
Khaira dan Diego telah berada dibandara Sultan Syarif Qasim menunggu kedatangan Kenzo.
Hari ini Kenzo akan datang dan langsung menuju KUA untuk memberi berkas yang dibutuhkan untuk pernikahan Khaira dan Diego yang akan dilakukan dua hari lagi.
"Kenapa kamu kelihatan gugup...." tanya Khaira
"Aku gugup karena takut berkas yang sudah daddy siapkan masih ada aja yang kurang"
"Daddy dan papi pasti udah menyiapkan semuanya. Jangan cemas begitu"
"Khaira, aku udah nggak sabar menunggu dua hari lagi saat pernikahan kita. Akhirnya kamu akan menjadi milikku seutuhnya"
"Tapi aku masih merasa bersalah, Diego. Kenapa mami tak diberitahu aja. Mungkin mami bisa menerimanya...."
"Daddy tak mau ambil resiko jika ternyata mami tak merestui pernikahan kita"
"Aku sayang mami. Aku telah menganggapnya seperti mami kandungku. Aku benar benar merasa bersalah karena telah membohongi mami"
"Khaira, udah aku katakan. Jangan pernah merasa bersalah atas semua yang kita lakukan. Bukankah ini semua ide daddy dan ia akan bertanggung jawab dengan tindakan yang dilakukannya"
Khaira dan Diego menghentikan pembicaraan setelah melihat daddy Kenzo keluar menuju mereka.
Khaira langsung berlari dan memeluk Kenzo dan mengecup pipi daddy nya.
"Apa kabar daddy...tambah ganteng aja"
"Daddy memang selalu ganteng"
"Narsis...." ucap Diego membuat Khaira dan Kenzo tertawa.
"Papi kenapa nggak ikut daddy sekalian"
"Papi nggak ada hubungi kamu mengatakan alasan kenapa ia tak bisa ikut daddy"
"Ada, tapi apa begitu besarnya masalah perusahaan sehingga papi nggak bisa tinggalkan aja dulu sampai aku menikah"
__ADS_1
"Khaira , sayang. Ini memyangkut banyak nyawa yang mencari nafkah diperusahaan papi. Tentu saja papi kamu lebih memilih menyelesaikan dulu masalahnya"
"Iya, dad...aku mengerti"
"Sekarang sebaiknya kita langsung ke KUA sebelum kantornya tutup"
"Masih jam satu ,dad. Masih ada tiga jam lagi baru kantor akan tutup. Bagaimana jika kita makan siang dulu"
"Apa putri daddy lapar" tanya Kenzo sambil mengacak rambut Khaira. Diego yang berjalan dibelakang mereka menjadi cemberut.
"Daddy kalau udah bersama Khaira , pasti jadi lupa anaknya sendiri. Begitu juga Khaira jika bersama Daddy jadi lupain aku..."
Diego lalu menarik tangan Kenzo yang berada dibahu Khaira agar pelukannya lepas. Kenzo dan Khaira menoleh kebelakang memandangi Diego dengan wajah heran.
"Kamu kenapa...."tanya Khaira
"Apa kamu dan Daddy nggak ingat jika ada aku diantara kalian. Jika udah berdua pasti lupa dengan siapapun. Aku ini calon suami kamu Khaira, bukan daddy. Daddy juga, yang anak daddy aku ...bukan Khaira" gerutu Diego ,membuat Kenzo dan Khaira jadi tertawa.
"Kamu cemburu dengan daddy...."
"Sini calon suamiku..." ucap Khaira memeluk lengan Diego.
"Sayang, kita makan dimana...." ucap Kenzo membuat Diego cemberut.
"Kita ke rumah makan pondok patin aja ,dad. Di sana tersedia masakan khas melayu Riau. Daddy bisa coba berbagai lauk khas orang Pekanbaru sini di rumah makan itu"
"Teeserah kamu aja, daddy ngikut aja"
Khaira mengendarai mobil menuju rumah makan pondok patin yang letaknya tak jauh dari bandara. Khaira memesan asam pedas ikan patin yang menjadi ciri khas rumah makan ini.
