CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Enam Puluh Lima


__ADS_3

Tak terasa kandungan Alesha sudah memasuki bulan keenam. Perut Alesha sudah tampak membuncit. Kenzo makin hari semakin tampak antusias menanti kelahiran bayinya Alesha.


Kenzo sengaja memilih dokter kenalan papinya yang juga berasal dari Indonesia.


Kenzo sengaja memilih dokter kenalannya agar ia bisa menyembunyikan sudah berapa kehamilan Alesha. Ia takut suatu saat ini akan menjadi masalah. Kenzo tak ingin Azril mencari tahu berapa bulan kehamilan Alesha.


Kenzo nanti akan membuat surat yang menyatakan jika Alesha melahirkan anak yang prematur. Agar nanti kehamilan Alesha sesuai dengan lamanya pernikahan mereka.


"Sayang, udah selesai berpakaiannya. Kita akan ke rumah sakit"


"Tunggu bentar lagi kak"teriak Alesha dari dalam kamar.


Alesha keluar dari kamar dengan memakai dress tanpa lengan yang makin menambah seksi tubuhnya.



"Sayang, makin lama kamu tambah seksi aja. Tambah perut yang makin membuncit begini"ucap Kenzo membungkuk dan menciumi perut Alesha


"Kak, aku nggak sabar ingin tahu kelaminnya"


"Kakak juga, biar kak Kenzo udah bisa siapin kamar buat bayi kita. Kamar yang sangat nyaman buat ia tidur"


"Jangan buat yang besar dan mewah kak. Sederhana aja..."


"Nggak apa , Sha. Buat anak pertama harus yang serba wah..."


"Jangan terlalu memanjakan anak kak. Lagi pula buang buang uang aja"


"Nggak apa sayang. Buat kamu dan anak kita tak ada yang percuma"


"Terserah kakak aja..."ucap Alesha memanyunkan bibirnya.


Kenzo yang melihat itu langsung mengecup bibir Alesha.


"Kalau manyun lagi, kakak gigit ya bibirnya"ucap Kenzo sambil senyum.


"Kakak...berangkat lagi,aku nggak sabar ingin lihat baby nya"ucap Lesha mengalihkan ucapan Kenzo


Mereka berangkat menuju ruang praktek dokter Doni dengan menempuh perjalanan lebih kurang lima belas menit.


Sebelumnya Kenzo sudah meminta jadwal bertemu dan tak ingin antri, ia memilih malam ketemunya.


Kenzo memasuki ruang praktek dokter Doni. Perawat yang mengenalnya langsung meminta Kenzo masuk. Kenzo masuk ke ruang kerja dokter Doni.


"Silakan duduk pak Kenzo...ibu Kenzo"


"Terima kasih dok..."jawab Kenzo dan Alesha serempak. Kenzo duduk diikuti Alesha.

__ADS_1


"Apa ada keluhan bu..."


"Nggak ada dok"


"Dok, apa saat ini kami sudah bisa tahu jenis kelamin anak kami"


"Bisa pak...tolong ibu baring biar kita lihat ya sma sama.."


Perawat yang ada di dalam ruangan itu membantu Alesha berbaring dan memberi gel pada tubuh Alesha. Dokter pun mulai melakukan pemeriksaan dan letak janin .


Kenzo dan Alesha tanpa kedip memandang ke arah monitor tanpa kedip.


"Bapak dan Ibu Kenzo, coba lihat ke monitor . Ini bayi ibu, pertumbuhan bayi sangat baik. Lihat semua organ tubuh sudah mulai terbentuk. Semoga aja kali ini posisi bayi memungkinkan untuk melihat jenis kelaminnya dengan jelas"


Dokter memainkan alat stik USG di perut Alesha dan sampai pada bagian bawah perut bayi tepatnya di alat vitalnya. Posisi bayi yang sedang bergerak aktif membuat tampak jelas alat kelaminnya.


"Bapak dan ibu lihat...jenis kelamin anak bapak dan ibu perempuan. Lihat ini tampak jelas bibir labianya."ucap dokter sambil menunjuk ke alat kelamin anak Alesha.


