
Setelah semua selesai di KUA. Mereka mengendarai mobil menuju salah satu panti asuhan.
Acara syukuran pernikahan Diego dan Khaira memang sengaja diadakan di panti asuhan aja.
Khaira terus memeluk lengan papinya selama berada di panti asuhan.
Tampak anak anak panti asuhan bersuka cita karena banyaknya makanan yang diberikan Azril dan Kenzo.
Setelah acara selesai, Azril dan Kenzo ikut Khaira pulang ke kontrakannya.
Rencananya Azril dan Kenzo akan menginap di hotel. Tapi sebelum itu mereka mampir dulu ke kontrakan Khaira.
Setelah mandi dan mengganti pakaiannya. Khaira kembali duduk disamping Azril sambil memeluknya.
Kenzo ada di dapur bersama Diego, entah apa yang sedang ayah dan anak itu bicarakan. Mungkin Kenzo memberi nasehat buat Diego.
"Papi, kenapa Atha nggak tahu jika aku menikah hari ini." ucap Khaira, ia memang sudah dari pagi berpikir tentang alasan papinya tak beritahu Atha.
"Papi nggak mau nanti Atha keceplosan ngomong dengan seseorang dan akhirnya mami dan oma tahu pernikahan kamu ini"
"Tapi, pi. Apa kita nggak keterlaluan. Kenapa harus menyembunyikan semua ini dari mami. Kenapa nggak melibatkan mami aja. Pasti mami nanti kecewa dan sedih setelah tahu Diego dan aku telah menikah"
"Papi juga sebenarnya nggak enak hati, tapi harus bagaimana lagi. Ini udah dipertimbangakan oleh daddy kamu. Papi juga awalnya meminta daddy mengatakan saja pada mami. Tapi daddy tak mau ambil resiko seandainya mami tak setuju dan ia mengatakan semuanya pada oma"
"Papi, apa papi tahu apa yang membuat oma tak menyukaiku"
"Siapa yang mengatakan oma tak menyukaimu"
"Aku tahu, papi. Dari sikap oma selama ini padaku. Padahal aku sudah berusaha sebaik mungkin bersikap pada oma"
"Jangan dimasukin kehati semua sikap oma. Itu karena oma sudah tua..."
"Papi, benar. Mungkin semua sikap oma itu karena oma yang sudah semakin tua. Papi, kenapa nggak menginap disini aja. Ada dua kamar. Papi tidur denganku, daddy dengan Diego"
Kenzo dan Diego yang baru muncul dari dapur langsung menjawab ucapan Khaira.
"Sayang, kamu tuh udah jadi istrinya Diego sekarang. Jadi nggak boleh tidur sama papi atau sama daddy lagi"
Kenzo duduk disamping kiri Khaira dan disamping kanan ada Azril. Kenzo memeluk Khaira dan mengecup pucuk kepalanya.
"Akhirnya kamu jadi anak daddy juga. Dengan kamu jadi menantu daddy berarti kamu udah menjadi anak daddy juga. Daddy sangat bahagia karena kamu dan Diego saling mencintai. Padahal daddy juga sudah berencana akan menjodohkan kalian berdua"
__ADS_1
"Kenapa nggak boleh, Diego pasti nggak keberatan jika aku tidur dengan papi atau daddy"
"Sayang, kamu nggak boleh sebut nama lagi dengan Diego. Walaupun ia lebih muda usianya, tapi tetap ia suamimu. Kamu harus menghormatinya" ucap Azril
"Jadi aku harus manggil apa. Nggak mungkin mas atau kakak...".
"Yang aja..." ucap Diego
"Yang...ih nggak ah. Alay banget...."
Semua tertawa mendengar perkataan Khaira.
"Jadi kamu maunya panggil apa. Hubby, sayang, kakanda atau mas ... kamu enaknya panggil apa" tanya Kenzo
"Emang dosa ya, dad. Kalau aku panggil nama"
"Iya , dosa" ujar Diego
"Kalau gitu baiklah aku panggil yang aja..." ucap Khaira pelan
"Gitu dong...." ucap Diego semangat
"Semangat banget jawabnya...alay. Daddy...apa nggak hubungi mami. Aku kasihan sama mami karena kita membohonginya. Jika mami marah gimana"
"Mami pantas marah jika tahu aku menikah dengan Diego tanpa melibatkannya"
"Udah , jangan kamu pikirkan itu dulu. Sekarang kamu hanya perlu pikirkan rumah tangga kalian. Dalam berumah tangga nanti akan banyak masalah yang akan kalian hadapi. Kalian harus bisa memecahkan masalah dengan komunikasi yang baik. Jangan saling memendam saja masalah yang ada" ujar Kenzo.
"Papi akan ke hotel sekarang bersama daddy, kalian bisa istirahat.
"Papii..."
"Apa lagi sayang..."
"Kenapa nggak menginap aja. Aku tidur sama Diego aja, papi dengan daddy"
"Kamu nyebut nama aku loh sayang"
"Iya nanti aku mulai merubahnya" ucap Khaira manyun
"Papi masih akan disini sampai besok. Pagi kamu bisa ke hotel tenpat papi menginap. Papi dan daddy akan mencari suasana baru"
__ADS_1
"Awas kalau daddy macam macam. Aku nggk mau mami hanna diduakan"
"Sayang, daddy nggak akan menduakan mami kamu. Jangan takut"
"Hati hati...jangan minum alkohol, jangan ke klub , jangan main main sama wanita. Walau papi duda , papi juga nggak boleh sembarangan cari wanita. Harus atas persetujuan aku"
"Iya, bawel banget putri papi"
Daddy dan Papi pamit menggunakan mobil yang di rental Kenzo.
Setelah kepergian papi dan daddynya, Diego mengajak Khaira masuk ke kamar.
"Ngapain masuk kamar. Masih sore. Menonton aja dulu"
"Aku capek, sayang. Kita istirahat ya"
"Capek...emang kamu kerja"
"Jangan salah ya, aku ini kerja juga loh. Dari sini. Kamu lupa jika aku memiliki satu usaha saat ini. Memang sih masih kerja sama dengan daddy. Aku kan harus menafkahi kamu yang sekarang udah menjadi istriku"
"Yang, ih ...nggak boleh panggil nama aja ya" ucap Khaira dengan manyun
"Nggak boleh"
"Yang, apa nanti yang akan kamu katakan jika mami bertanya kenapa kamu lama banget berada di Pekanbaru"
"Aku akan jujur jika aku ambil cuti kuliah"
"Dan kapan kita akan jujur mengenai pernikahan kita"
"Dua bulan lagi , saat kamu libur kuliah. Kita akan ke Jakarta"
"Aku yakin mami pasti akan marah dan kecewa karena dibohongi. Seandainya aku yang menjadi mami, pasti aku juga akan marah dan kecewa pada anak apa lagi suamiku..."
"Sayang, aku tahu pasti mami akan kecewa tapi aku nggak tahu, ada apa dibalik alasan daddy menyembunyikan ini semua pada mami. Daddy tadi mengatakan ada satu alasan yang membuat daddy tak mengatakan pada mami terutama oma. Jadi lebih baik kita menerimanya saja. Sekarang kita ke kamar ya, udah seminggu aku menahan diri untuk tidak tidur bareng kamu"
"Aku kunci pintu dulu. Kamu duluan aja, yang"
"Oke, aku tunggu di kamar"
Diego masuk kekamar disusul Khaira setelah ia menutup dan mengunci pintu rumah.
__ADS_1
*******************
Terima kasih