengan papinya membuka pintu tergesa dan berlari ingin memeluk daddynya.
"Daddy...." teriak Khaira dan menghambur kepangkuan Kenzo.
"Sayang, kamu kapan datang" ucap Kenzo memeluk Khaira yang sangat disayangnya seperti ia menyayangi Diego putranya.
Kenzo mengecup pipi Khaira dan tampak matanya berkaca kaca.
"Daddy, kenapa menangis" ucap Khaira melihat mata Kenzo yang berair.
"Daddy kangen banget, nak..." ucap Kenzo kembali memeluk Khaira.
"Ketika kamu pergi daddy sangat kuatir dan takut. Daddy takut kamu akan berpaling dari Diego, karena daddy tahu Diego sangat mencintaimu. Daddy takut Diego menjadi frustasi ketika kamu meninggalkannya...."
Kenzo mengecup kepala Khaira lama.
"Daddy, kenapa sangat memanjakan Khaira. Aku bisa cemburu loh"
"Terkadang aku berpikir, apa aku ini anak angkat ya. Kenapa daddy lebih menyayangi Khiara ...."
"Emang iya...aku yang anak daddy bukan kamu. Lihat nih, di meja daddy masih terpajang fotoku waktu kecil" ucap Khaira menunjuk fotonya yang dipangkuan Kenzo.
"Jangan salah ya fotoku juga dipajang daddy" tunjuk Diego kearah fotonya yang letaknya berdampingan dengan foto Kenzo memeluk Khaira.
"Kamu dan Diego harta daddy yang paling berharga. Kalian berdua tak akan bisa dipisahkan dari daddy. Daddy akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan kalian" ucap Kenzo tak bisa lagi menahan air matanya.
Diego berdiri disamping daddynya dan memeluk bahu daddynya.
"Terima kasih , dad. Aku beruntung terlahir sebagai putra daddy"
"Aku yang sangat beruntung karena memiliki papi dan daddy yang sangat menyayangiku" ujar Khaira mengecup pipi Kenzo
"Pasti kalian ada maunya nih, kenapa merayu daddy" ucap Kenzo setelah menghapus ai matanya.
"Aku cuma kangen daddy , nggak ada mau apa apa" ujar Khaira berdiri dari pangkuan Kenzo
"Kenapa berdiri...."
"Takut daddy kecapean, daddy kan udah tua"
__ADS_1
"Siapa bilang daddy udah tua, daddy masih sanggup berlari sambil menggendong kamu"
"Aku juga malu. Kata papi aku tak boleh manja lagi. Aku udah bukan anak anak " cicit Khaira
Diego dan Kenzo tersenyum mendengar ucapan Khaira. Ia memang paling manja diantara Atha dan Diego. Mungkin karena Khaira hanya satu satunya putri diantara mereka.
"Bagi daddy kamu tetap putri kecil daddy sampai kapanpun" ucap Kenzo mengacak rambut Khaira.
"Terima kasih daddy. Aku sayang banget sama daddy"
"Kita makan siang di luar ya. Daddy hubungi mami dulu, biar kita makan siang bersama. Udah lama daddy nggak makan siang bareng kalian"
"Aku boleh minta kentang dan ayam goreng yang banyak ya daddy"
"Boleh, jika perlu restaurannya juga daddy beli buat kamu jika kamu inginkan"
"Aku nggak mau restauran. Aku mau daddy belikan rumah nanti sebagai hadiah pernikahanku"
"Kamu mau menikah dengan Diego...."
"Daddy...kok ngomong gitu"
"Emang kamu nggak mau menikah denganku" tanya Diego
"Bukan gitu tapi...ah daddy, Diego becanda aj. Aku kan malu...."ucap Khaira gugup
"Iya, daddy nggak becanda lagi. Daddy tanya sekarang dengan serius, apa kamu menjalin hubungan dengan Diego"
"Ah daddy, Diego bilang daddy udah tahu"
"Daddy ingin dengar jawaban langsung dari mulut kamu"
"Sama aja kan daddy, baik dari mulutku atau mulut Diego" ucap Khaira dengan wajah yang sudah memerah menahan malu.
"Oke oke...daddy cuma pesan, jika kalian memang saling mencintai jangan pernah berpaling jika nanti kalian menghadapi suatu rintangan. Dengan cinta kalian hadapi semua itu berdua. Jika cinta kalian memang kuat apapun itu yang menjadi penghalang tidak akan bisa menggoyahkannya. Jadi kalian harus mantapkan hati kalian untuk saling mencintai agar nanti tidak ada yang bisa memisahkan kalian...."
"Aku akan menghadapi semua yang menghalangi cintaku pada Khaira, asal ia berjanji akan selalu bersamaku"
"Khaira, jika kamu mendengar ucapan ataupun tindakan seseorang yang menentang cinta kalian ,seharusnya kamu bicarakan berdua jangan pergi menghindar. Karena itu tak akan menyelesaikan masalah, nak..."
"Iya, dad...."
"Satu lagi ...untuk saat ini sembunyikan dulu hubunganmu dengan Diego dari mami Hanna dan oma. Biar daddy yang bicarakan pada mami dan oma nantinya"
"Iya dad..."
Khaira dan Diego spontan memeluk Kenzo. Mereka berpelukan bertiga.
"Aku sayang daddy...." ucap Khaira dan Diego.
"Daddy juga menyayangi kalian berdua, makanya daddy minta sembunyikan ini. Karena daddy yakin oma akan menentang hubungan kalian. Jika mami masih bisa daddy hadapi..."
****************
Terima kasih
__ADS_1