CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Tiga puluh Dua


__ADS_3

CINTA ITU JATUH, BUKAN KITA YANG MEMILIH TEMPAT DIMANA IA AKAN JATUH.


DAN JIKA TUHAN MENTAKDIRKAN KITA BERPISAH YAKINLAH DIBALIK ITU SEMUA TERSIMPAN SUATU MAKSUD.


CINTA ITU ADALAH PERJUANGAN, JIKA HANYA AKU YANG BERJUANG SENDIRI IA TAK AKAN BISA BERTAHAN.


Setelah mandi, Alesha dan Dita menuju apartemen Kenzo. Apartemen Kenzo yang ia tempati saat ini besarnya dua kali apartemen yang Alesha tempati. Kenzo memang memesan khusus.


Alesha menekan bel apartemen.


"Sha, kan kamu tahu kode masuk apartemen kak Kenzo, mengapa harus menekan bel dulu sih. Masuk aja langsung"


"Nggak sopan ah, Dit. Masa main masuk aja, nggak tahu mereka nanti sedang apa"


"Kamu tuh kebanyakan mikir. Bilang berapa kode masuknya"


"Sudah ah, itu ada yang berjalan menuju pintu"


"Masuk aja Sha, napa harus bunyikan bel sih"


"Tau nih bos, istrinya sopan banget "gerutu Dita


"Istri, istri siapa Dit"tanya Lesha


"Kamu tuh, kan istri nya bos... "


"Dita.. nggak boleh sembarangan bicara. Nanti ada yang dengar, bisa salah paham"


"Bos nggak marah tuh aku bilang kamu istrinya"


"Kamu Dit, senang banget usilin Lesha "ucap Kenzo


"Masak apa bos. Wangi benar nih baunya. Kok langsung masak aja. Kan buat makan siang"


"Ini sudah jam sepuluh, nanti kalau sudah matang ,kan tinggal mau makan kapan aja .. "ujar Kenzo menuju dapur


"Aku bantu ya kak"


"Nggak usah Lesha, kamu duduk aja. Aku nggak biasa masak ditemani bidadari"


"Gombal banget sih, bos"


Setelah masak Kenzo membawa mereka menuju ruang bioskop mininya.


"Mau menonton film apa, action, horor atau komedi"tanya Kenzo


"Percintaan aja bos, biar romantis. "


"Oke, sesuai permintaan "ucap Kenzo dan memilih salah satu film romantis koleksinya


Ruangan bioskop milik Kenzo memiliki pendingin yang cukup terasa. Lesha yang nggak tahan dingin dan juga karena tubuhnya yang nggak sehat meringkuk disudut sofa.


Kenzo yang melihat itu berdiri mengambil selimut dan menyelimuti tubuh wanita yang sangat ia cintai.


"Dingin banget ya Sha, kakak kecilin ya AC nya"


"Nggak usah kak, nanti Dita dan kak Juna kepanasan. Ini karena aku kurang sehat aja"ucap Lesha melihat Dita dan Juna yang sedang asyik menikmati film sambil berpelukan di sofa yang satunya.


"Mau duduk sambil kak Kenzo peluk juga"ucap Kenzo dan membawa tubuh Lesha bersandar di dadanya. Lesha memandangi wajah Kenzo yang jaraknya hanya sejengkal dari wajahnya. Kenzo mengecup pipi Lesha.


"Kakak... "hanya itu yang Lesha ucapkan, ia malu. Nggak pernah ada lelaki lain selama ini yang berani menyentuhnya kecuali Azril


"Tidurlah, nanti jika jam makan siang. Aku bangunkan"ucap Kenzo membawa kepala Lesha kedalam dadanya.


Dita dan Juna pura pura nggak melihat apa yang dilakukan Kenzo. Ia ingin Alesha lebih dekat dengan Kenzo. Dita tak ingin sahabatnya itu masih terpuruk dalam bayangan Azril.

__ADS_1


Entah mengapa Lesha merasa nyaman berada di pelukan Kenzo hingga akhirnya ia tertidur. Tadi malam ia memang kurang tidur, sehingga matanya mengantuk.


Kenzo mengusap rambut Alesha dengan penuh kasih sayang.


"Lesha aku ingin kamu setiap saat berada dalam pelukanku seperti saat ini. "


Ketika saatnya makan siang, Dita menghampiri Kenzo.


"Bos, ini sudah jam makan siang, perutku lapar nih."


"Kamu dan Juna makan duluan deh, aku tunggu Lesha bangun aja"


"Nggak pegal emangnya bos, meluk Lesha selama itu"


"Jika yang dipeluk orang yang disayang,mana ada terasa pegalnya Dit, walau harus memeluk sampai pagi"ujar Juna ngeledek


"Kamu sebentar aja aku bersandar, sudah ngomong pegal. Berarti kamu nggak sayang ya sama aku "


"Kamu berat sayang... "


"Apaaa... emang aku gendut "protes Dita


"Bukan gendut sayang, tapi berat"


"Apa bedanya sih.. "gerutu Dita


Kenzo dan Juna tanpa sadar tertawa terbahak melihat Dita yang marah. Mendengar suara tertawa mereka membuat Alesha membuka matanya.


