CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Dua puluh Satu


__ADS_3

Pagi hari Lesha membantu bunda menyiapkan sarapan. Ia memeluk tubuh bunda dari belakang ketika bunda sedang menata sarapan di meja.


Alesha menangis di dalam pelukan bunda. Ia ingin segera mengakhiri pernikahannya, tapi ia takut memulai pembicaraan, ia takut melukai hati bunda dan ayah yang begitu menyayanginya seperti anak sendiri.


"Kenapa kamu menangis ,nak "ucap Bunda membalikkan badan menghadap Alesha


"Bunda, seandainya Alesha tidak menikah dengan kak Azril apa bunda tetap menyayangi Alesha"


"Tentu saja, kamu adalah anak kami. Mengapa kamu tanyakan itu ,bukankah sekarang kamu sudah menjadi istri Azril, apa yang kamu takutkan lagi. Kamu anak sekaligus menantu bunda saat ini"


"Bunda, Apapun yang terjadi nanti, bunda harus tahu jika Alesha sangat menyayangi bunda dan ayah"ucap Lesha kembali menangis dipelukan bunda


"Lesha, duduk dulu"ucap Bunda meminta Lesha duduk. Tanpa mereka sadari ada ayah berdiri di belakang.


"Kamu lagi ada masalah dengan Azril"


Lesha menganggukan kepalanya, bunda menggenggam tangan Lesha dan menarik nafasnya.


"Lalu, apakah masalahnya terlalu berat nak"


Lagi lagi Lesha menganggukkan kepalanya. Ayah yang berdiri di belakang mereka tidak bisa tinggal diam, akhirnya ia bersuara.


"Apa yang telah Azril perbuat,apa ia berselingkuh"ucap ayah dengan sedikit emosi


"Ayah... "ucap Lesha kaget


"Ayah, dengar dulu Lesha bicara. Jangan langsung emosi. Itu membuat lesha takut dan tak jadi bicara nantinya"ucap bunda dengan lembut


"Ayah, maafkan Lesha.. "


"Mengapa kamu yang harus minta maaf. Ayah tahu jika ada masalah dalam rumah tanggamu, pastilah Azril penyebabnya. Ayah mengenal kalian berdua. Ayah tahu sifat masing masing anak ayah. "ucap Ayah masih dengan suara keras.


"Ayah, Lesha nggak mau bicara jika ayah masih emosi. Nanti ayah sakit"ujar Lesha


"Baiklah nak, kita bisa bicarakan nanti setelah sarapan. Kita tunggu Azril dulu"


"Ya, ayah... "

__ADS_1


Tak berapa lama Azril keluar dari kamar dan duduk di kursi samping Alesha.


"Kamu kenapa Ril, kelihatannya kusut banget tuh wajah"tanya ayah


"Hanya kecapean dan kurang tidur"


"Oh, makanlah. Ada yang akan ayah dan bunda bicarakan dengan kalian berdua"ucap ayah


Azril langsung memandangi wajah Lesha yang duduk disampingnya. Lesha menundukkan wajahnya ketika mata mereka bertemu.


Setelah sarapan ayah membawa mereka duduk di ruang keluarga.


"Azril, apa kamu ada masalah dengan Lesha"


"Kenapa ayah tanyakan itu,apa Lesha mengatakan sesuatu "ucap Azril dan memandangi Lesha


"Lesha belum mengatakan apa apa. Tapi melihat sikap kalian, ayah dan bunda berkesimpulan kalian sedang tidak baik baik"


"Aku tak ada masalah, tapi nggak tahu Lesha "


"Lesha jujurlah nak, apa ada yang menjadi pikiranmu saat ini"


"Apa... kamu jangan bercanda Lesha.. "ucap Azril kaget


"Apa nak, mengapa kamu ingin mengakhiri perkawinan yang baru seumur jagung ini. Apakah kesalahan yang Azril lakukan begitu sulit buat kamu maafkan"ucap Bunda sambil menahan tangisnya.


"Azril.. katakan sejujurnya, apa yang kamu lakukan "ucap Ayah dengan emosi


"Ayah, bunda, jangan marah. Kak Azril nggak salah. Ini salahku. Aku rasa aku nggak cocok sebagai suami istri dengan kak Azril, mungkin kami memang lebih pantas sebagai adik kakak"


Azril yang duduk disamping Alesha menarik nafas dalam dalam dan menarik rambutnya tanda frustrasi.


"Apa ini sudah memang menjadi keputusanmu, Lesha. Tidak adakah maaf buatku"gumam Azril


Ayah berdiri dari duduknya, dan mendekati Azril. Ayah lalu menarik kerah baju Azril,mengangkatnya. Ayah memaksa Azril berdiri.


