CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Delapan puluh Satu


__ADS_3

Sementara itu diperusahaannya Kenzo tampak masih sering termenung. Walaupun maminya sudah sering kali datang dan minta maaf karena menyebabkan Alesha pergi tapi Kenzo belum bisa menerimanya.


Pagi ini mami Kenzo kembali mendatangi perusahaannya. Sudah tiga hari mami di Indonesia.


Mami datang bersama putri sahabatnya yang ingin dikenalkan pada Kenzo.


"Selamat pagi , Kenzo..."


"Selamat pagi. Ada perlu apa mami datang"


"Begitu caramu menyambut mamimu. Apa kamu belum juga bisa memaafkan mami. Kamu jangan terlalu bodoh karena cinta Kenzo. Apa yang kamu harapkan dari wanita seperti Alesha. Padahal kamu telah banyak berkorban selama ini tapi apa Alesha menghargainya. Jika ia memang mencintaimu, pasti ia lebih memilih bersamamu. Dan apa selama ini Alesha ada memberi kabarmu. Walau ia tak mau berpisah dengan anaknya, seharusnya ia paling nggak mau mengabari padamu jika saat ini ia sedang baik baik aja agar kamu nggak terlalu kuatir. Tapi apa yang ia lakukan, ia menghilang tanpa kabar seolah ini memang sudah menjadi keinginannya sejak lama"


"Mi, Alesha pasti takut jika kehadirannya kembali membuat aku dan mami jadi berdebat dan ia tak mau mami marah jika ia kembali padaku. Ia melakukan ini demi aku dan mami"


"Setidaknya ia memberi kamu kabar. Ini apa , ia tak ada pedulinya dengan perasaan kamu saat ini. Ia hanya peduli dengan dirinya sendiri. Kamu aja yang terlalu mencintainya tapi ia tak memiliki perasaan yang sama denganmu saat ini"


"Mi...cukup. Aku sudah capek berdebat dengan mami."


"Mami juga datang bukan untuk berdebat. Mami datang bersama Febby anaknya tante Defi. Mami ingin kamu menerimanya bekerja di perusahaan kamu ini. Ia bekerja sambil kuliah malam harinya. Mami harap kamu bisa menerimanya bekerja"


"Aku tak bisa memberi jabatan yang berarti karena saat ini ia masih kuliah itu berarti ia masih tamatan SMU"


"Mami nggak minta kamu memberi jabatan yang tinggi, mami hanya ingin kamu menerimanya bekerja. Karena ia butuh biaya buat kuliah. Kamu tahukan saat ini suami tante Defi udah tak bekerja lagi. Semua hartanya terjual karena pengobatan nenek Febby dulu."


"Bawalah anaknya kesini"


"Ia menunggu di luar, tunggu mami panggilkan dulu"

__ADS_1


Mami keluar dari ruangan Kenzo menuju lobby dimana Febby menunggu.


"Febby, ayo sayang. Tante kenalkan dengan kak Kenzo. Kamu masih ingat dengan kak Kenzokan"


"Aku sudah lupa wajah kak Kenzo , tante. Kan terakhir ketemu sepuluh tahun yang lalu"


"Kenzo juga pasti udah lupa , kamu ketemu terakhirkan saat usia kamu masih 9 tahun."


Febby berjalan mengikuti mami Kenzo memasuki ruangan Kenzo.


"Kenzo, ini Febby. Kamu masih ingat"


Kenzo yang sedang asyik dengan pekerjaannya, memandang ke arah mami. Ia kaget melihat saat ini Febby sudah menjadi seorang gadis. Ia masih ingat terakhir bertemu saat itu usia Febby masih sembilan tahun. Saat itu Kenzo sudah duduk dibangku SMU di Bandung.



"Silakan duduk...."


