CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Dua puluh Lima S2


__ADS_3

Khaira berjalan tergesa menuju bioskop tempat dimana ia meminta Diego menunggu. Ia melihat setiap sudut ruangan tapi tidak tampak Diego.


"Apa Diego sudah langsung masuk ke dalam bioskop. Tapi tak mungkin. Film belum di putar. Kemana ia pergi. Aku tunggu aja, mungkin ia ke toilet"


Khaira menunggu Diego, ia duduk di salah satu kursi. Setelah setengah jam menunggu belum tampak juga kehadiran Diego. Ia lalu mencoba menghubungi ponsel Diego, tapi tak aktif.


"Pasti Diego marah dan langsung pulang. Diego, apa kamu tak mengerti aku tak mengatakan jika kamu kekasihku didepan mas Alby hanya karena aku menghindari perdebatan. Pastilah jika kamu ada tadi, mas Alby akan banyak bertanya padamu dan aku takut kamu emosi."


Khaira berjalan keluar gedung dan naik taksi menuju rumah Diego. Ia yakin pria itu pulang.


Sampai di rumah ternyata mami Hanna sedang tak dirumah, ada acara dengan temannya.


Khaira bertanya pada bibi, apakah Diego ada dirumah. Bibi mengatakan Diego ada di kamar.


Khaira langsung menuju kamar Diego dan mencoba membuka pintu. Ternyata dikunci.


"Sejak kapan Diego mengunci pintu kamarnya. Biasanya tak pernah"


Khaira mengetuk sambil memanggil nama Diego.


"Diego...Diego....buka pintunya" teriak Khaira.


Setelah cukup lama memanggil tak ada sahutan. Khaira kembali berteriak.


"Baiklah Diego, jika memang kamu nggak mau membuka. Maafkan aku jika membuatmu marah. Aku sekalian pengin pamit. Besok aku akan kembali ke kota tempat aku kuliah dan mengajar. Jaga kesehatan kamu...." ucap Khaira dengan suara keras.


Setelah mengucapkan itu Khaira lalu berjalan meninggalkan kamar Diego. Baru saja kakinya melangkah menginjak tangga pertama dari atas, ia merasakan pinggangnya dipeluk.


"Jangan pergi...."ucap Diego dekat telinga Khaira.


Khaira membalikan badannya. Diego masih tetap memeluk pinggangnya. Khaira lalu menangkup wajah Diego dan mengecup bibirnya.


"Maafkan aku, kenapa kamu meninggalkan aku. Apa kamu marah...."


Diego mengangkat tubuh Khaira. Dan membawanya masuk ke kamar.


Khaira melihat fotonya yang sangat besar dipajang dekat lemari buku. Ia mendekati fotonya itu.


"Sejak kapan fotoku ada dikamar kamu"


"Sejak kepergianmu, aku kangen. Hanya dengan memandangi fotomu itu aku bisa menghilangkan rasa rinduku padamu"


"Apa kamu begitu merindukanku"


"Aku sangat merindukanmu dan sangat mencintaimu lebih dari yang kamu tahu"


Diego mendekati Khaira dan langsung ******* bibir gadis itu. Khaira lalu membalas lum*t*n bibir Diego. Mereka saling bertukar saliva, dan membelit lidah. Sampai mereka merasakan sesak dan melepaskan pagutan.


"Jangan pernah dekat atau pergi dengan pria lain. Aku ini pencemburu. Aku tak mau milikku disentuh pria lain"


"Aku nggak sengaja bertemu...."


"Kenapa harus minum di kafe juga"

__ADS_1


"Diego, aku dan mas Alby sudah lama dekat. Aku tak mungkin menolaknya. Aku tak ingin ia jadi tersinggung"


"Tapi itu membuat aku sakit hati...."


"Kamu tak tahu apa yang aku bicarakan, kenapa kamu sakit hati...."


"Karena aku tahu Alby masih mencintai kamu hingga saat ini. Apa lagi kamu yang tak mau terus terang mengatakan pada Alby jika akulah kekasihmu"


"Siapa bilang aku tak jujur...."


Diego membawa Khaira duduk di sofa. Ia memangku Khaira di paha.


"Tadi kamu nggak langsung ngomong jika aku pacarmu, kamu malukan pacaran denganku"


"Kamu tuh selalu saja mengambil kesimpulan tanpa bertanya dulu. Aku tadi meminta kamu pergi dan meninggalkan kami berdua karena aku akan mengatakan terus terang jika kamu adalah kekasihku"


"Kenapa nggak didepanku"


"Aku takut nanti kata kata Alby menyakiti kamu. Aku takut kamu emosi...."


