
Dua Tahun Kemudian
Tak terasa saat ini usia Khaira telah menginjak tiga tahun. Khaira anak yang cerdas dan lincah. Ia telah dapat mengucapkan beberapa kata dengan jelas. Alesha telah memasukan Khaira ke sekolah sekaligus tempat penitipan anak.
Karier Alesha semakin bagus. Ia saat ini telah memegang jabatan sebagai seorang manajer.
Banyak pria di kantor atau rekan bisnis yang mencoba mendekati Alesha tapi ia dengan tegas menolak siapapun pria yang mencoba mendekatinya lebih dari sekedar kerjaan.
Alesha ingin hidup berdua saja dengan Khaira untuk saat ini. Ia ingin fokus meniti kariernya.
Sementara itu Kenzo dan Febby makin dekat dan akrab. Mami Kenzo setiap bulan selalu menyempatkan diri datang ke Jakarta hanya ingin bertemu Febby dan Kenzo.
Setiap ke Jakarta mami akan selalu mengundang Febby buat makan malam bersama keluarganya. Mami memang berniat menjodohkan Febby dengan Kenzo.
Sepertinya Kenzo mulai membuka hatinya buat Febby. Mungkin karena hampir setiap hari kebersamaan mereka.
Kenzo ingin mencoba melupakan Alesha. Ia telah dapat menerima jika mungkin Alesha bukan jodohnya. Dua setengah tahun kepergian Alesha , tak ada sekalipun ia memberi kabar keberadaannya. Kenzo mulai lelah berjuang sendiri akan cintanya.
Malam ini Febby kembali mendatangi apartemen Kenzo, ia memasak makan malam bersama mami Kenzo.
"Masak apa nih, bau nya wangi banget"ucap Kenzo yang baru selesai mandi
"Febby nih buat gado gado sayur kesukaan mami. Ternyata Febby pintar banget masak.."
"Tante bisa aja deh kalau memuji, cuma masak gado gado doang siapapun bisa kok , tante"
"Tante aja nggak bisa, siapa bilang masak gado gado gampang. Kenzo suka banget loh gado gado, betulkan Ken"
"Iya mi. Kalau aku tahu kamu pintar masak gado gado dari kemarin udah aku bajak kamu buat masak di apartemenku"
"Udah , kamu duduk di sofa dulu. Jangan liatin terus Febby nya, jadi malu ntar" ujar mami menggoda.
Mami sangat senang karena saat ini Kenzo sudah bisa mulai menerima Febby sebagai teman dekatnya.
Mami mendengar sendiri dari cerita Febby ketuka mami menghubunginya. Jika Kenzo sering mengantar jemputnya kuliah dan membawa Febby setiap ada kerja diluar kota bersama Dita juga.
Setelah semua masakan selesai mereka makan malam bersama. Ketika malam sudah agak larut barulah Febby pulang di antar Kenzo ke kostnya.
__ADS_1
Mami menunggu di ruang keluarga kepulangan Kenzo mengantar Febby.
Kenzo yang telah mengantar Febby , langsung kembali ke apartemennya. Saat ia memasuki apartemennya ia keget melihat mami yang masih belum tidur.
"Selamat malam, mi. Kok belum tidur. Sudah larut loh"
"Mami sengaja menunggu kepulanganmu. Ada yang ingin mami bicarakan denganmu. Duduklah"
"Ada apa mi. Apa nggak sebaiknya besok pagi aja ngomongnya"
"Lebih cepat kita bicarakan ini, mungkin lebih baik"
"Ngomong apa sih, mi"
"Kenzo, sudah hampir dua setengah tahun Alesha pergi meninggalkan kamu. Tak ada kabar apapun tentang keberadaannya. Apa nggak sebaiknya kamu mengurus surat perceraianmu dan mencoba membuka lembaran baru dengan wanita lain"
"Tapi mi, aku belum kepikiran kesana. Aku masih betah dengan kehidupan aku saat ini"
"Oke , jika kamu memilih untuk sendiri aja saat ini. Tapi kamu tetap harus mengurus surat perceraian kamu agar kamu memiliki kepastian akan statusmu. Janganlah menyiksa dirimu sendiri dengan tetap menggantung statusmu. Buat apa kamu masih mengharapakan Alesha, apa kamu yakin ia masih ingat akan dirimu. Apa kamu yakin ia masih mau bersamamu lagi. Dan apa kamu yakin saat ini Alesha masih sendiri"
"Entahlah mi. Aku nggak tahu apa sebaiknya yang akan aku lakukan. Jujur saat ini aku masih mencintai Alesha, walau dihatiku sudah mulai lelah menanti kehadirannya. Aku ingin mundur ,tapi hati kecilku masih mengharapkan ia kembali. Aku ingin bertahan, tapi aku takut jika nanti ternyata Alesha sudah melupakan aku"
"Apa menurut mami ini adalah jalan terbaik, tapi aku takut nanti aku tak bisa mencintai pasanganku karena dihatiku masih ada cinta buat Alesha. Aku takut menyakiti pasanganku karena aku yang masih memikirkan Alesha."
