
Dokter Mira datang memeriksa Khaira yang terbaring di kamar Diego.
"Bagaimana dok, Khaira sakit apa" tanya Diego kuatir.
"Aku belum bisa mengatakan dengan pasti , tapi sepertinya Khaira bukan sakit biasa..."
"Maksud dokter" ucap Kenzo makin kuatir
"Khaira tidak mengidap penyakit bahayakan , dok"
"Pak Kenzo, maaf jika aku tanyakan ini. Apa Khaira telah bersuami"
Kenzo memandangi Diego minta persetujuannya untuk menjawab.
"Saya suaminya dok. Kami telah menikah. Memang saya belum mengadakan pesta sehingga nggak ada yang tahu jika kami telah menikah. Emangnya Khaira kenapa, dok"
"Kalau begitu, saya ucapkan selamat Diego..."
"Maksud dokter...."
"Sepertinya Khaira sedang hamil...itu yang membuatnya pingsan. Mungkin kecapean. Tapi untuk lebih pastinya , sebaiknya bawa ke dokter kandungan."
"Apaa...Khaira hamil" ujar Diego dengan wajh berseri
"Ya. Jadi saya hanya beri resep vitamin aja. Pak Kenzo bisa bawa ke dokter kandungan buat memastikan udah berapa bulan kandungannya. Harap jaga emosinya , jangan sampai stress dan kecapean. Hamil muda rentan dengan keguguran"
"Baik dok. Terima kasih" ucap Diego dan Kenzo.
Setelah memberi resep, dokter pamit pulang. Tanpa mereka tahu, mami Hanna tadi mengintip dan mendengar ucapan dokter.
Sebelum semua menyadari kehadirannya, Hanna kembali kekamarnya.
"Ya Tuhan...aku tak tahu jika Khaira sedang mengandung cucuku. Aku tak bermaksud membuatnya syok. Aku harap kandungannya tidak bermasalah. Walaupun ia dan Diego salah, tapi anak yang dikandungnya tetap cucuku"
Diego naik ke atas tempat tidur dan berbaring miring menghadap Khaira , ia mengusap lembut rambut dan wajah Khaira.
"Sayang ...cepat sadar. Aku ingin memberi tahu berita gembira ini. Kita sebentar lagi akan menjadi orang tua, sayang"
Oma yang baru datang dan mengetahui Diego ada dinrumah dari bibi langsung mencarinya.
__ADS_1
Ia melihat Diego yang membelai dan mengecup wajah Khaira, membuat oma makin emosi.
"Oma mau bicara...." ucap oma tanpa basa basi.
"Oma, kapan datang" ucap Diego. Ia turun dari tempat tidur dan menghampiri omanya. Diego menyalami dan mengecup pipi omanya.
"Bangunkan Khaira, ada yang mau oma tanyakan"
"Khaira sakit oma"
"Sakit apa, untuk duduk aja apa ia tak bisa"
"Khaira itu sedang pingsan ,oma"
"Jika begitu ikuti, oma ...." ujar Oma.
Khaira yang baru sadar, mendengar ucapan oma. Ia berusaha duduk untuk memulihkan kesadarannya.
Oma, Hanna , Kenzo dan Diego berkumpul di ruang keluarga.
"Oma ingin dengar dari mulutmu langsung. apa kamu memiliki hubungan yang lebih dari sekedar saudara dengan Khaira"
"Iya, oma...." jawab Diego
"Mama...aku sudah katakan jika mama tak boleh ikut campur urusan Diego" ujar Kenzo
"Aku tak bicara denganmu"
"Diego anakku, ma..."
"Anakku juga,kak. Apa kamu lupa, itu. Kamu bisa tak menganggap aku ada, tapi aku tetap maminya Diego" lirih Hanna
"Hanna apa kamu juga setuju jika Diego memutuskan hubungannya dengan Khaira" ucap Mama.
