CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Seratus Tujuh


__ADS_3

Telah satu bulan Alesha dan Azril bolak balik rumah sakit buat mengecek kesehatan Alesha.


Azril sering melihat Alesha mencoba menahan semua rasa sakit yang dirasakannya. Terkadang Azril melihat Alesha yang tiba tiba mual, tapi ia berusaha menahannya. Dan Alesha sering merasa pegal dan lemas.


Hari ini Azril kembali menemani Alesha ke rumah sakit buat melihat hasil dari semua rangkaian kesehatan yang telah dijalani Alesha.


Dokter Bagas akan memberitahukan jenis leukemia yang diderita Alesha.


Azril langsung menuju ruang dokter Bagas dengan menggandeng Alesha. Tangannya terasa dingin.


"Kenapa tanganmu terasa sangat dingin"


"Aku takut mendengar vonis dokter nanti, kak"


"Jangan takut, kakak akan mengusahakan apapun itu buat pengobatan kamu"


"Kak, aku selalu saja menyusahkan kakak. Dari aku kecil, kakak aja yang selalu menjaga aku. Seharusnya aku sebagai istri yang merawat kakak ,bukan sebaliknya"


"Lesha, kakak ikhlas melakukan semuanya"


Azril menemui perawat yang berjaga didepan ruang dokter Bagas. Dan ia mempersilakan Azril masuk karena memang telah ditunggu.


"Selamat pagi menjelang siang dok" ucap Azril sambil bercanda


"Selamat pagi pak Azril, bu Alesha. Silakan duduk"


Azril dan Alesha duduk di kursi yang berhadapan dengan dokter Bagas.


"Kita langsung saja ya...berdasarkan hasil dari tes kesehatan yang telah dilakukan bu Alesha, saya dan dokter lainnya menyimpulkan jika bu Alesha ini mengidap leukemia jenis kronis atau biasa disebut cronic myeloctic leukemia (CML)"


"Itu artinya apa dok. Apa penyakit yang diderita istri saya sejenis yang sangat berbahaya" tanya Azril dengan mata yang mulai berkaca kaca.


"Saya tidak berani mengatakan bahaya atau tidak bahayanya. Tapi selama ini jenis leukemia CML masih bisa disembuhkan asal pasien dengan rutin terapi dan minum obat."


"Alhamdulillah, jadi bisa disembuhkan ya dok" ucap Azril dan langsung memeluk Alesha


"Maksudnya bukan sembuh total, tapi leukemia ini tidak mematikan, Pasien saya ada yang sudah sepuluh tahun mengidap leukemia CML dan sampai saat ini masih dapat beraktifitas seperti biasa. Asal jangan terlalu capek aja"


Alesha sangat terharu mendengarnya, ia sedikit lega. Paling nggak ada yang bisa bertahan hingga sepuluh tahun. Dan itu masih cukup panjang buat ia bersama Khaira.


"Ibu Alesha harus melakukan kemoterapi, dan minum obat seumur hidup. Ibu juga harus melakukan terapi imun. Dan lebih baik lagi ibu melakukan transplantasi sum sum biar pengobatannya lebih maksimal."


"Tapi saya sudah tidak memiliki keluarga kandung selain anak saya yang berusia belum empat tahun"


"Tapi ibu harus ingat. jangan pernah lupa meminum obatnya. Jika ibu lupa nanti pengobatan ibu akan sia sia. Dan juga takutnya tubuh ibu akan menolak lagi pengobatan yang dilakukan"


"Saya yang akan selalu mengingatnya dok." ujar Azril


"Baiklah, saya akan membuat resep obat buat ibu Alesha dan harus di minum. Saya resepkan buat seminggu dulu, setelah itu kita lakukan pemeriksaan buat menentukan apakah obatnya telah sesuai dan dapat diterima tubuh, jika tidak kita bisa mengganti dengan obat yang lain. Tapi sekali lagi saya ingatkan , jangan pernah lupa meminum obatnya"


"Baik , dok. Terima kasih banyak atas bantuan dokter. "


"Semua ini atas kehendak Tuhan"


"Terima kasih , dok" ucap Alesha menyalami dokter Bagas.


Azril dan Alesha keluar dari ruang praktik dokter Bagas dengan tersenyum. Mereka menuju apotik buat menebus obat.

__ADS_1


Setelah dari rumah sakit, Azril kembali membawa Alesha kekantornya. Seperti biasa makan siang telah disiapkan Farrel asistennya.


Alesha beristirahat di kamar yang ada dalam ruang kerja Azril. Sampai Alesha mendengar suara yang tak asing ditelinganya.


Alesha keluar dari kamar dengan terlebih dahulu merapikan pakaiannya. Ia membuka pintu kamar itu sedikit dan melihat siapa tamu Azril. Ia melihat ada Tiara dan pak Anthony lagi berbincang.


Azril melihat Alesha yang mengintip, lalu melambaikan tangannya.


"Sini sayang..."


Tiara dan pak Anthony memandang ke arah Alesha, membuat ia malu. Alesha berjalan ke arah Azril dan berdiri di samping kursi Azril.