"Mami yakin kamu tak akan pernah menyakiti wanita. Kamu pria yang baik. Dan kamu pantas mendapat wanita yang baik juga."
"Beri aku waktu untuk memikirkan ini, mi"
"Jangan terlalu lama memikirkannya. Hidup terus berjalan. Jangan terpaku di tempat."
"Baik mi...sekarang mami tidurlah. Aku juga akan istirahat."
"Bagaimana menurut kamu Febby. Ia baik dan cantik jugakan"
"Iya mi. Sekarang lebih baik mami tidur. Ini sudah larut malam. Besok ngomongnya lagi"
"Kamu tuh ya....kebiasaan. Kalau diajak ngomongin wanita lain pasti nggak mau. Coba kalau ngomongin Lesha sampai pagi mau aja"
__ADS_1
"Mami, aku capek..."
"Iya...iya..tidur sana. Mami juga akan tidur. Tapi kamu cobalah pikirkan kehadiran Febby"
"Iya...mami"
"Betul ya..."
"Iya...mami"
"jangan iya iya aja. Kamu harus secepatnya mengambil keputusan tentang status kamu. Mami sudah pengen gendong cucu dari darah daging kamu. Ingat darah daging kamu bukan orang lain"
"Udah mi, jangan memulai lagi. Aku lagi nggak ingin berdebat"
Mami akhirnya masuk ke kamar dan tidur. Ia tak ingin berdebat lagi yang akan memperburuk hubungannya yang saat ini sudah membaik dengan Kenzo.
Pagi harinya mami Kenzo kembali membujuk Kenzo buat mengajukan gugatan cerainya pada Alesha.
Karena terus di desak oleh mami akhirnya Kenzo menyerah.
"Oke, mi. Terserah mami aja. Mami minta tolong aja sama pengacara keluarga. Tapi mi, walau aku mengajukan surat cerai buat Alesga, aku minta mami jangan ikut campur lagi urusan pribadi aku. Jangan pernah menjodohkan aku dengan siapapun. Dan jangan minta buat aku secepatnya menikah lagi. Karena saat ini aku hanya ingin menjalankan hidupku seperti ini dulu. Aku belum mau untuk memikirkan berkeluarga lagi. Karena aku masih nyaman dengan hidupku saat ini"
"Baiklah. Mami senang akhirnya kamu mau mengikuti saran mama. Hidup harus terus berjalan, kamu tak mungkin hidup dengan bayangan masa lalumu terus."
"Aku pamit kerja. Jika pengacara itu telah bisa mami hubungi, minta ia menemui aku di kantor. Kami bicarakan di kantor aja"
"Baiklah sayang....hati hati. Sampaikan salam mami buat Febby...."
Kenzo pergi meninggalkan apartemennya menuju kantor dengan perlahan. Pikirannya masih dengan keputusan yang akan diambilnya.
"Semoga ini keputusan yang tepat. Aku harus berusaha melupakan Alesha. Mungkin ia memang bukan jodohku. Karena sejauh apapun ia pergi, jika ia memang jodohku pasti ia akan kembali lagi padaku. Tapi seerat dan sekuat apapun aku genggam , jika ia memang bukan jodohku...ia akan terlepas dan berlari menjauh...aku mungkin harus mulai mengikhlaskan jika Alesha bukanlah tercipta untukku"
**************************
__ADS_1
Terima kasih