CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Delapan puluh Lima


__ADS_3

Setelah rapat selesai, Alesha pamit dengan Azril dan Farrel. Ia meminta asisten pribadinya buat menyelesaikan semua.


Azril yang tak mau kehilangan kesempatan bicara dengan Alesha meminta asistennya untuk mengantar ke ruang kerja Alesha. Ia hanya akan mau kerja sama jika Alesha langsung yang menangani proyek.


Asisten Alesha akhirnya mengantar Azril ke ruang kerjanya. Alesha dengan terpaksa menerima Azril. Saat ini mereka hanya berdua diruangan ini.


"Silakan duduk, kak...apa ada yang perlu ditanyakan lagi" ujar Alesha kaku. Jantungnya masih berdegup dengan kencang sejak ia melihat Azril di ruang rapat tadi.


"Banyak pertanyaan yang ingin kakak ajukan..."


"Kalau masalah pribadi, maaf kak...aku tak bisa menjawab karena saat ini aku lagi bekerja" uvap Alesha masih dengan gugup.


Azril duduk di kursi yang berada dihadapan Alesha. Ia memandangi Lesha dengan intens. Alesha hanya menundukan kepalanya.


"Lesha...apakah begini seorang manajer menghadapi kliennya. Bicara tanpa memandang lawan bicara itu tidak sopan"


"Baiklah pak Azril, apa yang bapak ingin ketahui lagi. Proyek ini sebenarnya bukan saya yang menangani. Saya hanya mewakili pimpinan saya yang tak sempat hadir. Tapi jika bapak ada pertanyaan dan itu bisa saya jawab , akan saya jawab...."


"Lesha ...ada bunda di hotel. Apa kamu tak ingin bertemu bunda. Apa kamu nggak ingin tahu keadaan bunda saat ini. Dan boleh kakak tahu dimana Khaira"


"Kak...aku juga kangen bunda. Aku juga ingin bertemu bunda" ucap Alesha tak bisa menahan air matanya lagi.


"Nanti ketemu bunda sekalian bawa Khaira, ya. Kak Azril senang melihat kamu sekarang. Kamu tambah dewasa dan sukses. Bunda pasti akan sangat senang bisa bertemu kamu dan Khaira"


"Kak, jangan ambil Khaira..."


"Siapa yang mau mengambil Khaira. Kakak hanya ingin Khaira juga tahu jika kakak adalah ayah kandungnya, hanya itu tidak lebih. Dan kakak hanya ingin ikut bertanggung jawab atas Khaira. Kakak tidak mungkin memisahkan seorang anak dengan ibunya, Sha."


"Dimana kakak menginap. Kakak kembali kapan ke Jakarta..."


"Besok aja kakak kembali ke Jakarta, kamu mau ketemu bundakan"


"Iya kak, nanti jam tiga aku ke hotel. Aku harus jemput Khaira pulang sekolah dulu"


"Kakak antar ya..."


"Aku bawa mobil sendiri kak...kakak katakan saja dimana bunda menginap"


"Baiklah , kakak dan bunda menunggu. Kakak harap kamu tak akan ingkar. Bunda saat ini sudah tampak sangat tua dan kurus, ia selalu memikirkan kamu dan Khaira. Bunda sudah tahu jika Khaira anak kak Azril"


"Kak...jangan beri tahu bunda dulu jika kakak bertemu denganku"


"Baiklah...bunda pasti sangat senang bisa bertemu kamu lagi. Kakak pamit dulu. Ingat kakak dan bunda menunggu kamu. Kakak percaya kamu pasti akan datang..."

__ADS_1


"Hati hati ,kak..."


Azril meninggalkan perusahaan itu dengan senyum yang selalu menghiasi bibirnya. Farrel sekretarisnya Azril, memandangi atasannya dengan heran. Tak biasanya atasannya selalu tersenyum begitu. Biasanya Azril selalu berwajah serius.


Sesampainya di kamar hotel, Azril melihat bunda yang duduk di sofa sambil menonton tivi langsung memeluk bundanya dan mengecup pipi bunda beberapa kali.


"Kenapa nih, keliatannya senang banget. Sukses kerja samanya..."


"Sukses banget, bun. Aku mandi dulu biar wangi..."


"Emang mau ketemu siapa , kita kembali kapan Ril"


"Belum tahu kapan kembalinya bun. Aku mandi dulu" ucap Azril sambil masuk ke kamar mandi


"Kenapa Azril keliatan senang banget. Kemarin katanya cuma sehari disini, ditanya kapan kembali jawabnya belum tahu. Ada apa ini" gumam bunda


Setelah mandi Azril pamit keluar sebentar pada bunda. Ia keluar ingin membeli makanan buat Khaira. Azril tahu saat ini usia Khaira sudah menginjak tiga tahun dan ia tadi sudah tanya dengan Alesha makanan yang Khaira suka.


Khaira seleranya sama dengan Azril, ia lebih menyukai makanan yang rasanya gurih. Makanan yang ia senang ayam goreng dan cumi masak tepung juga kentang goreng.


