
Hari ini rumah kediaman Azril tampak ramai dengan tamu undangan. Terutama anak anak yatim.
Di pagi hari ini diisi dengan acara pengajian buat syukuran kehamilan Khaira yang telah memasuki bulan ke empat.
Tamu undangan kebanyakan dari ibu ibu pengajian dan anak anak yatim piatu.
Khiara duduk didampingi Diego mendengar ibu ibu itu mengaji buat calon bayinya.
Oma tampak duduk diantara keluarga Diego. Kemarin sebelum acara Hanna meminta izin pada Khaira untuk mengizinkan oma bisa menghadiri acara ini.
Khaira menyediakan souvenir buat ibu ibu pengajian berupa sajadah dan Al quran. Di dalamnya juga Khaira beri tasbih.
Setelah mengaji, Diego memberikan bingkisan kepada ibu ibu itu yang sebagian besar merupakan tetangga Khaira. Mereka tampak bahagia menerima bingkisan sebagai ucapan terima kasih dari Khaira dan keluarga.
Sebelum pulang mereka mencicipi hidangan yang disediakan tuan rumah terlebih dahulu.
Ketika ibu ibu pengajian menyantap hidangan di halaman rumah yang diberi tenda, giliran anak anak yatim yang masuk ke rumah dan juga mengaji bersama untuk mendoakan kelancaran persalinan Khaira juga untuk mendoakan calon bayinya.
Seperti ibu ibu pengajian tadi, anak anak yatim juga Diego dan Khaira beri bingkisan. Masing masing anak yatim dapat dua bingkisan dan satu amplop yang berisi uang.
Bingkisan pertama berupa sajadah dan sarung buat anak cowok dan mukena beserta sajadah buat anak cewek.
Bingkisan kedua yang diberi Diego dan Khaira berisi makanan ringan buat anak anak yatim itu.
Anak anak yatim itu tampak sangat gembira menerima dua bingkisan yang Khaira dan keluarga beri.
Setelah semua mendapat bingkisan Diego mempersilakan anak anak itu menyicipi berbagai hidangan yang mereka sediakan.
"Yang, aku senang banget melihat senyum anak anak itu" ucap Khaira sambil memeluk Diego
"Iya sayang, aku juga senang melihatnya. Nanti jika anak kita telah lahir, kita akan sering bawa ke panti asuhan buat ia belajar berbagi dari kecil. Dan agar ia tahu banyak anak yang kurang beruntung dari dirinya agar ia selalu bisa bersyukur atas nikmat yang ia dapat"
__ADS_1
"Iya sayang, anak anak kita nanti akan aku ajarkan hidup sederhana. Agar nanti ia tak biasa hanya meminta pada kedua orang tuanya saja. Ia harus berusaha jika menginginkan sesuatu"
"Yang, aku ke kamar sebentar ya. Capek duduk terus. Aku tiduran sebentar. Kamu aja nggak apakan yang menyambut tamunya. Ibu ibu pengajian dan anak yatim udah pada pulangkan. Aku tiduran sebentar aja"
"Iya, sayang. Aku antarin ke kamar"
"Nggak perlu, teman temen kamu pasti sebentar lagi pada datang. Siang ini kan tamu undangan khusus buat teman kamu. Aku istirahat sebelum mereka datang. Sekalian mau ganti pakaian. Panas pakai baju muslim ini terus"
"Iya sayang, tapi pakai bajunya jangan yang seksi ya. Aku nggak mau teman temanku melihat tubuhmu" bisik Diego
"Apaan sih, mana ada wanita hamil dengan perut buncit gini seksi"
"Jangan salah sayang, justru kamu tambah keliatan seksi sejak hamil"
"Itu karena pikiran kamu aja yang mesum"
"Betul sayang...tubuhmu makin berisi. Makin seksi..."
Khaira mencubit pinggang Diego karena ia yang meremas bok*ngnya.
"Aku masuk dulu, yang. Kalau daddy, mami atau papi tanyain bilang aku di kamar ganti pakaian"
Khaira berjalan masuk ke kamarnya. Baru aja ia ingin membaringkan tubuhnya, terdengar suara ketukan pintu.
Khaira mengira Diego yang mengetuk pintu kamar itu. Dengan wajah masam ia membuka pintu.
"Apaan sih, yang. Kan bisa buka sendiri. Nggk dikunci" ucap Khaira. Ia kaget melihat mami dan oma yang berdiri didepan pintu.
"Mami...oma, maaf, aku kira tadi Diego"
"Nggak apa sayang. Boleh mami dan Oma masuk"
"Silakan ,mi..oma"
Khaira berjalan diikuti mami dan oma dibelakangnya.
Mami dan oma duduk di sofa yang ada dekat jendela kamar, sedangkan Khaira duduk di tepi ranjang.
__ADS_1
"Kamu naik aja ke ranjang, bersandar. Nanti capek sayang" ujar mami
"Tapi...mi. Nggak sopan"
"Nggak apa...mami dan oma mengerti kok. Kami juga pernah hamilkan. Pasti capek dari pagi duduk"
"Maaf...mami, oma...aku duduk diatas kasur"
"Nggak apa, Khaira" ucap oma
"Ada apa ya, mi" ucap Khaira. Ia penasaran dengan apa yang akan mami dan oma bicarakan.
"Oma yang mau bicara ,nak" ucap Mami
"Khaira, oma minta maaf jika selama ini oma sering membuat kamu sakit hati" ujar oma pelan karena menahan tangis.
"Oma, aku udah melupakan semuanya"
"Oma tau, tak seharusnya oma marah denganmu. Kamu pasti udah mendengar cerita mengenai bapaknya oma dari mamimu"
Oma menghentikan ucapannya. Ia menghapus air matanya yang jatuh membasahi pipinya.
"Itu semua salahnya bapaknya oma. Tidak ada hubungan denganmu, tak seharusnya oma melampiaskan rasa marah dan benci oma padamu. Karena bagaimanapun mama marah, itu tidak akan mengembalikan bapaknya oma lagi. Seharusnya oma bisa menerima jalan hidup oma dengan ikhlas"
"Oma...aku juga minta maaf, atas nama almarhumah mommy dan juga atas diriku sendiri jika kehadiran kami di dalam kehidupan daddy membuat oma jadi terluka. Oma jadi teringat kenangan pahit oma dengan bapak oma. Tapi aku pribadi tak pernah berniat merampas perhatian daddy dari mami ataupun Diego. Dan aku benar benar menyayangi daddy dan mami seperti orang tua kandungku sendiri."
"Iya, Khaira. Oma benar benar minta maaf jika selama ini baik sengaja ataupun tidak telah melakukan kesalahan padamu. Oma ingin kamu juga bisa menerima oma seperti daddy dan mami"
"Oma, aku juga menyayangi oma. Karena hanya omalah satu satunya nenekku saat ini..."
Oma berdiri mendekati ranjang Khaira dan memeluk Khaira sambil menangis.
"Mami benar, kamu anak yang baik...." gumam Oma disela tangisnya.
Mami Hanna ikut terharu dan menangis melihat itu.
"Semoga tak ada kesalah pahaman dalam keluarga ini lagi. Semoga Khaira dan Diego bahagia selamanya. Tidak ada lagi yang mengganggu rumah tangganya kelak...."
__ADS_1
*************
Terima kasih