
Alesha sedang asyik dengan pekerjaannya ketika asisten pribadinya masuk. Findy asistennya Alesha mengatakan jika ada pak Azril yang akan membahas kerja sama perusahaan mereka.
Alesha meminta Findy untuk mengantar Azril ke ruang kerjanya ini. Setelah Azril duduk, Findy permisi undur diri untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Bagaimana kak , apa pembangunannya berjalan lancar"
"Lancar. Tadi kakak baru aja dari lokasi. Kamu belum pernah cek kesana...."
"Rencana besok aku mau melihat proyeknya. Aku udah pernah bilangkan, jika proyek ini sebenarnya bukan tanggung jawab aku, tapi sebagai menajer pemasaran aku akan tetap ikut andil"
"Besok kita sama sama ya ke proyeknya"
"Kak Azril sampai berapa hari di sini"
"Dua atau tiga hari..."
"Menginap di mana kakak..."
"Belum tahu, Sha" ucap Azril pelan. Ia sangat berharap Alesha mau menawarkan rumahnya buat Azril menginap
"Kalau begitu, menginap di rumah aku aja. Kakak bisa tidur di kamar biasa bunda tidur. Biar nanti bunda tidur denganku aja"
"Kamu nggak keberatan , Sha"
"Jika aku keberatan, aku nggak akan menawari kak Azril"
"Terima kasih, Sha..."
"Jika kak Azril udah nggak ada lagi yang perlu dikerjakan, kakak bisa langsung saja kerumahku. Aku harus menjemput Khaira dulu"
"Bagaimana jika kamu dan kakak sekalian jemput Khaira. Nanti mobilmu titip di kantor ini aja"
"Baiklah, tapi aku masih ada kerjaan yang harus aku selesaikan. Kira kira setengah jam lagi. Apa kakak bisa menunggu"
"Lebih lama dari itu aja kak Azril masih bisa menunggu"
Alesha mengangkat wajahnya dari berkas yang sedang dibacanya. Ia menatap wajah Azril.
"Kenapa, Sha. Kamu nggak percaya... Bukankah selama ini kakak udah menunggu buat dapat bertemu kamu lagi"
"Buat apa kakak masih menunggu"
"Karena rasa itu sampai detik ini masih ada dan akan tetap ada hanya untukmu , Alesha Zahra"
"Tapi aku nggak yakin rasa dihatiku masih sama seperti dulu"
"Kakak akan mengembalikan semua rasa itu lagi, Sha"
"Udahlah kak, aku nggak mau lagi terjebak dan terjerat lagi. Karena dihatiku masih ada tersisa rasa sakit itu"
"Sha, kakak minta maaf karena pernah menorehkan luka dihatimu. Tapi kakak benar benar menyesal melakukan itu. Kakak ingin memperbaiki sesuatu yang pernah rusak itu"
"Untuk saat ini aku masih nyaman begini, kak. Tapi aku nggak tahu kedepannya...lebih baik kita jalani saja , biarkan semua mengalir apa adanya..."
"Baiklah , Sha. Kakak hanya ingin kamu tahu jika hati dan perasaan kakak masih seperti dulu buat kamu,sama seperti saat kakak belum menorehkan luka yang dalam dihatimu"
__ADS_1
"Terima kasih kak, karena masih menyimpan rasa yang sama untukku. Maaf aku mau lanjutkan pekerjaanku. Nanti bisa nggak selesai karena mengobrol terus"
Alesha kembali mencoba berkonsentrasi dengan pekerjaannya lagi. Ia mengabaikan semua ucapan Azril tadi.
Azril memperhatikan setiap yang dilakukan Alesha. Ia terus saja memandangi wajah Alesha tanpa kedip. Alesha sesekali memberikan senyumannya untuk mengurangi rasa gugup karena Azril yang terus saja memandangi dirinya.
Setelah hampir satu jam barulah Alesha selesai dengan semua berkas berkasnya.
"Jadi molorkan, itu karena kak Azril mengajak aku ngobrol" ucap Lesha sambil merapikan semua berkas yang ada di mejanya. Alesha lalu menyimpannya dan setelah semua rapi ia berdiri dari kursinya.
"Nggak apa, Sha. Kakak juga nggak lagi terburu"
"Kakak emang nggak lagi terburu, tapi kita bisa telat jemput Khairanya"
"Astaga ,Sha. Kakak baru ingat jika kita harus menjemput Khaira"
"Mari kak, takut Khaira menunggu lama"
Azril berjalan sejajar dengan Alesha keluar dari ruang kerjanya. Karyawan banyak memandang heran ke arah Alesha yang tampak sanagt akrab dengan Azril.
