CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Lima puluh Sembilan


__ADS_3

Kenzo dan Alesha menuju apartemennya dengan menggunakan lift. Ketika sampai di depan apartemen, Kenzo mendengar suara seseorang memanggil nama Alesha. Mereka berdua menoleh ke asal suara ,tampak Azril berjalan mendekat.


Alesha langsung memeluk erat lengan Kenzo.Tampak ketakutan diwajahnya.


"Lesha...kak Azril boleh bicara"


"Nggak ada yang perlu dibicarakan kak"


"Sebentar aja, kakak mohon Sha. Kakak udah menunggumu setiap hari di sini ,berharap kamu pulang."


"Apa kamu tak mengerti ucapan Alesha...ia tak ingin bicara denganmu"ujar Kenzo


"Sha, kak Azril mau minta maaf atas kejadian malam itu. Kakak nggak ada maksud menyakitimu. Kakak malam itu berhalusinasi jika kamu masih istri kakak. Makanya kak Azril melakukan itu padamu...."


"Udah...aku mohon hentikan"teriak Alesha.


"Lesha...kakak tahu kesalahan kakak sangatlah besar. Kak Azril tahu, sulit bagimu memaafkan semua kesalahan kakak. Kak Azril akan melakukan apa saja agar kamu bisa memaafkan kakak"


"Apa kak Azril pikir dengan kata maaf semua bisa selesai. Kak Azril tidak pernah belajar dari kesalahan, minuman keras sudah membuat banyak masalah bagi kakak. Aku mohon jangan pernah temui aku lagi kak....Pergilah..."teriak Alesha


Tubuhnya Alesha berkeringat dan menggigil, Kenzo takut Alesha kembali trauma dengan kejadian itu. Azril juga tampak kuatir melihat itu. Ia bermaksud ingin memeluk Alesha tapi tanggannya di tepis Kenzo.


Kenzo langsung menggendong Alesha dan membawanya masuk. Kenzo menidurkan Alesha di sofa. Azril kedapur mengambil air minum.


Azril mengikuti Kenzo masuk dan melihat Alesha yang wajahnya sangat pucat.


"Alesha ...kamu kenapa. Kamu sakit..."ucap Azril kuatir.


Kenzo yang datang dari dapur dengan segelas air, langsung mendorong tubuh Azril menjauh.


"Pergilah , Ril. Kamu membuat ia kembali trauma. Aku sudah berusaha menyembuhkannya dari trauma atas perbuatanmu, jangan buat ia kembali sakit. Aku minta kamu segera tinggalkan tempat ini"


"Kenzo...apa selama ini Alesha masih sakit. Apa ini semua adalah pengaruh dari perbuatanku padanya..."


"Ya...dan kamu tahu, sejak kejadian malam itu ia selalu dihantui ketakutan akan perbuatanmu. Ia tak bisa tidur,takut kamu mengulang perbuatanmu. Ia baru aja sembuh, jadi aku mohon pergilah. Jangan buat ia kembali lagi seperti kemarin..."


"Tapi aku ingin minta maaf,Ken..."


"Kehadiranmu membuat ia takut...jadi jangan sampai aku melakukan tindakan kasar,aku mohon pergilah sekarang juga. Kamu bisa meminta maaf kembali setelah ia sembuh"


"Baiklah, Ken. Sampaikan saja maafku pada Alesha"

__ADS_1


"Maaf Azril, aku tak peduli jika dikatakan aku egois. Aku juga tak peduli jika kamu berpikir aku ini terlalu posesif. Aku hanya ingin melindungi orang yang aku cintai. Aku ingin menjaga calon istriku. Aku tahu ,tindakan aku salah karena menyembunyikan kebenaran jika saat ini Alesha lagi mengandung benih darimu. Tapi ini semua aku lakukan karena aku yang terlalu mencintai Alesha, aku tak ingin kehilangannya lagi"


Azril berjalan keluar dari apartemen Kenzo. Sebelum sampai keluar ,ia kembali memandangi Alesha,tampak Kenzo sedang memberinya minum dan memeluk Alesha sambil menenangkannya.


