CINTA SUCI ALESHA

CINTA SUCI ALESHA
Bab Tiga puluh Delapan S2


__ADS_3

Khaira tetap berusaha berdiri walau tubuhnya terasa sangat lemah. Ia menepis pelukan Diego dan Kenzo.


Khaira berjalan mendekati Oma dan mami yang masih diam duduk di sofa.


"Oma, apa maksud oma jika aku anak haram" ujar Khaira dengan air mata yang terus mengalir


"Minta penjelasan dengan Kenzo yang selama ini kamu panggil daddy. Yang selalu memanjakan kamu"


"Daddy...aku ingin penjelasan. Apa ini ada kaitannya dengan papi yang tak bisa hadir di pernikahanku sebagai wali"


"Khaira, jangan dengarin oma"


Khaira berlutut dihadapan Kenzo dan menangis terisak. Diego mendekat dan membantu Khaira untuk berdiri.


"Daddy , aku mohon. Jelaskan semua. Agar aku tahu alasan oma selama ini tak menyukaiku" ucap Khaira berlutut sambil memohon.


"Khaira, udah sayang. Kamu jangan pikirkan ucapan oma. Kamu sedang sakit" ujar Diego mendekati Khaira.


"Diego, aku harus tahu semuanya. Jika memang aku tak pantas buatmu, aku rela berpisah"


"Jangan berkata begitu, apapun itu, aku tak akan berpisah denganmu"


"Khaira, kamu sekarang tenang ya. Daddy janji akan jelaskan semuanya , jika keadaanmu telah membaik"


Kenzo mendekati Khaira dan ingin memeluk tubuhnya.


"Cukup daddy. Jangan lagi memanjakan aku, jika itu membuat mami sakit hati. Aku tak ingin mami tambah terluka karena sikap daddy padaku. Mami, sekali lagi aku minta maaf jika karena kehadiran aku selama ini membuat mami merasa terasing dan terluka"


Khaira berdiri dan menepis tangan Diego, ia berjalan menuju pintu keluar.


"Khaira tunggu..." ujar Diego mengejar Khaira


"Stop Diego. Biarkan aku sendiri dulu. Kamu lebih baik selesaikan dulu masalah ini dengan mami dan oma. Setelah semua beres, baru kamu temui aku. Dan apapun itu keputusan yang akan kamu ambil, aku akan menerimanya."


"Khaira, kamu jangan pergi" ujar Kenzo

__ADS_1


"Maaf daddy, mulai hari ini aku tak akan pernah manja lagi pada daddy. Bukankah aku punya papi tempat aku bermanja. Dan aku harap daddy juga menjaga jarak denganku...."


Khaira keluar dari rumah itu dengan tergesa. Diego lalu mendekati oma dan maminya. Ia memandangi omanya dengan wajah merah menahan marahnya


"Dengar oma ...mami, saat ini Khaira lagi mengandung anakku. Cucunya mami. Jika terjadi sesuatu dengan kandungan Khaira aku tak akan pernah memaafkan oma dan mami"


Setelah mengucap kata kata itu, Diego pergi meninggalkan oma dan maminya. Ia berlari akan menyusul Khaira.


Ia mencari Khaira dihalaman rumahnya. Tapi tak melihatnya. Khaira yang keluar dari rumah dengan pikiran yang kacau terus saja berjalan dengan cepat menyusuri jalan depan rumah Diego.


Diego masuk kembali ingin mengambil kunci mobilnya ke dalam kamar.


"Mau kemana kamu, Diego. Maafkan mami" ucap Hanna. Diego tak mengubrisnya. Ia berjalan cepat ke bagasi.


Khaira tak melihat ada motor yang melaju dengan kecepatan tinggi. Motor itu tak bisa mengelak saat tiba tiba Khaira muncul dan ingin menyeberang, kecelakaan tak dapat dihindari.


Pengendara motor yang panik, langsung melarikan diri melihat Khaira yang terkapar dipinggir jalan.


Pengendara jalan yang lain melihat Khaira langsung mencoba menolong.


