CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Seratus Delapan


__ADS_3

Hari ini rumah Azril tampak kesibukan dari para pekerja yang di sewa dan dibayarnya.


Azril dan Alesha akan mengadakan syukuran ulang tahun Khaira sekaligus pengangkatan Azril sebagai CEO diperusahaannya.


Azril dan Alesha sengaja mengadakan syukuran di rumah juga sekalian acara syukuran atas kepindahan mereka. Tiga acara diadakan sekaligus.


Azril hanya mengundang teman teman terdekat dan rekan bisnisnya. Acara sore hari khusus buat ulang tahun Khaira dan hanya dihadiri orang terdekat Alesha dan Azril.


Malam hari baru mengundang rekan bisnis dan karyawan perusahaan tempat Azril bekerja.


Sore ini tampak Khaira yang sudah tak sabar menantikan acara ulang tahunnya. Ia tampak cantik dengan gaun kuningnya.



Dita dan suaminya Arjuna sudah tampak hadir, begitu juga teman Alesha yang lain yang ia kenal dekat ketika masih bekerja di kantor Kenzo.


Azril dan Alesha tampak sangat gembira menyambut tamu yang hadir. Dari temannya Alesha dan juga teman dekat Azril, semua tampak telah hadir.


Azril dan Alesha juga memakai baju yang berwarna kuning seperti Khaira.




Pembawa acara sudah memulai acaranya. Alesha terus saja memandang ke arah pintu.


"Kamu menunggu siapa, kenapa dari tadi memandang pintu terus"bisik Azril


"Kak Kenzo, ia kan daddynya Khaira. Apa ia tak mau hadir ya kak"


"Ia pasti datang, mungkin terjebak macet. Sekarang kamu fokus aja ke acara dulu , sudah dari tadi dimulai. Saatnya kita potong kue dan tiup lilin"


Acara potong kue dan tiup lilin dimulai. Khaira meniup lilin dan memotong kue di bantu Azril dan Alesha. Suapan kue pertama Khaira beri buat Azril lalu Alesha dan neneknya.


Ketika Khaira menyuapi neneknya terdengar sapaan dari Kenzo yang baru hadir.


"Selamat ulang tahun putrinya daddy"


Khaira yang akan menyuapi neneknya memandang ke arah asal suara.



"Daddy..."


"Suapi dulu neneknya, itu nenek udah pengen coba kue nya"


"Iya daddy, setelah nenek daddy mau coba kue ulang tahun Khaira juga"


"Tentu dong, pasti enak banget. Apa lagi kalau Khaira yang suapin"


"Oke, daddy"


Khaira lalu menyuapi kue ke mulut neneknya , setelah itu ia mendekat ke tempat Kenzo berdiri dan menyuapi Kenzo.


"Terima kasih sayang. Semoga putri daddy panjang umur. Dan selalu dalam lindungan Tuhan" ucap Kenzo mengecup pipi Khaira dan menggendongnya


"Terima kasih kembali, daddy"

__ADS_1


"Putri daddy cantik banget..."


"Tentu saja, daddy juga ganteng banget"


"Pintar banget buat daddy senang. Daddy ada kado buat putri yang tercantik ini "


Azril dan Alesha meminta tamu yang lain buat menyicipi hidangan yang mereka sediakan. Setelah itu mendekati Khaira yang ada digendongan Kenzo.


"Selamat sore kak, terima kasih karena telah meluangkan waktu kakak buat hadlr"


"Aku pasti akan meluangkan waktuku untuk acara istimewa putri kecilku. Sesibuk apapun aku pasti akan tetap hadir, Sha"


"Terima kasih, Ken. Ayo kita makan, Dita dan Arjuna juga belum makan"


"Papi , mommy, daddy bawa kado buat Khaira"


"Oh ya, udah ucapkan terima kasih buat daddy"


"Terima kasih, Dad" ucap Khaira dan mengecup pipi Kenzo.


Kenzo membelikan mainan satu set peralatan memasak yang besar. Khaira sangat senang menerimanya.



Kenzo ikut bergabung bersama Azril, Alesha ,Dita dan suaminya. Mereka menyantap hidangan sambil bercerita.


"Sayang, jangan lupa minum obatnya. Kamu belum minum obatkan, jangan sampai lupa" gumam Azril.


Kenzo yang duduk tepat disamping Azril mendengar ucapannya.


Alesha berdiri pamit, ia ingin meminum obatnya.


"Saya pamit sebentar ya..."


Kenzo yang penasaran juga ikutan pamit, ia ingin tahu apa benar Alesha lagi mengidap satu penyakit.


Alesha mengambil obat yang terletak di lemari dapur. Ia lalu mengambil air dan meminumnya. Tanpa Alesha tahu , Kenzo memperhatikan itu.


