CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Dua puluh Dua


__ADS_3

Seharusnya ini tak' terjadi


Seandainya kau tak lukai hatiku


Sebenarnya ini t'lah berakhir


Tapi kau selalu meminta kembali


'Ku maafkan kamu lagi


Tapi terus kau ulangi


Salahmu yang sama t'lah membuatku luka


'Ku bisa saja bertahan


'Ku bisa saja kembali


Tapi untuk apalagi


Jika aku tak' dihargai


'Ku bisa saja maafkan


'Ku bisa saja paksakan


Tapi 'ku tak yakin


Kau mau berubah


'Ku maafkan kamu lagi


Tapi terus kau ulangi


Salahmu yang sama


T'lah membuatku luka


(lirik lagu TAK MAU BERUBAH)

__ADS_1


Setelah menyampaikan keinginannya yang akan tetap berpisah akhirnya ayah dan bunda dengan terpaksa menyetujui kemauan Alesha.


Ayah membantu Alesha dengan menyewa satu pengacara yang cukup terkenal.


"Lesha, apa kamu sudah memang tak bisa merubah keputusan kamu lagi nak"


"Ayah, Lesha tak mau egois. Cukup sekali lesha egois dengan menerima pernikahan kemarin. Itu saja sudah membuat kak Azril terluka, jadi Lesha tak mau lagi menambah luka"


"Baiklah nak, ayah akan menyewa seorang pengacara buat perceraian kamu. Ini sebagai rasa penyesalan ayah karena kemarin memaksa kamu menerima pernikahan ini. Maafkan ayah, karena membuat kamu menderita selama menikah dengan Azril"


"Ayah, aku tak apa apa. Kak Azril yang lebih terluka dengan pernikahan ini. Karena ia harus menjauh dari kekasihnya "


"Lesha,bunda tahu kamu dan Azril sebenarnya saling mencintai. Tapi Azril tidak menyadari itu. Bunda harap, Azril tidak akan menyesal karena harus melepaskan kamu. Bunda harap ia tak akan pernah menangisi perpisahan ini nantinya"


"Bunda, doakan aku dan kak Azril mendapatkan kebahagiaan masing masing walau kami tidak bersatu. Bunda,Ayah,aku mau kembali ke rumahku"


"Baiklah nak, nanti sore ayah minta pengacara itu datang ke rumah"


"Ayah, terima kasih. Sekali lagi maafkan aku, yang tak bisa mengabulkan keinginan ayah bunda untuk dapat menjadi menantu yang baik. Aku pamit dulu, ayah bunda"


"Kamu tetap anak kami.."ucap bunda sambil menghapus air matanya.


Lesha membuka kunci rumahnya dan langsung masuk ke kamarnya Ia tak peduli debu yang ada melekat di kasur ,lesha langsung naik ke tempat tidur dan menumpahkan tangisnya.


"Mami, papi... Lesha kangen . Lesha mau ikut... Mami, papi, apakah keputusan Lesha ini benar. Lesha tak ingin melukai perasaan ayah bunda,jika ia tahu apa yang telah kak Azril lakukan. Lesha tak ingin ayah dan bunda kecewa.. "


Lesha mengambil ponselnya, ia kembali melihat video yang dikirimkan Tiara juga pesan yang Tiara kirimkan kemarin.


"Alesha.. aku harap kamu tidak mempersulit semuanya. Bukankah kamu tahu dari awal pernikahan Azril tak pernah mencintaimu. Azril hanya mencintaiku. Mengapa ia sampai tidur dan berhubungan badan denganku malam itu ,karena ia mencintaiku. Jika ia beralasan karena dijebak, itu bohong. Kamu bisa lihat sendiri videonya, jika Azril sendiri yang menginginkan kami berhubungan badan. Apa kamu percaya jika Azril memang mencintaimu. Apa kamu percaya Azril bisa melupakan aku secepat itu, sedangkan hubungan kami bukan hanya sekadar pacaran tapi sudah melangkah jauh. Kamu sebagai sesama wanita pasti bisa mengerti posisi aku. Aku yang telah lama mencintai Azril dan kami telah merencanakan pernikahan, tapi batal karena kamu sebagai orang ke tiga. Bagaimana jika kamu menjadi aku, apa kamu bisa pisah dengan Azril, apa lagi kami telah berhubungan badan dan seandainya suatu saat benih ini ternyata menjadi benih bayi, apa yang akan aku lakukan jika kamu masih mempertahankan pernikahan kamu. Azril hanya penasaran denganmu, ia hanya ingin mencoba menjamah dan menyentuh dirimu. Setelah kau menyerahkan dirimu seutuhnya, belum tentu ia akan bertahan. Itu karena kamu masih belum bisa di bobolnya. Jika kamu masih tidak mau meningglkan Azril, aku yang akan pastikan video ini sampai ke tangan orang tua Azril, biar ia tahu betapa bej*tnya anak mereka.. aku harap kamu bisa pikirkan semuanya"


Lesha menarik nafasnya kembali. Ia berharap jika keputusan yang diambilnya ini sudah benar.


