
Hari ini jadwal buat Alesha buat melakukan kemoterapi. Sebenarnya Alesha diizinkan pulang setelah kemo, tapi Azril memilih buat dirawat saja sehari.
Azril ingin Alesha istirahat jika dirawat. Karena di rumah Alesha pasti akan diganggu Khaira yang belum mengerti jika mommy nya sedang sakit. Bunda yang telah tahu penyakit yang diidap Alesha juga menyarankan agar ia di rawat saja sehari setelah kemo.
Pagi hari Alesha sudah masuk ruang steril yang dikhususkan buat kemo. Azril menunggu di luar ruangan. Ia telah menyerahkan urusan kantor pada Farrel. Azril libur buat dua hari.
Alesha baru saja selesai melakukan kemoterapi, saat ini ia sudah berada di ruang perawatan dan sedang tertidur pengaruh dari obat dan kemo.
Azril duduk di sofa yang ada dalam ruangan perawatan itu sambil terus memandangi Alesha.
Dokter tidak menganjurkan buat siapapun terlebih orang tua dan anak anak buat memeluk dan bersentuhan langsung terlalu dekat dengan penderita kanker yang telah melakukan kemoterapi selama seminggu.
Jika seseorang itu tidak memiliki imun tubuh yang kuat , ia akan dapat menulari penyakit kanker tersebut dalam waktu sepuluh tahun mendatang. (ini menurut yang aku baca ya).
Tapi Azril tetap tak mau jauh dari Alesha, ia serahkan semua pada Tuhan. Sebelumnya ia telah meminum obat buat meningkatkan kekebalan tubuhnya.
Kenzo yang sudah tahu hari ini jadwal kemoterapi buat Alesha , menyempatkan diri mengunjunginya. Tampak ia sedang berjalan di lorong rumah sakit bersama seorang wanita cantik bernama Hanna.
Ternyata dokter Bagas yang menangani Alesha adalah ayah dari Hanna, wanita yang dijodohkan orang tua Kenzo setelah Febby menolak buat menikah cepat. Mami Kenzo tak bisa menunggu hingga Febby lulus kuliah. Ia ingin Kenzo secepatnya menikah dan melupakan Alesha.
Kenzo langsung menuju ruang perawatan Alesha setelah mengetahuinya dari dokter Bagas.
Kenzo mengetuk pintu ruang rawat itu, terdengar suara Azril menjawab dari dalam.
"Silakan masuk...."
Kenzo membuka pintu diikuti Hanna. Azril yang melihat Kenzo datang mempersilakan duduk.
"Aleshanya sudah kemo, Ril"
"Sudah dari satu jam yang lalu"
"Oh ya, Ril. Kenalkan ini Hanna, putrinya dokter Bagas"
"Azril, senang berkenalan denganmu. Dokter Bagas , dokter yang baik dan ramah. Alesha beruntung menjadi pasiennya"
"Terima kasih ya pujiannya buat papa"
"Tapi itu bukan hanya sekedar pujian, tapi kenyataan memang begitu. Kamu sebagai anaknya pasti sangat bangga memiliki ayah seperti dokter Bagas"
"Tapi papa di rumah sangat galak. Berbeda terbalik saat ia menghadapi pasiennya, snagat ramah"
Kenzo dan Azril tertawa mendengar perkataan Hanna. Alesha terbangun mendengar suara tawa. Ia mencoba membuka matanya.
"Kak..." ucapnya
"Ia , sayang..." jawab Azril dan bergegas menuju tempat tidur Alesha.
"Apa kepalanya terasa pusing, mual.."
"Sedikit...kak, aku haus"
Azril mengambil air mineral yang ada di meja samping tempat tidur dan meminumkan pada Alesha. Setelah Alesha meminumnya, Azril meletakan kembali.
"Sayang, ada Kenzo"
Alesha menoleh kearah tunjuk Azril dan tersenyum. Kenzo dan Hanna mendekat ke tempat Alesha. Azril membantu Alesha duduk.
"Selamat siang, Sha...."
__ADS_1
"Selamat siang kak...."
"Apa yang kamu rasakan saat ini ,Sha. Apa ada yang sakit"
"Nggak kok. Cuma pusing dan mual sedikit. Kakak sama siapa nih, calon istri kakak"
"Kenalkan Sha, ini Hanna putrinya dokter Bagas"
"Oh, aku Alesha. Senang berkenalan denganmu. Ayahmu dokter yang hebat, pasti anaknya juga hebat"
"Kamu bisa aja , Lesha. Aku tak sehebat papa"
"Kak Kenzo cocok deh kalau sama Hanna"
"Doakan aja kami bisa bersama , Sha..."
"Aku doakan semoga kakak dan Hanna berjodoh. Tunggu apa lagi. Sesuatu yang baik itu jangan di tunda"
Azril duduk ditepi ranjang dan memeluk Alesha.
"Sayang, kamu mau makan. Mau kakak belikan apa. Atau kamu mau makan nasi dari rumah sakit ini aja"
"Ini aja kak...."
"Kakak suapin ya..."
"Nanti aja..."
"Makan aja , Sha. Jangan malu..." ucap Hanna.