Alesha menitipkan mobilnya pada satpam perusahaan. Dan memberikan kunci mobilnya takut nanti diperlukan.
Setelah itu ia berjalan mengikuti Azril menuju mobilnya. Azril langsung menjalankan mobilnya sesuai arahan dari Alesha.
Sampai di sekolah Khaira tampak ia telah menunggu Alesha depan kelasnya ditemani seorang guru.
"Nggak apa bu. Belum lama kok pulangnya. Ini ayahnya Khaira ya" tanya bu guru melihat ke arah Azril
"Bukan bu guru, tapi papi" ucap Khaira dan langsung berlari memeluk Azril. Azril langsung jongkok dan mengecup pipi Khaira
"Papinya Khaira. Mirip banget sama Khaira" gumam guru Khaira
"Papi jemput Khaira , mau kemana" tanya Khaira sambil terus memeluk Azril
"Kita mau beli ayam goreng sekeranjang"
"Betul papi, beli ayam banyak ya...."
"Iya, tapi harus Khaira makan sampai habis ya"
"Oke ,papi..."
"Maaf bu, kami pamit dulu. Terima kasih karena telah menemani Khaira menunggu"
"Sama sama bu, itu memang sudah kewajiban kami."
"Terima kasih bu..."ucap Azril dan menggendong Khaira
"Terima kasih bu, Khaira pamit pulang. Selamat sore..."
"Selamat sore, Khaira. Hati hati..."
__ADS_1
"Oke, bu..." ucap Khaira riang
Azril membawa Khaira masuk ke mobil. Ia duduk di samping Azril,sedang Alesha duduk di jok belakang mobil.
Mereka menuju ke salah satu mall di kota Cirebon. Azril membawa Khaira ke pusat permainan yang ada di dalam mall.
Setelah puas bermain , Azril membawa Khaira dan Alesha ke salah satu restoran. Mereka makan sebelum akhirnya pulang. Azril sudah menghubungi bunda mengabarkan jika ia mengajak Khaira dan Alesha pergi, agar bunda tak kuatir karena Alesha pulang telat.
Azril membeli ayam goreng dan kentang, biat di bawa pulang. Karena ia tahu Khaira sangat doyan makanan itu.
Baru aja mobil Azril memasuki halaman, terdengar suara ponsel Alesha berdering. Alesha mengambil ponselnya yang ada di tad. Dan melihat nama Kenzo sebagai penelpon.
"Kak, aku angkat telepon dulu. Kakak dan Khaira masuklah dulu"
Azril masuk bersama Khaira. Sebenarnya Azril sempat melihat nama Kenzo di ponsel Alesha.
"Kenapa Kenzo menghubungi Alesha. Apakah mereka memang sering berhubungan lagi sejak bertemu lagi"
Alesha menyentuh tombol hijau di ponsel yang dipegangnya dan terdengar suara Kenzo.
"Sha, kamu ada di rumah..."
"Iya kak, kenapa"
"Aku saat ini sedang menuju kerumahmu. Bolehkan, Sha"
"Tentu saja boleh kak...kenapa kakak ke Cirebon"
"Emangnya kenapa kamu tanyakan itu, katanya kak Kenzo boleh kapan aja jika ingin bertemu Khaira"
"Iya kak. Aku cuma pengen tahu, kakak sengaja ke Cirebon ingin bertemu Khaira atau sekalian karena ada kerjaan"
"Kakak memang sengaja ke Cirebon karena kangen Khaira , Sha"
"Kakak udah dimana. Bisa ke sini sendiri atau aku jemput"
"Nggak usah ,Sha. Kakak bisa sendiri. Kan ada GPS , Sha"
"Baiklah, kak. Hati hati"
"Ya , Sha. Kamu mau kak Kenzo belikan apa , Sha. Atau Khaira mau dibelikan apa. Biar nanti sekalian kakak belikan"
"Nggak usah kak. Yang penting kak hati hati. Jangan ngebut..."
"Oke, Sha. Udah ya , Sha. Kakak jalan lagi nih"
"Iya kak..."
Alesha mematikan sambungan ponselnya. Ia berjalan perlahan masuk ke dalam rumah.
"Bagaimana ini, ada kak Azril juga di sini. Aku nggak mungkin meminta kak Azril pergi. Aku yang menawarkan tadi untuk ia menginap. Dan aku juga tak mungkin melarang kak Kenzo ke rumah. Nanti ia bisa salah paham"
*******************
Terima kasih. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Semoga amal ibadah kita diterima Allah.....🙏🙏
__ADS_1