Selain itu Khaira juga memesan pepes ikan patin, sate ikan patin dan tak lupa udang galah.
Setelah makan, Khaira mengantar daddy Kenzo menuju KUA yang diminta daddy. Di sana ia memiliki teman yang bekerja di kantor itu.
Khaira dan Diego menunggu di luar. Sementara Kenzo menemui temannya. Kenzo menyelesaikan administrasi untuk syarat pernikahan Diego dan Khaira.
__ADS_1
Semua telah lengkap, pegawai yang merupakan kenalan Kenzo mengatakan jika semua telah disetujui. Diego dan Khaira hanya perlu kesiapan buat dinikahkan dua hari lagi.
Setelah dari KUA , Khaira membawa Kenzo ke hotel tempat Diego menginap. Kenzo akan menginap bareng Diego.
Kenzo duduk di sofa yang terdapat di kamar, ia meminta Diego dan Khaira juga ikutan duduk bersama mereka.
"Khaira, Diego...dua hari lagi kalian akan menikah. Pesan daddy hanya satu, jika nanti setelah pernikahan ini ada yang tidak setuju atau ada suatu masalah, sebaiknya kalian tetap bersama. Jangan hanya karena sedikit masalah kalian langsung berpisah. Karena cinta yang kuat pasti akan dapat mengatasi semua rintangan yang ada"
"Daddy jangan kuatir, aku tak akan berpisah walau banyak yang tidak merestui pernikahan kami kelak. Aku mencintai Khaira , sangat mencintainya. Aku hanya ingin Khaira juga mencintai aku sebesar cintaku padanya. Seperti kata daddy ,jika cinta kami memang kuat pasti kami mampu menghadapi apapun itu yang menjadi rintangan dalam pernikahan kami kelak...."
"Daddy, apa nanti mami tidak akan kecewa karena daddy tidak melibatkan mami dalam pernikahan kami"
"Itu menjadi urusan daddy, kamu jangan terlalu pikirkan itu. Daddy yang akan menjelaskan semuanya pada mami. Nanti jika kalian akan mengadakan resepsi bukankah kita akan melibatkan mami juga"
"Tapi dalam pernikahan itu yang sakralnya ijab kabul bukan resepsi. Aku jadi merasa sangat bersalah pada mami. Bagaimana jika daddy beritahu saja mami..."
"Daddy takut mami tak mengizinkan pernikahan kalian"
"Apa alasan daddy tidak melibatkan mami karena mami tak menyukai aku jadi pendamping Diego. Bagaimana nanti jika aku telah menikah, mami tetap tak menyukai aku" gumam Khaira pelan.
"Sayang, mami bukan tak menyukai kamu. Mami menyayangi kamu seperti anaknya sendiri, kamu pasti merasakan itu. Tapi masalahnya , Diego masih kuliah...pasti mami keberatan jika kamu dan Diego menikah saat ini"
"Kenapa pernikahan kami tak dilangsungkan setelah Diego wisuda aja"
"Khaira, apa kamu masih ragu akan menikah denganku. Apa kamu tak mau menikah denganku saat ini" tanya Diego
"Bukannya aku tak mau, tapi lebih baik bukan pernikahan kita direstui semua keluarga"
"Sayang, daddy menikahkan kamu dan Diego sekarang karena daddy tahu Diego sangat mencintaimu. Daddy tak mau terjadi sesuatu jika pernikahan ditunda. Bukannya papi nggak percaya Diego ataupun kamu. Siapa yang bisa menebak apa yang terjadi nanti. Jadi lebih baik dihalalkan secepatnya agar kalian bebas melakukan apa saja"
Khaira akhirnya mengerti setelah Kenzo menjelaskan pertimbangan mengapa ia dan papinya ingin mereka berdua menikah secepatnya.
******************
Terima kasih
__ADS_1