"Apa kabar Alesha..." ujar Tiara


"Kabar baik kak..." ucap Lesha. Azril memeluk pinggang Alesha.


"Ini istri kamu , Ril" tanya pak Anthony


"Ia...kenalkan pak, ini Alesha wanita yang pernah saya ceritakan itu. Wanita yang paling saya cintai"


"Pantas kamu sangat mencintainya, Alesha ternyata sangat cantik banget"


Tiara hanya diam mendengar ucapan Azril dan pak Anthony.


"Sayang, pak Anthony akan menjual sahamnya yang masih ada di perusahaan ini." ucap Azril menjawab pertanyaan yang mungkin ada dibenak Alesha.


"Baiklah Azril, mengenai transaksi jual beli nanti diurus sama pengacara saya. Saya pamit dulu"


"Baiklah, pak. Terima kasih"


"Azril, Lesha...aku pamit"


Tiara meninggalkan ruang kantor Azril diikuti oleh pak Anthony. Begitu mereka menghilang Azril langsung menarik pinggang Alesha hingga terjatuh dipangkuan Azril.


"Kenapa tadi hanya mengintip, nggak langsung samperin keluar"


"Nggak ada, takut kakak masih membicarkan hal penting"


"Bohong, kamu pasti cemburu melihat Tiara"


"Nggak ah..."


"Sayang, sejak malam itu kakak nggak ada rasa lagi dengan Tiara . Jadi kamu nggak perlu buang energi buat cemburu. Tadi ia menemani pak Anthony sebagai sekretaris dan juga istrinya..."


"Maksud kakak"


"Tiara udah nikah siri dengan pak Anthony"


"Apa istri pak Anthony tahu"


"Kakak nggak tahu, karena itu bukan urusan kakak. Oh ya sayang, saham yang kakak beli dari pak Anthony akan kakak buat atas nama Khaira, buat hadiah ulang tahun keempatnya bulan depan"


"Kakak ingat ulang tahun Khaira"


"Tentu saja, sayang. Sebagai papinya kakak harus ingat dong. Besok perayaan ulang tahun Khaira sekalian syukuran pengangkatan kakak sebagai CEO perusahaan ini. Ini semua rezeki dari Tuhan buat anak istri kakak"


Azril merapatkan tubuh Alesha kedadanya dan mengecup leher Alesha yang jenjang. Azril menghisap dan menggigitnya meninggalkan jejak kepemilikan.

__ADS_1


"Kakak...malu ah nanti ada yang lihat"


"Habis kakak nggak bisa menahannya kalau udah berduaan denganmu. Kita pulang ajanya, kakak takut nanti kakak akhirnya memakanmu disini"


"Makanya pikiran kakak tuh jangan mesum aja" ucap Alesha berusaha turun dari pangkuan Azril.


"Jangan turun dulu, kakak masih ingin memeluk kamu. Biarkan begini sebentar lagi"


"Aku berat kak, nanti kakak sakit dan capek"


"Badan kecil begini aja, mana ada berat sayang"


"Kak kita pulang aja. Aku mau cari kerang. Pengen buat sup kerang"


"Ayo..."ucap Azril berdiri dan menurunkan Alesha dari pangkuannya.


Sampai di rumah , Khaira sedang asyik bermain di taman. Alesha menghampiri gadis kecilnya itu.


"Sayang mommy" ujar Alesha sambil berlari menuju Khaira yang berada di ayunan dan memeluknya.


"Mommy dari mana"


"Dari kantor papi"


"Mommy kerja lagi"


"Kalau papi izinkan, mommy mau kerja di kantor papi"


"Mommy istirahat aja di rumah temani Khaira, biar papi aja yang kerja" ujar Azril


"Tapi aku kan nggak apa apa kak"


"Apa kamu lupa kata dokter Bagas tadi. Kamu nggak boleh kecapean. Jadi kamu di rumah aja"


"Mommy, leher mommy kenapa. Digigit nyamuk ya" ucap khaira melihat banyak tanda kemerahan.


"Iya, di kantor papi ada nyamuk yang gede"


"Jahat ya mom, nanti pukul aja biar mati"


"Jangan...kasihan nyamuknya" ujar Alesha menahan tawa.


"Sayang, sini papi ingin menggigit anak papi seperti nyamuk gigit mommy" ucap Azril dan menggendong Khaira


"Tak mau nanti berdarah seperti leher mommy"


Azril mengecup pipi gembul Khaira dan seluruh bagian diwajah Khaira. Ia juga mengecup leher Khaira membuat anaknya geli.


"Papi...udah geli"


Azril membawa Khaira ke kamarnya dan kembali menghujani Khaira dengan kecupan dan ciuman di seluruh tubuh anak gadisnya itu sampai Khaira memberontak kegelian.


Alesha mengganti pakaiannya dan langsung menuju dapur buat masak makan malam bersama bunda.


*************************


Terima Kasih. Aku dapat informasi dari sini ya mengenai leukemia.

__ADS_1



__ADS_2