CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Tiga Puluh Satu S2


__ADS_3

Hari ini Khaira dan Diego akan melaksanakan akad nikah. Dari pagi ia sudah gelisah karena papi tak dapat dihubungi. Ia mencoba menghubungi Atha tapi ia tak tahu jika Khaira akan menikah.


"Apaa...mbak akan menikah. Kenapa papi tak pernah bicarakan itu." ucap Atha kaget ketika Khaira menghubunginya.


Khaira menjadi bertanya tanya , apa yang membuat papi tak memberitahu Atha mengenai pernikahannya.


Atha juga mengatakan jika papi dari kemaren tidak ada dirumah, ia pergi ke luar kota.


Khaira duduk termenung di tepi ranjang. Diego masuk dan melihat calon istrinya yang termenung dengan air mata yang berlinang.


Diego berdiri dihadapan Khaira dan menangkup wajah Khaira.


"Sayang, jangan bersedih. Aku yakin papi akn hadir. Mungkin saat ini papi lagi diperjalanan"


"Aku takut papi tak bisa hadir" ucap Khaira memeluk pinggang Diego dan menangis diperut pria itu.


"Jangan menangis, nanti dandanannya rusak"


"Diego...papi nggak mungkin melewatkan hari bahagia aku bukan. Tapi kenapa papi tak mengatakan tentang pernikahanku pada Atha"


"Mungkin papi punya pertimbangan yang membuat ia menyembunyikan ini semua"


Kenzo masuk setelah ia melihat Khaira tenang. Ia mendekati gadis yang disayangi seperti putri kandungnya sendiri.


"Daddy...kenapa papi belum bisa juga dihubungi" ucap Khaira dengan air mata yang masih terus mengalir.


"Sayang, kamu harus percaya jika papi pasti hadir menyaksikan pernikahanmu"


"Tapi kenapa dari kemarin papi tak bisa dihubungi. Aku takut terjadi sesuatu dengan papi. Daddy, aku tak mau kehilangan papi. Papi segalanya bagiku. Hanya papi yang aku miliki..."


Kenzo memeluk Khaira membawanya ke dalam dekapan dadanya. Ia tak mengira jika yang menjadi kekuatiran Khaira bukan karena papinya tak bisa menghadiri pernikahannya tapi ia takut terjadi sesuatu dengan papinya. Ia takut kehilangan papinya setelah mommynya meninggal.


Tepat jam sembilan Kenzo akhirnya dapat membujuk Khaira untuk berangkat menuju KUA. Awalnya Khaira tak mau sebelum ia mendengar kabar dari papinya.

__ADS_1


Diego juga membujuk Khaira agar ia mau berangkat, karena pernikahan akan dilangsungkan pukul sepuluh.


"Sayang, kamu lihat aku. Apakah kamu tak ingin menikah denganku. Apakah kamu ingin membatalkan pernikahan kita. Kamu percaya nggak, jika papi pasti tidak akan melewati hari bahagia kamu. Jikalau memang papi tak bisa hadir, peecayalah doa papi pasti akan menyertai. Pasti ada alasan yang kuat yang membuat papi belum juga datang. Pasti tak niat dihati papi untuk melewatkan akad nikah kita. Mungkin ini awal dari ujian pernikahan kita. Bukankah kita berjanji akan menghadapi srmua ujian yang akan menghadang pernikahn kita..."


"Iya, Diego. Kamu benar, papi pasti tak ingin ini terjadi. Aku yakin ini semua diluar kendali papi"


Dalam perjalanan menuju KUA , Khaira masih tetap termenung. Diego memeluk tubuh Khaira memberinya kekuatan.


Sampai di kantor KUA seperti yang telah direncanakan Kenzo dengan penghulu dan pegawainya, mereka mengatakan akan menunggu kedatangan wali nikah hingga satu jam mendatang jika tak juga hadir pernikahan ditunda .


Setelah satu jam pegawai KUA kembali menemui Diego dan Khaira.


"Bagaimana mbak, kami tak bisa menunggu lebih lama lagi karena masih ada yang akan melangsungkan pernikahan"


Kenzo yang memang merencanakan semua ini maju kehadapan pegawai itu.


"Bagaimana jika wali nikah diwakilkan pada wali hakim aja. Mungkin ada masalah dalam perjalanannya"


Khaira kembali menangis. Ia sangat kuatir dengan papinya.


"Baiklah, kami akan membuat surat perjanjian nikah"


Pegawai itu dan Kenzo masuk ke dalam ruangan dan menyiapkan surat perjanjian.


Khaira dan Kenzo diminta menandatangani. Khaira dengan terpaksa menandatangani karena ia melihat wajah Diego yang memohon.


Khaira tidak sampai hati jika harus membatalkan pernikahan ini. Daddy Kenzo juga ikut membujuknya.


Azril yang telah berada di salah satu ruangan menunggu dengan gelisah saat akad nikah putrinya. Ia takut Khaira tak mau melangsunfkan pernikahan tanpa dirinya yang menjadi wali.


Setelah Kenzo mengirim pesan yang mengatakan akad nikah akan dilangsungkan, barulah Azril merasa lega.


Tanpa Khaira dan Diego tahu, Kenzo menghidupkan ponselnya yang menghubungi Azril, jadi Azril masih bisa mendengarkan akad nikah berlangsung.

__ADS_1


Diego mengucapkan akad nikah dengan sekali tarikan nafas yang menandakan jika pernikahan mereka sah.


Diego dan Kenzo menarik nafas ketika saksi mengatakan jika pernikahan mereka telah sah.


Tangis Khaira akhirnya pecah. Ia tak pernah mengira jika pernikahan tak bisa dihadiri oleh kedua orang tuanya.


Setelah penanda tanganan surat nikah, Azril berlari masuk ke dalam ruangan.


Khaira yang melihat papinya langsung berdiri dan memeluknya.


"Papii...." ucap Khaira memeluk papinya erat.


"Sayang, maaf...papi telat ya" ucap Azril dengan air mata yang juga berlinang


"Tak apa papi, yang aku kuatirkan terjadi sesuatu dengan papi.Aku takut..."


"Sayang, sekali lagi papi minta maaf karrna tidak bisa menjadi wali nikahmu"


Azril mengusap punggung putrinya untuk menenangkan.


"Papii...jangan pernah tinggalkan aku"


"Nggak sayang. Papi tak akan meninggalkan kamu"


"Aku sangat cemas dan takut..." ucap Khaira lagi dengan masih terisak.


Azril membawa Khaira duduk. Semua yang berada diruangan itu tak bisa menahan air mata melihat ayah dan anak yang saling berpelukan dengan air mata yang berlinang dipipi mereka.


Diego lalu mendekati Azril dan menyalaminya. Saat ini ia telah resmi menjadi suami dari putri Azril.


Azril melepaskan pelukannya pada tubuh Khaira. Ia mengecup pucuk kepala putrinya itu.


Khaira tampak mulai tersenyum. Ia lega karena ternyata papinya dalam keadaan baik baik saja.

__ADS_1


******************


Terima kasih...


__ADS_2