
Khaira telah berada di kamar hotel saat ini. Ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah mandi dan berpakaian Khaira menuju restauran hotel buat makan malam. Diego saat ini masih berada di rumah sakit.
Tadi ketika oma bangun, ia menanyakan keberadaan Diego, sehingga mami meminta Diego cepat kembali ke rumah sakit.
Khaira menyantap menu makan malamnya dengan perlahan, selera makannya hilang karena masih teringat ucapan oma.
Ia tak menghabiskan makan malamnya, ia akan berdiri dari duudknya ketika ia melihat seseorang yang sangat dikenalnya sedang makan malam berdua dengan wanita cantik.
"Mas Alby, dengan siapa itu. Aku sudah beberapa kali menghubunginya. Tapi tak ada jawaban. Apa aku hampiri saja ya. Aku harus bicara mengenai hubungan kami"
Khaira berjalan menuju meja tempat Alby dan seorang gadis sedang makan malam.
"Selamat malam, mas...." ucap Khaira.
Alby kaget melihat Khaira yang sedang berdiri dihadapannya.
"Khaira, kamu sama siapa kesini"
"Maaf mas aku mengganggu. Aku sudah berulang kali menghubungi mas mengabari jika aku ke Singapura. Aku ingin bicara setelah mas menyelesaikan makan malam"
Wanita yang sedang makan malam dengan Alby tampak memandangi Khaira dengan wajah yang kurang suka. Ia lalu bertanya dengan Alby siapa Khaira.
"Alby, siapa gadis ini. Kenapa kamu tak mengenalkan padaku"
"Oh ya...Raisa, kenalkan ini Khaira kekasihku" ucap Alby
"Kekasihmu...." tanya Raisa
"Mungkin akan menjadi mantan kekasih sebentar lagi...."ucap Khaira
"Apa maksud ucapanmu, Khaira. Mas nggak mengerti..."
"Mas, untuk itu aku ingin bicara. Tapi selama ini kelihatannya mas sangat sibuk, setiap aku hubungi pasti susah"
"Baiklah , kita bicara. Raisa maaf...aku harus bicara dengan Khaira"
"Jangan lama lama, karena aku tak punya waktu banyak...."
"Baik mbak Raisa, aku tak akan lama meminjam waktu mas Alby"
__ADS_1
Khaira berjalan kembali ke meja tempat tadi ia duduk.
"Mas, aku ingin mengakhiri hubungan kita..." ucap Khaira langsung begitu mereka telah sama sama duduk.
"Khaira , kamu jangan salah sangka. Aku tak ada hubungan dengan Raisa. Ia itu putri pemilik perusahaan tempat aku bekerja saat ini. Kami hanya bicarakan mengenai perkembangan proyek yang sedang aku tangani saat ini"
"Mas, aku meminta hubungan kita putus bukan karena Raisa" ucap Khaira sambil tersenyum
"Tapi apa salah mas..."
"Mas tidak salah, saat ini aku lihat mas masih fokus dengan karier mas. Lebih baik kita putus agar mas bisa lebih konsentrasi. Jika nanti kita memang ditakdirkan bersama, pasti kita akan dipertemukan kembali. Aku juga mungkin akan pergi buat masa depanku. Aku harap kita masih tetap menjadi sahabat seperti dulu...."
"Khaira, maafkan mas jika membuat kamu marah"
"Mas, aku sudah katakan mas nggak ada salah. Aku juga masih ragu untuk meneruskan hubungan kita ke jenjang yang lebih serius. Untuk itu aku minta pisah. Jangan merasa bersalah begini. Aku tak pernah marah dengan mas Alby...."
"Tapi Khaira, aku mencintaimu. Aku sudah lama mengharapkan hubungan kita akan berlanjut ke tahap yang lebih serius"
"Mas, percayakan semuanya pada takdir Tuhan. Aku juga belum tentu cinta sejatimu. Jika kita memang berjodoh, sejauh apapun kita pergi pasti Tuhan akan mempersatukan kita kembali"
"Walau ini terasa berat, tapi mungkin ini memang yang terbaik buat kita Khaira. Mas juga masih akan disini satu tahun kedepan. Pemilik perusahaan membuka cabang perusahaannya disini. Dan ia ingin mas buat sementara memimpin. Mas harap tahun depan, saat mas kembali ke Indonesia Tuhan mempertemukan kita kembali dalam ikatan cinta"
"Alby, udah bicaranya. Aku tak mau ya waktuku terbuang percuma" ucap Raisa
"Maaf mas aku telah mengganggu waktumu.."
