
Satu minggu telah berlalu sejak bunda memutuskan tinggal bersama Alesha. Sabtu pagi ini Alesha ingin ke Jakarta menemui Kenzo dan menyelesaikan masalah rumah tangga mereka.
Selama satu minggu ini Azril setiap pulang kerja selalu saja menyempatkan diri video call bersama Khaira.
Alesha dan bunda juga Khaira telah bersiap siap akan menuju kota Jakarta. Habis sholat subuh mereka langsung berangkat.
Sementara itu di aparteemen Kenzo tampak mami dan Febby sedang memasak buat makan siang mereka. Ada papi juga di apartemen itu..
Kenzo dan papi duduk di sofa sambil menonton pertandingan. Mami datang membawa jus dan cemilan.
Mami duduk dekat sofa yang ada di samping Kenzo dan papi.
"Ken, kemarin pak siregar memberi ini" ucap mami mengulurkan selembar map.
"Apa nih ,mi"
"Surat akta perceraian kamu dan Alesha"
"Berarti saat ini kamu sudah resmi bercerai dengan Alesha" tanya Papi
"Iya, pi. Mungkin ini yang terbaik buatku dan Alesha. Aku tak boleh egois lagi. Aku sadar selama ini aku telah mengikat Alesha agar tetap disampingku" gumam Kenzo
"Alesha...mulai hari ini aku akan melepaskan kamu. Jika kita memang berjodoh, pasti kita akan bertemu kembali. Aku tak ingin mengekang dan mengikatmu dengan cintaku lagi. Jika kamu memang mencintaiku , pasti cinta itu akan menemukan jalannya buat kembali lagi"
Alesha yang baru sampai di Jakarta mengantar bunda ke apartemen Azril.
"Bunda, aku mau bertemu kak Kenzo dulu di apartemennya. Bunda nggak apa sendiri ke apartemen kak Azril" ucap Alesha di parkiran.
"Nggak apa nak, pergilah sekarang. Selesaikan masalah kamu dengan Kenzo"
"Aku pamit dulu bunda. Apa benar bunda nggak apa apa naik sendiri"
"Nggak apa nak, kamu nih seperti bundanya sudah tua banget. Cuma pakai lift aja mah bunda udah biasa"
"Atau aku hubungi kak Azril dulu ya bunda, biar jemput bunda ke bawah"
"Nggak usah, bunda bisa sendiri"
"Hati hati bunda...."
"Kamu juga hati hati. Kamu nggak capek langsung ke apartemen Kenzo"
"Nggak apa bunda, tadi kita juga sudah istirahat sebentar"
Alesha pamit dan meninggalkan apartemen Azril menuju apartemen Kenzo. Ia tadi menghubungi Dita, ingin tahu keberadaan Kenzo. Ternyata ia masih menempati apartemen lamanya.
Sampai di apartemen Kenzo, Alesha menggandeng tangan Khaira menuju lift yang akan membawanya menuju apartemen Kenzo.
Sampai depan pintu, Alesha sempat ragu untuk mengetuk. Tapi ketika ia akan membalikan badan tampak seorang wanita sedang membuka pintu apartemen Kenzo.
__ADS_1
Alesha tersenyum ke arah wanita itu yang ternyata Febby.
"Maaf...apa kak Kenzo ada"
"Oh ada...silakan masuk mbak"
Febby membuka pintu lebar lebar agar Alesha masuk. Febby yang akan keluar buat beli sesuatu kembali masuk.
"Kak Kenzo , ada tamu nih mencari"
"Siapa..."tanya Kenzo berjalan menuju ruang tamu diikuti mami.
Kenzo dan maminya kaget melihat Alesha dan Khaira yang berdiri depan pintu.
"Khaira...."ucap Kenzo langsung menggendong dan memeluk Khaira.
Mami yang berdiri di belakang Kenzo tampak kurang senang akan kehadiran Alesha.
"Sayang, kamu kemana aja. Daddy kangen banget" ucap Kenzo mengecup seluruh bagian di wajah Khaira. Khaira hanya memandangi Kenzo dengan heran, karena Kenzo yang terus saja mengecupnya.
"Lesha...duduklah"ucap Kenzo. Alesha diikuti mami dan Febby duduk di sofa ruang tamu.
