
Tadi pagi Azril dan Tiara telah melangsungkan pernikahannya. Siang harinya Azril membantu Tiara membawa pakaian dan barangnya untuk pindah ke apartemen Azril.
Tiara selalu tersenyum, karena ia sangat bahagia akhirnya bisa menjadi istri dari seorang Azril, pria yang sangat ia cintai.
"Selamat sore ayah... bunda "ucap Tiara dan langsung duduk di sofa tanpa menyalami mereka.
"Selamat sore.... "ucap bunda. Ayah hanya diam saja.
Azril membawa masuk tas Tiara. Ia melihat ada tas ayah dan bundanya di depan kamar tamu.
"Ayah, bunda... mengapa tasnya ada di sini. Apa ayah dan bunda mau kembali ke Bandung sekarang"tanya Azril heran
"Kami maunya begitu, tapi Lesha tak boleh. Ia ingin aku dan bundamu menginap di apartemennya sebelum kembali"
"Jadi ayah dan bunda mau menginap di apartemen Lesha. Kenapa bukan di sini aja"
"Aku tak ingin mengganggu.... "ucap Ayah ketus
"Ayah... ayah dan bunda tak mengganggu kok."
"Istrimu aja hanya diam"gumam Ayah
"Tiara nggak mungkin keberatan ayah dan bunda di sini, bukan begitu Tiara"ucap Azril dengan penekanan
"Iya ayah, bunda... menginaplah lagi di sini satu malam lagi"
"Apa kamu hanya mengizinkan aku menginap satu malam saja"ucap ayah ketus
"Ayah... sudah. Katanya mau menginap di tempat Alesha.... "ujar bunda. Ia tak ingin nanti ayah dan Tiara jadi berdebat yang akan membuat Azril jadi serba salah.
Suara bel apartemen Azril terdengar berdering.
Ayah langsung berdiri ingin membuka pintu.
"Itu pasti anakku, Lesha "gumam Ayah
Azril dan Tiara melihat ayah yang antusias membukakan pintu.
"Selamat Sore, ayah.... "ucap Lesha dan langsung memeluk ayah.
"Selamat sore, nak. Kamu masuk dulu ya"
"Baik ,Yah . Apa ayah dan bunda sudah siap"ucap Lesha yang belum menyadari jika di apartemen Azril juga ada Tiara.
Alesha masuk menuju ruang keluarga. Ia menghentikan langkahnya begitu melihat ada Azril dan Tiara.
"Selamat sore kak Azril...kak Tiara "
"Selamat sore lesha, duduklah dulu. Aku buatkan minum ya. Kamu tadi kok nggak menghadiri pernikahan kami"ucap Tiara. Ia sengaja memberitahu Lesha jika saat ini ia telah menjadi istri Azril.
"Nggak usah kak, aku nggak haus. Selamat ya kak Azril, kak Tiara atas pernikahannya. Semoga bahagia.... "gumam Alesha
"Lesha, apa kita akan pergi sekarang, nak"ucap bunda. Ia tak ingin Lesha menjadi sedih jika lama lama berada diantara Azril dan Tiara.
"Ayah, bunda...kita pakai taksi aja ya ke apartemen aku. Kak Kenzo minta maaf ngga bisa menjemput, karena ia ada pertemuan dengan klien"
"Nggak apa nak... Ayo kita berangkat"ucap ayah
"Biar aku aja yang antar. Kamu tunggu disini, Tiara. Sekalian bereskan barang dan pakaianmu "ucap Azril dan langsung mengangkat tas yang berisi pakaian ayah dan bunda.
__ADS_1
Mereka berempat pergi meninggalkan Tiara sendiri di apartemen. Begitu semua pergi, Tiara langsung melempar vas bunga ke dinding.
"Sialan kamu Azril, kamu mau bermain main. denganku "teriak Tiara.
Ia tak terima Azril meninggalkannya di saat mereka baru saja menikah.
