
Sudah lebih dari satu bulan sejak kejadian Azril melecehkan Alesha. Ia tidak jua dapat menemui Alesha .
Azril sudah kembali bekerja diperusahaan pak Anthony, dengan sekretaris baru. Tiara tak berani mendekati Azril, karena ia selalu mengancam Tiara jika masih mengganggu dirinya,maka ia tak akan segan menyebarkan videonya yang berhubungan badan dengan Pak Anthony.
Sementara Alesha saat ini tinggal di villa milik keluarga Kenzo. Kenzo tetap dengan kegiatannya di kantor dan menyiapkan pesta pernikahannya.
Kenzo memasuki villanya dengan senyum yang terkembang.
"Selamat sore, Sha. Lagi makan apa nih"ucap Kenzo melihat Lesha yang sedang asyik makan rujak.
"Aku tadi lihat ada mangga muda. Minta buatkan rujak dengan bibi. Kakak mau, enak banget nih kak"
"Asam banget itukan , Sha. ..."
"Nggak ah...enak"
"Nggak pedas Sha, lihat sambalnya banyak banget...."ucap Kenzo sambil menelan air liurnya.
"Kak...gimana kerjaan. Dita apa kabar kak, aku kangen ..."
"Sebentar lagi kita pesta, pasti kamu ketemu"
"Maaf kak, aku nggak bantu..."
"Nggak apa , Sha. Yang penting kamu sehat aku sudah sangat senang"
"Kak...aku pengen banget makan pecal sayur ..."
"Kamu bisa minta buatkan bibikan"ucap Kenzo duduk disamping Alesha.
"Aku pengennya yang dekat seberang apartemen kak Kenzo itu"
"Kenapa nggak ngomong tadi. Bisa kak Kenzo bungkuskan..."
"Besok kalau kak Kenzo ke sini, bisa tolong belikan"
"Bisalah. Apa sih yang nggak bisa kakak lakukan buat kamu... Tapi kamu kayak orang ngidam aja , Sha"ucap Kenzo sambil mengacak rambut Alesha
"Kak..."
"Kenapa..."
"Aku takut jika memang aku hamil..."gumam Lesha
Mendengar ucapan Lesha, Kenzo jadi terdiam.
"Apa mungkin Alesha memang hamil. Karena sudah seminggu ini nafsu makannya bertambah, dan ia senang banget makan buah yang asam dan juga makan pedas. Itu bukan kebiasaan Alesha"
"Kak...bagaimana jika aku memang hamil"ucap Lesha sambil menangis
"Lesha...kak Kenzo sudah katakan ,apapun itu yang terjadi ,kak Kenzo akan tetap menikahi kamu"
__ADS_1
"Tapi ini tak adil buat kakak. Aku tak bisa melakukan ini. Aku merasa sangat jahat jika aku tetap menikah dengan kakak. Kakak berhak mendapatkan yang lebih baik dariku"
Kenzo memegang bahu Lesha dan menghadapkan mukanya ke hadapannya.
"Lesha...kakak yang mau melakukan semua ini. Kamu tak boleh merasa bersalah begini. Kakak akan bertanggung jawab atas kehamilanmu jika itu memang terjadi. Kakak yang akan menjadi ayah buat anakmu..."
"Tapi kak...aku akan terus dihantui rasa bersalah jika aku membuat kak Kenzo yang bertanggung jawab atas semua yang aku alami"
"Sha...aku mohon biarkan aku tetap menikahimu. Aku akan menerima semua kelebihan dan kekuranganmu, Sha. Nanti kita ke dokter ya periksa untuk pastikan semuanya"
"Kak...aku takut"
"Apa yang kamu takutkan, Sha"
"Aku takut jika aku memang hamil"
"Sha...dengarkan ya, kamu hamil atau tidak hamil kita akan tetap menikah. Dan kakak mau kamu tidak membahas ini lagi, kak Kenzo mohon..."
"Iya , kak...."
"Kak Kenzo ...kakak terlalu baik. Aku takut nanti kak Kenzo menyesal akhirnya menikah denganku . Aku takut nanti setelah aku mencintaimu, kamu meninggalkan aku. Aku takut setelah aku nyaman bersamamu, kamu menjauh dariku"
######################
Malam harinya Kenzo membawa Lesha ke dokter keluarganya. Ia membuka klinik tak jauh dari villa.
Kenzo sudah menghubungi dokter itu dan berjanji jam tujuh malam ini menemuinya.
Sampai di klinik Kenzo membawa Alesha masuk ke ruang kerja dokter Chandra.
"Selamat malam...silakan duduk ,Ken"
"Ya, om . Terima kasih"
"Apa yang bisa om bantu"
"Om...kenalkan ini calon istriku...Alesha"
"Alesha..."ucap Alesha menyalami tangan om Chandra.
