CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Tujuh puluh Satu


__ADS_3

Sore harinya pesawat yang membawa Alesha dan Kenzo mendarat di bandara Soekarno Hatta. Alesha memandangi kesekeliling. Rasanya sudah lama banget ia tak menginjakan kakinya di kota ini.


Ada perasaan aneh ketika Alesha mengingat kota ini. Kota dimana banyak memberi kenangan pahit di dalam hidupnya.


Kenzo menggendong Khaira dan berjalan menuju mobil jemputannya. Ia akan menginap di apartemen biasa yang ia tempati. Selama ini ia meminta seorang pekerja buat membersihkan apartemennya itu.



Supir membelah jalanan menuju apartemen Kenzo. Jalanan sangat macet karena bertepatan dengan jam pulang kerja.


Khaira tampak terus tersenyum di dalam gendongan Kenzo.


"Cantiknya daddy senang banget kelihatannya"ucap Kenzo sambil terus mengecup pipi gembul putri Alesha.


Khaira masih aja terus tersenyum, seakan ia senang berada di kota ini. Alesha hanya diam memandangi jalanan. Ia nggak tahu apa reaksi ayah dan bunda ketika melihat wajah Khaira.


Semakin bertambah besar wajah Khaira semakin mirip dengan Azril. Siapapun yang melihat mereka berdua pasti dapat menebak jika Azril ayahnya Khaira.


"Sayang...kamu mikirin apa sih, dari tadi Khaira memanggil tak dengar"


"Eh...sayang mommy,mau apa. Khaira haus ya. Sini mommy susui"


Alesha mengambil Khaira dari pangkuan Kenzo. Dan menyusuinya. Kenzo menutupi dada Alesha dengan jas nya. Kenzo memakai jas karena dari kantor langsung berangkat, tak sempat mengganti pakaiannya.


"Apa kamu masih memikirkan Azril, sampai kapan kamu bisa lepas dari bayangan Azril, Sha. Apa kehadiranku selama ini tak ada artinya bagimu, Sha. Apa kurangnya aku dari Azril , Sha. Aku juga bisa memberikan semua yang pernah Azril berikan buatmu, aku juga bisa menyayangi dan mencintai kamu lebih besar dari cinta Azril. Aku tahu selama ini kamu hanya terpaksa berada disisiku karena kamu merasa berhutang budi padaku, kamu hanya ingin membalas semua kebaikanku. Padahal aku hanya mengharapkan cintamu saja , Sha. Tidak lebih, dan itu pun kamu tak bisa memberinya. Aku memang memiliki tubuhmu tapi tidak dengan hatimu"


Sampai di apartemen Alesha menyusui Khaira dan menidurkannya. Setelah itu ia mandi dan bersiap ke rumah sakit. Alesha memandikan Khaira, mengganti pakaiannya. Sementara itu Kenzo juga mandi dan bersiap siap.


Setelah semuanya siap, Kenzo membawa Alesha dan Khaira menuju rumah sakit tempat ayah di rawat.


"Sha, kakak nanti menunggu di lobby aja ya sama Khaira. Lingkungan rumah sakit tak baik buat kesehatan Khaira."


"Tapi bunda mengatakan ayah pengin bertemu Khaira kak"


"Apa nanti tidak ada efek samping buat Khaira , Sha. Harus masuk kamar rawat, Khaira masih sangat kecil,mudah diserang penyakit..."


"Cuma sebentar aja , Kak"


"Baiklah, Sha. Kakak nggak mau Khaira jadi sakit"


"Iya daddy, Khaira anak yang kuat pasti tak ada pengaruh buat kesehatan Khaira" ucap Alesha dengan suara anak kecil seolah Khaira yang bicara.


Sampai diparkiran rumah sakit, Kenzo langsung memarkirkan mobilnya dan berjalan bersama Alesha dengan Khaira dalam gendongannya. Mereka melewati lorong rumah sakit menuju kamar rawat ayah sesuai yang bunda katakan sebelum mereka ke sini.


Alesha mengetuk pintu dan terdengar sahutan bunda dari dalam.

__ADS_1


"Silakan masuk"sahut bunda


Alesha diikuti Kenzo yang menggendong Khaira masuk ke dalam kamar rawat itu. Tampak bunda yang duduk di samping tempat tidur ayah. Dan Azril yang duduk di sofa.


Azril memandangi Kenzo yang sedang menggendong seorang putri cantik tanpa kedip.


"Selamat malam ayah..."ucap Lesha mendekati ayah dan mencium tangannya


"Lesha...kamu akhirnya datang , nak. Ayah kangen banget"ucap Ayah dengan air mata yang sudah mengalir. Bunda dan Lesha juga tak bisa menahan tangisnya. Alesha memeluk tubuh ayah yang tampak sangat kurus.


"Sejak kapan ayah sakit, mengapa tubuh ayah kurus banget"gumam Lesha


"Sejak kamu menikah, ayah sudah tiga kali sakit termasuk saat ini. Tapi kali ini ayah tak bisa lagi menolak buat di rawat. Ayah sampai pingsan"


"Kenapa bunda tak pernah cerita jika ayah sakit"


"Ayah yang minta agar bunda tak mengabari kamu, ayah tak mau membuat kamu kuatir"gumam bunda.


