CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Tiga puluh Sembilan


__ADS_3

Alesha memanggil ayah dan bunda buat makan malam. Azril juga ikutan makan malam.


Ketika mereka lagi menyantap makan malam Kenzo masuk. Ia langsung menuju meja mini bar tempat mereka makan malam.


"Selamat malam semuanya"


"Kak, makan sekalian. Maaf aku duluan makan, aku takut ayah dan bunda sudah lapar"


"Nggak apa, Sha"ucap Kenzo sambil mengacak rambut Alesha.


"kakak mau makan, aku ambilin ya.... "


"Nanti aja, aku sudah makan tadi dengan klien."ujar Kenzo yang berdiri di samping Alesha. Kursi di mini bar memang hanya ada empat.


"Kak Kenzo mau coba, enak loh"ucap Lesha sambil menyodorkan nasi dan lauk di sendoknya ke mulut Kenzo.


Azril melihat tanpa kedip ketika Lesha menyuapi Kenzo.


"Mau lagi.... "ucap Lesha kembali menyodorkan sendok ke mulut Kenzo.


"Sudah, Sha. Nanti kalau lapar aku makan deh"ucap Kenzo, karena ia melihat mata Azril yang terus memandang ke arah ia dan Lesha.


"Ayah, bunda... tambah ya. Kak Azril, apa mau tambah juga.... "


"Nanti ayah pasti tambah, ayah habisin di piring ini dulu"


"Nggak Sha, kakak sudah kenyang"


"Nggak enak ya masakanku"


"Enak, Sha. Masakan kamu selalu enak, sesuai di lidah kak Azril"


Setelah makan malam, Azril berbincang sebentar dengan Kenzo dan Alesha. Setelah jam menunjukkan pukul sembilan Azril dan Kenzo pamit.


Azril dan Kenzo melangkah keluar bersama dari apartemen Lesha. Kenzo mengajak Azril mampir ke apartemen tempat tinggalnya. Mereka berbincang tentang hubungan Azril dan Alesha.

__ADS_1


"Kamu sudah jadian dengan Lesha.... "gumam Azril


"Apa kamu pikir Lesha akan secepat itu melupakan kamu dan menggantikan dengan pria lain"


"Aku berharap jika nanti kalian sudah menjalin hubungan, kamu dapat memberikan kebahagiaan buat Lesha "


"Aku pasti akan berusaha semampuku untuk membuat lesha tersenyum dan bahagia selalu jika ia telah menjadi kekasihku. Tapi sayang, aku nggak yakin ia bisa secepatnya menerimaku.Kamu dan Lesha telah saling mengenal sejak lima belas tahun, dan selalu bersama sepuluh tahun belakangan. Apa kamu pikir Alesha akan bisa dengan mudah melupakan kebersamaan kalian"


"Aku juga tidak bisa melupakan kebersamaan kami"lirih Azril


"Mengapa kamu menyakitinya jika kamu tak bisa melupakan dan melepaskan dirinya"


"Aku tak tahu... kenapa aku bisa begitu bodoh,dan kenapa aku selalu saja menyakiti hatinya saat ia telah resmi menjadi istriku. Padahal dulu, aku yang paling marah pada siapapun itu yang telah menyakiti hatinya. Dan aku akan melakukan apa saja agar ia tak pernah sedih dan menangis. Tapi saat aku menjadi suaminya, akulah orang yang paling sering menyakiti hatinya dan akulah penyebab setiap tangisnya"


"Kamu menyesal.... "


"Tentu saja, ketika aku menyadari itu, ingin rasanya aku memukul dan membunuh diriku sendiri. Itulah sebabnya ketika ia minta cerai, aku mengabulkannya. Mungkin Alesha dan orang lain akan menilai apa yang aku lakukan ini karena aku tak mencintainya. Tapi pada kenyataannya aku mengabulkan gugatan cerai Lesha karena aku yang terlalu mencintainya. Aku tak ingin ia terus tersakiti jika bersamaku. Walau awalnya aku tak menginginkan perceraian ini, tapi akhirnya aku berpikir ini adalah jalan terbaik buat kami,agar aku bisa melihat ia bahagia walau bukan bersamaku "


"Jika kamu memang mencintai Alesha, mengapa kamu tak berjuang untuk mendapatkan maaf darinya.... "


"Aku tak mau terus menerus mengikatnya.Biarlah nanti waktu yang akan membuktikan, apakah kami memang saling cinta dan berjodoh. Karena jika kami memang jodoh, Tuhan pasti akan pertemukan dan mempersatukan kami lagi. Aku tak mau jika aku paksakan bersama,ia nantinya akan dibayangi ketakutan akan pengkhianatan yang aku lakukan. Nanti Lesha pasti akan selalu curiga. Jika dalam rumah tangga sudah tidak ada rasa percaya percuma saja."


