CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Lima puluh S2


__ADS_3

Khaira berjalan dengan tergesa dilorong rumah sakit menuju ke kamar rawat Diego. Ia kuatir mendengar suaminya sakit.


Sementara di dalam ruangan rawat Diego tampak oma dan Hanna yang duduk di sofa bersama Kenzo.


Diego kembali tertidur setelah dokter memberikan obat.


"Mama nggak pulang...ini udah sore" tanya Hanna


"Kamu mengusir mama. Apakah kalian semua tidak menginginkan kehadiran mama lagi..."


"Bukan aku mengusir, ma. Tapi aku takut mama ingin istirahat. Nanti mama capek kalau harus duduk di sini terus. Aku dan Kenzo sudah cukup menjaga Diego. Mama bisa kembali lagi besok"


"Aku mau tetap di sini, aku juga ingin menjaga cucuku. Apa kalian kira aku menginginkan Diego jadi begini. Semua yang aku lakukan untuk kebaikan cucuku. Aku tak mau Diego mengalami hal yang sama dengan Kenzo"


"Apa yang terjadi denganku...." tanya Kenzo dengan suara datar


"Apa kamu lupa bagaimana kamu dulu terputuk saat Alesha meninggalkanmu karena ingin kembali pada Azril"


"Mama jangan membalikan fakta"


"Apa masksudmu...."


"Mama tau benar apa penyebab sebenarnya Alesha dulu pergi. Dan apa hubungan itu semua dengan Khaira..."


"Apa kamu lupa jika Khaira memiliki pacar yang bernama Alby. Mereka telah lama pacaran. Aku tak mau nanti Diego hanyalah sebagai pelarian baginya"


"Mama...Khaira dan Alby tidak pacaran"


"Jika mereka tidak pacaran, nggak mungkin mereka akan bertunangan. Hanna pernah mengatakan jika Khaira akan bertunangan. Kenapa semua itu gagal. Apa pria itu meninggalkan Khaira. Itu sebabnya Khaira menerima Diego"


"Mama aku saat ini tak ingin berdebat. Aku takut nantinya akan membuat mama sakit hati, hanya satu pintaku pada mama. Jangan pernah ikut campur dalam rumah tangga Diego. Biarlah itu menjadi privasi mereka"


Ketika oma akan menjawab ucapan Kenzo, terdengar suara pintu di ketuk. Semua jadi tertuju ke arah pintu.


"Silakan masuk" ucap Hanna. Ia berdiri ingin melihat siapa tamu yang akan mengunjungi puteranya.


Azril membuka pintu. Ia masuk diikuti Khaira dibelakang tubuhnya.


"Azril...Khaira" ucap Hanna dengan gembira. Ia langsung memeluk Khaira.


"Apakabar, mi" ujar Khaira pelan


"Mami sehat ...kamu bagaimana, apa kamu dan bayimu sehat , sayang"


"Sehat mi..."


Kenzo berdiri dan mendekati Azril, ia menepuk pundak Azril pelan.


"Terima kasih , telah membawa Khaira kembali" ucap Kenzo dengan mata berkaca kaca.


Kenzo lalu mendekati Khaira dan memeluknya.


"Maafkan daddy..." bisik Kenzo di telinga Khaira.


"Kenapa daddy minta maaf, daddy nggak ada salah"


"Maafkan atas semua yang membuat kamu marah dan terluka. Daddy janji tak akan membuat kamu menangis lagi, nak"


Khaira melepaskan pelukan Kenzo dan memandangi wajah daddynya yang tampak menahan air mata.

__ADS_1


"Daddy kenapa menangis. Apa yang membuat daddy sedih"


"Daddy nggak sedih, daddy menangis karena senang melihatmu"


Sementara itu oma yang masih duduk di sofa hanya melihat semua tanpa ada niat mendekati mereka.


Khaira berjalan mendekati ranjang Diego tak menghiraukan kehadiran oma. Ia duduk di kursi yang ada samping tempat tidur Diego.


Khaira menggenggam tangan suaminya. Air matanya tak bisa di tahan lagi.


"Sayang, bangun...ini aku. Maafkan aku pergi tanpa pamit" gumam Khaira.


Kenzo, Azril dan Hanna berdiri dibelakang Khaira duduk.