Alesha masih menangis di kamarnya ketika ia mendengar suara langkah kaki berjalan menuju kamarnya.


Lesha bangun dari tidurnya. Ia duduk ditepi ranjang.


"Siapa itu yang masuk dan berjalan ke arah sini"


Pintu kamarnya terbuka, tampak Azril berdiri di balik pintu.

__ADS_1


"Kak Azril... "Gumam Lesha


"Apa yang kamu inginkan Lesha.. "lirih Azril


"Kak Azril sudah mendengar semuanya bukan"


"Apakah ini balasan kamu atas sikap aku selama ini padamu Lesha.. "


"Maksud kak Azril apa.. "


"Kamu sengaja membuat aku mencintaimu, setelah itu kamu meninggalkan aku. Kamu membalas perbuatan aku selama ini yang telah melukai hati kamu, yang tak pernah menghargai cintamu. Atau memang selama ini kamu memang tak pernah mencintaiku. Kamu hanya pura pura selama ini."


"Kak Azril pasti tahu jika aku tak pernah pura pura mencintai kak Azril, cintaku memang tulus buat kak Azril"


"Jika kamu memang tulus mencintai aku, mengapa kamu tidak bisa memaafkan kesalahan aku Lesha.. "


"Aku sudah memaafkan semua kesalahan kak Azril. Cuma untuk tetap menjalankan rumah tangga bersama kak Azril, aku rasa tak bisa. Akan ada hati yang terluka jika kita memaksakan hubungan ini. Cinta juga tidak harus bersatu"


"Siapa yang terluka, Tiara. Aku sudah tidak mencintainya. Aku sudah memutuskan hubungan dengan Tiara malam itu, tapi ia menjebakku Lesha, percayalah dengan kata kata kak Azril"ucap Azril sambil mengusap wajahnya


"Tapi bagaimana dengan kak Tiara. Aku sebagai wanita dapat merasakan sakit hatinya. Ia yang telah lama menjalin hubungan dan hampir menuju pernikahan harus gagal dan batal karena Kak Azril dijodohkan . Dan juga apa yang akan kakak lakukan jika benih yang kakak tanamkan di rahim Tiara akan membuahkan hasil "ucap Alesha dengan gemetar. Ia tak tahan membayangkan malam panas antara Azril dan Tiara.


"Apa kamu mengalah demi Tiara. Apa kamu tidak pikirkan perasaan aku, Lesha "


"Kak Azril, kak Tiara lebih berhak atas diri kakak dari pada aku"


"Apa kamu ingin aku dan Tiara bersatu"


"Bukankah itu memang yang kak Azril dan kak Tiara inginkan... "


"Baiklah Alesha Zahra. Jika dengan aku menikahi Tiara kamu akan senang. Sakit hatimu padaku akan terbayar, akan aku lakukan itu. Walau untuk itu aku akan sakit hati dan terluka. Kamu tahu Alesha, aku benar benar mencintaimu. Aku bodoh selama ini tidak menyadarinya. Aku tidak mengenal diriku sendiri yang ternyata sangat membutuhkanmu. Walau aku tahu dengan menikahi Tiara, berarti aku akan melukai hatiku sendiri, akan aku lakukan sebagai penebus kesalahan aku selama ini. Aku akan mengabulkan gugatan ceraimu. Mungkin ini akan membuat kamu bahagia dan senang. Selamat berpisah, aku harap kita tidak bertemu lagi, agar aku tidak tambah terluka melihatmu"


Azril pergi meninggalkan Alesha, tampak oleh Lesha air mata Azril yang jatuh membasahi pipinya.


"Maafkan aku kak, aku juga terluka dengan keputusan ini. Tapi ini mungkin adalah jalan terbaik bagi kita. Agar tidak ada lagi yang terluka karena kita "


*****************


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2