
Sudah seminggu Azril memboyong keluarganya ke rumah baru mereka. Hari ini Azril dan Alesha akan pergi ke Cirebon buat mengurus surat resign Alesha.
Alesha mengajak bunda dan Khaira ikut sekalian. Tapi bunda tak mau. Ia membiarkan Azril dan Alesha aja pergi berdua. Khaira biar dirumah bersama bunda.
Sehabis subuh Azril udah meninggalkan rumah menuju kota Cirebon. Alesha hanya tiduran di mobil selama perjalanan.
Sampai dicirebon pada pukul sepuluh pagi. Mereka langsung menuju perusahaan Alesha.
Azril juga menemani Alesha menemui atasannya. Karena ia juga bekerja sama dengan perusahaan ini.
Pimpinan perusahaan sebenarnya menyayangkan Alesha yang mengundurkan diri dari pekerjaannya. Tapi ia juga tak mungkin menahan Alesha, karena Azril mengatakan Alesha akan menjalani pengobatan.
Azril berjanji akan melakukan hal terbaik buat kerja sama mereka. Sebagai rasa tanggung jawab dirinya dan Alesha.
Setelah dari perusahaan Azril membawa Alesha ke hotel agar beristirahat .Hari sudah menjelang magrib. Azril tak mau Alesha kecapean jika dipaksakan buat perjalanan pulang.
"Sayang, mau mandi nggak"
"Kakak aja dulu, aku mau tiduran sebentar"
"Kamu pesan aja makanannya, kakak mandi dulu ya"
"Iya kak..."
Alesha memesan makanan buat makan malam. Azril yang habis mandi mengganti pakaiannya dengan celana pendek dan baju kaos biar santai dan nyaman.
Azril berbaring di samping Alesha dan memeluk tubuhnya.
"Kenapa nggak mandi, pusing kepalanya ...atau capek"
"Sedikit capek aja..."
"Kalau gitu mandinya nanti aja...setelah makan kamu istirahat aja lagi"
Azril mengecup seluruh bagian di wajah Alesha dan juga lehernya.
"Kakak ...geli ah"
"Nggak tahu kenapa, kakak tuh pengennya mengecup seluruh bagian diwajahmu aja kalau udah berduaan gini"
"Badanku bau, belum mandi"
"Justru bau keringat kamu tuh yang kakak sukai"
"Mana ada orang suka bau keringat"
__ADS_1
"Ada...kakak nih. Bajunya aja di ganti dengan baju tidur ya, biar sedikit lebih nyaman" ucap Azril dan mulai membuka kancing kemeja yang di pakai Alesha.
Terdengar ketukan dipintu. Azril tak jadi meneruskan membuka baju Alesha.
"Biar kakak yang buka, kamu di sini aja. Kakak nggak mau nanti orang tuh melihat kamu yang seksi ini" goda Azril
Ia lalu membuka pintu dan mengambil pesanannya. Azril membayar dan memberi tips buat pelayannya.
Ia kembali ke dalam kamar dan menata makanan di meja.
"Sayang, makan lagi ya. Nanti kamu sakit kalau telat makan"
"Aku ganti pakaian dulu kak"
"Oh ya, biar sini kakak bantu"
Azril berjalan ke arah Alesha dan ingin membantunya. Tapi Alesha menolaknya.
"Udah kak, aku masih bisa ganti pakaian. Nanti jika aku sudah tak sanggup melakukan semuanya , aku minta kakak jangan bosan membantuku"
"Sayang, sudah berpa kali kakak katakan, kamu tak boleh memikirkan penyakitmu itu. Kita akan tetap bersama selamanya dan kamu pasti akan sehat kembali"
Azril mendekat dan mengecup kepala Alesha dan merangkulnya ke meja makan.
Azril menyuapi Alesha makan, walau awalnya Alesha menolak karena ia ingin makan sendiri. Tapi Azril tetap keukeh ingin menyuapinya.
Alesha mendekat dan mengecup bibir Azril karena ia mengira Azril yang sudah tertidur.
Azril langsung menahan kepala Alesha dan memperdalam ciumannya. Ia m*lum*t bibir Alesha.
Alesha kaget dan membuka mulutnya, mempermudah Azril memainkan lidahnya di rongga mulut Alesha.
