
Khaira bangun dengan tubuh yang terasa remuk karena kelelahan. Diego meminta haknya lagi sebelum subuh tadi.
Ia mencoba menurunkan kakinya, ia akan mandi dan sholat subuh. Khaira tak sadar teriak karena merasakan sakit pada bagian tubuh intinya ketika ia akan melangkahkan kakinya.
"Aaawww....." teriak Khaira
"Kenapa , sayang..." ucap Diego kaget mendengar teriakan Khaira.
"Sakit...kamu jahat banget sih. Ini gara gara kamu melakukannya lagi"
Diego lalu bangun dan menggendong Khaira ,membawanya ke kamar mandi. Ketika Diego akan membantunya mandi, Khaira melarangnya.
"Nggak usah bantu, aku malu" ucap Khaira menutupi tubuhnya dengan handuk
"Khaira ...kenapa malu, aku sudah melihat semuanya"
"Pokoknya ...aku malu. Aku bisa mandi sendiri"
"Oke...aku tunggu di luar ya. Nanti setelah selesai panggil aku aja. Biar aku bantu kamu"
"Iya, sekarang kamu keluar cepat"
Sebelum keluar kamar mandi, Jino mengecup dahi Khaira.
"Jangan lama lama mandinya , nanti masuk angin. Dari malam kamu tidur tanpa busana" bisik Jino.
Khaira lalu memukul lengan Diego dengan keras.
"Itu gara gara kamu. Kamu yang tak boleh aku memakai bajuku"
"Kamu jauh lebih cantik tanpa busana" ucap Diego dan berlari ketika melihat Khaira ingin menyiramnya.
Setelah mandi, Khaira berjalan pelan tanpa memanggil Diego. Ia duduk di tepi ranjang.
Diego tak tampak ada dikamar. Khaira perlahan memakai bajunya dan melaksanakan sholat subuh.
Diego masuk dengan membawa segelas susu cokelat hangat kesukaan Khaira.
Ia melihat Khaira sedang sholat, dan meletakan di atas nakas samping tempat tidur. Lalu Diego masuk kamar mandi.
Diego melihat istri manjanya kembali terlelap, ia melaksanakan sholat subuh dan setelah itu kembali ikut berbaring di samping Khaira. Ia membawa Khaira ke dalam dekapannya.
Sinar matahari yang masuk melalui celah kamar membuat Khaira terbangun. Ia melihat jam dinding.
"Ya ampun, udah jam sepuluh. Pasti papi dan daddy udah menunggu dari tadi."
Khaira mengguncang tubuh Diego, membangunkannya.
"Apa sayang...."
"Bangun...lihat jam"
Diego membuka matanya dengan malas, rasa kantuk masih menyerangnya.
"Emang jam berapa"
"Lihat tuh, udah jam sepuluh. Pasti papi dan daddy udah menunggu kita dari tadi. Bukankah kita janji akan sarapan bareng di hotel tempat mereka menginap"
"Biarin aja, pasti papi dan daddy udah sarapan duluan"
"Kalau belum bagaimana. Kasihan...apa papi dan daddy nanti marah ya"
"Mana pernah papi dan daddy marah denganmu. Kamu tuh bak putri bagi mereka. Apapun yang kamu mau, pasti dikabulkan"
__ADS_1
"Kamu iri ya...."
"Nggak, aku yakin saat ini papi dan daddy yang iri denganku. Karena mulai hari ini kamu akan selalu berada dekatku"
"Aku mau hubungi papi dulu"
Khaira mengambil ponselnya dan melihat ada banyak panggilan tak terjawab dari papi dn daddynya.
"Lihat nih, papi dan daddy dari tadi mrnghubungi. Kenapa aku nggak dengar ya"
"Aku silent ponselmu" jawab Diego dengan muka tanpa dosanya.
"Kamu ya. Pantas aku tak dengar"
"Biar tak ada yang mengganggu"
Khaira lalu menghubungi papinya dan setelah dua kali mencoba, akhirnya papi mengangkatnya.
"Selamat pagi papi...."
"Pagi sayang. Pasti baru bangun ya. Suaranya aja terdengar jelas orang yang baru bangun"
"Papi dan daddy udah sarapan"
"Udah sayang, papi dan daddy udah lapar. Jadi sarapan aja. Maaf papi nggak menunggu kamu"
"Aku yang harusnya minta maaf karena membuat papi dan daddy menunggu. Pasti udah lapar banget"
"Nggak apa sayang. Sekarang kamu bangun dan cepat sarapan . Nanti sakit kalau telat banget sarapannya"
"Ini udah mau masuk makan siang. Aku kesana buat makan siang bareng ya papi. Aku sarapan roti aja. Lalu siap siap ke tempat papi. Aku kangen..."
