
Empat bulan telah berlalu, kandungan Alesha sudah makin membesar. Seperti kehamilan Khaira , kehamilan kali ini Alesha juga tidak mengalami ngidam yang begitu berarti.
Azril yang bahkan mengalami semua yang biasa dialami ibu ketika hamil muda. Mulai dari nafsu makan berkurang, kepala sering pusing. Mual dan muntah di pagi hari.
Akibat dari semua itu Azril sering tidak masuk kerja. Beruntung Farrel sebagai asistennya sangat bisa dihandalkan.
Alesha yang kadang merasa cemas melihat Azril yang sering mual dan muntah. Seperti pagi ini Azril kembali muntah di kamar mandi.
Alesha memijat tengkuk Azril pelan , untuk memberikan sedikit kenyaman. Setelah merasa cukup, Azril dibantu Alesha membersihkan wajahnya.
Azril kembali harus meliburkan diri , hari ini ia merasa sangat lemah. Ia membaringkan tubuhnya di kasur kembali. Alesha menemani dengan berbaring di sampingnya.
"Sayang, kamu mau aku buatkan apa untuk sarapan"
"Aku belum lapar, kamu temani aku tidur disini aja. Aku ingin memeluk kamu. Rasanya aku tak mau jauh darimu. Ingin setiap saat begini aja"
"Kamu manja banget sih" ucap Alesha dan memeluk Azril.
Alesha dan Azril akhirnya tertidur kembali. Khaira yang sedang liburan, masuk ke kamar mommynya dan melihat mommy dan papinya masih bergulung dengan selimut.
Khaira naik ke tempat tidur dan masuk ke dalam selimut memeluk tubuh Alesha.
Alesha yang merasa ada tangan memeluknya membuka mata dan melihat Khaira tersenyum.
"Sayang, udah sarapan..."
"Udah, Khaira tunggu mommy dan papi buat sarapan bersama. Tapi nggak muncul muncul"
"Maaf ya sayang, papi tadi pusing. Mommy harus temani papi tidur lagi"
"Papi sakit kepala...."
Khaira lalu berbalik dan memegang dahi Azril dan mengecupnya. Azril membuka matanya dan melihat putri kecilnya yang sedang mengecupnya.
"Sayang...."
"Papi...apa kepala papi masih terasa sakit"
"Sudah agak berkurang sakitnya"
"Biar Khaira pijat, supaya sakit kepala papi hilang dan kembali sehat"
Tangan mungil Khaira lalu memijat kepala dan dahi Azril. Azril terharu melihat perhatian putri kecilnya. Ia mengambil tangan Khaira dan mengecupnya.
"Terima kasih sayang. Kamu memang putri papi yang pintar dan baik. Papi beruntung memiliki putri seperti kamu"
"Khaira sayang papi. Khaira tak mau papi sakit"
"Papi akan tetap sehat untuk bisa menjaga mommy, Khaira dan adiknya Khaira"
"Adik Khaira..."
"Iya, sebentar lagi Khaira memiliki adik. Lihatlah perut mommy udah mulai membesarkan. Itu karena ada adik Khaira didalamnya"
"Betul mommy, Khaira akan punya adik"
"Iya sayang"
"Lihat mom. Khaira mau lihat adik" rengeknya
Alesha membuka selimutnya dan membawa tangan Khaira ke atas perutnya yang sudah mulai sedikit membuncit.
__ADS_1
"Lihat ini, didalam perut mommy mulai tumbuh adik kecilnya Khaira"
"Di dalam perut mommy ..."
"Iya sayang..."
"Kasihan adiknya mommy..."
"Kenapa kasihan nak"
"Pasti adik nanti kesempitan dan gelap didalam perut mommy. Perut mommy kan nggak ada lampu. Kecil lagi. Pasti adik takut didalam"
Azril tertawa mendengar ucapan polos Khaira ,begitu juga Alesha.
"Sayang, saat ini adik Khaira baru akan tumbuh. Ia saat ini masih kecil. Di dalam perut mommy juga cahaya, adik pasti nggak ketakutan. Setelah ia tumbuh membesar baru ia lahir dengan keluar dari perut mommy"
"Gitu ya mom..."
"Iya sayang...."
"Dulu Khaira juga dari perut mommy"
"Iya sayang..."
"Khaira pengin cepat adik lahir..."