Diego perlahan membuka matanya karena merasakan tangannya di genggam erat.


Ia kaget melihat Khaira yang duduk sambil menangis. Diego mengedip ngedipkan matanya , ia takut semua hanya hayalan atau mimpi.


"Sayang, ini betul kamu" ucap Diego mengelus wajah Khaira .


"Iya, yang..."


"Kamu kemana...kenapa pergi nggak ajak aku."ucap Diego sambil terus mengusap pipi Khaira


"Maaf...." ucap Khaira sambil mengecup tangan Diego yang terdapat selang infus.


Diego merentangkan tangannya agar Khaira memeluk tubuhnya. Khaira melihat kebelakang, ia malu.


"Jangan malu, peluk aja. Katanya kangen Diego" ucap Azril dengan tersenyum


"Papi, ngomong apa sih ..."


Khaira lalu memeluk Diego. Ia meletakkan kepalanya didada Diego.


Kenzo dan Azril berjalan keluar dari kamar tanpa pamit. Sedangkan Hanna mendekati mama.


"Kita ke kantin dulu ma. Minum kopi..."


Mama berdiri dengan terpaksa , karena Hanna yang langsung menarik tangannya mengajak keluar.


Khaira menangis di dada Diego. Ia merasa sangat bersalah melihat Diego yang tampak kurus.


"Udah menangisnya, bajuku basah" ucap Diego sambil mengusap kepala Khaira.


"Kamu sakit apa..."


"Sakit karena kangen kamu"


"Aku serius..." ucap Khaira memukul lengan Diego


"Sakit sayang..." ucap Diego berbohong. Khaira lalu mengusapnya.


"Maaf...habis kamu ditanya serius jawabnya becanda"


"Tapi bohong...." ujar Diego sambil tertawa


"Aku pergi lagi nih kalau kamu becanda melulu"


"Sayang...aku serius loh. Aku sakit karena merindukanmu. Makanku jadi nggak teratur, itu penyebabnya sayang"

__ADS_1


"Maaf...." ucap Khaira sambil menunduk.


"Aku akan memaafkanmu dengan satu syarat..."


"Apa..."


"Kamu harus janji tidak akan pernah meninggalkan aku lagi, dan juga kamu tak akan pergi tanpaku"


"Iya, aku janji"


"Satu lagi..."


"Katanya satu...kok ada lagi"


"Satu satu ngomongnya, maksudku"


"Ih..curang. Emang apa lagi"


"Aku mau kamu cium..."


"Malu, yang...."


"Malu ama siapa. Nggak ada orang lain lagi"


"Papi, mami , daddy...." ucap Khaira memandang kebelakang. Tapi tak ada siapapun lagi kecuali mereka berdua.


"Kemana yang lainnya ,yang"


"Mereka pergi, biar kamu nggak malu lagi memeluk aku dan menciumku"


"Maunya..."


"Sini sayang, mendekatlah"


Khaira mendekatkan wajahnya ke wajah Diego, yang langsung ******* bibir Khaira. Lama mereka saling bertukar saliva sambil membelit lidah.


Pagutan berhenti karena Diego melihat Khaira yang mulai merasa sesak.


Diego menghapus saliva dibibir Khaira. Ia masih menahan kepala Khaira agar tetap berada diatas dadanya.


"Jangan pergi lagi, sayang. Aku tak mau pisah denganmu. Aku ingin hidup menua bersamamu" lirih Diego.


"Aku juga tak ingin pisah, aku juga tak bisa jauh darimu. Kemarin aku hanya terbawa emosi. Aku minta maaf karena membuatmu sakit"


"Aku yang seharusnya minta maaf, karena meninggalkanmu di rumah mami. Bagaimana bayi kita, apa ia rewel selama jauh dari papanya"


"Nggak.."


"Kalau mamanya rewel nggak"


"Rewel...karena kangen papa"


Diego meminta Khaira naik ke ranjang. Mereka tidur berpelukan diranjang yang sempit. Ia mendekap Khaira erat.


"Aku sangat mencintaimu ,Khaira. Aku janji tak akan membuatmu sedih lagi. Aku akan menjauhimu dari orang orang tak menyukaimu"


*****************


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2