
Malam harinya Alesha menyiapkan makan malam yang cukup banyak. Ia ingin menghabiskan waktunya yang hanya tiga hari lagi bersama Kenzo dengan meninggalkan kesan yang baik.
Kenzo pulang kerja melihat Alesha yang di dapur langsung menghampirinya dan memeluknya dari belakang.
Alesha membalikkan badannya dan mengalungkan tangannya di leher Kenzo lalu ******* dengan lembut bibir Kenzo.
Kenzo yang awalnya kaget, karena tak biasanya Alesha yang memulai menciumnya. Ia lalu membalas lum*tan bibir Alesha,ciuman yang awalnya lembut akhirnya saling menuntut.
Alesha menahan air matanya ketika membalas ciuman Kenzo. Setelah cukup lama mereka saling berpagutan, akhirnya Alesha melepaskan ciuman mereka karena ia yang sudah merasa sesak.
Alesha memeluk tubuh Kenzo erat dan meletakan kepalanya di dada bidang suaminya itu.
"Terima kasih kak, atas semua yang pernah kakak lakukan untukku dan Khaira"
"Kakak melakukannya dengan ikhlas dan senang hati. Kamu nggak perlu mengucapkan terima kasih"ucap Kenzo mengusap rambut Alesha
"Aku beruntung mengenal dan menjadi istri kakak"
"Kakak juga beruntung memiliki istri seperti kamu"
Kenzo melepaskan pelukan Alesha. Dan menjauhkan tubuh Alesha agar tercipta jarak dan ia bisa melihat wajah Alesha.
"Kamu kenapa sayang. Seperti kamu akan meninggalkan aku aja"
"Kenapa kakak berpikiran begitu. Ini aku tadi pengen masak yang spesial. Karena tadi lihat di tivi ada istri yang masak banyak buat suaminya"ucap Alesha mengalihkan pembicaraan
"Kalau nggak lihat tivi tadi, kamu nggak mau masak yang spesial buat suaminya"
"Aku akan masak yang spesial terus buat suami aku tercinta"
"Tumben hari ini mommy gombal"
"Masa daddy aja terus yang gombal"
"Khairanya mana mom...."
__ADS_1
"Lagi main di kamar..."
Alesha memang membiarkan Khaira bermain di lantai yang beralaskan kasur tipis dan Lesha meletakan mainan di kasur itu.
Kenzo masuk ke kamar dan melihat Khaira yang sedang merangkak meraih mainannya.
"Sayang daddy, apa kabar. Belum satu hari nggak ketemu , udah kangen daddy nih"
Alesha mendengar ucapan Kenzo menjadi sedih.
"Maaf kak...kami akan pergi meninggalkan kakak. Ini semua demi kebaikan kakak. Aku tak mau hubungan kakak dan mami putus karena aku dan Khaira"
Malam harinya ketika tidur , Alesha memeluk erat tubuh Kenzo. Ia membenamkan wajahnya di dada Kenzo. Ia ingin memeluk Kenzo untuk terakhir kalinya.
"Kak, maafkan aku harus mengambil keputusan ini. Semoga kelak jika aku telah pergi, kak Kenzo mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dariku. Kak Kenzo pria yang baik, pasti banyak wanita yang baik juga yang mau menerima kakak. Aku doakan dengan tulus kakak dapat wanita yang benar benar mencintai kakak. Maafkan aku, hingga saat ini belum dapat mencintai kakak...."
Kenzo mengusap punggung Alesha dan mengecup rambut Alesha dengan lembut.
"Alesha , apa yang akan kamu lakukan jika kamu harus memilih antara aku atau Khaira. Aku tak bisa pisah denganmu ataupun dengan Khaira. Aku ingin tetap bersama kalian berdua"
Mereka akhirnya tertidur dengan posisi saling memeluk.
Sudah tiga hari sejak hari yang dijanjikan oleh Mami buat Alesha meninggalkan Kenzo. Mami datang dengan tiket yang telah dibelinya.
"Ini tiket kamu dan Khaira...."
"Mi, maafkan aku jika selama aku menjadi istri kak Kenzo aku banyak melakukan kesalahan. Dan juga maafkan aku yang telah membohongi mami dan papi selama ini"
"Mami sudah maafkan. Mami juga minta maaf karena harus memisahkan kamu dan Kenzo. Ini semua demi kebaikan Kenzo. Kamu tahukan Kenzo anak kami satu satunya, kami hanya inginkan yang terbaik buat Kenzo"
"Iya, mi. Aku mengerti. Sampaikan maafku buat papi..."