"Jadi semua kamu lakukan agar aku tak marah dan emosi jika nanti berdebat dengan Alby"


"Ya...."


"Kamu memang pacar terbaik" ucap Diego mengecup bibir Khaira. Ia akan ******* bibir Khaira ketika terdengar suara mami memanggil namanya.


"Diego...apa di dalam ada Khaira ya"


Khaira langsung turun dari pangkuan Diego dan menghampiri mami.


"Sayang, mami dengar dari bibi kamu datang mencari Diego"


"Iya ,mi. Aku juga ingin bertemu mami. Aku mau pamit karena besok kembali lagi"


"Kenapa cepat banget , sayang. Ayo, mami ada bawa ayam goreng kesukaanmu"


"Kok mami bisa beli ayam goreng"


"Nggak tahu ya, mungkin ikatan bathin aja " ucap mami sambil mengusap kepala Khaira.


"Diego mau nggak ayam gorengnya, nanti aku habiskan jangan marah ya"


Khaira memeluk pinggang mami Hanna berjalan turun ke dapur.


"Sebenarnya jika Khaira dan Diego berjodoh tak ada salahnya juga. Khaira baik dan sayang sama aku juga Diego, cuma aku tak tahu apa yang menyebabkan mama tak menyukai Khaira"


Sampai di meja makan, Khaira langsung makan ayam goreng yang dibeli Hanna. Hanna duduk dihadapannya dengan memandanginya secara intens. Khaira yang menyadari itu menghentikan makannya.


"Mami mau...."


"Nggak, kamu habisin saja."


"Aku kira mami mau, kenapa mami memandangiku seperti itu"

__ADS_1


"Karena mami tuh senang lihat kamu yang setiap makam ayam goreng pasti lahap banget" ujar Kenzo yang ternyata baru pulang kerja.


"Daddy, selamat sore"


"Selamat sore, sudah lama kamu datang"


"Udah, tapi dari tadi tak ditawari makanan sama Diego, untung mami pulang bawa ayam goreng" ujar Khaira melihat Diego yang menghampiri mereka.


"Kamu aja yang tak minta, kamukan kalau udah ketemu aku perutnya langsung kenyang"


"Cih...geer amat. Masa ketemu aja bisa buat kenyang"


"Kapan putri daddy kembali kuliah lagi. Besok kita main ke villa ya...."


"Rencananya besok sore, dad"


"Nggak bisa ditunda ya...."


"Aku mau siapin bahan dan buku untuk mengajar , Dad..."


"Cuma dua hati. Jadi kamu kembalinya setelah kita dari villa. Bawa papi juga Atha sekalian"


"Gimana ya...."


"Nggak boleh mikir, nggak boleh nolak. Pagi pagi udah harus siap. Kamu sama aku , Daddy sama mami dan Atha sama papi" ujar Diego


"Pacarnya Atha sama siapa" tanya Khaira.


"Itu urusan Atha, biar dia yang mengatur. Yang jelas kamu berdua aku"


"Biar aja Khaira yang menentukan, ia mau pergi sama mobil siapa" ujar mami


"Nggak apa mi, biar Diego dengan Khaira" ucap Kenzo.


"Baru aja aku mau menghilangkan curigaku atas hubungan yang terjalin antara Diego dan Khaira, sekarang aku kembali curiga lagi. Kenapa Kenzo dan Diego ingin Khaira berdua saja"


***************


Terima kasih


Mampir yuk ke novel terbaruku berjudul MELATI...ISTRI YANG TAK DIANGGAP


Melati yang yatim piatu harus menanggung hutang peninggalan kedua orang tuanya.


Keputus asaan karena tak kunjung dapat melunasi hutang orang tuanya membuat ia menerima pernikahan kontrak.


Tanpa disadari Melati akhirnya jatuh cinta pada Jino, ia rela melakukan apa saja yang akan membuat suaminya senang.


Sekian lama ia bertahan, dan mencoba membuat suaminya sedikit saja memberikan perhatiannya. Tapi semua sia sia.


Rasa lelah karena tak pernah dianggap sama sekali oleh suaminya membuat ia harus pergi meninggalkan suaminya di saat ia mengandung anak keduanya.


Setelah kepergian Melati, barulah Jino sang suami menyadari cintanya...

__ADS_1


Akankah cinta Jino membawa Melati kembali...


Jangan lupa ya mampir....


__ADS_2