"Ya Tuhan...apa yang telah aku lakukan. Aku telah membuat Alesha begitu terpukul dan terpuruk. Ia menjadi trauma sebegitu dalam atas perbuatanku. Aku tak pernah menyangka jika perbuatanku membuat bekas yang mendalam pada dirinya"


#################


Setelah Alesha sedikit tenang, Kenzo membawa Alesha masuk ke kamar buat istirahat.


"Sha...kamu tidur aja, kakak masak buat makan dulu ya. Kamu nggak apa kakak tinggalin"


"Nggak apa kak...."


Setelah kepergian Kenzo , Alesha duduk bersandar di kepala ranjang. Ia memegang perutnya yang masih rata.


"Ya Tuhan...apa tindakan yang aku lakukan ini salah. Aku menyembunyikan kebenaran tentang kehamilanku. Apakah aku berdosa karena memisahkan ayah dan anak. Aku takut jika aku mengatakan tentang kehamilanku, kak Azril terus mendekatiku. Aku masih takut bertemu kak Azril. Aku masih belum bisa melupakan apa yang telah kak Azril lakukan padaku. Aku juga tak mau menyakiti hati Kak Kenzo. Ia sudah banyak berkorban untukku. Aku tak sampai hati jika harus meninggalkannya. Aku tak mau kak Kenzo kecewa dan sakit hati...."


Setelah masakannya selesai Kenzo masuk kamar dan memanggil Alesha untuk makan.


"Kakak masak apa..."tanya Alesha begitu sampai di meja bartender.


"Ada pecal sayur...."ucap Lesha girang.


"Ya , kamu pengen makan pecal seberang apartemen inikan. Ini tadi kak Kenzo minta belikan sama satpam"


"Terima kasih kak"


"Kakak nggak mau kamu mengucapkan terima kasih , karena kamu calon istri kakak. Ini sudah pantas kakak lakukan,mengapa harus berterima kasih segala"


"Iya kak...aku boleh langsung makan pecalnya kak..."


"Ya bolehlah,harus dihabisin ya..."


"Pasti aku habisin deh"


Alesha menyantap pecal dengan lahapnya. Ia menghabiskan sepiring pecal sayur.


"Kamu pengin apa lagi, Sha. Nanti kak Kenzo carikan deh"


"Untuk saat ini nggak ada kak"

__ADS_1


"Kita ke food court aja ya. Cari makanan yang kamu suka"


"Boleh kak..."ucap Lesha.


"Nanti malam ya kita perginya. Sekarang kamu bisa istirahat , kakak mau ke kantor sebentar. Atau kamu mau ikut"


"Nggak kak, kakak aja yang pergi. Aku mau istirahat aja. "


"Oke..tapi ingat jangan bukakan pintu siapapun yang bertamu"


"Iya kak...."


Kenzo pergi meninggalkan Alesha sendiri.


###########


Malam harinya Kenzo membawa Alesha ke food court yang terkenal dengan jajanannya yang lengkap.


Kenzo dan Alesha memakai jaket yang sama. Jaket yang dibeli Kenzo ketika ia ke Singapura.



"Kak ...banyak banget makanannya. Keliatannya enak semua. Aku jadi pengin beli dan makan semuanya"ujar Alesha tampak gembira.


Sejak ia hamil, nafsu makan Alesha memang makin bertambah.


Alesha memilih makanan yang ia inginkan dengan gembira.


Setelah Alesha kenyang dan puas ,Kenzo pun pulang.


"Kenyang banget aku ,kak. Aku kayak orang kalap aja ya tadi. Semua aku pesan ...."


"Kakak senang lihatnya, Sha. Besok jangan lupa kita fitting baju jam sepuluh ya Sha. Kak Kwnzo ke kantor sebentar dulu, nanti jam 10 kakak jemput kamu"


"Iya kak...."


"Ya Tuhan...apakah yang aku lakukan ini sudsh benar. Aku menikah dengan kak Kenzo, sementara di rahimku ada anaknya kak Azril. Aku tak mungkin menikah dengan kak Azril karena aku masih belum bisa melupakan kejadian malam itu. Dan aku juga tak bisa meninggalkan kak Kenzo , ia sudah sangat baik padaku. Jika aku membatalkan pernikahan ini, pastilah ia akan sangat terluka dan kecewa"


*********************


Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2