CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Seratus


__ADS_3

Sesampainya di apartemen bunda langsung membawa Khaira tidur di kamar. Sedang Alesha masuk ke kamar Azril dan langsung merebahkan dirinya tanpa mengganti pakaiannya. Kepalanya kembali pusing. Ia memijat kepalanya.


Azril yang baru selesai mandi melihat Alesha yang baring sambil memijat kepalanya langsung naik ketempat tidur. Ia tidur dengan miring dengan satu tumpuan tangannya dan tangan yang satu memijat kepala Alesha.


Alesha menengadahkan kepalanya melihat ke wajah Azril. Azril langsung mengecup bibirnya.


"Sakit banget..."


"Sedikit...mungkin karena kecapean"


"Kakak bantu ganti pakaiannya ya. Kakak ambil handuk basah buat membersihkan tubuhmu biar lebih segar"


"Nggak ah..."


"Kenapa...kamu malu. Kakak ini udah suami kamu yang sah.Dan lagi pula kakak pernah kok bantu kamu ganti pakaian ketika kamu sakit dulu"


Mendengar ucapan Azril, wajah Alesha memerah menahan malu.


"Tunggu ya...kakak ambil air hangat dan handuk kecilnya"


"Nggak usah kak, aku bisa sendiri"


"Udah, kamu tiduran aja. Nanti jika terlalu capek tambah sakit kepalanya. Ingat ya, kakak ini suami kamu. Istri wajib dengar kata suami"


Alesha tidak bisa membantah lagi. Ia membiarkan apa yang akan dilakukan Azril. Ia membawa baskom berisi air hangat dan baju tidur Alesha serta **********.


Alesha duduk dan Azril mulai membantu membuka pakaiannya dan hanya menyisakan pakaian dalam. Alesha tampak malu, wajahnya memerah.


Azril dengan telaten membasuh seluruh tubuh Alesha. Sebenarnya Azril dengan susah juga menahan nafsunya.


"Udah kak, aku bisa sendiri..."


"Udah , Sha. Nggak usah canggung dan malu. Besok besok juga kamu pasti lebih sering terbuka begini" bisik Azril.


"Kakak mesum banget sih"


"Pakaian dalamnya kakak ganti ya"


"Jangan biar aku aja..."


Alesha menutup tubuhnya dengan selimut dan menggantinya. Lalu memakai baju tidurnya.


Setelah selesai ia kembali membaringkan tubuhnya. Azril masuk dengan membawa segelas teh hangat.


"Minum ini Sha, biar badannya agak enakan"


Alesha bangun dan minum teh itu, ia kembali membaringkan tubuhnya diikuti Azril.


Azril meletakan lengannya dibawah kepala Alesha sebagai bantal.


"Sha, kakak nggak pernah membayangkan jika kakak memiliki kesempatan lagi buat bersamamu. Dan kakak nggak akan menyiakan kesempatan ini. Kakak akan selalu membuat kamu tersenyum untuk menggantikan semua tangis yang dulu sering kakak berikan"


Azril menarik tubuh Alesha buat tambah merapat ke tubuhnya. Alesha mencium bau badan Azril yang sangat disukainya. Azril memandangi wajah Alesha dan mengecup seluruh bagian diwajahnya.


"Sha, boleh kakak minta hak kakak sebagai suami malam ini" ucap Azril udah nggak bisa menahan lagi. Alesha hanya mengangguk saja menjawab pertanyaan Azril , tanpa bersuara.


"Kamu nggak capek...nggak terpaksa"


"Nggak kak..."


Azril mulai mencumbu Alesha dan melecuti seluruh pakaiannya. Dan setelah melakukan pemanasan , Azril menyatukan tubuh mereka.

__ADS_1


(karena puasa adegannya di skip ya..😂😂)


Setelah mencapai puncaknya, mereka beristirahat sambil berpelukan. Azril kembali mengecup seluruh bagian di wajah Alesha.


"Geli ah kak..."


"Boleh sekali lagi..."


"Nggak ah, masih capek"


"Mau ya, sekali aja lagi"


"Kakak...." teriak Alesha karena Azril mulai kembali bermain ditubuhnya


"Jangan teriak, nanti bunda dengar"


Setelah kembali menyatukan tubuh mereka ,Azril dan Alesha akhirnya tertidur. Alesha bangun dini hari dan membersihkan diri.


Alesha kembali masuk kedalam selimut dan memperhatikan wajah Azril yang tenang ketika tidur. Ia mengusap wajah pria yang selalu bertahta dihatinya itu.


"Aku tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini saat melakukan hubungan badan dengan kak Kenzo dulu. Mengapa dengan kak Azril aku merasa sangat senang dan menikmatinya ."


Alesha kembali tertidur dengan memeluk tubuh Azril. Pagi harinya Azril bangun dan melihat Alesha masih tidur dengan nyenyaknya. Ia mengecup dahi Alesha.


Azril turun dari ranjang dan menuju kamar mandi, ia membersihkan dirinya dan setelah itu keluar dari kamar.


