
Azril bangun pagi pagi sebelum Alesha. Ia ingin membuatkan sarapan buat Alesha dan yang lainnya.
Ini hari terakhir Azril mengambil cuti, ia ingin menghabiskan waktunya sehari ini bersama keluarga tercintanya.
Azril membuat mie goreng seafood. Ia mengeluarkan semua bahan yang telah ia beli kemaren.
Bunda yang telah bangun mendengar suara dari dapur, langsung keluar dari kamar. Ia melihat Azril yang sedang memasak di dapur. Bunda tersenyum melihatnya.
"Rajin banget nih anak bunda"
"Bunda, udah bangun"
"Masak apa ,Ril. Biar bunda bantu"
"Nggak perlu bunda, kali ini aku pengen buatin sarapan buat keluarga tercintaku"
"Bunda senang banget lihat kamu saat ini. Kamu tampak sangat bahagia dan bersemangat"
"Bunda juga begitu. Sejak bunda tinggal bersama Lesha, wajah bunda tampak makin berseri, tambah cantik dan awet muda"
"Kamu bisa aja ya kalau membuat bunda senang"
Bunda duduk dekat meja makan sambil memperhatikan Azril masak.
Alesha yang baru bangun melihat Azril dan bunda yang sedang di dapur menghampirinya.
"Selamat pagi, bunda...."ucap Alesha sambil memeluk dan mengecup pipi bunda.
"Selamat pagi, nak. Gimana tidurnya, nyenyak"
"Maaf bunda, aku telat bangun"
"Kenapa minta maaf sama bunda. Bunda senang kamu bisa tidur nyenyak. Kamu temani Azril masak ya. Bunda mau lihat Khaira dan mandikan jika telah bangun"
Bunda berdiri dan langsung menuju kamarnya. Ia sengaja membiarkan Alesha dan Azril berdua.
"Masak apa kak...emang kakak bisa masak ya"
"Coba aja nanti masakan kakak, enak apa nggak"
"Aku bantu apa...."
"Bantu dengan ini aja biar aku makin semangat. Morning kiss..." ucap Azril dan mengecup bibir Alesha
"Kakak ...pagi pagi udah mesum"
"Habis kamu seksi banget, kalau ada pria lain jangan berpakaian begini ya"
Alesha yang memakai dress selutut dengan tali spagheti, memang tampak sangat seksi.
"Inikan baju yang kakak beli kemarin"
"Iya, ini hanya boleh dipakai didepan kakak"
"Iya...iya..ngapain dibeli kalau nggak boleh dipakai" gerutu Alesha pelan sambil mengambil gula dan teh untuk membuat teh hangat.
Azril yang mendengar gerutu Alesha itu menjadi gemas. Ia memeluk pinggang Alesha dan mengecup lehernya.
"Kakak geli ah..."
__ADS_1
"Kakak gemes aja lihat kamu tuh, pengen makan kamu aja..."ucap Azril.
"Papi, jahat...."ucap Khaira menangis.
Alesha dan Azril kaget mendengar suara tangis khaira. Ia melepaskan pelukannya dipinggang Lesha dan mendekati Khaira.
"Sayang, udah bangun ya.Kok menangis, dan kenapa papi dibilang jahat." ucap Azril sambil menggendongnya.
"Papi mau makan mommy"
"Siapa yang bilang ..."
"Khaira dengar tadi papi bilang mau makan mommy"
"Khaira pasti salah dengar. Papi sayang Khaira dan mommy...nggak mungkinlah papi mau jahat"
Bunda dan Alesha yang mendengar ucapan Khaira jadi tersenyum.
"Papi janji nggak akan makan mommy"
"Janji nggak akan makan mommy didepan Khaira , tapi kalau dikamar papi nggak janji"
"Papi jahat...."ucap Khaira kembali menangis
"Sayang, mana bisa papi makan mommy. Lihat badan mommy besarkan. Papi tadi cuma bercanda" ucap Alesha agar Khaira berhenti menangis
"Iya papi..."tanya Khaira
"Iya sayang..."
"Khaira sayang papi...."
Khaira lalu mengecup pipi Azril. Alesha menghidangkan masakan yang telah dibuat Azril . Mereka sarapan dengan lahapnya.
Setelah sarapan Azril dan Alesha duduk di ruang televisi. Begitu juga bunda dan Khaira.