Azril menyetir mobilnya perlahan. Ayah yang duduk di samping Azril hanya diam memandang jalanan dari kaca mobil.
"Apartemen kamu dimana ,Sha"tanya Azril
"Ayah sudah tidak mengenali kamu lagi,Ril. Lesha bukan hanya sekadar mantan istrimu, ia juga adikmu. Tapi kamu tak pernah mau tahu tentang kehidupannya lagi. Tempat tinggalnya aja kamu tak tahu "gumam Ayah.
"Ayah, Lesha yang tak pernah memberitahukan Kak Azril. Malam ketika Lesha pindah, kak Azril ingin mengantar Lesha. Tapi Lesha yang menolak karena ada kak Kenzo yang mengantarnya"ucap Lesha. Ia tidak berbohong, malam kepindahannya bukankah Azril berniat mengantarnya, tapi Lesha tak izinkan.
"Walaupun kamu menolak diantar seharusnya Azril bertanya di mana kamu tinggal.... "
"Ayah, Lesha dan kak Azril masih bisa bertemu setiap hari, karena kantor kami berdekatan. Kak Azril, belok kanan nanti. Aku tinggal di apartemen A kak"
"Ayah, apa sebaiknya kita makan dulu sebelum ke apartemen Lesha"
"Nggak usah.... "jawab Ayah
"Iya kak Azril,nggak perlu. Biar aku masak aja. buat makan malam nanti"
Azril memarkirkan mobilnya di basemant apartemen. Mereka memasuki lift yang membawa menuju lantai tempat Alesha tinggal.
Alesha mempersilakan ayah, bunda dan Azril masuk.
"Apartemen kamu bagus dan bersih, nak. Kamu beli atau kontrak"tanya ibu sambil matanya memperhatikan isi apartemen Lesha.
"Apartemen ini milik kak Kenzo ,bunda. Ia meminta aku menempati sekalian biar bisa bersihin dari pada kosong"
"Ayah, aku nggak ada hubungan apa apa. Hanya sebatas atasan dan bawahan aja. Kak Azril mau aku buatkan minum apa.... "
"Nggak usah lesha... ia pasti akan segera pulang, istrinya telah menunggu di rumah"ucap Ayah
Lesha menarik nafasnya mendengar perkataan ayah.
"Ya Tuhan, aku hampir lupa jika hari ini kak Azril telah menikah dengan kak Tiara. Mereka sudah resmi menjadi suami istri"
"Bisa buatkan kakak jus jeruk,Sha. Kak Azril bolehkan duduk sebentar menghilangkan capek"
"Tentu saja boleh kak. Ayah, bunda kalau mau istirahat itu kamar ayah dan bunda"tunjuk Lesha ke arah kamar tamu.
"Lesha mau masak buat makan malam. Atau ayah dan bunda mau minum teh dulu sebelum istirahat."
"Ayah dan bunda istirahat aja, nak"ucap bunda.
"Baiklah bun.... "
Ayah dan bunda masuk ke kamar, tinggal Azril sendiri di ruang tamu itu. Azril berjalan menuju dapur dimana Lesha berada dan duduk di kursi dekat meja mini bar.
"Ini kak jusnya,aku tinggal sebentar ya kak, aku mau ganti pakaian "
"Iya, Sha.... "
Alesha mengganti bajunya dengan kaos rajut abu abu. Ia memakai celemek dan mengikat cepol rambutnya. Azril memandangi setiap gerak gerik Alesha ketika mulai memasak.
__ADS_1
"Kamu sudah dewasa sekarang, Sha. Tambah cantik"gumam Azril. Tapi Alesha dapat mendengar dengan jelas.
"Mengapa aku baru menyadari jika kamu sangat cantik Lesha."
"Tentu aja aku sudah dewasa kak, nggak mungkinkan makin lama makin kecil"canda Lesha.
"Jangan pernah mengikat rambut kamu seperti sekarang di depan pria lain, Sha"
"Kenapa kak, jelek ya.... "
"Nggak... kamu makin cantik dan seksi jika begitu"lirih Azril.
