
Pagi harinya tak tampak kesibukan di apartemen Azril. Walau Azril dan Alesha akan menikah.
Mereka menikah tanpa dihadiri banyak orang. Hanya saksi dari pihak Azril yaitu Farrel. Dan saksi dari pihak Alesha suaminya Dita.
Tepat jam sembilan Azril dan Alesha beserta bunda juga Khaira meninggalkan apartemen menuju kantor urusan agama yang berada dekat apartemennya.
Jam sepuluh acara akad nikah berlangsung. Dengan sekali tarikan nafas ucapan akad, Azril sah menjadi suami Alesha.
Semua tampak tersenyum dan bahagia , terutama bunda. Setelah acara akad selesai Azril segera kembali ke apartemen , mereka akan melangsungkan acara syukuran pernikahan nanti malam.
Alesha masuk ke kamar tamu yang biasa ia tempati bersama bunda. Ia akan mengganti pakaiannya. Bunda mengikuti Alesha dari belakang.
"Lesha...."
"Ya, bunda...."
"Mulai saat ini kamu tidur dengan Azril dikamarnya , biar Khaira sama bunda"
"Khaira biar tidur dengan aku aja bun"
"Nggak usah, Khaira sama bunda. Khaira sudah mulai besar, tak baik tidur dengan kedua orang tuanya"
"Bunda, apa nanti itu tak akan merepotkan bunda"
"Siapa yang repot. Bunda senang jika ada yang temani tidur. Sekarang kamu bawa pakaian yang akan kamu pakai ke kamar kalian. Mandi dan ganti pakaian di sana."
"Biar di sini aja aku mandi bunda"
"Lesha, kamu bukan anak anak lagi. Dan ini bukan pernikahan pertama kamu. Jangan malu"
"Baiklah bunda" ucap Alesha mengalah. Ia tak mau membantah ucapan bunda.
Alesha mengambil pakaian gantinya dan menuju kamar Azril. Ia berdiri lama di depan pintu sebelum akhirnya mengetuknya.
"Masuk...." ucap Azril dari dalam
Alesha membuka pintu dan melangkah masuk. Tampak Azril baru selesai mandi dengan hanya memakai handuk yang menutupi dari pinggang sampai setengah pahanya.
"Maaf kak , bunda menyuruh aku mandi dikamar ini. Dan harus tidur di sini"
Azril tersenyum melihat Alesha yang tampak malu dengan wajah memerah. Ia lalu mengunci pintu kamar.
"Kenapa di kunci kak...." ucap Alesha gugup.
Azril melangkah mendekati Alesha dan langsung memeluk tubuhnya. Membuat Alesha makin gugup.
"Jangan berpikiran mesum, kakak mau ganti pakaian makanya di kunci" ucap Azril dan mengecup pipi Alesha. Alesha tambah malu karena Azril tahu pikirannya.
"Siapa yang pikiran mesum" ucap Alesha menetralkan rasa gugupnya
"Kalau kamu mau sekarang, kakak juga siap" ucap Azril menggoda
"Mau apa....jangan macam macam ya" ucap Alesha dan melepaskan diri dari pelukan Azril
__ADS_1
"Cuma satu macam kok...."
"Kak Azril...."teriak Alesha
"Jangan teriak, nanti bunda dengar. Bisa salah paham"
"Aku mau mandi" ucap Alesha dan segera masuk kamar mandi. Ia lupa membawa handuknya.
Alesha mandi dan setelah selesai baru menyadari jika ia tak membawa handuk.
"Aduh bagaimana ini...aku lupa bawa handuk lagi"gumamnya. Setelah bolak balik dikamar mandi, akhirnya ia mendekat ke pintu dan memanggil Azril.
"Kak Azril...." teriak Alesha
"Ada apa , Sha. Mau mandi bareng" ucap Azril kembali menggoda Alesha
"Siapa yang mau mandi bareng. Kak, minta handuknya...aku lupa bawa handuk"
Azril mengambil handuk dan mengetuk pintu kamar mandi. Alesha membuka sedikit pintu, dan mengulurkan tangannya. Azril kembali menggoda dengan menarik tangan Alesha.
"Kak Azril...jangan bercanda"
Azril lalu memberi handuknya ketangan Alesha dengan tertawa terbahak melihat tingkah Alesha.
Setelah mengganti pakaiannya Alesha keluar dari kamar mandi. Ia melihat Azril yang duduk di tepi ranjang memandang ke arahnya.
"Kenapa kakak mandangi aku gitu"
"Sini duduk dekat kakak..."