"Khaira doakan aja mommy dan adik sehat dan lahir dengan selamat" ucap Azril
"Nanti jika Khaira sholat akan doakan itu terus"
"Setelah adik lahir nanti, Khaira harus bisa jadi mbak yang baik. Bisa menjaga dan menyayangi adik sepenuhnya" ujar Azril
"Nanti Khaira ada teman buat diajak main, mom"
Azril memeluk Khaira membawa keatas tubuhnya .
Sore harinya Azril membawa keluarga kecilnya makan di restoran langganan keluarganya.
"Itu nak Kenzo ya...." ucap bunda, ketika mereka sedang menyantap hidangan yang telah tersedia.
Azril dan Alesha menoleh ke arah tunjuk bunda, dan mereka melihat Kenzo bersama Hanna berjalan memasuki restauran.
"Daddy Kenzo...."teriak Khaira.
Kenzo dan Hanna menoleh ke arah asal suara dan tersenyum kearah mereka.
"Putri daddy....makan apa sayang"tegur Kenzo sambil mengacak rambut Khaira
"Makan ayam goreng...daddy mau"
"Emang boleh, nanti nggak cukup Khaira nya"
"Boleh, ini masih banyak. Mami mau juga"
"Mami mau Khaira suapi" ujar Hanna. Khaira memanggil Hanna mami sesuai dengan permintaannya.
"Apa kabar Hanna. Kamu lagi hamil " ucap Alesha melihat perut Hanna sedikit membuncit
"Ya, Sha. Kamu juga saat ini lagi hamilkan. Azril ngomong ketika terakhir kami bertemu"
"Iya...eh silakan duduk"
"Nggak apa nih kami gabung" ujar Hanna
__ADS_1
"Nggak apalah...malahan aku senang. Atau kamu dan Kenzo ingin makan berdua aja"
"Kami senang jika diizinkan bergabung. Makan berdua aja udah keseringan. Sayang, kita gabung sini aja ya" ucap Hanna
"Boleh, aku senang banget bisa makan bareng putriku ini" ucap Kenzo dan langsung bergabung.
"Biar aku pesan makanan dulu..." ucap Azril dan memanggil pelayan restauran. Azril menambah menu hidangannya sesuai dengan permintaan Hanna.
"Kehamilan kamu udah berapa bulan, Sha" tanya Kenzo
"Masuk lima bulan kak, Hanna udah berapa"
"Hanna udah memasuki bulan keempat. Berarti nanti anak kamu dan aku akan seumuran"
"Baguslah, berarti ada teman buat bermain" ucap Azril
"Kamu ada ngidam, nak" tanya bunda
"Nggak ada bunda, dari pertama aku hamil maunya makan terus. Bunda lihatkan badanku aja tambah membengkak"
" Baguslah nak. Badan membesar demi anak sehat itu nggak apa..."
"Iya bun, asal jangan daddynya ngelirik wanita lain aja karena lihat badanku tambah membengkak"
"Nak Hanna jangan kuatir, bunda sudah mengenal nak Kenzo. Bunda yakin nak Kenzo tidak akan berpaling, ia pasti akan bertambah sayang karena ada keturunannya dirahimmu"
"Semoga bunda"
"Jangan ngomong gitu, nanti kakak benar berpaling loh" canda Kenzo
"Coba aja, akan aku sunat sekali lagi"
Mendengar ucapan Hanna semua tertawa. Khaira yang melihat semua tertawa menjadi heran.
"Sunat itu apa mami" tanya Khaira. Mendengar pertanyaan Khaira , Hanna jadi terdiam. Ia nggak tahu harus menjawab apa.
"Tanya sama papi dan daddy deh. Mami nggak mengerti"
"Tadi mami yang ngomong" ucap Khaira lagi.
"Iya, tapi mami nggak bisa jelaskan maksudnya"
"Sunat itu, suatu tindakan yang dilakukan dokter buat kesehatan tubuh pria" ucap Alesha
"Berarti bagus dong mom, kalau untuk kesehatan. Daddy sunat aja terus biar sehat"
"Habis dong punya daddy kalau sunat terus"
"Punya daddy, apa itu..."tanya Khaira lagi, membuat semuanya kembali tertawa.
"Sayang, makan tuh nggak boleh banyak ngomong. Sekarang makan lagi"
"Baik, mom...."
"Khaira pintar banget ya LeSha. Aku jadi nggak sabar ingin melahirkan" gumam Hanna
"Semoga aja bayiku dan bayimu tumbuh sehat"
"iya Lesha, biar bisa main bersama nanti setelah lahiran"
Setelah menyantap semua hidangan , mereka pamit pulang.
*****************************
__ADS_1
Terima Kasih