"Mami keluar dulu ya, kamu bisa bicarakan dengan Febby apa yang harus ia kerjakan untuk membantu kamu di kantor ini"


"Mami di sini aja. Febby ,karena saat ini ijazah kamu hanya SMU, kakak nggak bisa memberi jabatan yang berarti. Kak Kenzo nggak mau nanti dibilang karyawan yang lain pilih kasih. Kamu hanya bisa kakak tempatkan buat membantu kak Dita. Ia manager pemasaran. Nanti kamu bisa bertanya langsung apa yang bisa kamu kerjakan buat membantunya. Dan gajimu sesuai dengan pendidikan dan pekerjaanmu"


"Nggak apa kak. Aku diterima bekerja aja dengan pendidikan aku saat ini, udah bersukur banget"


"Febby ini walau baru tamat SMU tapi ia fasih bahasa inggris dan nilainya sangat tinggi, mami yakin kamu tak menyesal menerimanya."ujar mami


"Tante terlalu memuji. Nanti jika aku nggak sesuai dengan yang tante katakan, aku jadi malu sama kak Kenzo."

__ADS_1


"Kenzo bisa nanti buktikan kata kata tante, kamu bisa test Febby nya jika kamu nggak percaya"


"Aku percaya aja , mi. Sekarang kamu bisa menemui kak Dita di luar. Meja kerjanya tepat di luar ruangan ini. Kamu bisa langsung bekerja hari ini"


"Baik kak, terima kasih banyak."


Febby langsung berdiri dari duduknya dan pamit keluar menemui Dita . Tinggal mami dan Kenzo di ruangan itu.


"Cantikan Febby saat ini"


"Tentu aja cantik mi. Nggak mungkin ganteng"


"Mami harap kamu nggak mempersulit Febby, kasihan anak itu. Ia harus bekerja buat biaya kuliahnya. Tante defi memintanya nggak usah melanjutkan pendidikan, tapi kan sayang. Febby anak yang pintar. Sayang jika harus berhenti pendidikannya"


"Mami sudah nggak ada kepentingan lagi"


"Kamu mengusir mami. Apa kamu masih marah juga. Lupakan Lesha. Cobalah buka hatimu buat wanita lain. Masih banyak wanita yang lebih baik dari Lesha. Kamu pantas mendapatkan yang lebih dari wanita itu. Mami melakukan semua itu juga demi kebaikan kamu. Karena suatu saat ada kemungkinan ia dan mantan suaminya itu kembali. Mereka memiliki ikatan yaitu Khaira. Sebelum kamu terlanjur lebih jauh banyak berkorban lebih baik kamu berpisah saat ini. Mungkin jodohmu dengan Alesha hanya sampai disini"


"Mami pikir mudah aku melepaskan dan melupakan Alesha. Ia cinta pertamaku. Berapa tahun aku menanti untuk dapat memilikinya. Aku sangat mencintai Lesha , tak akan mudah bagiku untuk dapat menggantikannya dengan wanita lain"


"Itu karena kamu terlalu bodoh karena cinta. Apa kamu yakin Alesha juga mencintai kamu sebesar cintamu padanya. Apa kamu bukan hanya sebagai pelarian. Dan ia memanfaatkan kebaikan dan cintamu. Ia tak benar benar mencintaimu. Mami tahu itu. Apa lagi ia memiliki anak dari suaminya yang juga kakak baginya. Puluhan tahun meraka hidup bersmaa, tak akan mudah Alesha terlepas dari bayang dan cinta kakak sekaligus mantan suaminya itu. Lebih baik kamu merelakan kepergian Alesha dan mencoba membuka hati buat wanita lain. Satu lagi pesan mami, perlakukan Febby dengan baik. Mami titip Febby. Ia sendiri di kota ini. Orang tuanya masih menetap di Bandung. Mami pamit...maafkan mami"


Mami pergi meninggalkan Kenzo sendiri dan ia kembali termenung.


"Mami benar, kenapa Alesha tidak pernah memberi kabar tentang dirinya dan Khaira. Apa ia tak tahu aku disini selalu saja kuatir dengan keadaannya. Apa tak ada sedikitpun ia memikirkan perasaan aku saat ini. Sepertinya hanya aku sendiri yang selalu berjuang dengan rasa cintaku. Apa kamu tak pernah ada sedikitpun rasa mencintaiku sampai saat ini , Lesha"


***********************

__ADS_1


Terima kasih. Visual Febby nya pakai foto anakku sendiri aja. Dari pada susah cari visual artis korea...😆😆😆


__ADS_2