CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Lima puluh Satu S2


__ADS_3

Mama duduk dihadapan Hanna tanpa meminum kopinya. Ia hanya mengaduknya.


"Ma, maaf...bukannya aku bermaksud mengusir mama tadi " ucap Hanna merasa bersalah melihat mama yang hanya diam


"Hanna, mama membenci Alesha itu ada sebabnya"


"Karena Alesha yang mengandung Khaira ketika menikah dengan Kenzo"


"Ya..."


"Tapi itu kemauan Kenzo ma, bukan Alesha yang meminta Kenzo menikahinya"


"Mama tau...sebenarnya rasa benci mama itu tidak boleh, tapi itu semua disebabkan karena ayahnya mama yang menikahi mantan pacarnya dan meninggalkan mama dengan ibu mama. Ayah mama menikahi mantan pacarnya yang sedang hamil anak lelaki lain. Ia menangis dan mengatakan akan bunuh diri karena pacarnya tidak mau bertanggungjawab. Karena ayah mama , kakeknya Kenzo ....masih mencintai mantan pacarnya itu, sehingga ia mau bertanggung jawab dan mengaku pada orang tua wanita itu jika anak yang dikandung wanita itu anaknya dan ia akan menikahinya. Kakeknya Kenzo meminta izin pada nenek Kenzo,ibunya mama... untuk menikahi wanita itu. Wanita mana yang mau dimadu, akhirnya neneknya Kenzo meminta kakeknya memilih antara wanita itu atau dirinya. Kamu tau, Hanna...kakeknya Kenzo lebih memilih wanita itu."


Mama berhenti bercerita, ia menarik nafasnya sejenak.


"Saat itu usia mama baru tujuh tahun. Mama masih membutuhkan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tua. Tapi ayah mama lebih memilih menjaga anak lelaki lain dari pada darah dagingnya sendiri. Mama mendengar saat ayah mama menjatuhkan talak pada ibu karena ibu yang tak mau di madu. Ibunya tak percaya jika suaminya lebih memilih wanita itu sehingga ibunya mama sempat depresi dan hampir gila. Sejak saat itulah mama membenci wanita itu dan ayah mama. Ketika mama tau Alesha menikah dengan Kenzo dalam keadaan hamil anak pria lain, mama langsung teringat wanita yang telah merebut ayah mama. Rasa benci mama pada wanita itu mama balas dan lampiaskan pada Alesha. Mama tau itu salah. Tapi setiap mama mencoba melupakan semua itu, mama makin teringat dengan wanita itu dan ayah mama..." ucap Mama sambil menangis


Hanna menggenggam tangan mama mertuanya itu.


"Ma, aku mengerti dengan perasaan mama. Tapi Alesha tidak meminta Kenzo menikahinya. Dan juga Kenzo tidak pernah menelantarkan anaknya karena saat itu Kenzo lajang. Sampai saat inipun Kenzo menyayangi Khaira dan Diego dengan porsi yang berbeda"


"Tapi setiap mama melihat Kenzo menyayangi Khaira , mama jadi membayangkan ayah mama yang menyayangi putri pria lain dari pada mama darah dagingnya sendiri. Itu sebabnya mama juga tak bisa menerima Khaira. Kamu tau Hanna, disaat usia mama masih kecil, mama sudah harus berjuang membantu orang tua mencari nafkah. Beruntung mama selalu mendapat beasiswa di sekolah ternama. Di situ mama bisa mengenal papa Kenzo."

__ADS_1


"Mama...semua itu sudah menjadi takdir dari Tuhan. Khaira anak yang baik, ia tak pernah mencuri kasih sayang Kenzo. Diego tidak pernah mengeluh jika daddynya lebih menyayangi Khaira. Jikapun ia mengatakannya, semua itu hanya candaan. Mama harus bisa melupakan kebencian mama pada wanita itu. Karena sebesar apapun rasa benci yang mama tanamkan, tak akan bisa merubah semuanya. Ayah mama tak juga kembali..."