"Masih aja manja...iya papi tunggu. Cepat makan rotinya"
"I love you more"
Khaira menutup sambungan ponselnya. Ia memandangi Diego dengan cemberut. Lalu mengambil bantal. Memukul badan Diego dengan bantal itu.
"Kenapa aku yang dipukul , sayang"
"Ini semua gara gara kamu. Awas ...nanti aku bilang papi dan daddy"
Khaira lalu bangun dan berjalan perlahan ke dapur. Bagian inti tubuhnya masih terasa sakit. Ia menyiapkan sarapan dan minum buatnya dan Diego.
Diego mengikuti Khaira untuk bangun dan menuju dapur. Ia memeluk tubuh Khaira dari belakang dan mengecup pipinya.
"Selamat pagi istriku...."
"Istri...istri..."
"Ya kamukan memang istriku"
"Geli ah ...dengar ngomong gitu"
"Jadi maunya aku ngomong apa...."
"Sayang aja seperti biasa"
"Iya , sayang"
Diego duduk di kursi samping Khaira dan mengambil roti serta minum yang telah disiapkan Khaira.
"Terima kasih , sayang"
__ADS_1
Setelah sarapan, Khaira dan Diego bersiap siap menuju hotel tempat papi dan daddynya menginap.
Diego yang kali ini menyetir. Ia telah hafal jalan menuju hotel tersebut.
Sampai di hotel, Khaira langsung menuju kamar papinya. Dan mengetuk pintunya.
Azril berjalan membuka pintunya dan melihat putrinya yang berdiri di depan pintu.
"Papii..." ucap Khaira sambil memeluk papinya.
Jangan salahkan Khaira jika ia terlalu manja dengan papi dan daddynya. Itu semua karena Azril dan Kenzo memang yang dari ia kecil terlalu melindunginya.
Mereka berdua sangat posesif dan protektif jika mengenai kehidupan Khaira.
Khaira masuk ke kamar papinya dan melihat daddy Kenzo yang sedang menonton televisi.
Dengan perlahan Khaira berjalan mendekati daddynya.
"Daddy...selamat pagi. I love you" ucap Khaira mengecup pipi daddynya.
"Pagi sayang, I love you too" ujar Kenzo dan mengecup dahi putrinya.
Khaira duduk diantara Kenzo dan Azril. Ia memeluk kedua pria yang sangat dicintainya itu.
"Papi, daddy...nggak marahkan, karena aku papi dan daddy telat sarapannya"
"Nggak apa sayang..." ujar Kenzo
"Itu semua gara gara Diego"
"Emang kenapa Diego" tanya Azril
"Papii...aku malu"
"Malu kenapa...." ucap Azril makin tak mengerti.
"Ini semua gara gara Diego meminta haknya sebagai suami tadi malam. Ia minta dua kali, aku kan jadi capek dan ngantuk" ucap Khaira polos.
Diego yang mendengar ucapan Khaira jadi batuk dan tersedak.
Sedangkan Kenzo dan Azril tersenyum menahan tawanya, mendengar ucapan polos dan jujur putrinya.
Khaira emang terbiasa jujur dengan mereka. Saat pertama dapat menstruasi ia mengatakan pada Azril dan Kenzo.
Mereka berdua langsung menasehati jika itu tandanya ia tidak bisa bergaul sembarangan dengan pria.
"Kamu ya...emang ganas. Putriku baru pertama, langsung minta tambah" ucap Kenzo smabil menahan tawa.
"Kenapa daddy dan papi tersenyum. Sakit loh papi"
"Khaira, kok ngomongin itu sih sama Papi dan daddy, malu loh" ucap Diego
Khaira menutup mulutnya , tersadar jika ia keceplosan bicara. Ia tadinya karena kesal dengan Diego.
"Maaf papi, daddy. Kok aku jadi ngomongin itu"
"Nggak apa sayang. Asal jangan ngomong sama orang lain aja..." ucap Kenzo dan mengusap kepala Khaira.
"Sayang, akhirnya daddy tenang. Karena bisa menikahkan kamu dan Diego. Daddy takut jika tak menikahkan kamu segera, Diego akan dipisahkan dari kamu."
**************
Terima kasih
__ADS_1