
Khaira mendekati Azril yang terus bersimpuh didepan jenazah Alesha.
"Papi, kenapa wajah mommy ditutup" ucap Khaira membuat Azril kembali duduk tegak.
"Mommy telah pergi sayang" ucap Azril mmeluk erat Khaira,membuat pelayat yang melihat tak bisa menahan air mata.
"Mommy pergi kemana. Inikan masih ada mommy..."
"Mommy telah dijemput sama penciptanya. Khaira bisa melihat mommy sepuasnya sekarang, sebelum mommy dikuburkan"
"Berapa lama mommy pergi"
"Buat selamanya sayang"
"Maksud papi, mommy tak akan kembali..."
"Iya sayang"
"Nggak, mommy tak boleh pergi. Khaira mau ikut mommy" teriak Khaira histeris dan langsung memeluk Alesha.
Khaira membuka kain penutup tubuh Alesha. Ia mengecup seluruh bagian di wajah Alesha.
"Mommy bangun, mommy bangun. Mommy jangan pergi. Aku mau ikut...mommy"ucap Khaira mengguncang tubuh Alesha.
Kenzo dan Hanna mendekati Khaira. Dan Hanna membawa Khaira ke dalam pelukannya.
"Khaira sayang, nggak boleh begitu nak. Khaira harus rela melepaskan kepergian mommy. Biar mommy tenang." ujar Hanna sambil terisak
"Mami, kenapa mommy tak bangun..."
"Mommy sudah pergi meninggalkan kita dan sebentar lagi mommy akan dikuburkan"
"Seperti kakek...dikubur pakai tanah"
"Iya, sayang..."
"Nggak...mommy nggak boleh dikubur. Kasihan mommy."
"Tapi itu sudah menjadi kehendak Tuhan, kita harus bisa menerima"
"Jadi Khaira tidak ada mommy lagi..."
"Masih ada mami kan..."
"Khaira mau mommy...mommy bangun. Jangan tinggalkan Khaira"
__ADS_1
Azril membawa Khaira ke dalam pelukannya. Ia tak bisa menahan air matanya lagi. Padahal ia telah berjanji tidak akan menangis lagi.
Kenzo menggendong Khaira membujuknya. Khaira yang telah lelah menangis tertidur dalam gendongan Kenzo.
Ketika jenazah Alesha akan dimandikan, Azril dan bunda turut memandikan Alesha.
"Sayang, ini terakhir kali kakak memandikan kamu. Kakak akan mengenang saat ini selamanya. Kakak harap kamu di sana bahagia. Kamu tidak lagi merasakan kesakitan. Tenang disana, dan doakan kakak juga tabah di sini. Kamu bahagia disana, tapi kakak disini akan merasakan kesedihan yang tak akan tahu sampai kapan ini akan kakak rasakan."
Azril mengusap tubuh Alesha dengan lembut ketika memandikan. Bunda juga melakukan hal yang sama.
"Pergilah dengan tenang nak. Kamu akan berkumpul kembali dengan papi dan mamimu. Jika kamu bertemu ayah katakan pada ayah, bunda sudah sangat merindukan ayah. Kenapa ayah begitu lama menjemput bunda. Kenapa ayah menjemput kamu dulu, seharusnya bunda yang dijemput ayah bukan kamu"
Akhirnya bunda tak bisa lagi menahan air matanya. Ia terduduk dilantai dengan pakaian yang basah.
Hanna mengangkat tubuh bunda dan memapahnya ke kamar.
"Hanna...apa salah bunda. Kenapa orang yang bunda cintai semuanya meninggalkan bunda. Bunda sudah siap memyusul ayah, tapi mengapa Alesha yang ayah jemput. Bunda rasanya ingin menyerah, tapi bunda ingat ada anak anak Alesha dan Azril yang harus bunda jaga. Bunda dari tadi sudah menahan agar air mata ini tidak jatuh, bunda ingin tampak tegar di mata Azril. Tapi bunda tak bisa...." isak bunda.
"Bunda, jika bunda ingin menangis...menangislah. Jangan di tahan. Itu tak baik bagi kesehatan bunda"
Bunda menangis dalam pelukan Hanna. Jenazah Alesha telah selesai dimandikan. Saatnya mengkhafani. Bunda keluar dari kamr setelah menghapus air matanya.
Sebelum wajah Alesha ditutupi kafan, bunda mengecupnya. Giliran Azril mengecup Alesha.
Khaira yang dari tadi ada digendongan Kenzo, turun mendekati jenazah mommynya.