"Ini papi ada menitipkan sedikit uang buat biaya hidup kamu sebelum mendapatkan pekerjaan"
"Nggak usah mi, aku masih memiliki simpanan dari deposito kedua orang tuaku"
__ADS_1
"Mami dan papi harap kamu mau menerima ini. Jika kamu tak mau mengambilnya kami akan merasa sangat bersalah. Jadi jangan menolaknya"
"Baiklah mi. Terima kasih...."
Mami mengantar Alesha dan Khaira sampai naik ke kapal yang membawanya menuju pulau Batam.
Alesha memeluk mami dan memohon maaf sekali lagi. Mami mencium Khaira sebelum mereka naik ke kapal.
"Maafkan oma Khaira....oma sebenarnya juga menyayangi kamu. Tapi oma tak bisa terima jika ternyata kamu bukan darah daging Kenzo."
Mami melihat kapal itu berangkat sampai jauh , barulah ia meninggalkan pelabuhan.
Sementara itu di dalam kapal Alesha tidak bisa menahan air matanya. Ia terus memandangi kota Singapura sampai hilang dari pandangannya.
"Selamat Tinggal daddy...selamat tinggal Singapura. Semoga kelak kita bertemu, daddy telah bahagia dengan wanita yang disukai mami. Aku dan Khaira tidak akan melupakn semua yang pernah daddy lakukan buat kami."
Sementara itu di tempat kerjanya , Kenzo merasa gelisah. Ia tak bisa berkonsentrasi.
"Kenapa pikiran aku selalu pada Khaira dan Alesha. Apa terjadi sesuatu. Tapi tak mungkin Alesha tak mengabari jika terjadi sesuatu. Aku tak boleh banyak berpikir"
Kenzo kembali larut dalam pekerjaannya. Setelah semua berkas yang perlu ditanda tangani selesai, ia langsung pulang. Ia masih terus kepikiran Alesha dan Khaira.
Saat ini jam telah menunjukan pukul satu siang. Kenzo pulang selain karena ingin membuat kejutan juga karena perasaannya yang tak enak.
Kenzo membuka pintu apartemen. Ia merasa heran karena apartemennya tampak sunyi. Kenzo mencari keberadaan Alesha dan Khaira. Setelah mencari keseluruh apartemen tak dapat menemui Alesha , Kenzo menjadi makin kuatir.
Kenzo duduk di tepi ranjang, matanya melihat ke arah nakas di samping tempat tidur. Tampak selembar kertas yang ada tulisannya. Kenzo mengambil dan membacanya.
"Daddy....saat daddy membaca surat ini mungkin mommy dan Khaira sudah pergi jauh meninggalkan Singapura. Maafkan mommy dan Khaira karena harus meninggalkan daddy. Semua ini mommy lakukan demi kebaikan daddy. Mommy tak mau kehadiran mommy dan Khaira akan membuat hubungan daddy dan oma menjadi renggang. Kami harap daddy bisa memahami keputusan yang mommy ambil. Semoga kelak mommy dan Khaira bisa bertemu daddy lagi. Semua kebaikan daddy pada mommy dan Khaira tidak akan pernah kami lupakan. Terima kasih atas semua yang daddy pernah lakukan. Semoga Tuhan membalas kebaikan daddy , dan membuat daddy bahagia selamanya. Peluk sayang dan cium dari mommy dan Khaira. Maafkan mommy karena belum bisa membalas cinta daddy yang begitu besarnya..."
Kenzo meremas surat yang telah dibacanya. Ia berdiri dan memeriksa lemari. Tampak baju Alesha yang hanya tinggal sebagian, begitu juga baju Khaira.
Kenzo langsung berlari menuju basemant tempat mobilnya terparkir. Ia memacukan kendaraannya menuju bandara.
"Semoga kamu dan Khaira masih ada dibandara. Apa yang kamu pikirkan Lesha. Jadi ini sebabnya beberapa hari ini kamu bersikap berbeda padaku. Mengapa aku tak menyadari perubahan sikapmu itu. Seharusnya aku tahu, itu semua kamu lakukan pasti karena ada sesuatu. Apa mami yang meminta kamu pergi . Atau ini memang keinginan kamu sendiri. Lesha ...aku tak mau kehilangan kamu"
__ADS_1
**********************
Terima kasih