CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Tiga puluh Sembilan S2


__ADS_3

Diego duduk di samping Khaira yang masih belum sadarkan diri. Ia telah dipindahkan ke ruang rawat inap.


Dokter masih bisa menyelamatkan bayi yang ada dalam kandungan Khaira. Tapi ia harus bed rest selama sebulan penuh karena kandungannya sangat lemah.


Kenzo sampai di rumah sakit dan langsung menuju ruang rawat inap yang ditempati Khaira.


Ia melihat Khaira yang terbaring lemah. Diego masih setia berada disamping Khaira dengan selalu menggenggam tangannya.


"Daddy, apa maksud ucapan oma itu. Kenapa oma bisa berkata begitu. Daddy aku tak mau berpisah dengan Khaira".


"Oma kamu tak akan bisa memisahkan kalian"


"Khaira pasti sangat sedih mendengar ucapan oma"


"Kamu tidak boleh terganggu dengan ucapan oma. Ingat perkataan daddy ketika kamu baru menikah. Kamu dan Khaira harus saling menguatkan jika ada masalah dalam rumah tangga kalian. "


"Aku akan menerima apapun itu mengenai Khaira , dad"


"Daddy harap juga begitu. Khaira wanita yang baik , ia memang pantas dicintai"


"Apa papi udah tahu Khaira mengalami kecelakaan , dad"


"Daddy udah mengirim pesan buat papi kamu. Mungkin saat ini ia sedang dalam perjalanan karena ponselnya tidak aktif"


Kenzo mengusap wajah Khaira.


"Maafkan daddy, nak. Ini semua salah daddy. Karena daddy kamu jadi dibenci oma. Karena daddy kamu juga jadi dimarahi mami."


Azril yang baru tiba di bandara langsung menuju parkiran dimana supir perusahaan telah menunggunya.


Azril mengaktifkan kembali ponselnya. Dan melihat ada panggilan tak terjawab dari Kenzo. Ia membaca pesan dari Kenzo yang mengatakan jika Khaira berada di rumah sakit karena mengalami kecelakaan.


Setelah membaca pesan dari Kenzo , Azril meminta supirnya menuju rumah sakit yang dikatakan Kenzo.


Ia langsung menuju kamar rawat Khaira. Dalam perjalanan ke rumah sakit, Azril menghubungi Kenzo dan mengatakan ruang rawat Khaira.


Kenzo juga mengatakan jika Khaira saat ini sedang hamil dan penyebab kecelakaannya. Ia tak ingin nanti saat Khaira sadar dan menanyakan Azril tentang perkataan dan ucapan mamanya .


Azril masuk ke dalam ruangan dan melihat putrinya yang masih terbaring pingsan. Di dalam ruangan juga tampak Atha yang sedang menangis sambil memegang tangan mbaknya.


Atha sangat menyayangi Khaira. Walau usianya di bawah Khaira, ia selalu memanjakan saudara satu satunya itu. Ia juga selalu melindungi saudara perempuannya itu.


"Papi...mbak Khaira akan sadarkan"

__ADS_1


Azril mendekati Atha dan memeluk putranya itu.


"Tentu saja, nak. Mbak Khaira itu memang manja , tapi ia wanita yang kuat"


"Papi, aku akan jadi paman. Diego bilang saat ini mbak Khaira hamil"


"Iya, kamu juga harus segera menikah. Agar papi bisa lihat cucu cucu papi dari kamu dan Khaira"


"Diego, sebenarnya kenapa mbak Khaira bisa kecelakaan. Apa kamu dan mbak bertengkar"


"Nggak. Aku mencintai Khaira, aku tak akan pernah menyakitinya...." ujar Diego mengusap tangan Khaira.


Dokter masuk dan memeriksa keadaan Khaira. Setelah dokter melakukan pemeriksaan Azril bertanya mengenai keadaan Khaira.


"Bagaimana anak saya , dok. Kenapa ia belum juga sadar"


"Bapak jangan kuatir. Khaira pingsan itu karena pengaruh obat yang kami berikan, itu agar ia bisa maksimalkan istirahatnya. Sebentar lagi juga akan sadar. Tapi pesan saya, jangan buat ia stress karena itu akan dapat mempengaruhi kandungannya"


"Baik , dok. Terima kasih" ucap Azril dan Kenzo.