"Aku tak punya pilihan lain. Dan aku juga ingin memberi pelajaran buat Tiara, jika suatu hubungan yang dilaksanakan karena keterpaksaan dan yang diawali karena kecurangan tidak akan pernah ada kebahagiaan didalamnya. Agar ia menyadari kesalahannya yang rela melakukan segala cara agar keinginan nya terkabul itu adalah perbuatan salah. Itulah sebabnya aku hanya menikahinya secara siri, agar aku bisa menceraikannya kapan saja.... "


"Itu sama saja kamu mempermainkan suatu pernikahan"


"Aku tidak punya cara lain lagi untuk membuat Tiara sadar suatu saat nanti"


"Kamu sudah lama mengenal Tiara"


"Hampir tiga tahun, sejak aku pertama bekerja di perusahaan itu"


"Ketika kamu mengenal Tiara, apa kalian langsung dekat"


"Nggak saat itu ia masih memiliki kekasih"

__ADS_1


"Kamu mengenal kekasih Tiara sebelum kamu"


"Nggak.... "


"Kamu tahu gaya hidup Tiara selama ini"


"Maksud kamu apa, Kenzo "


"Maaf bukan aku mau menjelekkan Tiara, karena bagaimanapun ia saat ini telah menjadi istrimu. Tiara, wanita yang sangat bebas. Karena tidak ada keluarga yang bisa mengawasinya. Tantenya jauh, begitu juga saudara yang lain"


"Aku nggak tahu itu. Dan aku juga tidak merasa tersinggung kamu mengatakan itu, karena terus terang aku juga dulu sedikit bebas dengannya walau kami tidak sampai berhubungan badan"


"Kamu tau, Ril. Kamu pria bodoh yang pernah aku kenal. Jelas Lesha lebih segalanya dari Tiara, tapi kamu menyiakannya. ..."


"Aku memang bodoh..... "


"Aku mengajakmu bicara, sebenarnya hanya ingin mengatakan padamu jika aku mencintai Lesha dan aku ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengan lesha. Aku ingin kamu tidak pernah menghalangi aku lagi, seperti yang dulu kamu lakukan padaku. Jika dulu aku tahu, kamu bukanlah saudara kandung Alesha, mungkin aku tidak akan mau menjauh darinya. Karena dari dulu hingga detik ini, cinta aku pada Lesha tidak pernah pudar. Aku ingin menaklukkan hatinya. Aku ingin hanya ada namaku dihatinya."


"Jika kamu memang ingin menjalin hubungan dengan Lesha, aku sebagai kakak mengingatkan kamu. Jangan pernah sakiti Lesha, karena kamu akan berhadapan denganku jika kamu nanti menyakiti hatinya.... "


"Aku tak akan menyakiti dan meninggalkan Lesha jika nanti ia mau menerima cintaku. Tapi aku minta jika aku sudah menjadi kekasihnya, aku tak ingin kamu terlalu dekat dengannya. Walau aku tahu kamu menyayangi lesha, tapi aku tak ingin Lesha menjadi goyah jika kamu masih ada didekatnya"


"Aku akan mencobanya tapi aku tak bisa janji. Kamu tahu bukan jika aku dan lesha sudah hidup bersama selama sepuluh tahun. Sulit bagiku untuk benar benar jauh darinya.... "


"Apa ini berarti kamu akan mencoba mendekati Alesha lagi"


"Jangan takut Kenzo, saat ini aku hanya dekat sebagai kakak dan adik.... "


"Semoga saja begitu, karena aku tidak akan pernah mundur dan menyerahkan Lesha begitu saja jika ia telah menerima cintaku. Tapi jika ia memang lebih memilihmu,aku juga tak akan menghalanginya. Karena semua pilihan aku serahkan pada Alesha "


"Maaf Kenzo, karena aku tak bisa berjanji buat menjauhi Alesha. Karena aku sudah bertekad mulai mendekati Alesha lagi agar ia bisa percaya padaku lagi dan dapat mencintai aku lagi tanpa ada keraguan. Aku melepaskan Alesha agar ia dapat mengobati luka hatinya, setelah ia tak terluka lagi aku akan kembali mencoba meraih dan menggapai hatinya kembali. Tapi aku akan bersaing denganmu secara gentle, Kenzo. Biar nanti Alesha sendiri yang akan memilih antara kamu atau aku"


Setelah jam menunjukan pukul sepuluh malam Azril pamit.


Dari apartemen Kenzo, bukannya Azril langsung pulang. Ia mampir dulu ke klub malam. Ia tak ingin pulang. Ia ingin menghabiskan malam ini di luar rumah. Ia ingin menghindar dari Tiara.

__ADS_1


**************************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini


__ADS_2