"Papi, kenapa wajah mommy ditutupi gitu. Kasihan mommy, jangan jahat papi"
"Sayang, papi tak jahat. Itu memang harus dilakukan untuk mengantar kepergian mommy" ucap Hanna
"Sayang, kamu cium mommy nak...sebelum mommy dikuburkan dan Khaira tak dapat melihat mommy lagi selamanya" ucap Azril terbata
"Mommy, kenapa mommy tidur terus. Khaira sayang mommy. Daddy bilang, mommy akan pergi ketempat yang indah diatas langit, mommy akan tetap dapat melihat Khaira dari atas sana. Dan jika Khaira rindu mommy, Khaira bisa melihat bintang, karena salah satu bintang itu adalah mommy..."
Azril memeluk Khaira dan memintanya segera mengecup pipi Alesha. Setelah Khaira mengecup pipi Alesha, jenazah Alesha ditutup.
Jenazah disholatkan di rumah duka yang fi imami oleh Azril langsung. Azril dengan menahan tangis memimpin sholat jenazah.
Setelah disholatkan jenazah Alesha dimasukan ke keranda. Pak Ustad membacakan doa. Azril juga memohon maaf pada semua pelayat jika Alesha memilki kesalahan.
Setelah itu, jenazah Alesha di angkat masuk ke ambulan. Azril dan Khaira masuk kedalam ambulans.
Sepanjang jalan Khaira selalu meneteskan air matanya, ia selalu bertanya mengapa mommynya harus pergi.
"Papi, apa mommy tak sayang Khaira, kenapa mommy meninggalkan Khaira"
__ADS_1
"Mommy Khaira sangat menyayangi kamu nak. Tapi Tuhan lebih sayang mommy, ia ingin bertemu mommy , makanya mommy dipanggil"
"Kenapa Tuhan tidak memanggil Khaira, apa Tuhan tak sayang Khaira"
"Jangan berkata begitu nak, jika Khaira juga pergi meninggalkan papi. Papi tak akan sanggup lagi"
Ambulan berhenti dipemakaman umum. Kenzo dan Azril serta suami Dita dan Farrel mrngangkat keranda menuju kuburan yang akan ditempati Alesha.
Bunda dirangkul Hanna berjalan. Sedang Khaira berada dalam gendongan Dita.
Sampai didepan kubur , pak Ustad kembali meemimpin doa. Azril dan Kenzo beserta satu penggali kubur masuk ke dalam liang lahat menyambut jenazah Alesha.
Azril mengadzani jenazah Lesha. Khaira terus saja menangis melihat mommynya dimasukan kedalam kuburan.
Azril dan Kenzo naik dari liang lahat. Penggali kubur mulai menurunkan tanah untuk menutupi jenazah Alesha.
Azril sudah tidak bisa menahan tubuhnya. Akhirnya ia terduduk di tanah melihat jenazah Alesha mulai tertimbun.
Khaira yang melihat mommynya dikuburkan meronta dari gendongan Dita dan berlari ke arah Azril yang terduduk di tanah.
"Papi, jangan kubur mommy. Kasihan momny. Nanti mommy pasti menangis karena kesakitan. Mommy pasti takut. Papi larang om itu , papi..." ucap Khaira menangis.
Azril hanya bisa memeluk Khaira . Mendekapnya ke dada.
"Sayang, mommy udah pergi...." hanya itu yang terucap dari bibir Azril.
Bunda yang ada dalam pelukan Hanna akhirnya jatuh pingsan begitu jenazah Alesha tertutup seluruhnya dengan tanah.
Kenzo dan Arjuna lalu mengangkat tubuh bunda dan merebahkan dimobil.
"Papi...tolong mommy" ucap Khaira mengguncang tubuh Azril agar mencegah pekerja menutup jenazah Alesha.
Setelah semua selesai, Azril meminta Khaira menaburkan bunga diatas tanah kuburan. Ia meletakan foto Alesha yang tadi dibawa bunda di dekat batu nisan.
"Papi, nanti kalau Khaira rindu mommy bagaimana. Apakah mommy akan keluar dari tanah itu dan jumpa dengan Khaira"
Azril hanya dapat memeluk Khaira , tanpa menjawab pertanyaannya. Azril menaburkan bunga sambil menahan air matanya.
"Sayang , selamat jalan. Semoga kamu tenang disana . Aku tak akan pernah lagi melihat senyummu itu. Sayang, kenapa kamu meninggalkan kami begitu cepat. Kakak nggak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan Khaira. Sayang apa kakak akan mampu bertahan tanpa kamu. Ya Tuhan, berilah aku kesabaran dan ketabahan agar aku bisa menghadapi semua ini"
***********************
Terima kasih
__ADS_1