"Kamu sakit ,Sha" ucap Kenzo mengagetkan Alesha


"Kak Kenzo, kenapa ada disini. Apa ada yang bisa aku bantu. Kakak mau apa" ucap Alesha pura pura tak mendengar ucapan Kenzo


"Kamu sakit apa, Sha" ucap Kenzo mengulang pertanyaannya tadi.


"Cuma sakit kepala kak..."


"Tapi sepertinya itu bukan obat sakit kepala. Dan mengapa begitu banyak obat obatan"


"Kak, ayo kita gabung dengan yang lain. Kakak sebenarnya mencari apa. Kenapa ikuti aku ke dapur"


"Apa aku ini sudah tak berarti apa apa bagimu, Sha. Jika aku sebagai mantan suamimu tak ada artinya, seharusnya sebagai sahabatmu aku bolehkan tahu kamu sakit apa"


"Kak, aku nggak sedang sakit cuma sedikit pusing"


"Aku bukanlah pria yang bodoh Sha. Nggak mungkin jika hanya sakit kepala kamu harus minum obat sebanyak itu"


Azril yang melihat Kenzo mengikuti Alesha, menyusul masuk ke dapur. Ia mendengar semua ucapan Lesha dan Kenzo. Azril lalu menghampiri Alesha, agar istrinya tidak merasa terpojok dengan pertanyaan Kenzo.

__ADS_1


"Sayang, kenapa lama banget sih. Khaira mencari kamu. Tamu tamu juga. Ada yang mau pamit pulang. Kamu temui mereka dulu ya"


"Iya kak. Maaf kak Kenzo , aku temui tamuku dan Khaira dulu ya" ucap Alesha berjalan meninggalkan Kenzo dan Azril.


"Alesha sakit apa ,Ril. Boleh aku tahu" ucap Kenzo begitu melihat Alesha telah menghilang dibalik pintu


"Tentu saja boleh, aku akan mengatakan apa yang ingin kamu ketahui"


"Kenapa Alesha meminum banyak obat obatan"


"Duduklah, aku akan menceritakannya. Alesha saat ini sedang mengidap penyakit leukemia"


"Apa...kamu tidak bercandakan"


"Mana mungkin aku bercanda dengan penyakitnya"


"Sejak kapan, kenapa aku tak kamu beritahu"


"Sejak aku bertemu kembali dengan Alesha , aku curiga melihatnya yang sering kelelahan, pusing ,mual dan mimisan. Itulah penyebab utama aku menikahi Alesha secepatnya. Karena aku ingin menjaganya."


"Jadi tindakan apa yang Alesha lakukan saat ini sebagai pengobatannya"


"Dokter memberi obat obatan yang harus diminum seumur hidupnya. Tidak boleh terlewat satu kalipun. Karena itu akan mempengaruhi penyakitnya. Dan juga minggu depan ia akan kemoterapi. Aku mau menemaninya tanpa ada batasan, itulah sebabnya aku menikahinya cepat."


"Apa ia bisa sembuh"


"Dokter tidak bisa menjamin kesembuhannya. Tapi leukemia yang diderita Alesha tidaklah mematikan, walau cukup berbahaya. Leukemia yang diidap oleh Alesha perkembangannya tidaklah cepat. Banyak pasien yang menderita penyakit itu sampai saat ini masih bisa bertahan hidup. Ada yang udah sepuluh tahun lebih tapi masih bisa bertahan. Jadi aku optimis Lesha juga pasti bisa bertahan. Yang penting , jangan terlalu banyak pikiran."


"Kenapa kamu tidak pernah cerita"


"Aku belum ada waktu buat menceritakannya. Lagi pula Alesha tidak suka orang memandangi dirinya dengan rasa kasihan hanya karena ia mengidap satu penyakit"


"Di mana saat ini Alesha berobat dan dengan dokter siapa"


"Dokter Bagas , rumah sakit X.."


"Apa...dokter Bagas"


"Ya, apa kamu mengenalnya"


"Ya aku kenal, ia masih saudara jauh papiku"


"Oh kebetulan banget ya...."


"Besok jika Alesha dikemoterapi aku boleh juga ya menemaninya"


"Boleh Ken...tapi aku harap kamu bersikap biasa saja, jangan memperlihatkan wajah sedih atau prihatinmu. Alesha tak suka dikasihani. Sebenarnya dengan meminum obat saja Alesha sudah cukup, tapi aku ingin sel kankernya cepat mati, makanya Alesha di kemo"


"Baiklah.. "


"Ayo kita gabung dengan yang lain, nanti pada curiga lagi jika kita menghilang berdua lama banget"


Kenzo dan Azril berjalan kembali menuju halaman belakang tempat perayaan ulang tahun Khaira.


***********************


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2