CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Delapan Season 2


__ADS_3

Sudah seminggu sejak pembatalan pertunangan itu Khaira tidak bertemu lagi dengan Alby. Khaira telah lulus kuliah, dan hanya menunggu wisudanya bulan depan.


Papi Azril dan daddy Kenzo bertanya tanya kenapa akhirnya acara lamaran di tunda.


Azril senang jika sudah ada yang bertanggung jawab atas hidupnya Khaira.


Saat ini Khaira sedang berada di salah satu kafe. Ia hanya sendirian tanpa teman.


"Apa yang harus aku lakukan, apakah aku harus meneruskan lamaran dan pertunangan ini atau membatalkan. Jika aku membatalkan, mas Alby pasti marah dan kecewa"


Khaira duduk termenung sendiri. Sejak seminggu ini ia selalu keluar rumah sendirian untuk menghilangkan galau.



Khaira kaget dengan apa yang dilihatnya. Tampak Diego masuk ke kafe itu dengan seorang gadis cantik.



Gadis itu menggelayut dilengan Diego dengan manjanya.


Diego dan gadis itu duduk tepat dihadapan Khaira. Gadis itu duduk sangat dekat dengan Diego.



Mereka tampak bahagia. Entah apa yang diomongkan, mereka tertawa bersama.


Khaira terus saja memperhatikan gadis itu dan Diego. Ketika Diego memandang ke depan, mata mereka bertemu.


Khaira memalingkan pandangannya. Dan ia berdiri meninggalkan kafe itu.


Khaira masuk ke toilet dan membasuh wajahnya. Ia tadi sempat menangis.


"Apa yang membuat aku sedih. Seharusnya aku bahagia karena Diego bisa dekat dengan gadis lain. Bukankah ini yang aku inginkan. Aku juga akan pergi. Sepertinya aku harus mengambil keputusan itu. Aku harus bicarakan ini pada mas Alby dan papi"


Khaira berjalan perlahan keluar dari toilet. Ia keget ketika seseorang menarik tangannya.


Diego membawa Khaira menuju halaman belakang kafe.


"Kenapa kamu akhirnya membatalkan lamaran Alby"


"Aku bukannya membatalkan, tapi menunda hingga wisuda. Ada apa" tanya Khaira dengan suara datar.


"Syukurlah kamu akhirnya mempertimbangkan ucapanku"


"Diego, sudah bicaranya. Mbak mau pulang"


"Kenapa kamu lari tadi setelah melihatku"


"Karena mbak memang sudah ingin pergi..."


"Bukan sengaja menghindariku...."


"Kenapa mbak harus menghindari kamu"

__ADS_1


"Kamu marah melihat aku bersama gadis lain"


"Nggak, mbak malah senang"


"Apa itu terucap tulus dari hati kamu"


"Ya, Diego. Kapan kapan kamu bisa kenalkan ia dengan mbak. Saat ini ada yang harus mbak kerjakan. Mbak pamit, salam buat adik ipar mbak ya"


Khaira melangkah pergi meninggalkan Diego menuju mobilnya.


"Khaira, kamu nggak tahu jika gadis itu memang calon adik ipar kamu. Ia pacarnya Atha...."


Khaira langsung menuju ruang kerja papinya begitu ia sampai di rumah.


Ia melihat papinya yang sedang melamun sambil memandangi foto mommynya.


"Papi...papi kangen mommy ya" ucap Khaira naik kepangkuan Azril


"Sayang, kapan kamu pulang"


"Papi...kangen mommy" tanya Khaira lagi


"Setiap saat papi selalu kangen mommy kamu. Rasanya baru kemarin ia meninggalkan kita. Masih dapat papi rasakan pelukan mommy kamu"


"Papi sangat mencintai mommy"


"Sangat...."


"Papi... aku mau minta izin"


"Aku ingin melanjutkan kuliahku di luar kota"


"Sayang, kamu tahukan itu yang tak mungkin bisa papi kabulkan. Dari dulu papi sudah katakan, papi tidak ingin jauh dari anak anak papi"


"Aku dapat beasiswa untuk melanjutkan S1 aku ,papi"


"Papi masih sanggup membiayai kuliah kamu. Berikan saja beasiswa itu pada yang lebih membutuhkan"


"Papi, itu tidak akan lama. Setiap libur semester aku akan pulang. Biar aku bisa mandiri"


"Mandiri, bukan berarti harus hidup terpisah dari orang tua"


"Papi, aku mohon kali ini izinkan aku"


"Apa kamu bertengkar dengan Alby"


"Bukan...kenapa papi berpikir begitu"


"Kenapa kamu tiba tiba menunda lamaran dan saat ini kamu meminta izin buat kuliah di luar kota"


"Itu semua tidak ada hubungannya. Lamaran akan tetap dilaksanakan bulan depan..."


