
Usia Khaira saat ini telah menginjak lima bulan. Kenzo dan Alesha telah mengulang pernikahan mereka.
Malam ini Kenzo ingin meminta lagi haknya sebagai seorang suami. Walau mereka telah melakukan hubungan badan beberapa kali sejak menikah lagi,tapi Kenzo tahu Alesha melakukannya dengan terpaksa hanya karena kewajibannya sebagai seorang istri.
Kenzo melihat Alesha yang tertidur dengan nyenyaknya. Ia lalu menarik pinggang Alesha agar mendekat dengannya.
Kenzo bukannya tidak menyadari jika sampai detik ini ia belum juga bisa memenangkan hati Alesha. Walau saat ini ia telah memiliki tubuh Alesha tapi tidak dengan hatinya.
Ia pernah mengintip saat Alesha memperlihatkan foto Azril pada Khaira. Dan dapat Kenzo lihat masih ada banyak cinta di mata Alesha buat Azril.
Alesha hanya menyayanginya. Itu juga disadari Kenzo. Alesha selalu saja menuruti apa maunya Kenzo tanpa berani sekalipun membantahnya. Ia tak ingin menyakiti Kenzo.
Kenzo mengecup pipi Alesha. Ia sangat mencintai Alesha. Karena rasa cintanya yang sangat besar membuat ia sangat egois. Ia tak pernah memikirkan perasaan Alesha yang dengan terpaksa menerima dirinya.
"Aku tahu Lesha, sampai detik ini kamu masih mencintai Azril. Tak pernah aku melihat pancaran cinta dimatamu buat diriku. Tak pernah sekalipun kamu memandangi diriku dengan penuh rasa cinta seperti saat kamu memandangi foto Azril. Walau hanya sebuah foto tapi kamu selalu saja memandanginya dengan penuh rasa cinta. Aku tahu , aku ini egois karena memaksakan cintaku padamu."
"Sayang, aku pengin..."
Kenzo membisikan ke telinga Alesha sambil menggigit kecil telinga Alesha.
Alesha terbangun karena merasakan kecupan, hisapan dan gigitan kecil dileher dan dadanya.
Ia membuka matanya dan memandangi Kenzo dengan mata yang kosong. Kenzo bukan tak menyadari tatapan mata Alesha itu.
Kenzo tahu Alesha pasti akan memenuhi apapun keinginannya tanpa pernah membantahnya walupun Alesha tak menyukainya. Alesha seakan takut jika penolakannya membuat Kenzo marah dan terluka.
"Lakukan apapun itu yang kak Kenzo inginkan"ucap Alesha memeluk Kenzo.
Kenzo mulai melecuti semua pakaian Alesha, ia melakukan penyatuan tubuh mereka. Setiap mereka melakukan hubungan Kenzo tak pernah sekalipun mendengar desahan atau raut wajah puas di wajah Alesha.
Alesha selalu saja pasrah apapun yang Kenzo lakukan pada tubuhnya, seperti boneka yang hanya diam apapun yang dilakukan Kenzo padanya.Kenzo tahu Alesha tak menikmati hubungan yang mereka lakukan. Tapi ego nya tak menghiraukan itu. Yang terpenting saat ini Alesha adalah miliknya.
Setelah puas dengan penyatuan tubuh mereka Kenzo dan Alesha kembali tidur dengan berpelukan. Alesha dan Kenzo sepakat menggunakan alat kontrasepsi sampai Khaira berusia dua tahun.
Pagi harinya Alesha menyiapkan sarapan buat Kenzo. Ia selalu menyempatkan membuat sarapan buat Kenzo.
"Pagi sayang...morning kiss"ucap Kenzo ******* bibir Alesha dengan lembut. Kenzo memeluk pinggang Alesha yang sedang menyiapkan sarapan. Sejak Alesha telah bisa mengerjakan semuanya ia meminta Kenzo memberhentikan perawat dan asisten rumah tangga.
Alesha ingin mengerjakan semua sendiri. Ia dapat merasakan menjadi ibu rumah tangga seutuhnya.
__ADS_1
"Cepat banget daddy bangun..."
"Bau wangi sarapan yang kamu buat membangunkan aku..."ucap Kenzo meletakan kepalanya di bahu Alesha.
"Padahal aku cuma buat omelet telur sayur"
"Apapun yang kamu masak pasti enak"
"Gombal banget sih daddy..."
"Nggak apalah gombal sama mommy dari pada sama wanita lain"
"Daddy sarapannya dah selesai, mandi cepat sana. Nanti sarapannya keburu dingin"
"Ya mommy...."ucap Kenzo mengecup pipi Alesha.