Azril lalu berdiri sambil menunduk dihadapan ayahnya. Ia tak berani memandang wajah ayahnya.

__ADS_1


"Katakan dengan jujur, ayah tak pernah mengajarimu berbohong apa lagi menjadi pecundang. Apa yang kamu lakukan pada Lesha hingga ia ingin berpisah denganmu"teriak Ayah


"Aku berselingkuh, ayah"lirih Azril


Plak, Plak. Plak. Ayah menampar wajah Azril membabi buta. Azril tidak mengelak atau melawannya,ia sadar ini kesalahannya.


"Ayah, sudah. Jangan lakukan lagi"ucap Alesha sambil memeluk ayah agar melepaskan pegangan tangannya dibaju Azril.


"Azril, bunda tak mengira kamu sebej*t ini nak"


"Ayah, bunda, ini bukan salah kak Azril"


"Jangan membelanya lagi,Lesha.Ia tak pantas kamu bela"ucap Ayah dan terduduk kembali di sofa.


Lesha berjongkok dihadapan ayah sambil menggenggam tangan keriput ayah.


"Ayah, kak Azril memang sudah menjalin hubungan dengan kekasihnya jauh sebelum kita menikah,bukankah ayah sudah tahu itu. Kak Azril tidak pernah mencintai Lesha,ayah juga tahu itukan. Jadi ini bukan murni kesalahan kak Azril. Ini juga salah Lesha, yang mau menerima pernikahan ini padahal Lesha tahu kak Azril sudah memiliki kekasih yang sangat dicintainya. Lesha minta maaf ,ayah. Lesha gagal menjadi istri yang baik buat kak Azril "


"Kamu nggak salah nak. Yang salah Ayah. Karena ayah gagal mendidik Azril menjadi lelaki yang bertanggung jawab. Ayah tahu jika Azril memiliki kekasih. Tapi ayah pikir, ia pasti akan bertanggung jawab dengan pernikahan ini dan memutuskan hubungannya dengan kekasihnya setelah menikah denganmu. Tapi ayah salah, ayah tak mengenali anak ayah sendiri. Ternyata anak ayah hanyalah seorang pecundang. Ayah minta maaf karena memaksa kamu menerima pernikahan ini"ucap Ayah mengusap kepala lesha


"Ayah.. ayah tak salah. Ini murni kesalahan lesha dan kak Azril. Kami sma sama tak bisa mempertahankan rumah tangga kami. Aku sebagai istri telah gagal, karena tidak bisa membuat kak Azril mencintaiku. Aku tak bisa membuat kak Azril betah bersamaku. Ayah.. sekali lagi maafkan Lesha "


"Lesha, sini nak. Duduk dekat bunda"ujar Bunda


Alesha berdiri dan duduk di samping bunda. Bunda memegang kedua tangan Lesha.


"Lesha, apakah keputusan kamu ini tak bisa kamu batalkan nak. Apa kamu benar benar ingin mengakhiri pernikahan ini. Apa kesalahan Azril sudah sangat fatal"


"Bunda, maafkan Lesha. Lesha tak bisa mempertahankan rumah tangga ini lagi, Lesha takut jika dipaksakan akan ada hati yang terluka."


"Bunda sudah berharap kamu yang akan memberikan kami cucu, bunda selalu membayangkan kamu yang akan melahirkan keturunan dari Azril. Rupanya semua itu hanya mimpi. Bunda terlalu berharap mungkin... "ucap bunda dengan air mata yang sudah mulai turun


"Bunda, siapapun yang akan melahirkan cucu bunda, itu juga keturunan dari kak Azril. Bunda, aku masih tetap anak bunda. Aku akan memberikan cucu suatu saat nanti buat bunda, walau mungkin itu bukan dari keturunan Kak Azril. Mungkin kak Azril bukan jodohku. Karena kami dari dulu memang hanya cocok sebagai adik kakak"


Azril yang duduk diseberang Lesha hanya diam sambil tertunduk. Ia tak menyangka jika Lesha memang ingin pisah dengannya.


"Lesha, aku tahu kesalahan ku sangat besar padamu. Aku tau aku tak pantas dimaafkan. Tapi aku juga tak menyangka kamu secepat ini ingin mengakhiri semuanya. Kamu dengan tekad yang kuat berani mengatakan semua dengan ayah bunda. Aku tak menyangka jika ayah bunda begitu terpukul dengan perpisahan ini. Aku dulu tak berpikir jika apa yang aku lakukan bukan saja akan menyakiti kamu tapi juga kedua orang tuaku"

__ADS_1


*************************************


Terima kasih


__ADS_2