Khaira berdiri dan meninggalkan Alby yang masih terus memandangi kepergian Khaira.
"Raisa, aku sudah tidak lapar lagi. Kita pulang aja. Besok kita lanjutkan pembicaraan di kantor...."
Alby meninggalkan restauran itu diikuti Raisa dengan menahan amarahnya.
"Sialan, gara gara gadis itu makan malamku jadi gagal"
Khaira berjalan menuju kamar hotelnya. Ketika akan menekan tobol lift tangannya ditahan seseorang.
"Diego...."
"Kita ke taman yuk, belum waktunya tidur. Masih sore..."
"Sore apaan sih...udah malam begini" gerutu Khaira.
__ADS_1
Diego tak mendengarkan gerutu gadis itu ,ia menarik tangan Khaira berjalan keluar dari hotel menuju taman.
Mereka duduk sambil memandangi bintang di langit. Khaira hanya diam saja, ia masih teringat kata putusnya dengan Alby tadi.
"Ada apa, kamu seperti banyak pikiran...."
"Diego, sepertinya hubungan ini tidak bisa kita teruskan. Lebih baik kita seperti dulu lagi, hanya sebagai adik kakak"
"Kenapa kamu berubah pikiran begini"
"Kamu lihatkan tadi...oma ,daddy dan mami tidak akan pernah merestui hubungan ini. Sebelum kita melangkah lebih jauh, dan sebelum perasaan ini makin mendalam sebaiknya kita akhiri. Akan sulit dan terasa sakit jika nanti kita harus berpisah disaat kita sudah semakin dekat"
Khaira mencoba menahan air matanya agar tak jatuh. Ia tak boleh terlihat cengeng. Ia sebagai kakak dari Diego harus bisa melihatkan jika ia kuat.
" Mungkin belum saatnya aku menjalin hubungan dengan siapapun baik dengan mas Alby ataupun Diego. Maaf ... Diego setelah aku pikirkan lagi, aku akan tetap pergi. Untuk menata hatiku. Agar aku bisa memastikan perasaan ini...."
"Khaira...sudah aku katakan padamu, jika mengenai keluargaku itu menjadi urusanku. Yang perlu kamu lakukan hanya mencintaiku dan jangan pernah pergi dariku. Aku tak tahu apa yang akan kulakukan jika kamu menghilang dari hidupku"
"Diego...kamu masih sangat muda. Jalanmu masih panjang. Masih banyak yang akan kamu lalui dalam hidup ini. Hati manusia itu juga mudah berubah, siapa tahu nanti kamu bertemu dengan wanita lain dan bisa membuat kamu jatuh cinta. Kamu saat ini mungkin hanya terkena sindrom brother complex...."
"Apa kamu mengira aku kurang waras karena mencintai kamu, Khaira"
"Diego, jangan salah paham. Seseorang yang mengalami brother complex bukanlah gila. Itu terjadi karena mereka yang terlalu dekat dari kecil sehingga timbul rasa melindungi yang berlebihan...."
"Tapi kita bukan saudara dan aku yakin ini memang cinta" ucap Diego sedikit keras.
Diego bangkit dari duduknya dan berdiri tepat dihadapan Khaira.
"Khaira, akan aku buktikan padamu dan juga keluargaku...jika aku benar tulus mencintaimu. Jika cinta ini tak akan berubah walau apapun yang akan terjadi. Cinta ini akan tetap ada dihatiku selama aku masih bernafas dan selama jantung ini masih berdetak. Kamu membalas ataupun tidak, cinta ini akan tetap terjaga dihatiku....."
Diego pergi meninggalkan Khaira dengan menahan amarahnya. Ia tak peduli Khaira yang memanggil namanya.
Setelah Diego pergi jauh dan menghilang dari pandangannya, Khaira juga ikut melangkah menuju hotel tempat ia menginap.
"Maaf Diego...jika aku membuat kamu terluka. Aku juga sangat mencintaimu. Aku hanya takut melangkah terlalu jauh setelah aku tahu jalan yang akan kita lalui ini mungkin tidak mudah, ada oma dan mami yang mungkin akan menjadi penghalang...."
Khaira memandangi bintang dengan air mata yang terus mengalir.
"Mommy, aku kangen. Jika saja engkau masih ada...pasti aku akan menceritakan semua perasaan ini padamu. Kamu pasti akan memberi jalan terbaik apa yang harus aku lakukan. Mommy, kenapa kamu begitu cepat pergi...."
*************************
__ADS_1
Terima kasih