
Kenzo akhirnya tertidur di tepi ranjang Alesha sambil terus menggenggam tangannya.
Alesha yang mulai sadar,perlahan membuka matanya. Ia melihat ada seorang tertidur sambil menggenggam tangannya.
Alesha langsung menarik tangannya,ia mengira Azril yang tidur di samping tempat tidur itu.
Kenzo yang merasa genggaman tangannya dilepas, terbangun dan melihat Alesha yang telah sadar.
"Kak Kenzo...."ucap Alesha pelan
"Iya, Sha. Akhirnya kamu sadar"ucap Kenzo sambil memeluk Alesha
"Kak Kenzo...."ujar Alesha dan langsung menangis
"Sudah...jangan banyak bicara dulu. Sekarang apa yang kamu rasakan. Apa ada yang sakit,dimana sakitnya..."
"Kak...aku sudah tak pantas sama kak Kenzo..."
"Udah ,Sha...kak Kenzo bilang jangan banyak bicara ,kakak nggak mau kamu sakit lagi"
"Kak...aku nggak bisa menikah dengan kakak"
"Lesha...aku mohon,jangan bicara dulu. Sekarang yang penting kamu sehat...apapun yang terjadi kita akan tetap menikah"
"Tapi kak..."
Kenzo langsung menutup mulut Alesha dan air matanya sudah tak bisa ia tahan lagi. Kenzo menangis. Begitu juga Alesha dipelukan Kenzo tak bisa menahan tangisnya.
Alesha terdiam melihat kesedihan Kenzo. Ia tak ingin menyakiti Kenzo lagi.
Setelah dokter memeriksa keadaan Alesha dan menyatakan jika ia sudah tak apa apa lagi,perawat datang membawa makanan buat Alesha.
Kenzo membantu Alesha buat duduk bersandar dengan bantal. Kenzo menyuapi Alesha.
"Sha, nanti sore kamu pindah rumah sakit ya"
"Kenapa kak...."
"Nggak ada, kak Kenzo nggak biasa di rumah sakit ini..."
"Baiklah , kak. Terserah kakak aja"
"Maafkan kak Kenzo, Sha. Kakak harus membawa kamu menjauh dari Azril. Kakak nggak mau nanti Azril menjadikan alasan ia yang telah menodai kamu buat kembali lagi padamu. Kakak juga dari pertama kamu bercerai dari Azril,sudah mau menerima kamu apa adanya. Jadi tak masalah bagi kak Kenzo jika kamu telah di nodai Azril"
__ADS_1
##################
Sore harinya Kenzo mengurus kepindahan Alesha ke rumah sakit milik salah seorang keluarganya. Di rumah sakit itu Kenzo bisa menutupi identitas Alesha agar tidak ada yang tahu keberadaannya.
Azril yang merasa bersalah kembali mendatangi rumah sakit untuk bertemu Alesha. Ia kaget melihat ruang Alesha telah kosong. Azril lalu pergi ke informasi menanyakan keberadaan Alesha.
"Maaf mbak, pasien atas nama Alesha Zahra yang berada di kamar VIP ....dipindahkan kemana ya"
"Tunggu sebentar pak, kami cek dulu."ucap wanita itu dan mencari informasinya.
"Maaf pak...pasien atas nama Alesha Zahra sudah keluar kemarin sore dari rumah sakit ini"
"Apa ia telah sembuh..."
"Belum pak, ia dipindahkan keluarganya ke rumah sakit lain"
"Boleh saya tahu di rumah sakit mana ia dipindahkan"
"Maaf pak, kami nggak tahu...."
"Tolonglah mbak...beri tahu saya di mana ia dipindahkan"
"Sekali lagi maaf pak, kami nggak tahu"
"Sama sama pak...."
Azril berjalan meninggalkan rumah sakit itu. Ia tak tahu harus mencari kemana Alesha. Rumah sakit terlalu banyak,apa ia harus mendatangi satu persatu rumah sakit.
