CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Empat puluh Tujuh S2


__ADS_3

Sebelum subuh Diego langsung mengendarai mobilnya kembali ke Jakarta. Ia menuju rumah kediaman Khaira, berharap istrinya kembali.


Sampai di rumah, Diego menemui bibi dan bertanya tentang Khaira. Setelah bibi mengatakan jika Azril dan Khaira tidak ada kembali , Diego menuju kamarnya dan mengganti pakaian.


Ia mengambil ransel dan mengisinya dengan baju. Diego pamit pada bibi.


"Bi, aku pergi untuk mencari Khaira. Jika Khaira kembali katakan aku ke Pekanbaru. Dan bibi segera kabari aku.Ini nomor ponselku"


Diego memberikan kartu namanya pada bibi. Ia mencoba menghubungi Khaira tapi ponselnya tak aktif.


Ketika Diego akan masuk ke mobil ponselnya berdering, Diego langsung mengangkatnya tanpa melihat layarnya.


"Sayang, kamu dimana. Pulang ya sayang. Maafkan oma, aku janji tidak akan meninggalkan kamu saat ada oma lagi. Aku tak mau pisah lagi sama kamu. Maafkan aku juga ya sayang"


"Diego...ini aku Lala. Kamu kenapa..."


Mendengar suara Lala , Diego melihat ke layar ponselnya. Ia baru sadar ternyata bukan Khaira yang menghubunginya.


"*Maaf La... aku kira tadi Khaira yang menghubungiku"


"Khaira istrimu...ia kemana, kalian bertengkar"


"Aku tak bertengkar, cuma ada kesalah pahaman sedikit. Maaf aku tak bisa cerita, ini privasi. Kamu mau apa"


"Diego, kenapa kamu belum ke kampus. Kita mau belajar kelompok lagikan. Tugas harus diantar minggu depan"


"Sampaikan maafku pada semua. Aku tak bisa hadir. Udah dulu ya, aku ada perlu*"


Diego mematikan sambungan ponselnya dan masuk ke mobil. Ia mengendarai mobilnya menuju ke bandara.

__ADS_1


"Lala...apa kata Diego. Ada apa dengannya..." tanya Antoni


"Ia minta maaf karena tak bisa belajar kelompok kali ini. Sepertinya ia sedang ada masalah dengan istrinya"


"Udahlah, itu masalah pribadinya. Kita tak usah ikut campur" ucap Antoni lagi


"Sepertinya Diego sangat mencemaskan istrinya. Apa begitu besar cinta Diego untuk istrinya itu. Beruntung banget wanita yang bernama Khaira itu"


Diego yang udah sampai di bandara langsung mencari tiket yang menuju ke Pekanbaru pada loket maskapai penerbangan. Beruntung pesawat pagi yang menuju Pekanbaru akan segera berangkat.


Diego membelinya dan segera menuju ruang tunggu. Di saat menunggu pesawat terbang, ia menghubungi maminya.


Diego mengatakan jika ia akan berangkat sebentar lagi menuju Pekanbaru. Jika ada kabar mengenai Khaira segera hubungi dirinya.


Diego membuka ponselnya melihat foto istrinya.



"Sayang, kamu di mana. Kenapa pergi tanpa kabar. Apa salahku padamu, Khaira. Apakah mencintaimu merupakan kesalahan. Kamu tahukan Khaira, aku tak bisa jauh darimu. Jika kamu memang ingin pergi juga dari hidupku, lebih baik kamu membunuhku saja Khaira. Sayang, jangan menghukumku atas kesalahan oma. Aku tahu oma emang sudah keterlaluan. Kamu bisa meminta apa saja padaku, tapi sekali lagi aku mohon ...jangan pergi dariku. Jika kamu memintaku menjauhi oma , aku akan lakukan. Aku lebih memilih menjauh dari oma dari pada kamu pergi menjauh dariku. Sayang, pulang ya. Aku merindukanmu dan bayi kita yang ada di kandunganmu. Aku mencintaimu melebihi apapun itu. Sekali lagi aku mohon, pulanglah Khaira...aku tak mau berjauhan lagi denganmu. Maafkan jika aku melakukan kesalahan. Aku akan membawamu pergi jauh dari orang orang yang tidak menyukaimu dan juga dari orang yang tidak kamu suka. Sayang....aku menunggumu. I love you more"


Diego menghapus air matanya yang jatuh setelah mengirim pesan buat Khaira. Terdengar panggilan buat keberangkatan pesawat yang menuju kota Pekanbaru.


Pesawat sampai di bandar udara Sultan Syarif Qasim. Diego menaiki taksi menuju rumah kontrakan yang pernah Khaira tempati.


Tapi rumah itu telah ditempati oleh orang lain. Diego menginap di hotel. Setelah mandi, ia menaiki taksi mengelilingi kota Pekanbaru ke tempat teman teman Khaira yang ia kenal.


Tak satupun dari mereka yang tau keberadaan Khaira. Hingga dua hari di kota Pekanbaru mencari Khaira. Tapi Diego tak juga menemukan keberadaan Khaira.


Ia akhirnya kembali ke Jakarta. Diego berharap jika Khaira sudah kembali. Tapi ia harus kecewa ketika tau Khaira tak juga dapat ia temui.

__ADS_1


Kenzo dan Hanna telah membujuk Atha, agar ia mau memberitahu dimana Khaira dan Azril saat ini. Tapi Atha tetap dengan perkataannya, jika ia tak tahu kemana papinya membawa Khaira.


Diego yang sudah seminggu mencari keberadaan Khaira tak juga bertemu istrinya.


Tubuhnya tampak sedikit kurus karena makan dan istirahat yang tak teratur.


Diego kembali ke rumah orang tuanya. Ia berjalan dengan pelan, memasuki kamarnya. Tubuhnya terasa lelah , apa lagi hatinya.


Diego duduk di lantai kamar bersandar di tempat tidur. Ia menarik rambutnya frustasi.


Hanna masuk ke kamar puteranya itu. Ia duduk di hadapan Diego.


"Diego, kamu makan ya. Lihatlah tubuhmu kurus, tak terurus. Nanti kamu bisa sakit, nak"


"Aku lebih baik sakit ,mi. Biar cepat pergi..."


"Diego, kamu tak boleh berkata begitu. Kamu tau itu dosa. Kita tak boleh berputus asa ,nak"


"Mi...Khaira kemana. Kenapa ia tega meninggalkan aku. Apa ini yang oma mau. Aku dan Khaira terpisah. Apa oma sekarang senang melihat Khaira pergi membawa buah hati kami yang ada dikandunganya. Mi...aku mau Khaira"


Diego menangis terisak sambil mengguncang kedua bahu maminya.


"Mi...bawa Khaira kembali"


Hanna tak bisa menahan air matanya. Ia tak mengira jika Diego menjadi frustasi begini. Padahal Khaira baru seminggu pergi, apa lagi jika Khaira minta pisah selamanya.


"Sayang, mami janji akan membawa Khaira kembali. Apapun akan mami lakukan untuk membuat Khaira tidak minta pisah denganmu. Jika perlu, mami akan bersujud di kaki papinya Khaira"


********************

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2