Hanna hanya diam tak menjawab, ia sebenarnya tak keberatan jika Diego berhubungan dengan Khaira. Tapi yang ia tak bisa terima karena mereka menikah secara diam diam, apa lagi Diego masih sangat muda.
"Oma dan mami tidak bisa memaksaku memutuskan hubungan dengan Khaira. Apa lagi saat ini aku telah menikahi Khaira"
"Apa maksud kamu..."
__ADS_1
"Aku dan Khaira telah menikah"
Oma spontan menggerakan tangannya dan menampar pipi Diego.
"Apa kamu bodoh...tak bisa kamu mencari wanita yang lebih baik dari Khaira. Apa yang sudah Khaira lakukan sehingga membuat kamu bodoh begini, kamu menikah tanpa restu dari mamimu...."
"Mama...hargai keputusan Diego. Siapa yang dipilihnya untuk mendampingi hidupnya , biar ia yang menentukan . Jangan memaksakan kehendak mama pada Diego" ucap Kenzo dengan nada yang sedikit tinggi
"Kamu dan Diego sama bodohnya jika telah menyangkut Alesha dan Khaira"
"Kenapa mama selalu membawa Alesha, apa salahnya. Ia telah tiada, jangan menyebut namanya lagi"
"Bagaimana aku tak menyebut namanya. Kamu dibuat bodoh karena cintamu pada Alesha. Karena cintamu yang tak terbalas sehingga kau sengaja mengizinkan Diego dan Khaira berhubungan, kau berharap dengan kau menyatukan Diego dan Khaira cintamu dulu telah terbalas...."
"Oma...apa salah Khaira. Dari dulu oma tak pernah menyukai Khaira. Apa karena daddy pernah mencintai mommy Khaira. Apa hubungan itu semua dengan Khaira, oma"
"Tentu saja ada hubungannya. Kamu tanya dengan mami kamu. Apa yang ia rasakan selama ini. Daddy kamu tidak pernah bisa melupakan cintanya pada mommy Khaira. Itu membuat mamimu menderita. Ia harus menahan sakit hatinya karena suaminya masih saja menyimpan cintanya pada wanita lain. Padahal wanita itu telah tiada..."
"Apa itu salah Khaira, mami. Jika daddy belum bisa mencintai mami, itu kesalahan daddy dan juga mami. Kenapa mami tak bisa membuat daddy mencintai mami. Jangan limpahkan semua kesalahan pada Khaira"
Hanna yang mendengar ucapan Diego memegang dadanya yang sesak.
"Ya itu mungkin salah mami, yang tak bisa membuat daddymu mencintai mami. Dalam waktu dua puluh tahun lebih pernikahan kami, mami belum bisa memahami daddymu. Mami belum bisa membuatnya berpaling dari cintanya pada Alesha. Mami tak bisa membuka hati daddymu buat mencintai mami"
"Sudah, kenapa kamu jadi menyalahkan mamimu. Oma tak akan pernah merestui kamu dan Khaira"
"Katakan satu aja alasan yang membuat oma tak bisa merestui pernikahan kami, agar aku bisa memaklumi keputusan oma"
"Karena Khaira itu anak haram"
Ucapan Oma membuat semua yang mendengar kaget, termasuk Khaira yang dari tadi udah berdiri depan pintu kamar.
"Apa maksud oma mengatakan aku anak haram" ucap Khaira dengan langkah pelan mendekati oma.
"Sayang, jangan dengar ucapan oma.Kamu masuk kamar lagi. Kamu masih sakit" ujar Kenzo memeluk Khaira
"Daddy...jelaskan padaku, apa maksud perkataan oma itu"
Khaira yang masih lemah tak bisa menahan tubuhnya, ia hampir jatuh lagi. Untung Kenzo cepat memeluknya. Diego berlari menghampirinya, membantu Khaira berdiri.
__ADS_1
*****************
Terima kasih