Azril memberanikan diri menghubungi Kenzo, ia harus bertemu Alesha. Karena ia tidak akan pernah tenang sebelum bertemu Alesha.
"Masih berani kamu menghubungi aku, ada perlu apa...."
"Aku mau menanyakan dimana Alesha di rawat"
"Buat apa...aku sudah katakan padamu,jangan pernah kamu temui Alesha lagi untuk selamanya"
"Kenzo...aku mohon. Izinkan aku bertemu, sekali saja. Aku ingin minta maaf pada Alesha. Setelah itu aku janji tidak akan mengganggu Alesha lagi, aku tak akan menemuinya lagi"
"Maaf Azril...aku tak percaya janjimu..."
Kenzo mematikan sambungan ponselnya dan kembali ke kamar rawat Alesha. Ia melihat wanita yang sangat di cintainya itu sedang termenung.
"Sha...kamu lagi mikir apa."
__ADS_1
"Kak...aku mau cerita sama kakak"
"Cerita apa...."
"Kak...malam itu kak Azril datang ke apartemenku. Ia diantar salah seorang bartender. Kak Azril datang dalam keadaaan mabuk...."
Alesha menghentikan ucapannya dan menarik nafas kasar.
"Kak..malam itu kak Azril telah melakukan tindakan jahat dan kejam padaku ...ia...ia..."
Alesha tidak bisa meneruskan ucapannya ,ia menangis terisak. Kenzo membawa Alesha ke dalam pelukannya.
"Sudahlah , Sha. Kamu nggak harus menceritakan semua itu. Kamu jangan pikirkan semua itu lagi..."
"Kak...bagai mana mungkin aku tak memikirkannya. Bayangan kejadian malam itu selalu menghantuiku. Aku takut kak"
"Kamu nggak usah takut, kak Kenzo akan selalu menemani kamu. Kak Kenzo tak akan pernah meninggalkan kamu lagi"
"Tapi kak, aku sudah tak pantas buat kakak. Aku sudah tak suci lagi"
"Lesha...kakak mencintai kamu . Kak Kenzo akan menerima kamu apa adanya. Kakak tidak akan meninggalkan kamu apapun keadaan kamu"
"Apa kak Kenzo tahu, apa yang telah kak Azril lakukan padaku"
"Iya...kakak tahu"
"Kenapa kakak masih manerimaku. Aku tak bisa kak. Kakak masih bisa mendapatkan wanita yang lebih baik, aku tak pantas lagi bersama kak Kenzo"
"Siapa yang pantas buat mendampingi kakak, hanya kak Kenzo yang bisa tahu dan tentukan. Bagi kakak kamu sangat pantas buat kakak. Jadi tak ada alasan lagi bagimu jika kamu merasa dirimu tak pantas. Tapi jika kamu yang memang tak mau dan tak ingin bersama kakak lagi kakak bisa apa. Cinta itu tak bisa dpaksakan. Jika memang kamu yang mau pergi dari kakak, kak Kenzo tak bisa menahannya...."
"Kak...aku takut kak Kenzo nantinya menyesal karena menikah denganku. Aku tak mau ggal buat kedua kalinya."
"Yang memilih kamu adalah kakak, mengapa kakak harus menyesal. Selama kamu berjanji setia di samping kak Kenzo , kakak tak akan pernah menyesal memilih kamu"
"Bagaimana orang tua kak Kenzo , apa ia masih bisa menerima aku seandainya mereka tahu keadaanku saat ini , kak"
"Mami dan papi itu biarlah menjadi tanggung jawabku buat menghadapinya. Tapi aku yakin papi dan mami tidak akan mempermasalahkannya"
"Kak Kenzo...kakak baik banget"
"Alesha...aku mencintaimu. Hanya itu yang perlu kamu ingat. Dan aku harap kamu bisa membalas cintaku suatu saat nanti. Aku tahu saat ini hatimu masih dipenuhi oleh Azril. Tapi aku tak akan berhenti berusaha membuat kamu suatu saat nanti mencintai aku dan menulis namaku dihatimu..."
*********************
__ADS_1
Terima kasih