"Sha, cuti kamu tinggal beberapa hari lagi. Nnti kita ke Cirebon mengantar surat resign kamu ya"
"Tapi kak, aku masih mau kerja di sana"
"Kalau kamu masih mau kerja, kamu bisa kerja ditempat kakak"
"Sayang kak, aku meniti karier dari bawah diperusahaan itu"
"Sha, dengar kakak. Nggak mungkin kamu tetap kerja diperusahaan itu. Kita sudah menikah, apa harus hidup terpisah. Kakak juga tak bisa tenang jika kamu jauh. Kakak akan sangat kuatir setiap saatnya memikirkan kamu, kakak takut dengan penyakitmu"
"Sakit apa Lesha...." tanya bunda mendengar ucapan Azril
"Belum tahu bunda. Masih dilakukan banyak pemeriksaan buat menentukan penyakit yang mungkin Alesha idap"
"Apa ini ada kaitannya dengan Alesha yang selalu pusing, mudah lelah dan sering keluar keringat ditengah malam"
"Bunda tahu apa yang Alesha rasakan" tanya Azril
"Bunda selalu perhatikan Alesha. Sejak bunda tinggal bersama Alesha , ia sering sakit kepala dan pulang sudah tampak sangat lelah. Dan beberapa kali bunda lihat ia banyak mengeluarkan keringat ketika tengah malam"
"Apa benar yang dikatakan bunda itu, Sha"
"Iya kak...."
"Kakak nggak izinkan kamu bekerja lagi, Sha. Kamu dirumah aja. Nanti kamu bisa tambah kelelahan..."
"Papi....ngantuk, mau bobok"
__ADS_1
"Biar sama nenek aja boboknya. Azril, Lesha jangan pernah sembunyikan apapun itu dari bunda. Jika diagnosa penyakitnya Alesha telah keluar, beri tahu bunda"
Setelah mengucapkan itu bunda masuk ke kamar bersama Khaira meninggalkan Azril dan Alesha.
"Sayang, kita ke kamar juga ya"bisik Azril
"Ngapain...masih pagi"
"Ayolah, mau tiduran aja. Kita menonton di kamar"
Azril lalu berdiri dan menggendong Alesha membawanya ke kamar. Azril menurunkan Alesha perlahan di atas tempat tidur. Dan ia ikut berbaring disamping tubuh Alesha.
"Sayang, besok kakak temani kamu ke rumah sakit, habis dari sana kamu ikut kakak ke kantor ya"
"Apa nggak mengganggu kakak kerja nantinya. Dan nanti apa kata rekan kerja kakak"
"Perusahaan itu saham terbesarnya kakak yang pegang, jadi siapa yang berani mengatakan kakak"
"Aku malu kak..."
"Kamu nih, semua serba malu aja"
Azril membenamkan wajahnya di dada Alesha. Ia mengecup dada Alesha yang terbuka sedikit.
"Kakak ih ...jangan mulai ya"
"Kenapa sih..."
"Nanti kakak jadi pengen..."
"Kalau ya kenapa...."
"Masih pagi...tadi malam kan udah. Aku capek"
Azril tertawa mendengar ucapan Alesha. Ia sebenarnya memang pengen, tapi ia juga tak mungkin memaksa. Karena ia tahu kondisi Alesha yang tak memungkinkan buat ia melakukan semua sesuka hatinya. Ia juga harus mengerti kondisi kesehatan Alesha.
"Sayang, maaf ya jika membuat kamu capek karena melayani kakak"
"Ngapa harus minta maaf kak, itukan kewajiban aku sebagai istri kakak"
"Lain kali kalau kamu capek, kamu harus bicara jujur. Jangan diam aja. Kakak nggak akan memaksa, walau itu kewajiban kamu tapi sebagai suami kakak juga harus mengerti keadaan kamu"
"Kakak, aku juga senang melakukan kewajiban aku"
"Jadi kamu juga pengen ya..." goda Azril
Azril menarik tubuh Alesha agar makin merapat dan ia kembali mengecup, menghisap dan menggigit kecil dada Alesha dan meninggalkan jejak kepemilikan di sana.
"Kakak..." ucap Alesha sedikit mendesah
"Kamu juga menikmatinya ya..."bisik Azril
Alesha jadi malu mendengar ucapan Azril, ia membuang mukanya agar Azril tak melihat wajahnya yang memerah karena malu tadi mendesah dan menikmati permainan Azril.
"Sayang, kenapa mandangnya kesana. Lihat kesini" ucap Azril memegang pipi Alesha agar menghadap ke arahnya dan mengecupnya
"Terima kasih ya Sha, kamu telah memberi kebahagiaan buat kakak. Saat ini kakak merasa pria yang paling beruntung di dunia karena kehadiran kamu dan Khaira dalam hidup kakak"
Azril memeluk Alesha erat dan mengecup pucuk kepala Alesha.
Alesha hanya memandangi Azril dan membalsa mengecup pipi Azril.
"Kakak ....aku saat ini juga merasa sangat bahagia. Aku dapat merasakan jika kak Azril yang saat ini kembali menjadi kak Azril yang dulu kukenal. Bahkan saat ini lebih perhatian dari dulu. Jika nanti aku ternyata memang menderita penyakit yang berbahaya, hanya satu pintaku pada Tuhan, biarkan aku merasakan kebahagiaan ini sampai ajal menjemputku"
__ADS_1
***************************
Terima kasih