CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Tujuh puluh Tiga


__ADS_3

Alesha menunggu kedatangan Kenzo di mobil dengan Khaira yang telah tertidur di dalam pelukannya.


"Kita pulang sekarang..."ujar Kenzo begitu masuk ke dalam mobil


"Aku pamit dulu dengan bunda , kak"


"Nggak perlu, mulai hari ini jangan pernah temui Azril dan keluarganya"


"Kak, aku bukan ingin menemui kak Azril. Aku hanya ingin menemui bunda dan melihat ayah"


"Aku ini suami kamu Lesha...aku mau kamu dengar kata kataku"ucap Kenzo dengan suara keras


"Baiklah , kak"ucap Lesha ketakutan sambil menahan air matanya


Kenzo bukan tak menyadari jika Alesha menahan tangisnya. Tapi ia harus menjauhi Alesha dan Khaira dari Azril. Kenzo tak ingin berbagi dengan Azril, sekalipun Azril ayah kandung Khaira.


Sampai di apartemen Alesha meletakan Khaira yang telah tertidur di tempat tidur. Ia akan menuju kamar mandi ketika terdengar suara Kenzo.


"Besok kita kembali ke Singapura"ucap Kenzo dengan suara yang masih keras


Alesha membalikkan badannya menghadap Kenzo. Ia memandangi Kenzo dengan air mata yang sudah mulai mengenang dipelupuk matanya.


"Apakah harus secepat itu kak. Apa nggak bisa menunggu ayah sadar"


"Kamu lebih memilih keluarga Azril atau aku, Sha"


"Baiklah kak. Besok kita kembali"ucap Alesha. Ia lalu masuk ke kamar mandi, Alesha memegang dadanya yang terasa sesak karena menahan tangis. Alesha menghidupkan kran agar suara tangisannya tak terdengar. Ia menangis di dalam kamar mandi.


"Maafkan Lesha ayah, Lesha tak bisa menemani ayah di saat ayah sakit begini. Kenzo suami Lesha, ia lebih berhak atas diri Lesha...Lesha harus patuh padanya"


Kenzo bukannya tak tahu apa yang saat ini Alesha lakukan, tapi ia harus tega kali ini. Ia tak mau kehilangan Alesha lagi. Kenzo menarik rambutnya kasar karena frustasi.


Hampir setengah jam Alesha di dalam kamar mandi menangis. Setelah ia bisa menenangkan dirinya , Alesha baru keluar. Ia mengganti pakaiannya dengan daster rumahan . Matanya tampak bengkak karena menangis.


Kenzo masuk ke kamar . Ia melihat Lesha yang sedang menyusui Khaira dengan mata bengkak. Kenzo mengganti pakaiannya dan meninggalkan apartemen tanpa bicara apapun pada Alesha.


#############


Disinilah Kenzo berada pada malam ini. Di sebuah klub malam. Kenzo sudah banyak menghabiskan minuman keras itu. Ia tampak mulai mabuk.


"Aku tak akan melepaskan kamu Lesha. Apapun yang akan Azril lakukan, ia tak akan bis a memiliki kamu dan Khaira. Kalian berdua milikku. Aku tak akan pernah mau berbagi dengan Azril..."

__ADS_1


Kenzo berjalan dengan sempoyongan menuju mobilnya. Dengan kesadarannya yang sedikit ia melajukan mobilnya menuju apartemen.


Hari sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Alesha yang dari tadi menanti kepulangan Kenzo tampak mulai mengantuk. Tapi ia tak bisa memejamkan matanya sebelum suaminya itu pulang.


"Kemana kak Kenzo pergi, kenapa udah selarut ini belum juga pulang. Apa kak Kenzo marah karena melihatku menemui kak Azril...."


Alesha mondar mandir di ruang tamu, ia mencoba menahan rasa kantuknya. Alesha membalikkan badannya ketika mendengar suara pintu yang dibuka, tampak Kenzo berjalan dengan sempoyongan.


Alesha berlari membantu Kenzo berjalan dengan memapahnya ke sofa. Ia mencium bau alkohol dari mulut dan tubuh Kenzo. Alesha membuka sepatu dan baju kemeja Kenzo agar ia sedikit nyaman.


Kenzo menyandarkan kepalanya di kepala sofa. Ia melihat ke arah Alesha yang berjalan kearahnya dengan membawa segelas minum.


"Kak, minum dulu agar kakak sedikit merasa baikan"ucap Lesha mengulurkan gelas berisi air teh hangat itu ke mulut Kenzo.


Kenzo menepisnya, hingga gelas terjatuh kelantai dan pecah. Alesha menjadi kaget dengan sikap Kenzo itu.