Ia lalu turun dan mendekati kerumunan. Pikirannya udah mulai tak tenang, Diego tak ingin apa yang ditakutkan itu terjadi.


"Apakah itu Khaira....."


"Mas, tolong bawakan wanita ini. Sepertinya ia korban tabrak lari" ucap salah seorang dari mereka melihat Diego turun dari mobil


Diego maju dan menyibak kerumunan, ia melihat Khaira yang tergeletak. Diego langsung syok.


"Khaira....." teriak Diego


Ia langsung menggendong tubuh Khaira dan membawanya mendekati mobil. Ia menidurkan Khaira di kursi penumpang.


Kecelakaan yang dialami Khaira sebenarnya tidak begitu parah, cuma karena kaget dan tubuhnya yang memang lemah membuat Khaira tak bisa menahan tubuhnya terjatuh menghempas aspal.


Diego mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia memandangi Khaira dari kaca spion.

__ADS_1


"Bertahanlah, sayang. Kamu harus kuat demi anak kita..." ucap Diego.


"Ya Tuhan selamatkan Khaira dan bayi kami. Aku tak akan memaafkan oma jika terjadi sesuatu dengan Khaira atau bayi kami"


Sampai di rumah sakit, Khaira langsung digendong menuju ruang IGD .


Diego menunggu dengan gelisah. Ia menghubungi Atha. Karena Azril tak bisa dihubungi. Mungkin lagi diperjalanan kembali dari dinas luar kotanya.


Kenzo yang mendapati kabar jika Khaira kecelakaan langsung keluar dari ruang kerjanya. Ia tadi meninggalkan mama dan Hanna menyendiri di ruang kerjanya.


Keluar dari ruang kerja ia masih melihat mama dan Hanna yang duduk di ruang keluarga.


Kenzo berdiri dengan wajah marah sambil berkata dengan suara yang keras.


"Sekarang mama puas telah menyakiti Khaira. Apa salah anak itu. Jika mama tak menyukai Alesha kenapa mama juga membenci Khaira. Saat ini Khaira mengalami kecelakaan dan seandainya terjadi sesuatu dengan kandungannya, aku tak tahu apa yang akan Diego lakukan. Ia pasti akan sangat kecewa. Tak ada anak yang minta dilahirkan dengan kondisi buruk seperti Khaira, semua bayi itu suci. Yang salah perbuatan orang tuanya, bukan anaknya..."


Kenzo pergi dengan tergesa meninggalkan rumah.


Hanna tampak kaget mendengar Khaira yang mengalami kecelakaan.


"Ya Tuhan, aku tak pernah bermaksud menyakiti Khaira hingga begini. Aku juga tak mau terjadi sesuatu dengan kandungannya. Ia juga calon cucuku."


"Ma...aku takut jika kandungan Khaira tak bisa diselamatkan"


"Mungkin itu yang terbaik. Jika kandungannya tak bisa diselamatkan , akan lebih baik. Karena akan mudah memisahkan mereka"


"Ma, itu cucuku. Bagaimanapun Kenzo benar, Khaira tak bersalah. Kenapa kita harus membencinya"


"Udahlah , Hanna. Kamu sudah mendengarkan cerita tentang Alesha, Azril dan Kenzo. Kamu tahukan jika Khaira itu anak diluar nikah. Itu yang membuat mama tak pernah suka dengannya. Apa kamu lupa, karena kehadiran Khaira lah, Kenzo tak bisa mencintaimu. Khaira selalu mengingatkan Kenzo akan sosok Alesha"


"Ma...maaf. Aku tak sependapat dengan mama kali ini. Karena kita tak boleh memisahkan orang yang telah menikah. Seandainya mereka masih pacaran, mungkin aku bisa mendukung mama untuk memisahkannya. Apa lagi saat ini Khaira sedang hamil. Aku akan menyusul Kenzo. Aku akan cari tahu dimana Khaira di rawat...."


Hanna masuk ke kamarnya meninggalkan mama dan mengganti pakaiannya. Ia mengambil kunci mobil sambil berusaha menghubungi Diego.


*****************

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2