Mama menghapus air matanya dan memandangi Hanna.


"Apa kamu tak ada sedikitpun rasa benci pada Alesha atau Khaira. Karena mereka Kenzo tidak bisa mencintaimu"


"Ma, aku pernah merasakan sakit hati karena tau kenyataan jika Kenzo masih menyimpan rasa cintanya itu. Tapi mendengar ucapan Kenzo aku jadi sadar ma. Kenzo mengatakan jika ia memang belum bisa mencintaiku ,tapi ia sangat menyayangiku. Ma...cinta itu bisa berubah menjadi benci jika orang yang kita cintai melakukan kesalahan yang membuat hati kita terluka. Tapi jika sayang, itu abadi ma. Walaupun orang yang kita sayangi berbuat salah, pasti kita masih bisa memaafkan. Mama tau kenapa...karena setiap rasa cinta tidak selalu diiringi rasa sayang, tapi sayang itu melebihi dari cinta. Setiap rasa sayang pasti terselip rasa cinta didalamnya. Aku hanya bisa berdoa jika suatu hari nanti Kenzo bisa mencintai dan menyayangiku"


"Kamu emang wanita yang baik dan pengertian Hanna. Jika mama jadi kamu, mungkin mama tak bisa menerima semua ini..."


"Ma...mencintai seseorang itu harus bisa juga mencintai kelebihan dan kekurangannya. Bukankah selama ini Kenzo sudah berusaha menjadi daddy dan suami yang terbaik, kenapa aku tak bisa berusaha juga menjadi iatri yang terbaik buatnya. Jika aku memilih berpisah belum tentu aku akan dapatkan suami yang sebaik Kenzo. Ia tak pernah sekalipun berkata kasar padaku, apa lagi berbuat kasar. Minumlah kopi mama, kita kembali ke kamar Diego. Mama mau pulangkan. Nanti kemalaman"


"Mama beruntung memiliki menantu yang pengertian dan baik seperti kamu..."


"Dan mama tau, ini juga yang aku rasakan...aku merasa beruntung memiliki menantu Khaira, karena aku tau Khaira yang begitu mencintai dan menyayangi Diego. Khaira juga menyayangiku dan Kenzo. Belum tentu ada wanita yang bisa menerima Diego seperti Khaira. Karena ia telah mengenal Diego dari kecilnya. Aku berharap mama bisa membuang rasa benci mama. Karena Khaira tidak bersalah..."


Ketika masuk ke ruang rawat inap Diego, mereka melihat Diego yang tidur berpelukan dengan Khaira di atas tempat tidur.


Hanna tersenyum melihatnya. Ia mendekat dan memrgang tangan Diego ,membuat ia terbangun.


Diego melihat ke arah oma yang mendekati ranjangnya. Ia langsung memeluk Khaira erat seolah takut oma memyakiti istrinya.


"Oma hanya mau pamit. Semoga kamu cepat sembuh" ujar oma

__ADS_1


Diego tidak menjawab ucapan oma, sehingga Hanna merasa serba salah.


"Diego, oma mau pamit tuh"


"Ya, silakan oma pulang" ujar Diego datar


"Diego...kenapa bicara begitu dengan oma, nak" ujar Hanna


"Aku hanya tak mau oma menyakiti Khaira lagi, aku tak mau pisah lagi dari Khaira"


"Jangan takut, oma tak akan melakukan itu. Oma hanya pengin pamit"


Setelah mengucapkan itu oma lalu pergi meninggalkan ruang rawat diikuti Hanna.


"Maafkan Diego ,ma..."


"Tidak apa...mama pamit dulu"


"Hati hati , ma"


Mama berjalan menuju parkiran, dimana supirnya telah menunggu.


"Maafkan oma, Diego. Oma melakukan semua itu hanya karena oma takut kamu disakiti Khaira. Oma takut ia hanya memanfaatkan kamu...jika ia memang mencintai dan menyayangimu dengan tulus, oma pasti akan ikut bahagia"

__ADS_1


******************


Terima kasih


__ADS_2