"Om Chandra...apa yang bisa om bantu nih"
"Ini om, calon istri aku nih ingin periksa kehamilannya..."
"Maksud kamu...ah sudahlah,om bisa mengerti dengan pergaualan anak anak sekarang. Alesha ...kamu bisa tampung air seni kamu di botol ini ya"
"Iya ,om..."
Alesha dibantu perawat menuju ke kamar mandi. Ia masuk ke kamar mandi itu dengan pikiran yang tak menentu. Alesha dengan ragu akhirnya menampung air seninya dan memberikan ke perawat yang menunggu di depan pintu kamar mandi.
Alesha kembali ke tempat duduknya sambil menunggu hasil dari perawat tadi.
__ADS_1
"Ini dok ..hasilnya"ucap perawat memberi testpack dari air seni Alesha.
"Bagaimana om..."
"Selamat ya, Kenzo. Kamu akan menjadi seorang ayah"ucap om Chandra.
Mendengar ucapan Om Chandra Alesha dan Kenzo jadi terdiam. Terutama Lesha ,ia tampaj sangat terpukul menerima kenyataan jika ia mengandung anak Azril.
"Ya Tuhan ...apa yang harus aku lakukan. Aku tak mungkin menikah dengan kak Kenzo...tapi jika aku membatalkan pernikahan ini, kak Kenzo pasti juga akan sedih. Tuhan...beri aku petunjukmu"
"Sekarang kamu coba berbaring, biar om periksa kandunganmu..."ucap om Chandra , membuat Kenzo dan Alesha tersadar dari lamunannya.
"Iya..om"
Alesha dibantu dengan perawat berbaring ditempat tidur. Om Chandra menjelaskan semua yang tampak di monitor. Kandungan Alesha memasuki minggu keempat.
"Ini vitamin buat Alesha. Kamu jangan banyak kegiatan ya. Karena di awal kehamilan ini rentan dengan keguguran. Jaga pola makan dan minum air putih yang banyak. Jika terasa pusing dan mual itu biasa pada awal kehamilan"
"Iya, Om"ucap Alesha pelan
"Om ...kami pamit dulu. Terima kasih"
"Ya , sama sama . Hati hati ya..."
Kenzo dan Lesha hanya diam selama perjalanan menuju villa. Sampai di Villa , Alesha langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur. Ia tak bisa menahan tangisnya lagi.
Kenzo menyusul masuk ke kamar dan duduk di tepi ranjang.
"Sha..kenapa kamu menangis. Kamu seharusnya senang, ada kehidupan lain di rahimmu"
"Kak...ini tak adil buat kak Kenzo. Aku mau pergi aja. Sejauh mungkin , dimana aku tak ada mengenal satu orangpun"
"Sha...jika kamu pergi, kakak nggak akan pernah memaafkan kamu. Kamu tahu , Sha. Kak Kenzo sangat mencintaimu, kakak nggak mau lagi kehilangan kamu. Harus berapa kali kak Kenzo katakan, jika kakak akan menerima semuanya. Kita akan tetap menikah"
"Tapi kak, aku tak bisa . Kakak nggak pantas mendapatkan aku yang kotor ini. Aku tak pantas buat kakak. Aku mau pergi aja. Biarkan aku pergi kak..."
"Jika kamu pergi meninggalkan kakak tanpa pamit, kakak nggak akan pernah memaafkan kesalahanmu. Kakak nggak akan mau mengenalmu selamanya."
"Kak, nggak boleh berkata begitu. Anak dalam kandungan ini bukan anak kakak. Bukan kakak yang harus bertanggung jawab. "
"Apa kamu akan meminta pertanggung jawaban Azril..."
"Nggak kak...ia juga tak pantas jadi ayah anakku. Biarlah aku yang akan menghidupinya seorang diri. Aku akan bawa anak ini pergi jauh, aku akan hidup berdua dengan anakku"
"Sha..kakak yang akan menjadi ayah anakmu. Jadi kakak harap kamu jangan membahas ini lagi. Kakak sudah siapkan diri kakak dari pertama kakak tahu kamu dinodai Azril. Jadi ini bukan kejutan lagi bagi kakak. Cuma satu pinta kakak padamu, jangan sampai satu orangpun tahu jika kamu mengandung anak Azril. Termasuk Azril dan kedua orang tuanya. Berjanjilah Sha, kamu tak akan meningggalkn kakak"
"Kak..aku tak tahu harus berkata apa. Kak Kenzo terlalu baik, aku takut suatu hari kakak akan menyesal dan meninggal kan aku"
"Percayalah , Sha. Aku tak akan pernah meninggalkan kamu. Jadi sekarang kamu istirahat, jangan banyak pikiran. Kamu harus jaga kesehatanmu..."
Setelah menyelimuti tubuh Alesha , Kenzo keluar dari kamar itu.
__ADS_1
*******************
Terima kasih