"Jangan biasakan rambut tuh basah, nanti kamu pilek. Ingat Sha, saat ini kesehatan kamu tidak baik. Nanti kakak beli hairdryer lagi. Punya kakak rusak"
Alesha ingin menangis rasanya. Ia terharu, karena Azril yang saat ini sama dengan Azril yang ia kenal dulu. Selalu saja bawel akan kesehatannya. Alesha tanpa sadar memeluk pinggang Azril yang berdiri.
Azril lalu duduk kembali dan membawa Alesha berbaring di kasur. Ia tidur miring menghadap Alesha.
"Berjanjilah Sha, kamu akan menjaga kesehatanmu demi kakak dan Khaira. Jika memang kamu mengidap satu penyakit kamu harus berjuang buat sembuh, jangan pernah menyerah" ucap Azril sambil mengusap punggung Alesha dan membawanya ke dalam dekapan dadanya.
"Apa kakak tak menyesal nantinya setelah tahu ternyata aku penyakitan"
"Tak akan ada penyesalan, Sha. Karena memiliki kamu saat ini adalah hal paling indah dalam hidup kakak"
"Aku takut jika semua yang dikatakan kak Rangga itu benar kak..."
"Jangan kamu pikirkan itu, kamu hanya perlu memikirkan syukuran kita nanti malam dan malam pertama kita" bisik Azril
"Kakak...mesum banget sih"
Azril makin mempererat pelukannya, tanpa ada jarak. Tubuh mereka menyatu hanya dengan batasan pakaian.
"Seandainya malam nanti kita nggak ada acara syukuran, kakak pastikan kamu nggak akan boleh keluar dari kamar ini sampai besok" ucap Azril mengecup kepala Alesha.
"Jangan berpikir macam macam ya kak..."ucap Alesha memukul lengan Azril
__ADS_1
"Kenapa, kita udah nikah" ucap Azril dan mengecup leher Alesha. Baru saja ia akan berbuat lebih, terdengar suara panggilan Khaira di pintu .
"Papi...mommy, buka pintu" teriak Khaira
Alesha mendorong tubuh Azril , sehingga ia hampir jatuh dari tempat tidur. Alesha membuka pintu, tampak Khaira dengan wajah cemberut.
"Mommy...napa dengan papi. Kok nggak bawa Khaira"
"Sini sayang, papi dan mommy baru habis mandi" ucap Azril
Khaira berjalan mendekat dan naik ketempat tidur, ia langsung naik keatas tubuh Azril
"Papi...apa mommy bobok dengan papi"
"Iya , sayang...."
"Khaira juga mau bobok sama papi"
"Kalau Khaira bobok sama papi, sempit dong tempat tidurnya. Kasihan juga nenek nanti menangis karena takut bobok sendiri..."
"Iya, ya. Biar Khaira temani nenek..."
"Anak pintar, nanti sesekali bolehlah Khaira tidur dengan papi dan mommy"
Alesha hanya tersenyum mendengar Azril yang merayu Khaira untuk tidur dengan bunda.
Azril menidurkan Khaira setelah ia capek bermain dengannya. Setelah itu Azril dan Alesha mempersiapkan pakaian buat acara syukuran nanti malam.
Sore harinya Azril sudah bersiap siap akan acara nanti malam. Azril meminta Alesha buat ke salon. Tapi ia menolak dan hanya ingin merias dirinya sendiri. Ia tak suka dandanan menor.
Habis magrib Alesha mulai merias wajahnya dengan sapuan riasan yang tipis. Ia juga sedikit merias wajah Khaira.
Setelah ia selesai berpakaian dan merias dirinya, Alesha keluar dari kamar. Azril yang telah duluan berpakaian memandangi Alesha dengan tanpa kedip.
"Kamu cantik banget, Sha..." ucap Azril dengan spontan begitu melihat Alesha yang keluar dari kamar.
"Terima kasih kak, kakak terlalu memuji"
"Itu bukan hanya pujian, tapi memang kenyataan kamu sangat cantik. Betulkan bunda"
"Iya, Lesha memang cantik banget. Kamu aja yang baru menyadarinya" ucap bunda menyindir.
"Kak kita berangkat sekarang..."ucap Alesha mengagetkan lamunan Azril yang terus memandangi Alesha
"Ayo, Sha. Nanti telat. Masa tamu yang hadir duluan"
Azril menggandeng tangan Alesha berjalan menuju lift yang akan membawa mereka ke basement tempat mobil terparkir.
Azril menjalankan mobilnya menuju restauran tempat akan diadakan syukuran pernikahan mereka dengan senyum yang terus mengembang dibibirnya.
****************
Terima kasih buat seluruh pembaca setia novel ini. Maaf tak bisa membalas komentarnya satu persatu. Tapi aku baca kok semua komentarnya di antara waktu senggang. Maklum ya aku ini emak emak yang punya banyak tugas di dunia nyata.
__ADS_1
Terima kasih buat semua yang telah memberi komentar, like, dan vote.