Azril melihat bunda yang sedang memasak buat sarapan. Ia memeluk bunda dari belakang. Bunda yang sedang memasak menjadi kaget.


"Bunda masak apa ,wangi benar"


"Cuma nasi goreng aja. Kamu kenapa nih tumben peluk peluk bunda. Senang banget keliatannya"


"Bunda juga bahagia, nak. Bunda senang akhirnya keinginan bunda terwujud."


"Papi...nenek, masak apa"ucap Khaira dengan mengucek matanya.


"Anak papi ,udah bangun sayang. Nenek masak nasi goreng, Khaira suka"


"Suka, pi..."


"Kalau gitu, kamu mandi dulu. Setelah itu kita sarapan" ujar Azril


"Ayo mandi sama nenek"


Bunda menuntun Khaira masuk ke kamar dan memandikannya. Sedangkan Azril membereskan dapur dan mencuci piring kotor bekas bunda masak.


Alesha yang telah bangun dan mandi melihat Azril mencuci piring mendekatinya.


"Biar aku aja kak...kenapa nggak bangunkan aku sih, kasihan bunda. Pasti ini tadi bunda yang masak semuanya"


"Nggak apa, bunda pasti mengerti"


Alesha langsung mengambil alih mencuci piring dan Azril membilasnya. Setelah semua piring bersih , Alesha menata piring buat sarapan di meja dan membuat teh hangat.


"Nanti jam sepuluh kita ke dokter ya. Rangga sudah membuat janji dengan dokter itu, jam sepuluh nanti dokternya sudah ada di rumah sakit"


"Iya kak...tapi aku takut"gumam Lesha.


Azril memeluk pinggang Lesha dari belakang dan meletakan dagunya dibahu Alesha.


"Jangan takut, kakak akan selalu menemani kamu" ucap Azril mengecup pipi Alesha

__ADS_1


"Papi manja banget, peluk peluk dan cium mommy" ucap Khaira membuat Alesha kaget dan melepaskan pelukan Azril.


"Sayang, kamu ngomong apa sih" ucap Alesha malu. Bunda dan Azril tersenyum melihatnya.


Azril menggendong Khaira dan mendudukan di kursi. Alesha mengambilkan nasi buat Azril dan Khaira. Setelah itu ia juga menyendokan ke piring buat bunda.


Semua sarapan dengan lahap. Tampak suasana gembira di keluarga kecil ini.


"Bunda, aku dan Alesha ada perlu. Bisa titip Khaira ya"


"Iya, nak. Pergilah. Jangan kuatir, bunda bisa menjaga Khaira , ia anak yang baik tidak pernah bawel"


"Sayang, mommy dan papi mau pergi ke suatu tempat. Kamu di rumah ya dengan nenek. Jangan nakal, jangan buat nenek repot"


"Iya, mommy. Tapi nanti belikan ayam goreng dan donat"


"Pasti papi belikan, Khaira mau apa lagi"tanya Azril


"Mau es krim boleh papi"


"Tentu saja boleh, nanti papi belikan"


"Terima kasih papi, Khaira sayang papi" ucap Khaira dan mengecup pipi Azril.


"Jadi sekarang Khaira sayangnya sama papi. Nggak mommy lagi" ujar Alesha pura pura merajuk


"Khaira juga sayang mommy..."


"Mommy kira udah nggak sayang mommy lagi"


Setelah sarapan Alesha mengganti pakaiannya, ketika ia sedang berpakaian Azril masuk, membuat Alesha spontan menutupi tubuhnya dengan handuk.


"Kenapa malu sayang, tadi malam nggak ada malunya"


"Kakak ..."


Azril mengambil pakaiannya dan menggantinya tanpa malu, Alesha lalu mengalihkan pandangannya. Azril yang diam diam memperhatikan tingkah Alesha tersenyum dan menggoda Alesha.


"Kenapa malu lihat tubuh kakak , atau takut terpesona dan jadi pengen ya"


"Kakak...jangan pikiran mesum ya"


Azril tertawa terbahak melihat wajah Alesha yang manyun karena di goda.


"Kamu tuh udah punya anak tapi masih aja gemesin. Masih kyak anak SMP ..." ujar Azril dan mencubit hidung Alesha.


"Sakit kak..."


"Udah , jangan dandan. Nanti banyak yang suka lagi"


"Siapa yang dandan, nggak dandan aja udah cantik dan buat kakak jatuh cinta"


"Udah bisa muji diri sendiri ya...tapi memang benar sih, nggak dandan aja udah buat banyak cowok jatuh cinta apa lagi dandan. Aku bisa nggk tenang jika tinggalin kamu, takut direbut orang"


"Gombal...ayo berangkat, nanti telat"


Azril dan Alesha pamit pada bunda. Atas permintaan Alesha pada Azril, saat ini mereka menyembunyikan semua ini dulu dari bunda. Alesha nggak mau bunda jadi kuatir, jika tahu Alesha akan pergi berobat.


********************


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2