"Kamu yakin akan meneruskan lamaran ini"

__ADS_1


"Iya , emangnya kenapa papi"


"Papi sudah mendengar semua cerita tentang kamu dan Diego dari Atha"


Khaira melepaskan pelukannya dan turun dari pangkuan Azril. Ia berdiri disamping kursi yang diduduki Azril.


"Papi, aku tidak ada hubungan apa apa dengan Diego"


"Apa kamu yakin dengan perasaanmu ,nak. Papi nggak mau kamu melakukan kesalahan seperti yang pernah papi lakukan dulu pada mommy kamu"


"Maksud papi apa..."


"Duduklah di sofa itu, papi akan menceritakan tentang kisah cinta antara papi, mommy dan daddy kamu. Selama ini kamu hanya tahu jika mommy pernah menikah dengan Daddy. Tapi sebenarnya kisahnya tidak sesederhana itu. Papi banyak melakukan kesalahan dalam hidup papi. Mungkin sudah waktunya kamu tahu apa yang pernah terjadi antara papi ,mommy dan daddy kamu"


Khiara duduk di sofa diikuti Azril. Ia akan menceritakan tentang kesalahan yang pernah ia lakukan dulu, walau tidak semuanya. Ada hal yang harus ia tutupi agar Khaira tidak terlalu membencinya karena kesalahan yang pernah ia perbuat.


Azril menceritakan jika ia pernah menikah dan berpisah dari mommynya karena ia yang belum menyadari jika ia mencintai mommynya. Dan akhirnya mommy Khaira menikah dengan Daddy. Saat itulah ia menyadari jika ia sangat mencintai Mommy. Takdir akhirnya mengembalikan mommy pada papi.


Azril hanya menceritakan garis besarnya saja. Bukannya ia egois jika menutupi banyak kejahatan dan kesalahan yang pernah ia perbuat pada Alesha. Tapi itu semua agar Khaira tidak merasa sedih atas kisah mommynya . Dan juga ia tak siap jika Khaira membencinya jika tahu yang pernah ia lakukan pada mommynya.


"Untuk itu papi nggak mau kamu juga menyesal nantinya. Apa kamu benar benar tidak memiliki perasaan apa apa dengan Diego"


"Aku rasa nggak, pi. Aku hanya sayang dengan Diego sebagai seorang kakak sama adiknya"


"Papi juga dulu berpikir begitu"


"Papi, jikapun aku memiliki perasaan lebih pada Diego itu tak mungkin. Usia ku dan Diego jauh berbeda. Dan juga aku tak mau mami Hanna kecewa jika tahu aku dan Diego menjalin hubungan"


"Apa ini berarti kamu sebenarnya juga mencintai Diego, cuma kamu tak mau mengecewakan daddy dan mami yang telah menganggap kamu seperti putrinya sendiri"


"Papi...aku tak tahu. Apakah aku mencintai Diego sebagai seorang adik atau pria. Tapi aku merasa nyaman jika berada didekatnya. Tolong aku papi, izinkan aku kuliah keluar kota untuk aku bisa memastikan perasaan apa yang sedang aku rasakan saat ini"


Khaira menangis terisak setelah mengucapkan itu. Azril membawa tubuh putrinya ke dalam pelukan.


"Sayang, kamu tidak bisa menghindar seperti ini. Yang pasti saat ini kamu harus memutuskan hubunganmu dengan Alby. Jangan memberinya harapan, jika kamu tak memiliki perasaan apapun itu padanya"


"Aku tak tega memutuskan mas Alby, ia terlalu baik"


"Kamu akan lebih menyakiti hatinya dengan memberikan harapan palsu."


"Papii...aku tak tahu apa yang harus aku katakan pada mas Alby"


"Kamu harus jujur, jika kamu tidak mencintainya. Walau ia akan marah dan kecewa , tapi itu tak akan lama. Akan lebih menyakitkan lagi jika ia tahu kamu terpaksa menerima cintanya hanya karena rasa kasihan"


"Baiklah papi, aku akan menemui mas Alby secepatnya. Semoga mas Alby bisa menerima keputusanku ini. Tapi aku tetap akan minta izin kuliah diluar kota. Dan aku mau papi menyembunyikan tentang kepergianku ini pada siapapun. Termasuk Atha. Aku tak ingin Diego tahu"


"Sebenarnya papi sangat keberatan jauh darimu. Tapi jika ini memang yang terbaik buatmu, baiklah...papi mengizinkan"


"Papii...aku sayang papi"


Khaira memeluk erat tubuh Azril, papi yang sangat ia sayangi dan juga ia banggakan.


****************

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2