CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Lima puluh Enam


__ADS_3

Azril masih saja mencari tahu dimana Alesha di rawat. Telah lebih dari seminggu sejak kejadian pada malam itu Azril tidak masuk kerja. Ia sudah mencoba memasukan lamaran kebeberapa perusahaan.


Ketika akan memasak buat makan siang, ponselnya berdering. Azril melihat nama pak Anthony tertera. Ia membiarkan saja ponselnya itu terus berdering.


Setelah beberapa saat dibiarkan, masih saja terus berdering. Azril akhirnya menerima panggilan itu.


"Ada apa pak....kenapa bapak masih menghubungi saya"


"Aku ingin bertemu dan berbicara"


"*Maaf pak say***a rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan. Aku bukan karyawan bapak lagi**"


"Saya mohon kamu mau menemui saya"


"Untuk apa lagi pak...."


"Sebentar aja Azril...ada yang perlu aku bicarakan. "


"Baiklah...saya hanya bisa bertemu sebentar"


"Baiklah, saya tunggu kamu jam satu siang di kafe x ...."


"oke...."


Pak Anthony menutup sambungan ponselnya. Azril melanjutkan memasaknya. Setelah itu ia mandi dan bersiap pergi.


Pak Anthony menunggu kedatangan Azril dengan gelisah. Ia memilih ruang VIP agar lebih leluasa bicara.


Setelah setengah jam menunggu , Pak Anthony melihat Azril masuk ke tempat ruang ia menunggu.


"Silakan duduk...."ucap pak Anthony


"Langsung aja bicara pak...aku tak punya banyak waktu. Aku ada wawancara kerja sore ini"


"Kenapa kamu harus wawancara. Kamu masih saya butuhkan diperusahaan"


"Tapi saya yang tak ingin bekerja lagi diperusahaan bapak"


"Azril...saya minta maaf karena telah berhubungan dengan Tiara. Saya memang bodoh , mau saja di rayu dengan kata manisnya. Saya telah memutuskan hubungan dengan Tiara. Kamu bisa tetap bekerja ,kenapa harus resign"


"Saya tidak bisa bekerja dengan pengkhianat"


"Azril, saya akan menaikan jabatan kamu dan saya akan mengganti sekretaris kamu. Kamu tidak lagi berhubungan dengan Tiara."


"Kenapa...bapak takut saya menyebarkan video bapak dan Tiara. Bapak takut istri dan anak bapak tahu kebusukan orang tuanya. Jika bapak masih memiliki rasa takut dan malu ,kenapa bapak melakukan hal itu. Kenapa tak betpikir jika itu akan menyakiti keluarga bapak...."


"Saya tahu Azril, saya salah"

__ADS_1


"Sejak kapan bapak berhubungan dengan Tiara"


"Baru aja ..."


"Saya nggak percaya...jika bapak nggak mau jujur, saya tidak akan kembali bekerja di perusahaan bapak"


"Apa kamu tidak akan marah jika saya berkata jujur"


"Walau itu akan menyakitkan bagi saya,itu lebih baik,dari pada saya harus dibohongi terus"


"Kami telah berhubungan hampir tiga tahun..."


"Apaaa...jadi dari mulai saya memutuskan buat berhubungan sama Tiara bapak juga sudah memiliki hubungan dengannya. Apa bapak tahu jika kami pacaran"


"Ya..saya tahu"


"Kenapa bapak tidak melarang Tiara berhubungan dengan saya jika bapak telah lebih dulu dengan Tiara"


"Saya dan Tiara tidak ada hubungan serius. Aku dan Tiara hanya sekedar partner ****. Jadi kami tidak terikat apapun. Tidak larangan bagi kami memiliki hubungan serius dengan orang lain"


"Ternyata bapak lebih bejat dari yang saya bayangkan"


"Terserah kamu mau bicara apa...tapi jujur saya suka dengan kinerja kamu. Makanya saya masih mempertimbangkan ketika Tiara meminta saya memecat kamu. Azril ini saya bicara antara sesama pria. Saya senang kamu memutuskan buat bercerai dengan Tiara. Karena saya tahu Tiara bukan wanita yang baik. Saya tahu bagaimana kamu. Kamu berhak mendapat wanita yang jauh lebih baik dati Tiara. Tiara bukan saja berhubungan denganku. Ada satu pria lagi yng sering berhubungan badan dengannya..."