"Kak Kenzo dan Hanna mau minum apa kak, belikan dikantin aja"
"Nggak perlu,Ril. Santai aja...kami juga mau pamit kok"
"Kamu pengin banget ya kakak nikah secepatnya"
"Aku ingin lihat kakak bahagia...."
"Terima kasih , Sha. Memang kakak sudah ada niat mau menikah dengan Hanna secepatnya" ucap Kenzo
"Baguslah , Ken. Sebelum Hanna nya diembat orang" canda Azril
"Kamu bisa aja. Aku tak akan lari, tapi takutnya Kenzo yang akan mundur" ucap Hanna
"Kenapa kak Kenzo mundur. Kamu cantik, pintar , dan baik. Apa lagi kurangnya."ujar Alesha
"Kurang cinta, Sha. Kenzo belum bisa mencintaiku sepenuhnya."
Mendengar ucapan Hanna , Alesha jadi terdiam dan menunduk.
"Kak Kenzo pasti bisa mencintai kamu"
"Semoga, Sha. Karena aku sudah menyukai Kenzo lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Tapi ia nggak pernah memandangiku lebih dari sahabat dan saudara. Kamu yang sangat beruntung Alesha. Dicintai oleh dua lelaki tampan"
"Maksudnya kamu apa..."
"Hanna tahu, Sha. Jika kamu mantan istriku"
"Oh...kamu juga pasti akan mendapat cinta dari kak Kenzo..."
"Azril, Lesha...kami pamit dulu ya"
__ADS_1
"Ya kak..Hanna terima kasih..."
"Semoga kamu cepat sembuh..."
"Hati hati ..."
Kenzo dan Hanna meninggalkan kamar rawat inap Alesha diantar Azril.
"Terima kasih ya atas kunjungannya. Aku doakan kalian berjodoh dan secepatnya menikah."
"Terima kasih..." ujar Hanna.
Setelah Kenzo dan Hanna menghilang, Azril kembali ke kamar. Ia mengambil nasi dan menyuapi Alesha.
"Sha, minggu depan kita liburan ya..."
"Liburan...buat apa kak. Apa kakak nggak ada kerjaan penting."
"Semua kerjaan nanti bisa diserahkan pada Farrel. Liburan bisa membuat pikiran lebih tenang, biar kesehatanmu makin membaik. Dan juga biar bisa buat adik untuk Khaira"
"Kakak....pikirannya mesum terus"
"Kakak udah nggak sabar ingin melihat perutmu ini membuncit karena mengandung benih kakak"
"Semoga diberi kepercayaan secepatnya ya, kak"
"Semoga...aamiin"
Alesha kembali membaringkan tubuhnya di ranjang diikuti Azril. Alesha tidur miring dan Azril memeluknya dari belakang.
"Kak...jangan memelukku terlalu erat"
"Kenapa Sha"
"Karena itu tak baik buat kesehatan kakak. Aku kan habis di kemo, nanti bisa pindah penyakitku...memang tidak dapat kakak rasakan saat ini, tapi nanti sepuluh tahun mendatang, pasti akan terasa. Aku tak mau kakak juga sakit..."
"Sha, jika sakit itu bisa dipindahkan...kakak rela semua penyakit yang ada ditubuhmu dipindahkan pada kakak. Biar kamu sehat tanpa ada mengidap satupun penyakit...."
"Kak...suatu saat nanti, aku tahu penyakit ini akan membunuhku juga. Walau perkembangannya tidak cepat. Dan aku mau, saat aku pergi meninggalkan kakak dan Khaira , kakak dalam keadaan sehat biar bisa menjaga Khaira dan bunda. Makanya aku tak mau kakak mengidap penyakit yang sama denganku. Aku mau kakak tetap sehat"
"Kakak dan juga kamu akan tetap sehat, kita akan menjaga Khaira dan bunda bersama. Kita juga akan memberi Khaira adik adik yang lucu lainnya. Biar rumah rame"
Alesha membalikan badannya dan memeluk Azril, ia membenamkan kepalanya didada Azril. Azril lalu mengecup pucuk kepala Alesha.
"Kakak sangat mencintaimu, Sha"
"Aku juga kak..."
"Aku juga mau hidup sampai kita menua bersama kak. Aku juga akan berusaha buat sembuh dari sakitku ini. Aku mau melihat Khaira tumbuh sampai dewasa. Aku juga mau memberi adik lagi buat Khaira. Tapi aku juga harus realistis , penyakit ini tak mungkin sembuh. Hanya perkembangannya bisa dihambat lebih lama tapi bukan mematikan..."
********************
Terima kasih.
Hei pembaca setia novelku, aku akan rilis novel terbaru yang berjudul ANTARA CINTA DAN KEYAKINAN.
Yasmin gadis ayu yang baik hati jatuh cinta pada sang ketua OSIS Daniel. Perhatian dan kelembutan Daniel membuat Yasmin takluk.
Yasmin dan Daniel saling mencintai, mereka merajut kasih. Tapi semua tak berjalan sesuai keinginan karena perbedaan keyakinan diantara mereka.
Apakah Yasmin dan Daniel akhirnya berpisah karena perbedaan diantara mereka...
__ADS_1
Tunggu ya rilisnya di tanggal 1 mei 2021