
Diego bangun pagi harinya dan mendapati Khaira yang tidur dengan memeluk tubuhnya.
Ia lalu mengecup dahi gadis yang dicintainya secara diam diam itu.
Diego memindahkan tangan Khaira secara pelan, takut membangunkan gadis itu. Ia segera ke kamar mandi dan membersihkan diri.
Hari ini ada ujian disekolahnya, jika tidak ada ujian ia pasti akan membolos.
Diego yang telah berpakaian rapi menghampiri tempat tidur. Ia kembali mengecup dahi Khaira. Gadis itu membuka matanya, dan melihat wajah Diego yang begitu dekat.
"Diego, kamu udah rapi. Apa sakitnya udah hilang" tanya Khaira sambil duduk
"Udah hilang, karena aku dirawat sama mbak yang sangat cantik"
"Mbak antar ke sekolahnya...."
"Aku bawa mobil sendiri aja. Tapi aku mau pulang sekolah mbak temani aku nge mall. Mbak ada kuliah hari ini"
"Nggak, jadwal kuliah mbak udah banyak kosong. Saat ini mbak lagi nyusun skripsi"
"Oke, jangan kemana mana. Tunggu aku pylang sekolah. Aku akan benar benar marah jika mbak nggak jadi temani aku nanti"
"Tapi nanti mampir ke bengkel Atha ya"
"Oke tuan putri"
Diego pergi kesekolah dengan semangat. Daddy dan mami heran melihat putranya yang terus tersenyum.
"Pagi, Dad...mi"
"Kamu udah nggak pusing lagi" tanya Kenzo
"Nggak, Dad...." ucap Diego dan duduk menyantap sarapan yang disediakan Hanna maminya.
"Mbak Khaira mana, masih tidur ya. Tidur di kamar kamu tadi malamkan"
"Iya, mi...."
"Kamu tuh beruntung memiliki mbak seperti Khaira. Ia tak membedakan kamu dan Atha adik kandungnya. Ia menyayangi kamu tulus"
"Aku juga mencintai mbak Khaira" gumam Diego
Setelah sarapan Diego pergi ke sekolah dengan membawa mobilnya.
__ADS_1
Khaira bangun setelah Diego pergi kesekolah. Kenzo dan Hanna juga telah pergi ke kantor. Mereka tadi telah pamit ke kamar.
Setelah mandi dan sarapan , Khaira kembali ke kamar Diego. Ia ingin menonton film di kamar.
Khaira mencari kaset DVD di laci meja belajar Diego. Khaira keget melihat banyak foto dirinya dengan berbagai pose di dalam laci.
"Apaan sih Diego, masa fotoku dikoleksi. Emang aku artis. Banyak banget fotonya lagi. Dasar adikku aneh aneh aja. Kalau mau menyimpan foto tuh, foto cewek yang kamu cinta bukan foto mbak...."
Khaira mengambil salah satu DVD koleksi Diego, ia menonton sampai akhirnya tertidur.
Diego, yang hari ini pulang sekolah lebih awal karena guru disekolahnya akan mengadakan rapat buat perpisahan kakak kelasnya.
Ia menanyakan keberadaan Khaira pada bibi. Mendapat jawaban Khaira ada dikamarnya, Diego berlari menuju lantai atas dimana kamarnya berada.
Ia membuka pintu dan melihat Khaira yang sedang tertidur pulas.
Diego membuka sepatu dan kaos kakinya. Tanpa mengganti seragamnya, ia naik ke tempat tidur dan memeluk Khaira.
"Dasar putri tidur. Jika udah di kamar pasti langsung molor...."
Khaira membuka matanya, merasakan ada tangan yang memeluknya.
"Udah jam berapa, Die. Kok udah pulang...."
"Kamu bolos...."
"Nggaklah...."
"Kenapa udah pulang, biasanya jam tiga baru pulang"
"Guru rapat untuk persiapan acara perpisahan kakak kelasku"
"Oh, gitu ya. Jangan pernah bolos ya...."
"Iya mbakku yang cantik. Ganti pakaiannya. Kita pergi sekarang aja. Biar puas jalan jalannya"
"Siap boss...." ucap Khaira dan bangun dari tidurnya. Ia keluar menuju lemari kamar tamu dimana bajunya disimpan.
Khaira membasuh wajahnya dan merias sedikit wajahnya. Ketika sedang berias tampak dari cermin Diego masuk dan mendekatinya.
"Mbak tuh udah cantik, jadi nggak perlu dandan" ucap Diego memeluk bahu Khaira.
__ADS_1
"Kamu tuh, karena aku,mbak kamu aja kamu bilang cantik. Orang lain belum tentu ngomong gitu"
"Jika ada yang bilang mbak jelek, perlu periksa mata tuh orang"
"Terima kasih , sayang. Kamu selalu aja buat mbak senang. Kamu juga sangat tampan. Ayo, berangkat...." ucap Khaira dan menggenggam tangan Diego mengajaknya keluar dari kamar.
Diego membawa Khaira ke salah satu mall ternama. Mereka berdua pergi ke arena permainan, lama bermain mereka istirahat di salah satu kafe.
Setelah dari kafe , Diego mengajak Khaira menonton. Diego terus menggandeng tangan Khaira selama berjalan. Mungkin orang akan mengira mereka sepasang kekasih, karena wajah Khaira memang terlihat jauh lebih muda dari usianya.
Khaira dan Diego tak jadi mampir ke bengkel Atha karena ia belum pulang sekolah.
Di dalam bioskop, Khaira duduk dengan menyandarkan kepalanya di bahu Diego.
Diego mengusap kepala Khaira dan mengecup bibirnya Khaira. Karena kaget Diego mengecup bibirnya, Khaira membetulkan duduknya dan memandangi Diego.
"Kenapa...." tanya Diego santai
"Kamu tuh ya. Nakal...nggak boleh ya kecup bibir mbak. Nanti orang yang melihat pasti mengira kamu dan mbak ini sepasang kekasih. Adik tuh boleh hanya mengecup dahi mbaknya"
"Aku bukan adik kamu, adik kamu tuh...Atha"
"Jangan becanda ah...." ucap Khaira dan ia kembali fokus menonton.
Diego mendekati bibirnya ke telinga Khaira dan berbisik.
"Aku nggak becanda, aku bukan adik kamu. Aku mencintai kamu, Khaira...."
Khaira kembali memiringkan tubuhnya menghadap Diego. Ia memandangi wajah Diego dengan tatapan yang penuh tanda tanya.
"Cinta seperti apa...cinta adik kepada mbaknya kan"
"Bukan...."
"Lalu apa...." ucap Khaira sudah mulai merasa tak enak mendengar ucapan Diego
"Cinta antara seorang pria pada gadis pujaannya"
Khaira melototkan matanya kaget mendengar ucapan Diego.
**************
__ADS_1
Terima kasih