"Jangan berpura pura baik dan perhatian padaku Lesha. Aku tahu sampai detik ini kamu tak pernah mencintai aku, kamu hanya kasihan dan hanya ingin balas budi atas kebaikanku sehingga kamu mau menikah denganku. Apa salahku Lesha, apa mencintaimu adalah kesalahan. Apa kurangnya aku, kenapa kamu tak pernah bisa mencintai aku seperti kamu mencintai Azril"


"Kak, aku menyayangi kakak bukan karena kasihan. Kak Kenzo pria yang baik, tidak ada kekurangan pada diri kakak"


"Kamu pembohong....kamu masih mencintai Azril kan"


"Kenapa kamu menemuinya jika kamu tak mencintainya"


"Ada yang ingin kak Azril katakan padaku, dan bunda juga memaksa aku mengikuti kak Azril"


Kenzo berdiri dan mendorong tubuh Lesha dengan keras ke sofa. Ia lalu menarik kuat baju Alesha hingga robek.


"Kak, kamu mau apa..."ucap Alesha takut melihat pancaran kemarahan dari mata Kenzo.


"Kamu itu milikku Lesha, tidak ada yang boleh mengambilnya"ucap Kenzo kembali menarik sisa pakaian yang melekat di tubuh Lesha


"Kak, apa yang kamu lakukan. Jika kakak menginginkan mari lakukan dengan baik, jangan memaksa seperti ini"ucap Alesha ketakutan karena Kenzo memaksa membuka pakaiannya dan menghimpit tubuhnya.


"Kenapa, jika Azril bisa memaksa kamu mengapa aku tidak boleh"


"Kak, ini bukan kamu. Kak Kenzo yang aku kenal tak akan kasar begini"ucap Alesha mulai menangis. Ia teringat kembali saat Azril memperkosa dirinya.


Alesha mencoba mendorong tubuh Kenzo yang mengukungnya. Tapi tenaganya tidak bisa melawan tenaga Kenzo.


Kenzo dengan kasar ******* bibir Alesha , ciumannya turun keleher dan dada. Kenzo tak menghiraukan tangisan Alesha.

__ADS_1


Ia menggigit leher dan dada Alesha kasar. Ia melakukan penyatuan tubuh mereka juga dengan kasar. Alesha yang dari tadi menangis tak bisa melakukan apa apa lagi. Tenaganya habis terkuras karena menangis.


Setelah Kenzo mencapai pelepasannya, ia memandangi wajah Alesha. Di antara kesadarannya ia melihat Alesha menangis dengan tubuh yang gemetar. Kenzo berdiri dari atas tubuh Alesha.


Kenzo mengusap wajahnya untuk mengembalikan kesadarannya. Ia ke kamar mandi membasuh wajahnya. Setelah sedikit segar ia kembali ke ruang tamu.


Kenzo melihat Alesha menangis di lantai sambil menutup tubuhnya dengan kemeja Kenzo. Ia menangis dengan tubuh yang gemetar.


"Astaga, apa yang telah aku lakukan. Apa Alesha kembali trauma dengan aku memaksanya berhubungan tadi"


Kenzo berjongkok dekat Alesha , ia menyentuh bahu Alesha , membuat wanita itu kaget dan langsung mundur melihat Kenzo.


"Maaf kak...maaf...aku tak akan menemui kak Azril lagi"ucap Alesha terbata dengan suara gemetar.


"Lesha...kakak yang harus minta maaf"ucap Kenzo merasa sangat bersalah


"Maaf...maaf...."ucap Lesha dan kembali ia menangis


"Lesha...kamu nggak salah. Ayo ke kamar, ganti pakaianmu. Nanti kamu masuk angin"


"Kak Kenzo marah..."


"Kakak nggak marah..."


"Maafin aku kak..."ucap Alesha lagi.


"Iya , Sha. Kakak udah maafin kamu"


Kenzo mengulurkan tangannya untuk membantu Alesha berdiri. Ia melihat banyak bekas gigitannya di tubuh Alesha.


Kenzo membantu Alesha mengganti pakaiannya dan menyelimuti Alesha ketika ia telah membaringkan tubuhnya di kasur.


Kenzo meninggalkan Alesha di kamar, ia keluar dan duduk di balkon kamar.


Kenzo menarik nafasnya kasar dan menarik rambutnya.


"Maafkan aku Lesha, aku tak bermaksud menyakiti kamu, aku hanya takut kehilangan kamu. Aku takut Azril kembali merebut kamu dari sisiku. Kenapa aku bisa mabuk dan menyakiti Alesha. Aku sama saja dengan Azril"


***************************


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2