"Kenapa bapak baru ceritakan ini sekarang"


"Karena kamu sudah tahu sedikit tentang Tiara, jika dulu saya mengatakan kebenarannya , saya takut kamu tak akan percaya. Kamu pasti nanti minta bukti pada saya, dan kamu pasti akn curiga dengan saya. Makanya saya tidak bisa menghalangi kamu menikahi Tiara. Lagi pula saya tidak bisa terang terangan melawan Tiara, ia punya bukti hubungan kami. Ia mengancam akan mengadu pada istri saya..."


"Saya tidak mengharapkan kamu percaya. Tapi kamu bisa pikirkan kata kata saya"


"Jika saya minta bapak memecat Tiara, apa bapak mau..."


"Azril.. saya tidak mungkin memecat Tiara , karena ia punya bukti yang akan membuat karier saya hancur. Saya harap kamu bisa memahami saya"


"Aku pikirkan dulu....."


"Azril...aku mohon kamu bisa kembali bekerja,bukan hanya karena saya takut kamu menyebarkan video itu. Tapi saya memang membutuhkan orang seperti kamu di perusahaan"


"Kemarin bapak mengancam akan memecat saya"


"Saya gugup dan kaget...jadi saya asal bicara"


"Saya akan pikirkan ulang. Maaf pak, saya rasa cukup pembicaraan kita. Saya permisi... karena saya ada wawancara"


"Azril...jangan hadiri wawancara itu, kamu masih saya butuhkan"


"Saya masih memikirkan pak...Selamat siang"

__ADS_1


Azril pergi meninggalkan pak Anthony sendiri. Ia tampak frustasi.


Tak lama setelah Azril pergi tampak Tiara masuk ke dalam ruangan yang ada pak Anthony.


"Selamat siang, sayang"ucap Tiara dan mengecup pipi pak Anthony


"Kamu tahu dari siapa saya di sini"


"Saya tahu kemanapun kamu pergi. Kamu tak bisa menghindari saya"


"Kamu mau apa..."


"Bagaimana , apa kamu sudah bisa membujuk Azril buat tetap bekerja dan tutup mulut"


"Kenapa...kamu takut Azril menyebarkannya"


"Apa pak Anthony tidak salah bicara, bapak yang seharusnya lebih takut jika Azril menyebarkan video itu. Karena bapak yang akan rugi. Bukan saya. Apa lagi jika istri bapak tahu semua tentang kebusukan suaminya..."


"Tiara...kita akhiri aja hubungan kita sampai di sini"


"Kenapa... kamu takut istrimu tahu"


"Tiara... kamu masih bisa terus berhubungan dengan Alex.."


"Saya maunya kamu...kamu tahu itukan. Saya tidak mau Alex ataupun Azril. Saya cinta sama kamu"


"Kamu yakin jika itu cinta bukan nafsu"


"Mungkin dengan pria lain saya nafsu, tapi denganmu saya cinta"


"Aku nggak yakin jika kamu masih memiliki cinta"


"Apa yang harus saya lakukan agar kamu percaya"


"Kamu tahu, saya punya istri dan anak yang tidak mungkin bisa saya tinggalkan"


"Saya tidak pernah meminta kamu meninggalkan istri dan anakmu...kita tetap seperti ini"


"Tiara...kamu nggak ingin hidup normal. Seperti wanita lain, memiliki suami dan anak. Kamu bisa mulai saat ini mengubah cara hidupmu"


"Saya nyaman dengan hidup saya saat ini"


"Terserahlah...yang jelas jangan pernah mengusik istri dan anak saya"


"Asal bapak masih terus bersama saya..."


Anthony terdiam dan memikirkan bagaimana cara lepas dari hubungan terlarangnya bersama Tiara.

__ADS_1


*********************


Terima kasih....


__ADS_2