"Kamu kemana aja selama ini , Sha. Mengapa tak pernah memberi kabar"
"Maaf kak. Aku selama ini ada di Cirebon bekerja pada salah satu perusahaan di sana"
"Kak ...maafkan aku"
"Kenzo, mungkin Alesha lebih nyaman hidup berdua Khaira , sehingga ia tak mau membeti kabar kamu . Alesha mungkin tak mau kamu mengganggunya. Tapi kebetulan sekali kamu datang, Kenzo sudah mengurus surat perceraian kalian. Dan kemarin akte perceraian kalian telah keluar. Saat ini kamu dan Kenzo telah resmi bercerai"
"Mami, aku mohon mami jangan banyak bicara dulu. Aku akan selesaikan berdua Alesha aja" ucap Kenzo dengan suara keras
"Kenzo, baru aja kamu bertemu Alesha , kamu langsung saja membentak dan berkata kasar. Apa perkataan mami salah. Alesha ia sudah nyaman tanpa kamu, sehingga ia baru sempat mrnemui kamu sekarang setelah dua setengah tahun kepergiannya"
"Mi...Lesha, sebaiknya kita bicara di luar aja."
"Terserah kakak aja"
"Mi, aku dan Alesha pamit dulu..."
Kenzo menarik tangan Alesha agar berdiri dan meninggalkan apartemen.
"Mi, aku pamit dulu. Maaf, jika kedatanganku nggak mami harapkan"
"Mami cuma mau ingatkan kamu dan Kenzo jika kalian sudah sah bercerai. Jadi tak baik jika lama lama berduanya."
"Baik, mi. Aku akan ingat" ujar Alesha
Alesha melangkah meninggalkan apartemen Kenzo. Sebelum sampai ke pintu keluar Kenzo kembali masuk lagi. Ia mendekati maminya.
__ADS_1
"Mi, aku harap mami jangan lagi ikut campur urusan aku. Apa mami lupa, jika mamilah penyebab Alesha meninggalkan aku selama ini"
"Mami tidak meminta Alesha meninggalkan kamu, tapi mami hanya meminta Alesha memilih antara kamu dan Khaira. Dan ia lebih memilih Khaira. Apa itu salah mami. Kenapa kamu masih saja bodoh jika sudah berhadapan dengan Alesha. Apa yang ia lakukan hingga kamu begitu mencintainya"
"Mi...aku lagi nggak mau berdebat dengan mami. Aku pamit dulu."
Kenzo lalu meninggalkan mami. Febby yang masih duduk lalu berdiri mendekati mami yang tampak terdiam. Beruntung papi sudah keluar saat Alesha datang, karena jika masih ada papi pasti akan ada perdebatan yang lebih panjang lagi.
"Tante kenapa ..."tanya Febby
"Tante nggak apa apa kok , Febby. Kita duduk dulu ya" ucap mami membawa Febby duduk di sofa kembali
"Itu istri kak Kenzo , tante"
"Mantan istri, mereka telah resmi bercerai"
"Cantik banget, dan tampaknya juga sangat baik"
"Tapi ia tak pernah mencintai Kenzo, itu yang tante nggak suka. Udahlah, kita bicara yang lain saja. Tante jadi bad mood kalau ngomongin Alesha"
Mami Kenzo lalu bertanya tentang pekerjaan dan hubungan Febby dengan Kenzo di kantor.
Sementara itu di luar apartemennya,Kenzo menggendong Khaira, ia melangkah masuk lift diikuti Alesha dibelakangnya.
"Mom, om ini siapa" tanya Khaira di dalam gendongan Kenzo
"Ini daddynya Khaira..."
"Daddy...sama seperti papi"
"Siapa yang dipanggil Khaira papi, Sha" tanya Kenzo heran.
"Kak Azril..." lirih Alesha
"Azril, jadi kamu sudah sering ketemu Azril. Azril udah tahu keberadaan kamu selama ini"
Kenzo menghentikan langkah kakinya yang akan menuju mobil miliknya.
"Baru sekali kak, minggu lalu. Nanti aku ceritakan. Oh ya, aku bawa mobil sendiri. Kakak ikut sama mobilku atau kak Kenzo bawa mobil sendiri"
"Aku ikut kamu aja...."
"Ayo kak, itu mobilku " tunjuk Alesha ke arah mobilnya.
"Jadi kamu sudah bertemu Azril, apa memang baru sekali kalian bertemu. Apa benar baru minggu kemarin. Lesha...sampai kapanpun sepertinya kamu memang tak bisa lepas dari bayangan Azril. Cintamu akan tetap ada untuk Azril selamanya..."
****************************
Terima kasih
__ADS_1