Kenzo yang sangat menginginkan anak perempuan sangat senang melihat dan mendengar itu.


"Sayang, kamu dengarkan. Anak kita perempuan..."


"Iya, kak"


"Gimana dengan perkembangannya dok..."


"Baik dok. Saya akan mencari guru senam hamil buat istri saya"


Alesha di bantu perawat dan Kenzo untuk turun dari tempat tidur.


"Apa ada yang perlu bapak dan ibu tanya lagi"


"Nggak ada dok. Jika anak dalam.kandungan isti saya sudah sangat baik perkembangannya"


"Baiklah, ini vitamin buat ibu..."


"Terima kasih dok..."


Kenzo dan Alesha meninggalkan ruang praktek dokter dan menebus obat di apotek. Setelah itu Kenzo membawa Alesha ke satu resto favorit Alesha selama di Singapura.


Selama dalam perjalanan menuju ke resto itu tangan Kenzo tak hentinya mengelus perut Alesha.


"Sayang daddy...sehat sehat terus ya nak di dalam perut mommy"


Alesha menggenggam tangan Kenzo yang mengelus perutnya tadi, ia bersandar di bahu Kenzo. Kenzo selalu tersenyum sambil menyetir.


Sampai di resto , Kenzo memesan ikan gurami saus asam manis, udang goreng mentega dan cumi cumi goreng tepung. Mereka makan di resto milik orang Melayu.

__ADS_1


Alesha makan dengan lahap. Kenzo hanya memandanginya.


"Kakak nggak makan..."


"Kamu aja dulu,nanti jika kamu sudah kenyang baru kakak makan."


"Nanti kalau aku habisin gimana..."


"Ya kakak pesan aja lagi, emang kamu habis ya semuanya"


"Kakak kira aku apa...masa habis sih semuanya. Aku cuma becanda."


"Kakak senang aja kalau kamu makan banyak. Biar baby girl sehat"


"Tapi badanku bisa membengkak"


"Habis lahiran nanti bisa diet lagi, selama hamil makan aja apa yang kamu mau"


Kenzo kembali mengusap perut Alesha dan merasakan pergerakan bayi diperutnya.


"Sayang, ia bergerak. Menendang tangan kakak"ucap Kenzo antusias dan takjub.


"Berarti baby girl senang banget daddynya mengelus perut mommy"


Kenzo menunduk dan mengecup perut Alesha. Ia meletakan telinganya ingin mendengar pergerakan bayi itu.


"Sayang...daddy sudah nggak sabar ingin melihat kamu hadir diantara kami. Kami sudah nggak sabar ingin menggendong kamu dan memeluk kamu. Pasti ia sangat cantik seperti mommynya"


"Aku juga udah nggak sabar kak ingin memeluk dan menggendongnya. Kakak makan nih, biar aku yang suapi"


Alesha menyuapi Kenzo dan menghabiskan makanan yang dipesan. Setelah makan Kenzo dan Alesha langsung kembali ke apartemen.


Sampai di apartemennya, Kenzo langsung mengganti pakaiannya dengan baju kaos dan celana pendek.



Alesha masuk kamar mandi dan mengganti baju nya dengan baju tidur.


Alesha membaringkan tubuhnya dan langsung Kenzo memeluknya membawa kepala Alesha ke dalam dadanya.


"Terima kasih sayang, karena telah membuat aku bahagia. Aku nggak menyangka sebentar lagi aku akan menjadi seorang daddy"


Kenzo mengecup pucuk kepala Alesha. Dan mengusap perut Alesha.


"Aku sangat bahagia saat ini ,sayang. Karena kamu mau menjadikan aku sebagai ayah dari anakmu. Aku janji akan menganggapnya sebagai anak kandung aku sendiri. Aku tak akan pernah membedakannya jika aku nanti memiliki anak lagi darimu. Karena bagiku ia adalah anakku, aku yang menemani sejak ia baru tumbuh di rahim ibunya..."


*********************

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2