Alesha yang awalnya hanya diam , akhirnya terbawa suasana...ia membalasnya. Ciuman yang awalnya lembut akhirnya saling menuntut.
Azril melihat Alesha yang mulai sesak, melepaskan pagutan bibir mereka.
"Kakak...mesum banget"
"Tapi kamu sukakan..."
"Kakak pura pura tidur ya. Nyosor aja.."
"Siapa yang nyosor duluan...siapa suruh mancing duluan." ucap Azril membalikan tubuhnya dan menarik Alesha tidur diatas tubuhnya.
__ADS_1
"Kakak tuh maunya cium melulu" ucap Alesha sambil manyun dan memajukan bibirnya. Azril kembali mengecupnya
"Habis manis sih, udah jadi candu kakak"
Azril makin mempererat pelukannya membuat tubuh mereka tiada jarak. Azril kembali mengecup seluruh bagian diwajah Alesha.
"Kakak pengen kamu hamil anak kakak lagi. Kakak mau mendampingi kamu dan melihat perkembangan bayi kakak dari kecil sampai ia lahir ke dunia ini"
"Apa aku bisa memberi kakak keturunan lagi. Apa umurku akan sampai buat aku memberi Khaira adik lagi"
"Kakak nggak mau kamu membahas penyakit lagi. Kalau kamu ngomong itu lagi, kakak nfgk akan beri ampun. Setiap kamu bicara penyakit lagi, akan kakak lum*t nih bibir buat membungkamnya..."
"Iya ...aku nggak bicara itu lagi. Kak lepas nih pelukannya sesak."
"Biar seperti ini sebentar lagi"
"Tapi apa kakak nggak keberatan nih, aku diats tubuh kakak begini"
"Sampai pagi aja kakak nggak keberatan, cuma adek kecil kakak yang jadi bangun"
"Kakak...mesum terus pikirannya"
"Kamu tahu, Sha. Saat kamu hamil Khaira kakak juga merasa ngidam, tiap pagi muntah. Kepala pusing, nggak nafsu makan. Itu berlangsung selama hampir empat bulan. Badan kakak sampai kurus. Dan saat kamu melahirkan Khaira kakak juga sakit dan sampai tak sadarkan diri. Kakak di rawat seminggu. Ternyata kamu juga sedang berjuang buat melahirkan putri cantik kita..."
"Maaf kak..."ucap Lesha merasa bersalah dan meneteskan air matanya. Ia menyembunyikan kepalanya diceruk leher Azril.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan. Semua sudah berlalu. Sekarang kamu sudah kembali menjadi milik kakak seutuhnya . Dan itu bukan salahmu. Kakak memang pantas mendapatkannya"
Azril menghapus air mata Alesha dan menurunkan tubuh Lesha kesamping. Azril masih terus memeluknya.
"Sayang , apa kakak boleh meminta sesuatu"
"Apa kak..."
"Kakak harap kamu bisa melupakan semua kesalahan yang pernah kakak lakukan. Walau kakak tahu itu sangat sulit ,tapi kakak mau kamu berusaha perlahan melupakannya dan kita akan mulai kehidupan yang baru tanpa harus memandang kebelakang lagi. Kakak janji Sha, selama nafas ini masih berhembus kakak akan berusaha semampu kakak buat bahagiain kamu, Khaira dan bunda. Karena kalian bertigalah yang menjadi prioritas utama kakak saat ini."
"Kak aku akan melupakan semuanya yang pernah terjadi dulu. Karena lebih banyak aku merasakan kebahagiaan dari pada kesedihan selama aku mengenal kakak. Kakak adalah kakak , suami, dan juga sahabat bagiku. Tak ada yang aku inginkan saat ini kak, kecuali aku ingin hidup bahagia bersama kakak dan anak kita.."
"Kamu adalah segalanya bagi kakak, Sha"
Azril dan Alesha saling memeluk menyalurkan rasa sayang mereka.
"Tuhan jika suatu saat kamu akan mengambil nyawaku, buatlah pria yang aku cintai ini tabah dan sabar menghadapi semuanya. Jangan buat ia bersedih dan menangisi kepergianku"
*********************
__ADS_1
Terima kasih