Azril keluar ingin membeli ayam dan kentang goreng di salah satu restauran cepat saji yang sangat Khaira suka.


Alesha yang datang bersama Khaira langsung menuju kamar yang telah dikatakan Azril. Ia mengetuk pintu kamar itu dengan perasaan gugup.


"Kenapa nggak jadi pergi..." ucap bunda sambil membuka pintu


"Bunda...."ucap Alesha langsung memeluk bunda.


"Lesha...apa ini benar kamu, nak. Kamu kemana aja selama ini. Bunda kuatir"


"Bunda...maafkan aku"


Bunda memeluk erat Alesha. Khaira yang melihat itu menjadi heran.


"Mommy..." ucap Khaira menarik rok Alesha


Alesha yang tersadar jika ia datang tak sendirian melepaskan pelukannya pada bunda.


"Sayang...ini nenek, beri salam sama nenek"


"Selamat sore nek. Kenalkan namaku Khaira..."


"Selamat sore, kamu cantik banget sayang" ucap bunda memeluk Khaira.

__ADS_1


Setelah puas memeluk Khaira , bunda membawa Alesha dan Khaira masuk dan duduk di sofa.


"Lesha, kemana aja kamu selama ini nak. Bagaimana kamu menjalani hidup selama ini. Siapa yang bantu menjaga Khaira. Darimana kamu tahu bunda disini"


"Bunda...aku jawab yang mana dulu,bunda tanyanya satu satu dong" ucap Lesha sambil tersenyum.


"Kamu...masih bisa becandain bunda. Padahal bunda selama ini tak bisa tenang, selalu saja memikirkan kamu dan Khaira"


"Bunda...maaf" ujar Alesha kembali memeluk bunda. Khaira yang duduk diseberang mereka hanya memandangi mommynya yang terus menangis dalam pelukan bunda.


"Kamu jahat banget, kamu nggak mikirin gimana bunda. Apa kamu sudah tak ingat lagi jika kamu ada bunda, apa kamu sudah tak sayang bunda lagi, apa kamu sudah tak mau jadi anak bunda lagi"


"Bunda ...jangan berkata begitu. Aku selalu ingat bunda. Aku selalu kangen bunda. Aku sebenarnya ingin bersama bunda terus. Tapi aku nggak bisa. Aku tak mau nanti menyakiti banyak orang lagi. Aku mau belajar mandiri. Aku mau bertanggung jawab atas hidupku sendiri"


"Azril benar...kamu pasti bisa menghadapi semua cobaan hidup ini. Kamu wanita yang kuat. Bunda aja yang terlalu memikirkan kamu"


"Bunda, aku juga selalu memikirkan bunda. Tapi keadaan yang memaksa aku harus bersembunyi. Aku tak mau keluarga kak Kenzo berantakan jika aku kembali padanya. Bunda sudah tahukan semua ceritanya dari kak Azril"


"Tapi kamu nggak harus menyembunyikan semua ini dari bunda. Kenapa kamu tak pernah mau berbagi semua masalah kamu. Apa kamu nggak percaya dengan bunda. Kenapa kamu menyimpan semua masalahmu sendiri. Kenapa kamu tak bercerita tentang perbuatan Azril padamu. Jika kamu cerita dan tetap ingin menikah dengan Kenzo, bunda tak akan menghalanginya. Bunda juga tahu jika yang Azril lakukan padamu itu sangat keterlaluan dan salah. Kamu pantas marah ..."


Bunda dan Alesha bercerita kemana aja dan apa aja yang Alesha lakukan selama ini menghilang.


"Khaira sini sayang, duduk dekat nenek" ujar Alesha meminta Khaira mendekat.


Khaira berdiri dan duduk diantara bunda dan Alesha. Bunda langsung memeluk Khaira.


"Ayah pasti senang banget , ia memiliki cucu dari kamu dan Azril"


"Maaf bunda, aku tak bisa mengatakan kebenaran itu karena aku takut ayah akan kecewa setelah tahu apa yang dilakukan kak Azril padaku. Aku ingin ayah tetap bangga memiliki anak seperti kak Azril, tanpa ternodai dengan perbuatannya yang telah melecehkan aku."


"Tapi bunda harap mulai hari ini jangan ada yang kamu sembunyikan lagi terutama pada bunda. Kamu sudah bunda anggap sperti anak kandung bunda. Kamu pasti tahu, jika bunda lebih dekat dan sayang denganmu dari Azril anak kandung bunda sendiri"


"Bunda...aku juga menyayangi bunda lebih dari ibu kandung, karena aku lebih lama hidup bersama bunda dari pada ibu kandungku"


"Bunda ingin disisa hidup ini , bunda bisa hidup bersama kamu dan Khaira. Jika kamu tak keberatan..."


"Bunda, mana mungkin aku keberatan. Bunda bisa tinggal bersamaku di sini"


Alesha mengatakan jika ia tak bisa pindah ke Jakarta, karena saat ini ia masih ingin berkarier. Dan ia sudah nyaman dengan kehidupannya saat ini. Alesha meminta bunda untuk tinggal bersamanya di Cirebon ini jika Azril mengizinkan.


************************


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2