Alesha pura pura tak mendengar ucapan Azril. Ia sibuk dengan masakannya.
Setelah selesai masak Alesha menata makanannya di meja mini bar.
"Apa kak Tiara nggak marah kak Azril pulang telat"
"Mengapa Tiara harus marah"
"Karena ia istri kak Azril. Setiap wanita yang berstatus istri pasti marah jika suaminya lebih mementingkan hal lain dari pada dirinya"gumam Lesha
"Begitu juga kamu dulu, Sha"
"Itu nggak usah diingat kak, aku hanya istri yang tak pernah kakak inginkan"
"Maafkan kakak, Sha.Tiara juga istri yang tidak pernah kakak inginkan.... "
"Apa kakak akan terus begini, setelah kakak bisa menikahi wanita,maka akan kak Azril sakiti"
"Lesha... kakak terpaksa menikahi Tiara karena permintaan ayah bunda"
"Aku juga begitu, kakak menikahi aku karena keinginan ayah bunda. Apa kakak akan melakukan hal yang sama pada Kak Tiara seperti yang pernah kak Azril lakukan padaku"
"Lesha... kamu tak mengerti apa yang saat ini kak Azril rasakan... "
"Aku memang tak bisa mengerti kakak, dan juga tak lagi mengenal siapa kakak sejak aku menjadi istri kakak sampai kita akhirnya berpisah saat ini. Kak Azril yang dulu aku kenal tidak begini.... "
"Alesha Zahra, aku tetaplah Azril yang dulu. Azril yang menyayangi Alesha lebih dari dirinya. Azril yang rela melakukan apa saja untuk membuat Alesha selalu tersenyum. Jika saat kamu menjadi istriku, sikapku selalu menyakitimu, itu semua karena aku belum terbiasa dengan status kita yang berubah dari kakak adik menjadi suami istri. Dan disaat aku mulai bisa menerima kamu sebagai istriku, aku telah terjebak dalam situasi yang salah. Lesha kamu mau percaya atau tidak, malam itu aku benar benar ingin mengakhiri hubunganku dengan Tiara, tapi ia menjebakku"
"Tapi sebelum malam itu, kak Azril melakukannya dengan sadarkan. "
"Lesha, aku tahu aku salah. Aku telah banyak menyakiti hatimu. Untuk itulah aku rela melepaskan kamu. Itu bukan karena aku tak mencintaimu, aku melakukan itu karena aku terlalu mencintai kamu. Aku tak ingin jika aku mempertahankan pernikahan kita kamu akan menjadi terluka. Kamu juga berhak bahagia. Ku melepaskan kamu, sebagai rasa penyesalanku,aku tak ingin egois. Aku ingin melihat kamu bahagia walau bukan bersamaku"
Alesha menunduk, ia menahan tangisnya agar tak keluar. Ia tak mau menangis lagi untuk Azril.
"Mungkin kita memang tidak ditakdirkan menjadi suami istri kak. Kita masih bisa menjadi Adik kakak seperti dulu"gumam Lesha
"Kamu masih mau menganggap kak Azril sebagai kakak kamu, Sha"
"Tentu saja, sampai kapanpun kak Azril adalah kakakku. Kakak yang telah menjaga dan melindungiku selama ini. Aku tak akan pernah melupakannya "
"Terima kasih Sha,karena masih menganggap kak Azril sebagai kakakmu"
"Mungkin saat ini kita lebih baik sebagai kakak adik, Sha. Tapi aku berjanji akan kembali meraih cintamu,Sha. Semakin hari aku makin menyadari jika aku sangat mencintaimu. Aku tak bisa jauh darimu. Aku akan mencoba menggapai kembali hati dan cintamu setelah kau bisa melupakan pengkhianatan yang aku lakukan. Aku harap kamu kembali mencintai aku setulus hatimu ....."
************************
__ADS_1
Terima kasih