
Khaira duduk ditaman belakang setelah sarapan. Kenzo , Atha dan Diego sedang bermain catur di ruang keluarga.
Ratu ada di kamar , entah apa yang dilakukannya. Begitu juga mami Hanna.
Khaira senang berada di taman, melihat kupu kupu terbang dan menghirup harumnya aroma dari bunga yang ada di taman.
Diego yang telah bosan melihat daddynya bertanding catur dengan Atha meninggalkan mereka.
Ia berjalan mengelilingi villa mencari keberadaan Khaira.
Sampai di taman belakang villa ia melihat Kahira yang sedang menopang wajahnya memandangi bunga bunga.
Diego memeluk bahu Khaira dari belakang dan mengecup pipinya.
"Lihat apa sih, senang banget sampai senyum senyum sendiri"
"Kupu kupunya lucu banget...." ucap Khaira tanpa mengalihkan pandangannya pada kupu-kupu yang beterbangan.
Diego kembali mengecup pipi Khaira lama. Khaira lalu memegang kepala Daniel.
"Kamu selalu saja tampak cantik, kapan jeleknya sih"
"Jangan ngegombal ...aku bukan abege lagi"
"Itu bukan gombal tapi pujian , sayang." ucap Diego kembali mengecup pipi Khaira.
Tanpa mereka sadari Hanna memperhatikan keduanya dari balik kaca jendela kamar.
"Aku yakin ada hubungan yang lebih dari sekedar saudara antara Diego dan Khaira. Pasti saat ini mereka pacaran. Tapi mengapa Diego atau Khaira tidak jujur saja mengenai hubungan mereka.
Diego duduk di samping Khaira dan membawa kepala Khaira bersandar dibahunya. Diego memeluk pinggang Khaira dan mengecup bibirnya. Khaira mencubit lengan Diego.
"Jangan nakal, nanti mami lihat"
"Biarin, supaya cepat dinikahkan"
__ADS_1
"Kamu lupa dengan perkataan daddy. Biar daddy yang bicara dulu dengan oma dan mami baru kita mengatakan hubungan kita sebenarnya setelah daddy...."
"Khaira...berjanjilah kamu tak akan meninggalkan aku walau nanti oma dan mami tak merestui hubungan kita"
"Apa kamu juga tidak akan meninggalkan aku nantinya"
"Tidak akan, apapun yang akan oma dan mami lakukan aku akan tetap mempertahankan cintaku padamu..."
Hanna yang melihat Diego mengecup bibir Khaira menjadi sangat kaget. Ia keluar dari kamar menghampiri Diego dan Khaira.
"Diego, Khaira...sedang apa" ucap Hanna mengagetkan Khaira. Ia langsung duduk tegak. Diego masih terus memeluk pinggang Khaira walau ia mencoba melepaskan pelukan Diego.
"Sedang lihat bunga dan kupu kupu yang terbang , mi" ucap Khaira gugup
"Aku sedang duduk santai...mami sendiri ngapain" tanya Diego masih terus memeluk pinggang Khaira.
"Mami cuma ingin mengatakan, apa Khaira dan kamu telah siap siap. Kita akan kembali siang ini ke Jakarta"
"Apa yang harus dipersiapkan, mi. Kami tidak membawa pakaian atau barang yang banyak " ucap Diego
"Iya, mi..." ujar Khaira masih gugup.
"Mami...mami...aku sudah tahu dan melihat mami mengintip aku dan Khaira dari kamar tadi. Aku sengaja mengecup bibir Khaira saat mami melihat ke arah kami. Aku ingin mami mengerti jika aku dan Khaira bukan hanya sekedar saudara"
.....................
Siang harinya mereka kembali ke Jakarta. Diego sengaja mengendarai mobilnya pelan. Saat mobil daddy nya telah menghilang, Diego membawa Khaira menuju pantai. Ia akan menghabiskan waktu sehari ini berdua Khaira.
Besok Khaira akan kembali kuliah. Ia akan berangkat sore menuju kota Pekanbaru.
Diego dan Khaira menghabiskan waktu hingga sore hari. Ketika malam mulai merambat Diego mengantar Khaira pulang.
Khaira masuk rumah dan langsung menuju ruang kerja papinya. Ia tahu pasti papi menghabiskan waktu di ruang kerja sambil memandangi foto mommynya.
"Papi..."
Khaira langsung naik kepangkuan papinya dan melingkarkan tangannya di leher Azril.
__ADS_1
"Masih juga manja putri papi nih..."
"Papi...Diego bilang setelah aku wisuda ia akan langsung melamarku dan kita menikah"
"Jadi sebentar lagi putri papi udah nggak boleh manja lagi sama papinya"
"Aku akan tetap manja sama papi sampai kapanpun"
Azril mengecup dahi Khaira dan air matanya tiba tiba mengalir mengingat Khaira yang akan menikah.
"Sayang, akhirnya kamu akan segera menikah. Hal yang paling papi takutkan setelah kamu dewasa adalah hari pernikahanmu ini. Papi harus mrnjawab apa saat kamu nanti bertanya kenapa bukan papi yang menjadi wali nikahmu padahal papi adalah papi kandungmu. Haruskah papi menceritakan awal kehadiranmu dirahim mommy karena kesalahan papi yang telah memaksa mommymu melayani papi yang sedang mabuk. Apa kamu bisa menerimanya nanti"
Khaira yang melihat Azril menangis menjadi sedih, dan ikut menangis.
"Kenapa papi menangis. Papi takut ya jika nanti aku menikah, aku akan meninggalkan papi. Aku tak akan pernah meninggalkan papi sendiri, papi cinta pertamaku..." ucap Khaira mengecup pipi Azril
"Khaira maafkan papi" lirih Azril
"Kenapa papi minta maaf, papi nggak ada slah"
"Apa kamu akan memaafkan papi jika kamu tahu papi pernah melakukan kesalahan padamu atau mommy"
"Papi...udah Khaira bilang, papi tidak ada salah. Papi jangan menangis. Papi adalah papi terbaik .Aku beruntung terlahir sebagai putri papi...."
Khaira memeluk erat Azril, ia membenamkan wajahnya di leher papinya.
Azril mengusap punggung putri tercintanya. Ia makin tak bisa menahan isak tangisnya.
"Sayang, papi tak sanggup membayangkan jika suatu hari saat kamu mengetahui semuanya kamu akhirnya membenci papi. Papi belum siap menerima segala rasa bencimu. Papi rasanya ingin mati saja sebelum kamu tahu segalanya agar papi tak melihat dan merasakan kebencianmu. Sayang, papi harap kamu mengerti dengan semua yang terjadi dengan masa lalu papi yang buruk..."
Papi Azril masih tetap mempesona ya...😂😂😍😍. Ada yang kangen nggak lihat wajah papi Azril...nih pengobat rindunya.
******************
Terima kasih
__ADS_1