Alesha langsung membenarkan posisi duduknya melihat Dita dan Juna yang berdiri dihadapannya.


"Gimana Sha, nyaman ya tidur didada Bos"


"Dita, kamu ngomong apa sih"ucap Lesha malu dengan wajah yang memerah


"Hhhhaaaa, masa sih"ucap Lesha mendekati Kenzo dan meraba dadanya mencari yang basah akibat ilernya


"Sha, jangan terlalu meraba, nanti ada yang bangun"ujar Juna


"Siapa yang bangun kak"ucap Lesha polos


"Jangan mesum ya, mesti Lesha nih janda, tapi ia masih perawan, masih bersegel, ia masih polos nggak tahu tentang itu si adik kecil yang bangun"ucap Dita tanpa sadar.


Kenzo dan Juna yang baru tahu jika Lesha masih perawan langsung kaget dan tampak bengong.


"Dita.. "


"Maaf Sha, keceplosan "ucap Dita menutupi mulutnya.


"Kamu nggak pernah berhubungan badan dengan Azril"cicit Kenzo


"Kak Kenzo, aku lapar banget "ucap Lesha mengalihkan pembicaraan


"Ayo, makan. Nanti maag kamu kambuh lagi kalau dibiarin lapar"ujar Kenzo.


"Jadi kamu masih belum tersentuh oleh Azril, Sha. Aku nggak tahu jika Azril bisa juga mengacuhkan kamu sampai segitunya. Kamu pasti sakit hati banget melihat Azril berhubungan badan, sementara kamu istri sahnya saja enggan Azril sentuh. Kamu lelaki bodoh Azril. Aku tahu siapa itu Tiara. Ia mantan kekasih temanku. Mereka dulu tinggal bareng. Aku tahu ceritanya dari teman aku. Kamu lebih memilih Tiara yang telah tersentuh beberapa lelaki dari pada Lesha yang jelas belum tersentuh sekalipun oleh lelaki"


Mereka makan berempat dengan diam, semua larut dengan pikiran mereka masing masing.


Setelah makan siang, Dita dan Juna pamit. Alesha juga ikutan pamit. Ia tak mau berduaan dengan Kenzo, ia belum siap jika Kenzo menanyakan lagi soal hubungannya dengan Azril.


Sampai di apartemen, Lesha langsung masuk kamar.


"Dasar Dita ember, ngapain sih itu diomongin. Aku kan jadi malu dengan kak Kenzo"


####################

__ADS_1


Pagi harinya seperti biasa Kenzo dan Alesha pergi ke kantor bareng.


"Lesha, kak Kenzo mau tanya.... "


"Udah kak, jangan tanya yang kemarin. Aku malu jika bicara itu"ucap Lesha memotong ucapan Kenzo


"Maksud kamu bicara apa, Sha"


"Kak Kenzo mau tanya apa yang diucapkan Dita kemarinkan, mengapa aku tidak pernah berhubungan badan dengan kak Azril"


"Bukan Lesha, aku nggak akan tanya itu. Jadi kamu malu karena itu, kamu kira aku tanya itu"


"Ya... kakak mau meledek aku"


"Ngapain aku ngeledek kamu, malahan aku senang dengar itu"


"Kenapa kak Kenzo senang dengarnya"


"Ada deh.. "


"Jadi kak Kenzo tadi mau tanya apa.... "


"Apa Dita sudah ngomong kalau kamu akan kak Kenzo jadikan sekretaris kakak"


"Belum.... "


"Anak itu, sudah kakak minta ia tanya kamu kemarin. Masih aja pelupanya nggak hilang hilang, kamu mau jadi sekretaris kakak"


"Apa aku pantas kak"


"Tentu saja, kamu juga lulusan manajemen dengan nilai tinggikan"


"Jika kak Kenzo pikir aku mampu, aku akan mencobanya. Aku akan berusaha menjadi sekretaris yang baik buat kak Kenzo"


"Baiklah, mulai hari ini kamu satu ruangan dengan kak Kenzo ya"


"Oke, Bos... "Ucap Lesha memberi hormat sambil tersenyum


"Gitu dong, senyum. Jangan sedih terus"ucap Kenzo sambil mengacak rambut lesha


"Kak Kenzo,nanti rambutku kusut"


"Nanti Kak Kenzo bantu sisir di kantor"


"Idih, emang aku anak kecil dibantuin sisir rambut"


"Jadi maunya apa, kakak cium rambutnya"


"Nggaklah...kakak memandang ke depan aja, jangan pandangi aku terus"ujar Lesha, ia malu Kenzo memandanginya terus


"Kamu cantik Lesha"


"Kak Kenzo baru sadar"


"Sudah lama sih, cuma kamu aja yang nggak pernah menyadari kehadiran kakak"


"Kak Kenzo, aku janji... mulai hari ini aku akan belajar menyadari arti hadir kakak"


"Terima kasih Lesha, kak Kenzo senang banget mendengarnya.... "


Kenzo mengendarai mobilnya dengan hati yang senang. Karena ia sudah mendapatkan lampu hijau dari Alesha untuk ia mengenali wanita itu lebih dekat lagi.


********************


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2