Alesha mendengar suara tangisan Khaira dari dalam kamar. Ia berlari menuju kamar dan mengambil khaira dari dalam tempat tidurnya.
Alesha meletakan Khaira di tempat tidur. Ia pun ikut tidur dengan memiringkan tubuhnya, Alesha menyusui Khaira.
Sedang menyusui Khaira, Alesha mendengar suara ponsel Kenzo yang berdering. Alesha menghrntikan menyusui Khaira dan melihat ke layar nama pemanggil.
"Selamat pagi nak Kenzo, maaf menggangu..."
"Ini Lesha bunda, ada apa...."
"Lesha...ayah sakit nak. Saat ini sedang di rawat di salah satu rumah sakit dekat Jakarta"
"Apaa...sakit apa ayah, bunda"
"Bunda nggak tahu, tiba tiba ayah tidak sadarkan diri pagi tadi"
"Bunda, bunda yang sabar ya. Lesha akan usahakan segera ke Jakarta. Bunda jangan sedih, ayah pasti sembuh"
"Iya, nak. Semoga Kenzo mengizinkan kamu ke sini. Karena sebulan belakangan ini ayah sering menyebut nama kamu dan Khaira. Ayah pengin banget bertemu kamu dan putrimu"
"Iya bunda...sekarang bunda jangan terlalu banyak pikiran, bunda juga harus jaga kesehatan bunda. Jangan sampai bunda ikutan sakit"
"Baik nak, bunda sangat mengharapkan kamu bisa datang"
__ADS_1
"Iya bun...akan Lesha usahakan..."
"Sudah dulu ya ,nak. Salam buat nak Kenzo."
"Iya, bun..."
Bunda menutup sambungan ponselnya. Kenzo keluar dari kamar mandi bertepatan dengan Alesha yang akan meletakan ponsel di meja samping tempat tidur.
"Ada yang menelpon ya sayang"
"Kak...ayah sakit. Aku pengin pulang, aku ingin menjaga ayah"ucap Alesha tak bisa lagi menahan air matanya.
Kenzo membawa Alesha ke dalam pelukannya. Dan mengusap punggung istrinya itu.
"Kamu jangan menangis, kita akan berangkat hari ini juga ke Jakarta"
"Apa kak Kenzo tidak keberatan..."
"Selama ini kamu sudah menuruti apapun yang aku mau, kenapa kali ini aku tidak bisa menuruti keinginan kamu. Aku akan mencari tiket buat keberangkatan hari ini. Kamu siap siap aja di rumah. Aku mampir ke kantor sebentar dan juga ke rumah mami sekalian buat pamit"
"kak Kenzo terima kasih..."
"Jangan mengucapkan terima kasih, karena ucapan itu biasanya diberikan buat orang lain yang menolong kita. Aku ini suami kamu, aku nggak membutuhkan ucapan terima kasih kamu karena semua yang aku lakukan itu memang kewajibanku sebagai seorang suami. Aku ikhlas melakukan semuanya"
Alesha makin mempererat pelukannya pada Kenzo, ia sangat menyayangi Kenzo.
"Aku sayang kakak...." lirih Alesha
"Tapi aku mengharapkan kamu bukan hanya menyayangi diriku tapi juga mencintai aku seperti kamu mencintai Azril"
Kenzo keluar dari apartemennya. Ia akan ke rumah mami nya pamit dan mampir ke kantor sebentar melihat berkas yang perlu segera ia tanda tangani.
Sementara itu di apartemen Alesha menyiapkan semua keperluan yang akan dibawa. Terutama barang barang keperluan Khaira.
"Sayang, kita akan bertemu dengan nenek dan kakek kandungmu. Mommy nggak tahu harus bersikap apa. Apakah mommy akan jujur mengatakan semua kebenarannya. Atau masih akan menyembunyikan. Mommy takut jika nanti kejujuran mommy akan membuat daddy kamu terluka. Mommy sudah banyak menerima semua kebaikan dari daddy kamu. Mommy nggak bisa menyakiti hatinya. Tapi mommy juga tak mungkin menyimpan kebenaran ini selamanya. Kakek dan nenek kamu juga orang yang sangat berjasa di hidup mommy. Ia telah menjaga dan merawat mommy dari kecil. Mereka memberikan semua limpahan kasih sayang layaknya orang tua kandung. Mommy tak mungkin juga membohongi mereka terus menerus.....Ya Tuhan berikan aku petunjuk..."
**************************
Terima kasih
__ADS_1