Hanna mengetuk pintu ruang rawat Khaira. Ia dapati alamat rumah sakit setelah mengirim pesan dengan Atha. Ia tak peduli pertanyaan Atha, kenapa Hanna sampai tak tahu mengenai dimana Khaira di rawat.


"Masuklah..." ucap Diego. Semua mata memandang ke arah pintu, mereka ingin tahu siapa yang mengunjungi Khaira.


Atha sudah mulai mencurigai , jika kecelakaan yang dialami mbaknya Khaira pasti ada hubungan dengan Diego dan keluarganya. Tak mungkin Khaira keluar rumah tanpa Diego jika mereka tak ada masalah.


Baru saja Hanna ingin mendekati Khaira, ia melihat mata Khaira terbuka.


"Khaira..." ucap mereka serempak.


Azril memeluk dan mengecup pipi putri kesayangannya.


"Sayang, kamu udah sadar nak"


"Papi..." ucap Khaira menangis.


"Ada apa sayang..."


"Papi, aku mau sendiri. Aku mau hanya papi yang menemani...." ujar Khaira perlahan.


Azril memandangi satu persatu yang ada di ruang itu. Ia minta pengertian dari semuanya.


Kenzo dan Hanna langsung mengerti dengan tatapan Azril.

__ADS_1


"Khaira...maafkan mami" ucap Hanna


"Mami tak salah, aku yang salah. Tapi maaf, aku hanya mau berdua papi saat ini"


"Sayang, daddy juga minta maaf. Daddy akan pergi, tapi daddy mau kamu jangan pikirkan lagi apa yang diucapkan oma"


"Sayang, apa aku juga tidak boleh menemani kamu" ucap Diego


"Aku ingin bicara berdua papi dulu"


"Sayang, tapi aku tak mungkin meninggalkan kamu dan calon bayi kita" ucap Diego sambil mengusap perut Khaira.


"Calon bayi..."


"Ia sayang, kamu akan menjadi bunda"


"Papi...apa benar yang Diego katakan"


"Iya, sayang. Jadi sekarang papi mau kamu tak boleh banyak pikiran. Lupakan dulu semuanya. Kamu tidak boleh stres karena itu dapat mempengaruhi kesehatan bayimu"


Khaira mengusap perutnya dan mengangguk mendengar ucapan Azril.


"Aku akan menemani kamu ya" bujuk Diego


Khaira akhirnya mengangguk, membuat Diego tersenyum .


Hanna dan Kenzo pamit pulang bersamaan. Hanna mengikuti langkah Kenzo menuju parkiran.


"Kak , maafkan aku. Aku tak bermaksud menyakiti Khaira"


Kenzo menghentikan langkahnya dan memandangi Hanna.


"Tapi kamu memang telah menyakiti Khaira dengan mengusirnya. Padahal Khaira sangat menyayangi kamu, Hanna. Ia selalu saja membujukku untuk mengatakan dan meminta izin padamu untuk pernikahannya. Ia juga mengatakan mau menunda seandainya kamu tak mengizinkan mereka menikah saat itu. Tapi aku dan Diego yang memaksa agar ia menyembunyikan dan mau menerima ide pernikahan ini"


Hanna hanya diam mendengar perkataan Kenzo, melihat itu Kenzo jadi kasihan. Ia merangkul pundak Hanna.


"Mari kita pulang. Kita bicarakan di rumah masalah ini. Kamu ingin tahu semua cerita tentang aku , Azril dan Alesha bukan. Selama ini kamu hanya tahu jika aku mantan suami Alesha. Dan menikahinya saat ia hamil. Kamu nggak tahu apa penyebab ia lebih memilih menikah denganku saat hamil Khaira dan kenapa ia meninggalkan aku. Kamu hanya dengar dari mama jika Alesha kabur dari rumah, bukan"


Hanna mengangguk. Ia memang tak pernah tahu, apa alasan sebenarnya perceraian Alesha dan Kenzo dulu. Ia pikir masa lalu Kenzo dan Alesha tak akan mempengaruhi kehidupan rumah tangganya karena Alesha yang telah menikah lagi dengan Azril. Apa lagi seyelah Alesha meninggal, membuat Hanna makin tak peduli dengan kisah cinta antara Kenzo dan Alesha.


******************


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2