Alesha menggenggam tangan kurus ayah dan meletakan dipipinya, sesekali ia mengecup tangan ayah.


"Apa itu cucu ayah" ucap ayah terbata


Kenzo lalu mendekat dan meletakkan Khaira ditepi ranjang ayah.


"Iya,ayah. Ini cucu ayah..."ujar Kenzo


"Khaira,Yah..." ucap Kenzo


"Wajahnya mirip Azril kecil"lirih ayah. Tapi semua yang berada di kamar itu dapat mendengarnya dengan jelas. Kenzo jadi terdiam dan memandangi Alesha yang tertunduk.


"Maaf nak Kenzo. Jangan tersinggung dengan ucapan ayah, mungkin ayah masih belum terlalu sadar sehingga memandang wajah Khaira mirip Azril"ucap bunda menyadari perubahan wajah Azril.


"Nggak apa bunda. Itu mungkin karena Alesha telah ayah anggap seperti anak kandungnya sendiri, jadi ia memandang Khaira seperti Azril."


"Maaf nak ,Kenzo"lirih ayah lagi.


"Ayah sebenarnya sakit apa bunda"


"Ayah terkena serangan jantung. Jantung ayah harus segera dioperasi secepatnya , tapi ayah tak mau dioperasi"


"Ayah, kenapa ayah tak mau dioperasi"


"Ayah tak mau tubuh ayah diotak atik. Ayah sudah cukup senang bisa melihat kamu bahagia. Jika saat ini ayah di panggil, ayah tidak akan kuatir lagi. Kamu sudah ada yang menjaganya. Nak Kenzo, jika umur ayah hanya sampai di sini, ayah mohon padamu jangan pernah sakiti Alesha"


"Iya ayah, jangan kuatir. Aku akan menjaga Alesha selamanya"

__ADS_1


Setelah agak cukup lama, Kenzo minta izin membawa Khaira keluar. Ia kuatir jika Khaira terlalu lama berada di dalam kamar rawat.


Kenzo berjalan menuju lobby dan duduk di sana sambil menggendong Khaira.


Alesha masih mau menemani ayah sebentar lagi. Azril lalu keluar dari ruang rawat inap dan mencari keberadaan Kenzo.


Ia melihat Kenzo sedang bercanda dengan Khaira. Tampak Khaira yang terus tersenyum ke arah Kenzo.


Azril mendekati Kenzo dan Khaira. Ia lalu memegang tangan Khaira.


"Boleh aku menggendong Khaira"tanya Azril


Kenzo tak segera menjawab, ia melihat Khaira. Tampak Khaira merentangkan tangan minta Azril menggendongnya.


"Tentu saja boleh"ucap Kenzo akhirnya melihat Khaira yang menggapai Azril minta di gendong.


Azril mengambil Khaira dari pangkuan Kenzo dan menggendongnya. Khaira tampak tertawa ketika Azril mengecup pipinya.



Azril memeluk erat Khaira, mendekap didadanya. Azril merasakan degupan jantungnya yang keras ketika Khaira memeluk dan mengecup pipinya.


Azril lalu membawa Khaira sedikit menjauh dari Kenzo. Ia mengambil foto mereka berdua secara diam diam. Azril juga mencabut rambut Khaira secara pelan. Ia ingin melakukan test DNA secara diam diam.


Ia yakin Khaira anaknya. Hati dan perasaannya mengatakan itu. Kenzo mendekati Azril.


"Maaf , Ril. Khaira harus tidur. Aku akan memberinya susu, kebetulan susunya ada di mobil"


"Oh...ini. Khaira sayang, nanti kita main lagi ya nak"ucap Azril memberi Khaira pada Kenzo.


Khaira langsung menangis ketika digendongan Kenzo, ia kembali merentangkan tangannya minta Azril menggendongnya.


"Biar aku gendong, Ken. Sepertinya Khaira masih ingin bermain denganku"


"Nggak apa ,Ril. Ia pasti menangis karena haus"


"Ia pasti masih ingin bersama ayahnya"


"Maksudmu apa..."tanya Kenzo tersulut emosi


"Aku nggak ada maksud apa apa. Apa salah jika aku menyebut diriku ayahnya Khaira. Bukankah aku kakaknya ibu Khaira"ucap Azril datar.


Kenzo membawa Khaira yang masih menangis menuju mobilnya dan memberi Khaira susu. Ia tak mau Azril menggendong dan bermain dengan Khaira lebih lama lagi.Karena Khaira yang masih terus menangis, Kenzo akhirnya mengbubungi Alesha memintanya kembali ke mobil.


Alesha yang mendapati telepon dari Kenzo langsung pamit kepada ayah dan bunda, ia janji akan kembali besok. Alesha berjalan tergesa menuju mobilnya.

__ADS_1


**********************


Terima kasih....


__ADS_2